Bunga Daisy Di Musim Dingin

Bunga Daisy Di Musim Dingin
Chapter 6


__ADS_3

"Taman hiburan?" Tanya Hyun-ri sambil memiringkan kepalanya ke kiri. "Untuk apa oppa mengajakku kesana?" tanya nya lagi. Sambil menegakkan tubuhnya dan menyuapkan sup kedalam mulutnya.


Keluarga Han dan Hwan-ki sudah memulai sarapan bersama mereka dan di selingi dengan obrolan ringan.


"Hyun-ri sayang, tentu saja orang ke taman hiburan untuk bermain di wahana yang ada di taman hiburan. Sambil jalan-jalan juga." Sahut Sora.


"Aku tahu eomma. Tapi, Hyun-ri kalau kesana 95% Hyun-ri tidak akan menaiki wahana yang ada disana. Eomma tahukan Hyun-ri terlalu takut wanana yang ekstrim." Jawab Hyun-ri menjelaskan.


"Jadi kau tidak mau ke taman hiburan?" tanya Hwan-ki.


"Tidak oppa. Aku tidak ikut. Kau saja sana yang pergi dan ajak wanita lain untuk berkencan. Biar kau tidak jomblo terus." Jawab Hyun-ri sambil memakan sarapannya.


"Tapi kita tetap pergi."


Sudah bisa Hyun-ri tebak jawaban itu akan keluar dari mulut Hwan-ki. Ketiga sahabatnya memang tidak ada bedanya sama sekali, bedanya hanya pada wajah saja. Karena, mereka bukan kembar tiga.


"Dasar pemaksa."


"Aku tidak perduli."


Jong-un dan Sora hanya bisa tertawa kecil melihat perdebatan sang putri dan sahabatnya sedari kecil itu. Sudah menjadi hal biasa menyaksikan perdebatan sang putri dan juga ketiga pria tampan sahabatnya itu. Entah, bagaimana bisa Hyun-ri bertahan dengan sifat dan sikap sahabat-sahabatnya yang bertolak belakang dengannya.


******


Persahabatan itu sama seperti seorang sepasang kekasih. Mereka juga sama-sama saling melengkapi satu sama lain. Menerima semua sikap dan sifat yang dimiliki, saling berbagi, saling perhatian dan saling menjaga. Kehangatan memiliki sahabat juga sama seperti kehangatan sebuah keluarga. Beruntunglah kalian yang memiliki seorang sahabat yang selalu ada untuk kalian, menemani kalian, menjaga dan memberikan dukungan untuk kalian. Walau, sikap dan sifat kalian bertolak belakang. Tapi, kalian pasti tahu jika sahabat kalian memiliki kelebihannya sendiri dan caranya sendiri dalam memperlakukan kalian dengan baik.


"Jam berapa mereka akan datang?" Ucap Seok Gwan.


"Sebentar lagi mereka akan datang. Hwan-ki tadi mengirim pesan kalau ia ikut sarapan dulu disana. Dan Jong-un appa dan Sora eomma juga sudah pulang ke mansion." Jawab Seo Yoon.


Mereka sekarang berada di mansion Seok Gwan, menunggu Hwan-ki dan Hyun-ri datang. Mereka bertiga sudah berencana akan pergi ke taman hiburan bersama-sama.


"Jong-un appa dan Sora eomma sudah pulang? Kenapa Hwan-ki tidak mengabari dari tadi, agar kita bisa kesana juga untuk berkunjung." Sahut Seok Gwan.


"Kita bisa kesana lain waktu, Gwan-a." jawab Seo Yoon dan di jawab gumaman oleh Seok Gwan.


"Maaf jika kalian menunggu lama." Ucap Hwan-ki yang baru datang memasuki mansion Seok Gwan.


Hwan-ki dan Hyun-ri berjalan masuk beriringan dan bergabung bersama Seok Gwan dan Seo Yoon yang sudah duduk ganteng di sofa ruang tengah.


"Seok Gwan oppa, Seo Yoon oppa. Selamat pagi." Sapa Hyun-ri dengan senyum hangatnya.


"Hmm.." Jawab Seok Gwan.


"Ya.." Jawab Seo Yoon.


Lihat.. Sahabatnya memang benar-benar dingin dan juga suka memaksa. Hyun-ri akan menjadi kucing kecil yang penurut jika sudah di hadapan ketiga sahabatnya itu.


"Bisa kita berangkat sekarang?" Ucap Seok Gwan.


"Tidak.. Aku tidak mau ikut jika kalian akan pergi ke taman hiburan." Sahut cepat Hyun-ri. Membuat kedua sahabat yang menunggu nya mengernyitkan alis bingung.


"Kenapa? Kau bisa bermain dan bersenang-senang disana.. Bukankah wanita biasanya akan senang jika diajak ke taman hiburan untuk menikmati waktu bersama?" Ucap Seo Yoon.


"Jangan samakan aku dengan wanita lainnya oppa, semua memiliki perbedaan." Sahut jengah Hyun-ri dan langsung memasang wajah cemberut.


"Baiklah.. Baik. Lalu kau mau kemana? Kami mengatur rencana ke taman hiburan agar kau mau bicara dengan kami dan tidak mengabaikan kami lagi." jelas Seok Gwan dengan bersendekap dada. Dan di angguki kepala setuju oleh Hwan-ki dan Seo Yoon.


"Begitukah?" Jawab Hyun-ri sedikit tersentuh karena mengetahui rencana yang mereka buat untuk membujuknya. Lihat.. Walaupun ketiga sahabatnya dingin dan pemaksa. Tapi, sebenarnya mereka begitu perhatian dan hangat.


"Bagaimana kalau kita kepantai? Oppa, bukankah kita sudah lama tidak berlibur kepantai? Kita semua terlalu sibuk dengan urusan kantor. Hingga jarang pergi berlibur bersama." Saran Hyun-ri.


"Baiklah. Mau ke hawai?" Sahut Seok Gwan.


"Pantai Pipa, Brazil?" Sahut Seo Yoon.


"Teluk Turquoise, Australia?" Sahut Hwan-ki memberi saran juga.


Huft...


Hyun-ri mendengus kasar mendengar saran tempat liburan dari ketiga sahabatnya. Bisa-bisanya mereka merencanakan liburan ke luar negeri. Mereka benar-benar ingin menghabiskan uang.


"Tidak.. Aku tidak ingin berlibur keluar negeri." Jawab Hyun-ri dengan wajah acuh dan bersendekap dada.

__ADS_1


"Lalu kau mau kemana?" tanya Seok Gwan.


"Jeju.." Jawab Hyun-ri dengan senyum merekah.


"Jeju?" Sahut ketiga sahabatnya bersamaan dengan wajah datar dan mengernyitkan alis.


"Hmm."


********


"Apa kau sibuk, oppa?" Tanya seorang wanita tiba-tiba.


"Bisakah kau mengetuk pintu lebih dulu." Sahut seorang pria dengan nada dingin dan jengah.


"Kenapa aku harus mengetuk pintu? aahh lupakan.. Aku merindukanmu oppa." ucap manja seorang wanita.


"Pergilah.. Aku masih banyak kerjaan. Nanti aku akan menemui mu di apartemen."


"Tapi aku merindukanmu sekarang, oppa. Kau bahkan tidak menjelaskan apapun kepadaku." Jawab sang wanita dengan nada masih dibuat manja dan mendudukkan dirinya di pangkuan sang pria.


"Aku tidak perlu menjelaskan apapun kepadamu. Pergi lah, aku janji akan menemui mu di apartemen nanti." Ucap sang pria sambil melingkarkan tangannya di pinggul sang wanita yang duduk dipangkuannya.


"Tidak bisa sekarang saja? Aku sangat merindukanmu, Gun-yo oppa."


"Tidak baby. Aku masih harus bekerja, sabarlah. Aku akan menemui mu nanti." Jawab Gun-yo sambil mencium sekilas bibir wanita yang masih duduk di pangkuannya.


"Baiklah, aku akan menunggumu di apartemen. Datanglah cepat. Aku tidak suka menunggu lama." Ucap sang wanita sambil mengelus wajah Gun-yo yang tampan dengan garis wajah yang tegas.


"Tentu baby." Jawab Gun-yo sambil menyatukan bilah bibirnya dengan sang wanita.


******


Bandara Internasional Jeju...


"Wah... Akhirnya sampai juga.." Ucap Senang Hyun-ri saat pesawat mereka sudah landing di Bandara Internasional Jeju.


"Jangan seperti anak kecil." Sahut Seok Gwan saat melihat Hyun-ri berjalan sambil melompat-lompat kecil.


"Biar saja.. Aku senang bisa berlibur dadakan seperti ini..." Jawab Hyun-ri sangat ceria dan berjalan lebih dulu meninggalkan tiga sahabat manusia esnya. Hingga..


"Kau memang anak kucing. Kau bisa hilang di bandara ini jika dibiarkan berjalan lebih dulu. Tetap berjalan di sampingku." Jawab dan perintah Seo Yoon


"Seo Yoon benar. Menurutlah." Sahut Seok Gwan.


"Jika kau hilang disini, kami yang akan repot." Sahut Hwan-ki juga.


Hyun-ri pun mempautkan bibirnya cemberut. Apa-apaan sahabat-sahabatnya itu, menganggapnya anak kucing yang akan tersesat saat di biarkan sendiri. Padahalkan Hyun-ri sudah dewasa, sebentar lagi usia Hyun-ri akan memasuki umur 25 tahun. Jadi, dia tidak akan tersesat walau dibiarkan berjalan seorang diri.


"Kalian menyebalkan." Ucap kesal Hyun-ri, tapi tetap menurut bagai anak kucing dengan majikannya.


"Mau langsung ke Villa, atau kita makan siang lebih dulu?" tanya Hwan-ki.


"Hei anak kucing. Kau sudah lapar? Kalau kau lapar kita makan siang lebih dulu sebelum ke villa." tanya Seo Yoon.


"Apa-apaan panggilan itu. Aku bukan anak kucing. Aku Han Hyun-ri." Jawab Kesal Hyun-ri dan bersendekap dada.


"Baiklah.. Maaf.. Kau sudah lapar tuan putri Han?" Ulang Seo Yoon.


"Aku lapar.. Kita makan siang dulu." Jawab Hyun-ri dengan wajah dibuat memelas.


"Liat kekanak-kanakan sekali." Sahut Seok Gwan dan menggelengkan kepala pelan melihat tingkah Hyun-ri.


"Biar saja." jawab Hyun-ri sambil menjulurkan lidahnya, meledek.


Perjalanan Seoul ke jeju yang di tempuh dengan penerbangan memakan waktu 1 jam. Mereka berempat mengambil penerbangan jam 11 siang dan sekarang mereka sudah di Bandara Internasional Jeju tepat jam makan siang. Jadi, mereka putuskan untuk makan siang lebih dulu sebelum ke villa yang telah mereka sewa lebih dulu sebelum mereka terbang ke Jeju.


******


Cuaca cerah pulau Jeju sedang memanjakan mata siapa saja yang mengunjungi pulau jeju. Seperti sekarang ini, Hyun-ri dengan tingkah seperti anak kecil, ia sedang menikmati perjalanannya menuju restoran, dengan membuka kaca mobil dan sedikit mengeluarkan kepala dan juga tangannya untuk menikmati udara pulau Jeju.


Mereka menyewa mobil untuk mereka gunakan selama berlibur dipulau Jeju. Mereka berencana akan berlibur selama 5 hari di pulau Jeju, untuk menghabiskan waktu bersama dan liburan bersama yang sudah lama tidak mereka lakukan lagi. Sejak masing-masing dari mereka memengang tanggung jawab pada perusahaan keluarga. Waktu mereka selalu habis dengan pekerjaan dikantor. Mereka hanya bisa berkumpul di bar, Club, ataupun di mansion salah satu dari mereka. Untuk sekedar bertemu sapa saja.


"Oppa, aku ingin Bibimbap." Ucap Hyun-ri setelah menutup kaca jendela mobil. Dan hanya dapat jawaban gumaman dari Hwan-ki yang menyetir.

__ADS_1


Hwan-ki yang menyetir mobil, Seok Gwan duduk dikursi sebelah Hwan-ki. Sedangkan Hyun-ri duduk di belakang bersama Seo-yoon. Menurut sekali kan Hyun-ri, masih tetap berada di samping Seo Yoon.


"Kita makan di kedai sini saja. Sepertinya mereka punya menu bibimbap." Ucap Hwan-ki setelah memberhentikan mobilnya di depan kedai sederhana.


"Aku turun lebih dulu." Sahut Hyun-ri dan keluar dari mobil dengan secepat kilat berlari masuk kedalam kedai.


"Dia masih saja seperti anak kecil." Ucap Seok Gwan.


"Dia memang Hyun-ri kita." Ucap Seo Yoon.


"Manis sekali." sahut Hwan-ki. Dan ketiga sahabat pria itupun tersenyum kecil melihat Hyun-ri yang sudah lebih dulu turun dari mobil.


"Ayo." Ajak Hwan-ki untuk turun dari mobil dan menyusul Hyun-ri yang sudah berada di dalam kedai.


"Oppa... Disini..." Teriak Hyun-ri dengan senyum ceria sambil melambai-lambaikan tangan kanan nya memanggil ketiga sahabatnya.


Seok Gwan, Hwan-ki dan Seo yoon pun berjalan mendekat ke meja tempat Hyun-ri berada. Ketiga pria itu tertawa kecil karena melihat tingkah Hyun-ri. Satu-satunya sahabat wanita mereka dan hanya Hyun-ri dan para eomma saja yang mampu membuat ketiga pria es itu tersenyum.


"Kau terlihat sangat senang sekali, Hyun-ri-a." Ucap Hwan-ki saat sudah duduk di kursi samping kiri Hyun-ri dan berhadapan dengan Seok Gwan yang duduk bersampingan dengan Seo Yoon.


"Hmm.. Tentu saja aku senang, sangat senang.. Akhirnya kita bisa berlibur bersama lagi." Jawab Hyun-ri dengan riangnya.


"Jika kau mau, mulai sekarang setiap bulan kita berempat bisa pergi berlibur bersama." Sahut Seo Yoon.


"Setiap bulan terlalu berlebihan, Seo Yoon oppa. Lagian masing-masing dari kita kan pasti sangat sibuk dengan perusahaan. Hmm melelahkan sekali." Jawab Hyun-ri dengan dengusan nafas pelan.


"Permisi. Ini silahkan.." Ucap pelayan kedai yang datang mengantarkan makanan yang telah dipesan oleh Hyun-ri.


"Kau sudah memesan? Tanpa bertanya kami bertiga mau makan apa?" Tanya Seok Gwan dingin. Hyun-ri pun langsung tersenyum semanis mungkin.


"Maaf oppa, makan siang ini kita berempat makan bibimbap saja." Jawab Hyun-ri dengan nada semanis mungkin.


"Hmm, ya sudah lah.. Makanlah dan habiskan." Ucap Seok Gwan.


"Hmm.. Selamat makan..."


Mereka pun mememakan makan siang mereka tanpa ada obrolan lagi.


******


Seoul...


"Tuan Gun-yo.." Panggil seorang wanita. "Selamat siang tuan." lanjutnya.


"Oh.. Selamat siang Hye-mi-ssi. Aku ingin bertemu dengan Hyun-ri untuk mengajaknya makan siang." Jawab Gun-yo.


Siang ini, Gun-yo sedang mendatangi kantor Hyun-ri. Ia ingin mengajak Hyun-ri makan siang dan meminta maaf untuk kejadian kemarin. Mungkin..


"Maaf tuan Gun-yo. Nona Hyun-ri tidak sedang di kantornya." Jawab Hye-mi sopan.


"Dia tidak datang kekantor?"


"Iya Tuan."


"Apa dia sedang sakit?"


"Tidak tuan. Nona Hyun-ri sedang mengambil cuti dan berada di Jeju untuk berlibur."


"Jeju? Berlibur? Apa Hyun-ri berlibur dengan ketiga pria itu?" Tanya Gun-yo memastikan.


"Iya tuan Gun-yo. Nona Hyun-ri berlibur bersama mereka."


Mendengar jawaban itupun Gun-yo mengeratkan kepalan tangannya, menahan kesal. Kenapa Hyun-ri berlibur bersama mereka bertiga dan tidak mengabarinya. Biasanya Hyun-ri selalu memberikan kabar kepadanya.


"Sejak kapan mereka pergi ke jeju? Apa tadi pagi?"


"Siang ini tadi tuan Gun-yo. Mungkin sekarang mereka baru sampai di Jeju."


Setelah mendengar itu, Gun-yo pun pergi tanpa mengucapkan apapun. Ia berjalan meninggalkan lantai atas kantor Hyun-ri berada.


"Aku harus menyusulnya. Hyun-ri harus menjauh dari ketiga lelaki brengsek itu." Ucap Gun-yo geram saat ia berada dalam lift untuk turun ke basment tempat mobilnya terparkir.


Entah, apa yang tengah Gun-yo rencanakan. Ia tidak bisa membiarkan Hyun-ri bersama sahabat-sahabat sedari kecilnya itu. Tanpa menunggu waktu Gun-yo mengeluarkan ponselnya dari saku jasnya.

__ADS_1


"Pesankan aku tiket penerbangan ke Jeju dan atur penginapanku juga, Sekarang." titah Gun-yo pada orang yang ia hubungi.


*****


__ADS_2