Bukan Suami Yang Diinginkan

Bukan Suami Yang Diinginkan
Bab 41


__ADS_3

Kesempatan seperti ini jelas adalah kesempatan emas. Tentu saja tidak dapat dilepaskan begitu saja.


“Baiklah.” David menerima. Namun, dia menyembunyikan tawanya di dalam hati. Kali ini, dia menang dari Mauren.


Mauren dan David masuk ke kamar. Mereka naik ke atas ranjang yang sama. Mauren terus memegangi baju David agar suaminya itu tidak pergi jauh.


Mereka merebahkan tubuh bersama-sama dengan di atas tempat tidur. Mauren tidur berhadapan dengan David. Tangannya masih memegangi baju David.


“Kenapa kamu begitu takut gelap?” David begitu penasaran sekali.


“Sebenarnya aku tidak takut gelap dalam arti sesungguhnya. Karena aku lebih takut saat lampu menyala aku berdiri sendiri dan melihat hal-hal yang tidak diinginkan.” Mauren menceritakan ketakutan apa yang dirasakannya.


David justru penasaran ketika Mauren mengatakan hal itu. “Apa ada pengalaman buruk?” tanyanya ingin tahu.

__ADS_1


“Ada.”


“Apa?” David begitu penasaran sekali.


“Jadi waktu itu aku pulang dari pameran di luar negeri bersama Arriel. Saat aku pulang, rumah dalam keadaan padam. Satu perumahan mati lampu. Aku masuk ke rumah. Saat itu pintu tidak terkunci. Jadi aku bisa masuk. Tepat saat aku masuk, lampu menyala. Di ruang tamu terdapat mantan suamiku bersama wanita lain tanpa busana. Rasanya hancur ketika mendapati orang yang aku cinta berkhianat di rumah sendiri. Sejak saat itu aku benci mati lampu, dan lebih benci ketika melihat lampu menyala.” Tanpa terasa air mata Mauren menetes. Mengorek masa lalu adalah membuka luka lamanya. Walaupun sudah berlalu, tetap saja menimbulkan luka.


David tidak tega melihat Mauren. Dia menarik tubuh Mauren. Membawanya ke dalam pelukannya. David bisa merasakan kesedihan Mauren. Melihat orang yang dicintai berkhianat, jelas pastinya sangat menyakitkan.


Saat sedih, Mauren lupa dengan jarak yang selama ini diberikan pada David. Dia justru menikmati di dalam pelukan David. Saat lelah menangis, Mauren perlahan tertidur.


David merasa nyaman sekali dapat memeluk Mauren. Dia merasa ingin menjadi sandaran bagi Mauren yang terluka. Baru kali ini David merasakan sensasi yang berbeda dalam hatinya. Biasanya, dia tidak peduli dengan apa yang terjadi pada wanitanya. Berbeda dengan kali ini. Dia ingin berada di sisi Mauren. Menemani istrinya itu menyembuhkan lukanya.


...****************...

__ADS_1


Sinar matahari yang menerobos masuk melalui celah gorden membuat David yang kebetulan menghadap ke arah gorden, membuka matanya. Dilihatnya cahaya yang menerobos masuk. Menandakan jika matahari sudah menampakkan sinarnya.


David mengalihkan pandangan pada Mauren yang masih terlelap di pelukannya. Rasanya, senang melihat istrinya itu nyaman di pelukannya. David mengarahkan tangannya untuk membelai rambut Mauren. Namun, urung dilakukan ketika melihat pergerakan Mauren. Dia segera memejamkan matanya lagi. Tak mau Mauren tahu dirinya sudah bangun.


Mauren yang bangun, dia mendapati dada David di depannya. Dia tidak menyangka jika semalaman berada di dalam pelukan David. Mauren ingat jika semalam dirinya bercerita tentang mantan suaminya, dan justru menangis. Rasanya, Mauren menyesali menangis di hadapan David.


Mauren melepaskan pelukan David, dia ingin melepaskan pelukannya sebelum David bangun.


David merasakan jelas tubuh Mauren yang menjauh. Dia memilih pura-pura tidur agar Mauren tidak merasa canggung.


Saat dapat melepaskan diri dari David, Mauren segera keluar dari kamar. Dia ingin membuat minuman hangat untuknya.


David membuka matanya ketika Mauren keluar. Rasanya, dia ingin tertawa ketika istrinya pergi diam-diam.

__ADS_1


__ADS_2