
Setelah berbicara dan mendengar semua penjelasan dari Hwan-ki dan Seo Yoon. Hyun-ri memutuskan untuk pergi ke kamar Seok Gwan.
Tok..tok..tok..
Hyun-ri mengetuk pelan pintu kamar Seok Gwan. Tapi tidak ada sahutan dari Seok Gwan. Ia pun memutuskan membuka pintu kamar Seok Gwan secara perlahan. Hyun-ri menyembulkan kepalanya di cela pintu yang ia buka sedikit, untuk melihat ke dalam kamar yang Seok Gwan tempati. Hyun-ri tidak melihat Seok Gwan berada di dalam kamarnya. Dengan sedikit gugup Hyun-ri membuka lebar pintu kamar Seok Gwan dan perlahan berjalan masuk.
"Seok Gwan oppa!" Panggil pelan Hyun-ri.
Hyun-ri mematai kamar Seok Gwan, namun ia tidak menemukan keberadaan Seok Gwan. Lalu pandangan mata Hyun-ri berhenti di salah satu pintu lain dekat jendela kamar tersebut.
"Sepertinya itu pintu keluar lain dari kamar ini? Apa pintu itu terhubung ke taman samping villa?" Ucap Hyun-ri menebak-nebak.
Dengan langkah pelan Hyun-ri berjalan ke arah pintu tersebut. Dan benar tebakan Hyun-ri, pintu tersebut adalah pintu keluar menuju taman samping villa. Hyun-ri menangkap sosok Seok Gwan di matanya. Seok Gwan sedang duduk di kursi taman tempat mereka semalam mengobrol.
Dengan pelan Hyun-ri berjalan mendekat ke arah Seok Gwan. Entah kenapa ia merasa sangat gugup dan jantungnya berdegup tak karuan. Berkali-kali Hyun-ri menarik nafas dalam dan menghembuskan pelan untuk menenangkan kegugupan dan degupan tak teratur jantungnya.
"Oppa!!!" panggil Hyun-ri pelan dan ikut duduk disamping Seok Gwan.
"Boleh aku disini dan menemanimu?" Tanya lirih Hyun-ri yang masih belum mendapat respon apapun dari Seok Gwan, yang tetap duduk diam menghadap lautan lepas dengan wajah dinginnya.
"Oppa!!!" panggil Hyun-ri kembali. "Kau marah padaku?" tanya Hyun-ri semakin lirih dan menundukkan kepalanya dalam merasa sedih dan sedikit bersalah.
"Tidak" Jawab singkat Seok Gwan tanpa menoleh ke arah Hyun-ri.
__ADS_1
Hyun-ri yang mendengar jawaban Seok Gwan itupun, langsung mendongakkan kepalanya dan menatap lekat ke arah Seok Gwan yang masih setia memandang lautan. Yang mungkin lebih cantik dari Hyun-ri, hingga ia betah sekali memandang laut lepas..
"Kau marah. Kau bahkan tidak melihat ke arahku sama sekali. Dan.. Jawaban mu juga sangat singkat" Ucap Hyun-ri lesu.
"Maaf. Aku tidak berkata jujur, aku hanya tidak ingin kalian berkelahi seperti tadi. Aku sang.."
"Kau sangat mengkhawatirkan bajingan itukan? Ya aku tahu!! Maaf karena aku telah menghajar pria yang kau sukai" Potong sinis Seok Gwan dan menatap tajam ke arah Hyun-ri.
"Oppa!" Ucap lirih Hyun-ri dan manik matanya bergetar takut akan tatapan tajam Seok Gwan kepadanya untuk pertama kalinya.
"Kenapa Hyun-ria? Kau sangat menyukainya kan? Kau mau memukulku dan membalas perbuatan yang aku lakukan ke pria yang kau sukai itu? Lakukan!!! Pukul aku sama seperti aku memukul pria yang kau sukai itu. Dan kau bisa pergi untuk menemuinya atau perlu kau bisa berkencan dengannya" Ucap dingin Seok Gwan masih dengan tatapan tajam mengunci manik mata Hyun-ri di dalam tatapannya. Hingga...
Plaakk...
Tamparan keras Hyun-ri layangkan pada pipi kiri Seok Gwan. Dengan deru nafas yang memburu Hyun-ri bangkit dari duduknya dan membalas tatapan tajam Seok Gwan. Ia tidak bisa menahan lagi.
"Perlu kau tahu oppa. Aku menyukai Gun-yo oppa, karena dia dulu telah menyelamatkanku dari pria-pria yang ingin berbuat kurang ajar kepadaku. Aku hanya sebatas menyukainya karena rasa terimakasihku karena dia menolongku dan tidak bisa lebih dari itu. Aku mencintaimu, Kim Seok Gwan!!! Di sini hanya ada kau!! dan selama ini aku berusaha untuk mengabaikan perasaan ku kepadamu" Ucap Hyun-ri dengan memukul dadanya dan menahan isakkannya. Hatinya berdenyut sakit.
Hyun-ri pun akhirnya mengungkapkan segalanya. Semua perasaan yang ia simpan selama bertahun-tahun, perasaan yang selalu coba ia bunuh dan ia abaikan. Namun hari ini, semua perasaan itu ia ungkapkan dan ia luapkan bersama emosi yang membuncah. Tanpa sadar Hyun-ri meneteskan air matanya yang sedari tadi ia coba untuk tahan, agar ia tidak menangis di depan Seok Gwan.
"Hyun..Hyun-ria!" Panggil lirih Seok Gwan saat ia melihat Hyun-ri menangis dihadapannya dan itu karenanya.
Seok Gwan pun bangkit dari duduk nya mendekat ke arah Hyun-ri di hadapannya dan berusaha untuk memeluk dan menenangkan Hyun-ri. Tapi..
__ADS_1
"Kau egois oppa. Kau egois!!!! Aku tidak ingin bicara denganmu" Ucap Hyun-ri sambil menghindar melangkah mundur beberapa langkah saat Seok Gwan mendekati dan ingin memeluknya.
"Dan jangan menemuiku untuk sementara waktu" Ucap Hyun-ri masih dengan isakan nya.
"Hyun-ria!! Aku mohon, maafkan aku. Aku.."
"Cukup oppa, aku tidak ingin berbicara denganmu"
Hyun-ri pun langsung berlari meninggalkan Seok Gwan yang diam mematung di tempatnya. Seok Gwan memegang dadanya yang berdenyut sakit. Ia telah melukai perasaan orang yang juga selama ini ia cintai, cinta pertama Seok Gwan, orang pertama yang Seok Gwan cintai dan orang pertama yang memiliki tempat terdalam di hatinya.
Seok Gwan merasa bodoh dan menyesal. Kerena ia tidak menyadari jika Hyun-ri juga memiliki perasaan yang sama sepertinya. Jika saja Seok Gwan tidak menuruti rasa takutnya lebih dulu, mungkin Seok Gwan akan mendapatkan cintanya dari dulu. Tanpa ia berlaku egois pada hati dan perasaannya sendiri.
"Aaaaaaaaaaaaaa!!!!!!" teriak Seok Gwan frustasi
"Aku memang bodoh, Hyun-ria. Aku bodoh. Maafkan aku. Maaf Hyun-ria"
******
Penyesalan memang selalu datang di akhir. Tapi tidak menutut kemungkinan untuk meperbaiki nya kembali. Karena, dari penyesalan itu kita mendapat pelajaran yang berharga. Untuk tidak mengulangi hal yang sama, dan mencoba untuk menjadi yang lebih baik lagi.
Di setiap kehidupan akan selalu memberikan pelajaran yang berharga. Bisa melalui penyesalan, keburukan di masalalu atau perbuatan yang kita lakukan pada orang lain. Semua akan menjadi pelajaran dalam hidup seiring berjalannya waktu.
Seperti Seok Gwan dan Hyun-ri. Mungkin mereka berdua sama menyesalnya karena tidak mengunggkapkan perasaan mereka untuk satu sama lain. Mereka justru memilih menjadi egois untuk hati dan perasaan mereka sendiri karena persahabatan mereka. Dan saat mereka sama-sama tahu tentang perasaan masing-masing, tapi malah menjadi kesakitan yang mereka rasakan. Hyun-ri yang tidak jujur akan kedekatannya dengan Gun-yo menjadi sulutan amarah bagi Seok Gwan. Hyun-ri yang tidak terima akan ucapan Seok Gwan yang menyuruhnya bersama pria lain setelah Hyun-ri mengetahui jika Seok Gwan memiliki perasaan yang sama sepertinya, juga tersulut amarah. Seok Gwan masih saja tidak mengakui perasaannya terhadap Hyun-ri.
__ADS_1
Entah, seperti apa hubungan mereka setelah semua perasaan yang Hyun-ri ungkapkan pada Seok Gwan. Akankah mereka bersama atau malah tetap memilih untuk egois dan melukai hati masing-masing.
*********