
Dengan semangat David langsung membuka kotak satu per satu. Yang pertama dibuka adalah kotak yang berada dipaling atas.
Sebuah jam tangan terdapat di dalamnya. Tampak cantik dengan berlian di dalamnya.
“Kado ini aku berikan spesial untukmu.” Mauren mengulas senyum manis di wajahnya.
“Terima kasih untuk hadiahnya.” David mendaratkan kecupan di dahi Mauren. Merasa senang sekali mendapatkan hadiah berharga ini.
“Bukalah hadiah kedua.”
Mendapati permintaan Mauren, David segera membuka hadiah tersebut. Sebuah amplop berwarna merah terdapat di dalamnya.
“Apa ini?” tanya David.
Pipi Mauren merona ketika mendapati pertanyaan itu. Dia sedikit malu ketika mendapat pertanyaan itu.
“Buka saja.”
David merasa Mauren tidak mau memberitahu. Jadi akhirnya dia memilih untuk segera membukanya.
Alangkah terkejutnya David ketika mendapati tulisan ‘I Love You’ di dalam amplop itu. David langsung mengalihkan pandangan pada Mauren.
__ADS_1
“Kamu sudah mencintai aku?” David menatap sang istri dengan lekat.
Mauren langsung tertunduk malu. Dia malu mengatakannya. Jadi sengaja menuliskannya di kertas. Sebulan ini Mauren sudah merasakan lebih dalam perasaannya. Karena itu dia akhirnya memutuskan untuk mengungkapkannya.
David menarik dagu sang istri untuk membuat sang istri menatap ke arahnya. Dia ingin mendengar langsung ungkapan cinta sang istri.
“Aku tahu kamu malu untuk mengungkapkannya. Tapi, aku mau dengar langsung jika kamu mencintai aku.”
Mauren benar-benar malu ketika mengungkapkan perasaannya. Namun, tatapan sang suami seolah tak bisa dihindari. Menuntunnya untuk mengatakan cinta.
“Aku mencintaimu.” Mauren akhirnya mengatakan cinta pada David.
Mendapati ungkapan cinta itu membuat David benar-benar bahagia sekali. Dia langsung mendaratkan bibirnya di bibir sang istri. Menyesap bibir sang istri. Mengungkapkan perasaan bahagianya.
Keduanya menikmati ciuman tersebut. Keduanya larut dalam mengungkapkan rasa cinta yang dirasakan.
Saat napas mulai terengah, akhirnya mereka melepaskan tautan bibir itu. David mengusap bibir Mauren yang basah. Merasa benar-benar senang sekali akhirnya Mauren sudah jatuh cinta padanya.
“Terima kasih sudah mencintai aku.” Ungkapan cinta Mauren adalah hal yang membuatnya bahagia.
Mauren mengangguk. “Sekarang buka dulu hadiah terakhirnya.” Mauren pun beralih pada kotak yang terakhir.
__ADS_1
David jadi penasaran apa isi kotak terakhir yang diberikan Mauren padanya.
Dengan segera David membuka kotak tersebut. Alangkah terkejutnya ketika melihat alat tes kehamilan di dalamnya. Dia mengambilnya dan melihat garis di dalam alat tes kehamilan itu. Terdapat dia garis di dalamnya.
“Kamu hamil?” tanya David memastikan.
Mauren mengangguk. Air matanya jatuh merasakan kebahagiaan yang baru dirasakannya.
Kemarin Mauren mengecek sendiri saat terlambat datang bulan. Betapa senangnya Mauren ketika mendapati jika dua garis di alat tes kehamilan. Hal itu mematahkan anggapan jika dirinya mandul.
David langsung memeluk Mauren. Air matanya jatuh ketika mendapati jika Mauren akhirnya hamil. Ternyata tidak butuh waktu lama akhirnya Mauren hamil.
David langsung beralih pada perut Mauren. Membelai lembut perut Mauren yang masih rata. Sebuah kecupan pun mendarat sempurna perut Mauren. David seolah mencium anak di dalam kandungan Mauren.
“Selamat datang, Sayang. Papa akan menjagamu dengan baik.”
Mauren membelai lembut rambut David. Melihat kebahagiaan yang dirasakan David.
“Besok kita periksa ke dokter.”
Mendapati ucapan sang istri, David segera mengalihkan pandangan.
__ADS_1
“Iya, aku ingin melihat anak kita.” David tidak sabar melihat keadaan anaknya