Bunga Daisy Di Musim Dingin

Bunga Daisy Di Musim Dingin
Chapter 15


__ADS_3

Seoul...


Jam sudah menujukkan untuk makan siang. Hyun-ri, Seok Gwan, Hwan-ki dan Seo Yoon sudah sampai di Seoul. Kini mereka tengah di kediaman keluarga Han, mereka mengantar Hyun-ri lebih dulu dan sekalian mampir untuk bertemu dengan Jong-un dan Sora.


"Appa!!!! Eomma!!!!" panggil Hyun-ri sedikit berteriak saat ia dan ketiga sahabatnya sudah berada di ruang tengah.


"Hyun-ri pulang" teriaknya lagi.


"Hei anak kucing. Tidak bisa kah menyuruh maid untuk memanggil, appa dan eomma? Kenapa kau berteriak seperti itu?" tanya Seo Yoon datar.


"Ah.. Benar juga, maaf. Aku terlalu merindukan appa dan eomma jadi aku tidak sadar, jika aku berteriak memanggil mereka. Maaf oppa" ucap Hyun-ri merasa bersalah.


"Sudahlah. Panggil maid saja, biar mereka memberitahu appa dan eomma kalau kita sudah pulang" sahut Hwan-ki yang sudah duduk ganteng bersama Seok Gwan.


"Nona muda, anda sudah pulang?" ucap maid yang datang menghampiri.


"Iya. Dimana appa dan eomma?" tanya Hyun-ri


"Tuan besar dan nyonya besar sedang mengunjungi perusahaan, nona muda" jelas maid dengan sopan.


"Appa dan eomma ke kantor?"


"Iya nona muda. Tuan besar dan nyonya besar pagi-pagi tadi sudah pergi ke perusahaan"


"Baiklah. Bisa minta tolong, buatkan minuman untuk kami?"


"Baik nona, saya permisi" pamit maid dan hanya dibalas senyum dan anggukan oleh Hyun-ri.


"Apa di kantor ada masalah? Hingga appa dan eomma ke kantor" ucap lirih Hyun-ri bertanya-tanya.


"Duduklah, kenapa kau masih berdiri disitu?" ucap Seok Gwan yang melihat Hyun-ri masih berdiri dengan raut wajah penuh pertanyaan.


"Oppa, bisa kau kembalikan ponselku sekarang?" ucap Hyun-ri sambil mendudukan diri di samping Seok Gwan.


"Ini"


Dengan cepat Hyun-ri mengambil ponselnya yang baru saja dikembalikan oleh Seok Gwan.


"Kau kenapa Hyun-ria?" tanya Hwan-ki saat melihat Hyun-ri yang gelisah saat memeriksa ponselnya.


"Tidak apa oppa. Aku hanya sedikit terganggu saja, karena appa dan eomma ke kantor. Aku takut dikantor sedang mengalami masalah" jelas Hyun-ri sambil terus memantau ponselnya.


"Eonni Hye-mi tidak mengirim apapun ke email, tapi kenapa dia kemarin menelfon berkali-kali?" ucap Hyun-ri bergumam lirih


"Dia menelfon hanya menanyakan kapan kau kembali. Sepertinya dia merindukanmu" sahut Seok Gwan yang mendengar gumaman Hyun-ri.


"Bagaimana kau bisa tahu, oppa?" tanya Hyun-ri dengan kerutan dikening.


"Dia menghubungiku, saat ponselmu tidak bisa dihubungi. Dan menanyakan itu kepadaku" jawab Seok Gwan datar sambil memainkan ponselnya.


"Begitukah?" tanya Hyun-ri dan hanya di jawab dengan gumaman oleh Seok Gwan.


"Jangan khawatir Hyun-ria. Mungkin appa dan eomma hanya berkunjung saja" sahut Hwan-ki.


"Iya, Hwan-ki benar. Kau jangan terlalu cemas seperti itu, Hyun-ria" sahut Seo Yoon juga.


"Hm, ya kalian benar oppa. Seperti nya aku memang terlalu khawatir dan cemas, akan perusahaan"


*******


Setiap kejahatan dan keburukan pasti akan mendapatkan balasannya. Dan setiap ke licikan juga pasti akan terungkap pada waktunya. Karena segala kejahatan dan keburukan tidak akan bertahan lama. Semua akan terungkap dan akan mendapatkan balasan yang setimpal.


"Yeobo, Seok Gwan mengirim pesan. Dia memberitahu kalau mereka sudah pulang dan berada dimansion. Dia juga mengatakan kalau Hyun-ri terlihat cemas karena kunjungan tiba-tiba kita ke perusahaan" jelas Sora pada Jong-un.


"Mereka sudah pulang? Bukankah seharusnya 2hari lagi mereka kembali?" tanya Jong-un.


"Entahlah, lebih baik kita pulang sekarang. Aku tidak mau Hyun-ri sampai cemas dan tahu tentang masalah ini"


"Kau benar, yeobo. Baiklah, beri aku 10 menit lagi. Baru kita pulang dan makan siang bersama mereka"


"10 menit? Baiklah, aku bisa pulang sendiri"


"Yak!!! Yeobo, aku hanya meminta waktu 10 menit"


"Dan aku tidak mau memberimu waktu 10menit itu, Tuan Han Jong-un. Aku mau pulang dan bertemu putriku sekarang"


Huft...


Jong-un menghela nafas pelan. Istrinya memang seperti itu jika sudah merindukan sang putri. Bahkan, selama mereka diluar negeri pun, Sora selalu terus-terusan memaksa untuk segera pulang.


"Baiklah, nyonya Han. Kita pulang sekarang" ucap Jong-un menuruti sang istri.

__ADS_1


*******


Hyun-ri masih saja duduk cemas, memikirkan kunjungan tiba-tiba kedua orang tuanya ke perusahaan. Ia benar-benar cemas jika terjadi sesuatu di perusahaan dan Bagimana jika appa nya tahu?


"Aku akan menghubungi, eomma" ucap Hyun-ri tiba-tiba dan hanya di angguki ketiga sahabatnya.


"Eomma!!!!" panggil Hyun-ri ketika Sora menjawab panggilan sang putri.



"Eomma sudah diperjalanan pulang?"



"Apa semuanya.." Hyun-ri menjeda sedikit ucapannya.


"Apa semuanya baik-baik saja, eomma?"




"Tidak apa, eomma. Kalau begitu eomma dan appa hati-hati dijalan. Hyun-ri tunggu di Mansion" ucap Hyun-ri setelah mengobrol dengan Sora di sambungan telfon dan menutupnya setelah mendapat jawaban dari Sora.



"Eomma dan appa, diperjalanan pulang?" tanya Seo Yoon.



"Iya, oppa. Mereka dalam perjalanan"



"Semua baik-baik saja?" tanya Hwan-ki



"Iya, oppa. Semua baik-baik saja"



"Kalau begitu. Berhenti mencemaskan hal yang tidak terjadi" ucap datar Seok Gwan yang fokus pada ponselnya




Lihat, betapa datar sekali sikapnya itu. Apa tidak bisa dia bersikap manis untuk menenangkan Hyun-ri.



\*\*\*\*\*\*\*\*



Tok..tok..tok...



"Masuk"



"Selamat siang tuan Gun-yo!" sapa sopan seorang pria saat memasuki ruangan Gun-yo.



"Ada apa?" sahut dingin Gun-yo sambil memeriksa dokumen dihadapannya.



"Mereka sudah kembali ke Seoul, tuan"



Seketika Gun-yo menghentikan kegiatannya yang sedari tadi memeriksa dokumen. Gun-yo menyunggingkan senyum licik nya.



"Benarkah? Baiklah, kau bisa kembali" ucap Gun-yo

__ADS_1



"Baik tuan. Saya permisi" pamit sopan seorang pria dan meninggalkan ruangan Gun-yo.



Hah....



Gun-yo menghela nafas panjang. Ia menyenderkan punggungnya pada kursi kerjanya, mendongakkan kepalanya menatap langit-langit ruangannya dan menampilkan senyum liciknya.



"Akhirnya kau kembali juga Hyun-ria. Permainan akan segera kita mulai"



\*\*\*\*\*\*\*\*



"Eomma, appa!!!!" panggil Hyun-ri saat kedua orang tuanya memasuki ruang tengah.



Grep...



"Aigo!!! Apa kau begitu merindukan kami, sampai-sampai kau memeluk kami seperti ini, sayang?" ucap Jong-un dengan membalas pelukan sang putri dan mengecup pucuk kepala Hyun-ri sayang.



"Benar, apa kau sangat merindukan kami? Hum?" ucap Sora yang juga memeluk Hyun-ri hangat.



"Hm, Hyun-ri merindukan appa dan eomma" jawab Hyun-ri sambil melepaskan pelukannya.



"Appa, eomma!! Diperusahaan tidak terjadi apapun kan? Appa dan eomma tidak menyembunyikan sesuatu dari, Hyun-ri kan?" tanya Hyun-ri memastikan.



"Kenapa kau berkata seperti itu sayang? Kau tidak percaya kedua orang tuamu? Perusahaan baik-baik saja. Appa dan eomma hanya berkunjung saja setelah lama tidak ke perusahaan utama" jelas Jong-un meyakinkan.



"Benar yang dikatakan appamu, sayang. Jangan berfikir yang tidak-tidak. Itu hanya kunjungan biasa untuk menyapa karyawan" sahut Sora membenarkan.



"Hei bocah!!! Kenapa kau berlebihan sekali? Apa kau menyembunyikan sesuatu?" sahut Seok Gwan tiba-tiba sambil berjalan mendekati Hyun-ri dan kedua orangtua Hyun-ri. Diikuti Hwan-ki dan Seo Yoon juga.



Pertanyaan tiba-tiba Seok Gwan membuat Hyun-ri menelan ludahnya kasar dan menjadi sedikit gugup.



"Selamat siang appa, eomma" sapa ketiganya.



"Siang juga, tampan-tampan nya eomma" jawab Sora dan Jong-un menjawab hanya dengan tersenyum dan mengangguk.



"Kenapa kau diam, Nona Han?" tanya Hwan-ki.



"Sepertinya benar. Anak kucing ini menyembunyikan sesuatu" sahut Seo Yoon.



"Ti-tidak"


__ADS_1


\*\*\*\*\*\*\*\*\*


__ADS_2