
Keesokan harinya...
Tok..tok..tok..
"Masuk saja oppa!!!" teriak Hyun-ri dari dalam kamarnya.
Ceklek...
"Kau sudah berkemas?" tanya Seok Gwan saat ia sudah memasuki kamar Hyun-ri.
"Baru saja aku selesaikan, oppa" jawab Hyun-ri dengan senyum manis nya. "Ada apa, oppa?" tanyanya.
Grep.....
"Aku hanya ingin memelukmu" jawab Seok Gwan sambil memeluk erat Hyun-ri
Dengan senyum hangat, Hyun-ri membalas pelukan Seok Gwan,menyamankan dirinya dan menghirup dalam-dalam wangi parfume Seok Gwan yang begitu khas menurut Hyun-ri.
"Hyun-ria, aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti mu" ucap Seok Gwan tiba-tiba dengan semakin mengeratkan pelukannya.
"Ada apa denganmu, oppa? Kau selama ini sudah menjagaku dengan baik. Kenapa kau bicara seperti itu?" tanya bingung Hyun-ri dengan sikap Seok Gwan.
"Hanya... Karena aku mencintaimu"
"Hmm, aku juga mencintaimu oppa. Terimakasih, karena oppa mau mengakui semua perasaan oppa kepadaku"
Seok Gwan pun melepas pelukannya dari Hyun-ri, ia menatap lamat kedua mata cantik Hyun-ri. Ketulusan, kasih sayang, kehangatan dan cinta semua itu terpancar jelas dari sorot mata Hyun-ri.
"Maaf, jika aku terlambat mengakui semuanya" ucap Seok Gwan dan mengelus sayang pipi Hyun-ri.
"Kita sama-sama terlambatnya, oppa. Tapi yang terpenting, sekarang kita mengakui nya dan bisa menjalani hubungan ini. Dan aku peringatkan kepadamu, oppa!!" ucap Hyun-ri dengan nada dan tatapan serius.
"Kau tidak boleh pergi dariku dan aku tidak akan membiarkanmu pergi" lanjutnya.
Seok Gwan pun tertawa kecil mendengar ucapan Hyun-ri.
"Dasar bocah. Harusnya aku yang bicara seperti itu" ucap Seok Gwan dengan mengusak rambut Hyun-ri gemas.
"Kau yang tidak akan bisa pergi dariku, Han Hyun-ri. Tanpa seizinku kau akan tetap berada disampingku, sampai kapan pun" ucap Seok Gwan tidak main-main.
"Dan aku tidak akan biarkan kau dekat dengan Gun-yo lagi. Kau paham?" lanjutnya penuh penekanan.
"Oppa.."
"Tidak ada bantahan!!!!"
Hyun-ri yang mendengar nada tegas itupun langsung bungkam seketika. Seperti itulah Seok Gwan, setiap perkataannya tidak boleh di bantah sedikitpun.
"Dan Hyun-ria!!!!" pangil Seok Gwan
__ADS_1
"Hm, kenapa oppa?"
"Bisakah, kita rahasiakan dulu hubungan kita dari Hwan-ki, Seo Yoon dan para orang tua kita?" tanya Seok Gwan dengan tatapan serius.
Hyun-ri yang mendengar itupun hanya mampu memandang penuh tanya ke Seok Gwan. Kenapa harus dirahasiakan? Apa Seok Gwan malu mengakui Hyun-ri sebagai kekasihnya? Apa Seok Gwan memiliki rahasia lain yang tidak Hyun-ri ketahui? Segala pertanyaan itu berterbangan di benak dan kepala Hyun-ri.
Hyun-ri masih saja diam dengan tatapan seolah tak percaya kalimat itu terlontar dari mulut Seok Gwan. Hyun-ri bahkan tidak tahu harus menjawab seperti apa.
"Hyun-ria!!!! Kau mendengarku?" panggil Seok Gwan dengan menguncang pelan bahu Hyun-ri, yang diam seperti patung.
"Oh.. Aku mendengarmu, oppa. Tapi, bolehkah aku bertanya?"
"Katakan"
"Kenapa? Kenapa kita harus rahasiakan hubungan kita? Apa kau ma..."
Grep...
Seok Gwan memeluk erat Hyun-ri dan mengelus pelan punggung Hyun-ri seolah memberi ketenangan dan kenyamanan.
"Tolong, jangan berfikir negatif terhadapku. Aku mencintaimu, Hyun-ria. Sangat!!! Aku hanya tidak ingin kau terluka. Beri aku sedikit waktu, baru kita akan beritahu semua orang tentang hubungan kita" jelas Seok Gwan pelan masih memeluk Hyun-ri erat.
"Dan saat kita memberitahu semua orang. Saat itu juga aku akan melamarmu. Tidak, aku akan langsung menikahimu." ucap Seok Gwan kembali dengan tulus.
Mendengar itu, Hyun-ri langsung melepaskan diri dari pelukan Seok Gwan. Hyun-ri menatap lamat manik hitam kelam Seok Gwan. Netranya memencarkan ketulusan dan penuh cinta. Seok Gwan tidak berbohong tentang perasaan yang dia ungkapkan.
"Aku akan memegang perkataanmu, oppa" ucap Hyun-ri dengan senyum cantiknya.
"Terimakasih, baby" jawab Seok Gwan dengan senyum hangat.
Cup...
Seok Gwan mengecup lama kening Hyun-ri. Menyelurkan segala perasaan cinta dan sayang yang sudah tumbuh kokoh dan subur. Seok Gwan sangat mencintai Hyun-ri, ia sudah berjanji pada dirinya sendiri akan menjaga dan melindungi Hyun-rinya. Dan Seok Gwan tidak akan pernah melepaskan Hyun-ri.
"Kau hanya milikku, Han Hyun-ri" ucap Seok Gwan saat ia kembali memeluk Hyun-ri.
"Aku mencintaimu, oppa" ucap Hyun-ri dan membalas pelukan Seok Gwan
"Hm, aku lebih mencintaimu, baby girl"
Seok Gwan pun melepas pelukannya pada Hyun-ri dan tersenyum hangat untuk Hyun-ri.
"Cepat bersiap, setelah itu kau turun dan kita sarapan bersama. Setelah itu kita berangkat ke bandara" ucap Seok Gwan dengan mengusak pelan rambut Hyun-ri
"Hmm, aku akan turun sebentar lagi, oppa"
"Baiklah, aku turun lebih dulu" pamit Seok Gwan dan dibalas anggukan oleh Hyun-ri.
*********
__ADS_1
"Mana Hyun-ri? Kenapa kau turun sendiri?" Tanya Seo Yoon saat melihat Seok Gwan menuruni tangga.
"Sebentar lagi dia akan turun, dia masih harus bersiap" ucap Seok Gwan dan langsung menuju ruang makan disusul Seo Yoon di belakangnya.
"Mana Hyun-ri?" tanya Hwan-ki yang masih sibuk menata sarapan.
"Sebentar lagi turun, dia masih bersiap" jawab Seok Gwan dan mendudukan dirinya dikursi mejamakan.
"Kalau begitu jangan mulai sarapan, sampai Hyun-ri datang"
"Aku sudah disini Hwan-ki oppa" sahut Hyun-ri tiba-tiba. "Selamat pagi, Hwan-ki oppa, Seo Yoon Oppa!!!" sapa Hyun-ri dengan senyum manis dan mendudukan dirinya berhadapan dengan Seok Gwan.
"Selamat pagi juga, anak kucing" jawab Seo Yoon dengan senyum tipis
"Pagi Hyun-ria, makanlah" jawab Hwan-ki sambil meletakkan piring berisi sandwich di hadapan Hyun-ri
"Terimakasih, oppa. Maaf aku tidak pernah membantu untuk menyiapkan makanan" ucap Hyun-ri dengan mempautkan bibir sedih.
"Tidak apa. Sudah, makanlah"
Mereka berempat pun memulai sarapan terakhir mereka di Villa dengan tenang. Liburan mereka akan berakhir hari ini, walau liburan mereka di isi dengan beberapa masalah yang tiba-tiba terjadi. Tapi, mereka berempat masih bisa menikmati waktu mereka bersama selama di Jeju.
***********
Seoul...
"Apa Hyun-ri sudah mengetahuinya?" tanya Jong-un dingin.
"Belum, Tuan Besar Han. Tapi..." Jawab Hye-mi
"Tapi apa? Jelaskan, Hye-mi-ssi!!!"
"Kemarin, saya menghubungi tuan muda Kim" mulai Hye-mi.
"Seok Gwan maksudmu?"
"Iya Tuan. Karena ponsel Nona muda Hyun-ri tidak bisa saya hubungi. Jadi, saya memutuskan untuk menghubungi Tuan muda Kim" jelas Hye-mi pada Jong-un dengan sopan.
Jong-un sedang berada di Han Group. Ia langsung datang ke perusahaan setelah mendapat laporan dari orang kepercayaannya tentang dokumen yang diterima Hye-mi yang ditujukan untuk Hyun-ri sang putri.
"Kau menghubungi orang yang tepat. Jangan beritahu apapun ke Hyun-ri, sampai Seok Gwan yang menyelesaikannya" ucap Jong-un dengan nada dingin memperingati.
"Baik Tuan Besar Han"
"Pergilah"
Dengan sopan Hye-mi membungkuk dan meninggalkan ruangan Jong-un.
"Berani sekali dia, memanfaatkan putriku terus menerus" ucap geram Jong-un dengan tangan mengepal diatas meja.
__ADS_1
"Kali ini aku tidak akan membiarkanmu. Akan aku tunjukkan jika kau telah salah memilih mainan"
*******