Bukan Suami Yang Diinginkan

Bukan Suami Yang Diinginkan
Bab 52


__ADS_3

Mauren melihat mantan mertuanya dan juga wanita yang pernah selingkuh dengan suaminya. Ada gemuruh di hatinya ketika melihat dua wanita yang dibencinya itu.


“Tidak menyangka jika bertemu kamu di sini.” Susan mencibir keberadaan Mauren di pesta mewah ini.


“Kamu di sini Mauren.” Mama Santi tersenyum penuh arti.


Mauren malas menanggapi dua wanita di depannya. Dia tahu dua wanita itu hanya ingin meledeknya saja.


Pandangan Mauren tertuju pada anak yang digandeng mantan mertuanya itu. Dia yakin itu adalah anak dari mantan suaminya dan selingkuhannya.


“Ini anak Emran. Lihatlah, akhirnya Emran punya anak setelah berpisah denganmu. Bertahun-tahun menikah denganmu, nyatanya dia tidak punya anak sama sekali. Aku senang karena keputusan menceraikanmu. Artinya dia tidak salah meninggalkan wanita mandul sepertimu.” Mama Santi bicara dengan ketus dan tajam. Meluapkan perasaan senangnya di atas penderitaan Mauren.


Hati Mauren benar-benar terluka ketika mendengar ucapan mantan mertuanya itu. Sudah bertahun lamanya, tetapi ternyata belum berubah juga.


“Mauren.” Emran begitu terkejut ketika melihat Mauren bersama dengan mama dan istrinya. “Kamu di sini juga? Apa kamu kenal pemilik acara ini?” Dia penasaran sekali dengan kedatangan Mauren di tempat yang sama dengannya.


Mauren melihat jelas Emran tidak pernah berubah. Dia masih ramah seperti biasa. Namun, keramahtamahan itu tidak dibutuhkan oleh Mauren.

__ADS_1


“Paling-paling dia hanya mengantarkan temannya yang pemilik toko emas terkenal itu. Mana mungkin dia kenal dengan desainer terkenal.” Susan mencibir Mauren. Tangannya langsung melingkar di lengan suaminya.


“Susan!” Emran menatap tajam pada istrinya itu. Merasa jika ucapan sang istri begitu kejam.


Susan hanya memutar bola mata jengah. Sedikit kesal dengan sang suami yang menegurnya.


Mauren malas sekali menanggapi orang-orang di depannya itu.  Dia memilih untuk segera mencari suaminya.


“Halo, Sayang. Apa kamu tadi mencariku?” David menautkan jari jemarinya. Menggandeng Mauren.


“Iya, tadi aku mencarimu. Ayo.” Mauren menarik tangan David. Sayangnya, David tak bergeming sama sekali. Hingga membuat Mauren menatap suaminya itu.


“Mauren memang tidak kenal dengan pemilik acara ini. Mungkin desainer ternama yang duduk di pelaminan itu tidak kenal dengan Mauren, tetapi pastinya dia kenal dengan pemilik Janitra. Menyuplai kain-kain yang dipakainya untuk membuat koleksi baju-bajunya.” Tadi David dengar pembicaraan Mauren dan orang-orang yang berada di depan Mauren. Tadinya dia ingin menghampiri Mauren. Namun, saat mendengar ucapan menyakitkan orang-orang itu membuatnya berhenti dan mendengarkan lebih dulu. Saat merasa sang istri direndahkan, dia langsung bergerak.


Mauren tidak menyangka jika ternyata David berusaha membelanya.


“Vid, ayo pergi.” Mauren menarik David. Mengajak suaminya itu pergi.

__ADS_1


“Terima kasih sudah membuang berlian yang kamu miliki. Karena akhirnya aku dapat memilikinya.” David menyeringai menatap Emran. Melihat aksi istri Emran, sudah mencerminkan perbedaan istrinya. Sang istri memilih diam dari pada menanggapi ucapan lawannya. Apalagi ini di tempat umum dan pastinya sang istri tak mau membuat keribuatan.


“Vid, ayo pergi.” Mauren tidak mau berdebat atau berurusan dengan keluarga mantan suaminya. Dia mau menjauh sejauh mungkin.


David tidak mau membuat sang istri terluka. Jadi dia memilih menuruti sang istri. Segera pergi.


“Dasar sombong sekali.” Susan geram sekali dengan aksi David.


Emran hanya terpaku. Yang dikatakan David memang benar. Dia telah membuang berlian berharga seperti Mauren.


Mauren menarik David keluar dari pesta. Tak mau lagi di pesta yang sama dengan keluarga mantan suaminya.


Saat di dalam mobil, dia langsung meluapkan kekesalannya pada David. “Kenapa kamu harus menanggapi ocehan mereka?” tanyanya.


 


 

__ADS_1


__ADS_2