Bukan Sugar Baby (Mommy)

Bukan Sugar Baby (Mommy)
Menikah


__ADS_3

 “Oma.” Adelia berteriak riang ketika melihat wanita tua yang sudah lama tidak dia lihat itu.


 “Aduh, cucu Oma yang cantik. Kok makin cantik saja?”


 “Ah, Oma bisa saja deh.” Adelia tersipu malu mendengar hal itu.


 Dua perempuan beda generasi itu, kemudian saling merangkul, saling bersenda gurau dan berbasa-basi. Adelia pun digiring ke ruang tengah, tempat semua orang berkumpul.


 Tidak banyak orang yang ada di sana. Hanya seorang saudara mamanya Adelia dan beberapa orang sepupu.


 “Loh, Adelia cuma datang sendiri?” Sang tante bertanya. “Papanya mana?”


 “Itu Tante, papa lagi ada urusan.” Adelia hanya meringis saja mendengar itu.


 “Dasar lelaki itu. Anak masih kecil dibiarkan menyetir sendiri, benar-benar tidak bisa mengurus keluarga. Apalagi sekarang mamamu sudah meninggal, dia jadi makin macam-macam saja.”


 “Oma Tessa.” Sang tante tentu saja menegur orang tuanya. Dipanggil oma karena sudah terbiasa mengikuti anak-anak mereka.


 “Tidak usah menegur.” Oma Tessa langsung mencibir. “Yang Oma omongkan ini adalah kenyataan.”


 “Tapi kan gak enak dengan Adel.” Kali ini sang tante mendekat dan berbisik di telinga sang mama.”


 “Gak kok. Adel gak apa-apa.” Gadis kecil itu masih bisa mendengar dan segera membantah.


 “Papa memang jahat dan pantas dicibir seperti itu,” lanjut Adelia dengan terlalu jujur.


 “Nah, kan.” Oma Tessa langsung terlihat ceria. “Aditya memang tidak ada gunanya.”


 “Selamat malam semua.” Baru juga Adelia mengangguk mengiyakan, yang sedang dibicarakan sudah datang.


 Semua orang terperanjat ketika melihat Adelia Lesmana datang menggandeng seorang perempuan muda. Apalagi perempuan itu mengenakan gaun yang agak pas badan dan memperlihatkan perutnya yang sudah sedikit buncit.


 Adelia tentu saja jadi orang pertama yang bereaksi, tapi siapa sangka kalau Aditya malah menyudutkan putrinya. Itu adalah hal aneh karena pria pertengahan empat puluh itu dikenal sangat menyayangi Adelia.


 “Wah, belum juga seratus hari dan kau sudah menggandeng perempuan lain ya.” Oma Tessa langsung mencibir. “Hamil lagi.”

__ADS_1


 “Jangan-jangan apa yang diomongkan orang selama ini betul?” Kini giliran om dari Adelia yang berbicara. “Selama ini kau selingkuh di belakang adikku.”


 “Itu ....”


 “Itu tidak benar.” Bella baru ingin membela diri, tapi Aditya memotongnya. “Aku memang sudah lama mengenal Bella karena dia sahabat Adelia, tapi kami baru dekat setelah Paula meninggal.”


 “Yang benar saja.” Adel tentu saja langsung membantah. “Mengaku padaku lain, mengaku di sini lain. Lagi pula, siapa yang mau percaya Papa? Orang perut Bella sudah besar.”


 “Adel benar.” Oma Tessa mengangguk. “Kalau dilihat dari ukuran perutnya, paling tidak sudah tiga atau empat bulan. Saat itu putriku masih hidup.”


 “Itu bukan anakku.” Aditya dengan santainya mengelak dan membuat Bella melotot. “Awalnya aku kasihan pada Bella yang hamil diluar nikah dan sejak itu kami berhubungan.”


 Adelia mendengus keras mendengar itu. Dia sama sekali tidak tahu kalau ayahnya ternyata cukup berbakat untuk menjadi seorang aktor. Sayang sekali, Adelia tidak mungkin membiarkan keluarga besar ibunya terhasut.


 “Terserah Oma mau percaya atau tidak, tapi aku membenci perempuan ini dengan suatu alasan.” Adelia tidak segan menunjuk tepat di wajah mantan sahabatnya. “Alasan itu adalah karena dia merebut papaku.”


 “Adelia.” Lelaki yang dibicarakan segera menegur. “Kau salah paham.”


 “Aku tidak salah paham dan aku masih mengingat dengan sangat jelas apa yang kalian katakan selang beberapa minggu setelah kematian mamaku.”


 “Lalu sekarang apa status kalian?” Oma Tessa tiba-tiba saja bertanya.


 “Menikah,” jawab Bella dengan cepat. “Kami sudah menikah hari ini, walau hanya catatan sipil saja.”


 Mendengar hal itu Adelia melotot. Dia bahkan sama sekali tidak pernah mendengar hal ini dan tiba-tiba saja status Bella sudah berubah jadi istri papanya? Yang benar saja.


 “Kenapa kau malah mengatakan itu?” Aditya menggeram sangat pelan untuk menegur istri mudanya itu.


 “Tentu saja akan kukatakan.” Bella balas menggeram. “Daddy sudah berani tidak mengakui anak ini dan aku tidak mau pernikahan kita ikut tidak dianggap.”


 “Adelia. Apa kau tahu tentang hal ini?” Oma Tessa kembali bertanya.


 “Tidak. Aku bahkan sudah kabur dari rumah beberapa hari terakhir ini.”


 Mendengar jawaban sang cucu, Oma Tessa tentu terlihat sangat kaget. Dia tidak pernah menyangka cucunya yang biasanya penurut itu bisa kabur.

__ADS_1


 Oma Tessa memang kurang akrab dengan Aditya dan Paula. Jarang juga saling mengunjungi, tapi dia tetap peduli dan tahu bagaimana perkembangan sang cucu. Adelia yang membangkang, berarti memang ada yang tidak beres dengan menantunya.


 “Adelia kabur karena hasutan pacarnya.” Aditya yang menjelaskan. “Aku bisa menjelaskan lebih lanjut, tapi bisakah biarkan Bella duduk dulu? Dia sedang hamil.”


 Mendengar apa yang dikatakan papanya, Adelia benar-benar merasa marah. Perempuan mungil berambut cokelat itu terlihat memerah dengan tuduhan tak berdasar itu dan makin marah karena Oma Tessa membiarkan Bella duduk. Perempuan jahat itu seolah diterima dengan baik sebagai tamu.


 “Pacarku tidak pernah menghasut,” geram Adelia masih bertahan untuk berdiri saja. “Daddy Delano tidak jahat, dia lelaki yang baik.”


 “Mama dengar sendiri kan?” Aditya tersenyum mendengar pengakuan yang tidak langsung itu. “Dia tinggal bersama pacarnya, bahkan memanggil pacarnya dengan sebutan Daddy.”


 “Aku tidak peduli dengan panggilan mesra siapa pun. Yang kupedulikan adalah kenapa kau membiarkan Adelia kabur ke tempat pacarnya?” Dengan tidak terduga, Oma Tessa terlihat marah pada mantan menantunya.


 “Sebagai seorang ayah, kau harusnya bisa menjemput Adelia. Bukan malah senang karena bisa berduaan dengan istri mudamu di rumah,” lanjut sang Oma terlihat mencibir.


 Mendengar hal itu, Adelia menjadi sedikit senang. Setidaknya dia kini tahu kalau sang oma tidak benar-benar membela ayahnya. Oma Tessa hanya tidak senang dengan fakta Adelia yang kabur ke tempat lelaki bernama Delano.


 Jujur saja, Aditya merasa tertekan dengan situasi saat ini. Dia yang dari awal tidak disukai, malah harus makin terjebak. Apalagi Bella terlihat begitu tidak sabar ingin berkoar-koar.


 “Untuk yang satu itu, aku memang salah.” Aditya memilih untuk meminta maaf saja. “Tapi bukan berarti aku tidak mencari Adelia.”


 “Terserah, tapi sekarang Oma mau lihat pacarnya Adelia.” Tiba-tiba saja Oma Tessa beralih pada cucunya. “Benar dia kerja sebagai office boy?”


 “Itu benar.” Adelia sama sekali tidak menutupi keadaan pacar bayarannya itu. “Tapi dia sangat baik dan sopan.”


 “Pada awalnya, semua lelaki juga begitu. Baik dan sopan, sampai tujuannya tercapai.” Bella dengan tidak tahu dirinya menyela.


 “Oma bisa lihat sendiri. Kebetulan Adelia juga mengundang dia datang.”


 Bersamaan dengan itu, seorang ART datang dan mendekat ke arah Oma Tessa. Asisten rumah tangga yang masih lebih muda dari yang empunya rumah itu berbisik pelan, di dekat tuannya.


 “Kebetulan sekali, orang yang kita tunggu sudah datang.” Oma Tessa mengatakan itu dengan senyum lebar.


 


***To be continued***

__ADS_1


__ADS_2