Bukan Suami Yang Diinginkan

Bukan Suami Yang Diinginkan
Bab 38


__ADS_3

Mauren melihat pantai yang begitu indah. Deburan ombak terlihat berkejar-kejaran. Mauren merentangkan tangannya. Kemudian menghirup udara dan merasakan udara masuk ke paru-parunya.


David senang melihat Mauren yang tampak menikmati. Dia melihat wajah Mauren yang tampak tenang tanpa beban. Mauren berlarian di pinggir pantai. Meninggalkan sendalnya begitu saja. David yang melihat hal itu segera meraih sendal tersebut. Takut jika nanti hanyut.


David mengikuti Mauren yang bermain dengan deburan ombak. Dia berlari-lari ketika ombak mengejarnya. Benar-benar seperti anak kecil yang mendapatkan main baru.


Melihat pemandangan langkah itu, David memutuskan untuk memotret Mauren. Menjadikan kenang-kenangan indah untuknya.


Sore mulai menyapa, David dan Mauren memilih menunggu di pinggir pantai. Memandangi lautan dan menunggu matahari yang terbenam. Mereka duduk sambil menikmati kelapa muda yang begitu menyegarkan.


“Berapa lama kamu dulu menikah?” David begitu penasaran sekali. Dia ingin tahu bagaimana kehidupan Mauren dulu.


Karena perasaan hatinya sedang baik, Mauren mau menanggapi pertanyaan David.

__ADS_1


“Lima tahun.”


“Sebelumnya kalian kenal di mana?” David sudah seperti sedang wawancara pada karyawannya.


“Aku mengenalnya dulu sewaktu kuliah. Sama-sama kuliah di desain grafis. Kami berpacaran selama dua tahun, hingga akhirnya kami memutuskan menikah.” Mauren menjawab pertanyaan David.


David mencerna dengan baik. Ternyata Mauren cukup lama sekali menjalin hubungan dengan mantan suaminya.


“Seperti apa pernikahan kalian?” Ada rasa ingin membandingkan pernikahannya dengan pernikahan Mauren. Jadi tentu saja David terus bertanya.


David mendengar cerita Mauren. Mengambil kesimpulan jika kehidupan rumah tangga Mauren dulu bahagia. Namun, dia semakin penasaran apa yang terjadi di dalam pernikahan Mauren itu.


“Lalu kenapa kamu bercerai?” Tak mau penasaran, David memilih bertanya.

__ADS_1


“Lima tahun adalah waktu yang lama. Rasa jenuh mulai tumbuh ketika tak kunjung dikaruniai anak. Dia mulai selingkuh dan parahnya mamanya mengizinkannya. Saat aku menyalahkan dia selingkuh, mamanya menyalahkan aku yang tak kunjung hamil.” Mengorek luka lama jelas membuat sakit hati Mauren. Namun, sudah tidak ada sakit hati lagi di hati Mauren. Lagi pula, semua sudah berlalu lama.


David merasakan sakit hati yang dirasakan Mauren. Jelas pasti terluka ketika orang yang dicintai mengkhianati. Belum lagi tak ada yang menjadi sandaran untuk berbagi.


“Kamu sudah pernah terluka. Lalu kenapa mau menikah denganku?” Pertanyaan itu terlontar dari mulut David begitu saja.


Mauren menatap David sinis. “Bukannya kamu yang membuatku menikah karena video konyolmu itu?” Dia mengingatkan David.


David seperti orang bodoh. Dia sendiri yang membuat Mauren tidak punya pilihan, tetapi dirinya sendiri yang justru bertanya.


Mauren kembali memandangi langit. Warna jingga yang mulai terlihat tampak begitu indah sekali. Membuat Mauren tak jemu memandangi semuanya. David juga ikut memandangi pemandangan indah di depannya itu. Menikmati sang surya yang pulang ke peraduannya.


“Terkadang hidup terlalu lucu. Ketika kamu menikah dengan orang yang kamu cintai, tetapi pernikahanmu tidak seindah bayanganmu. Aku berada pada titik di mana tidak percaya cinta. Karena pada akhirnya, dia yang membuat luka.” Sambil memandangi matahari yang terbenam, Mauren mengungkapkan hatinya.

__ADS_1


David hanya terpaku pada Mauren. Istrinya memiliki luka yang teramat dalam. Hingga dia tidak percaya akan cinta. David ragu, Mauren bisa menjalani hidup dengannya. Karena dia tidak memiliki rasa cinta.


__ADS_2