Bunga Daisy Di Musim Dingin

Bunga Daisy Di Musim Dingin
Chapter 41


__ADS_3

"Hyun-ria.."


Bugh..


"Kucing kecilku.." panggil Seo Yoon yang baru membuka pintu ruang kerja Hyun-ri.


"Haissh.." desis Seok Gwan yang jatuh terduduk dilantai karena di dorong kencang oleh Hyun-ri.


"Oh, Seo Yoon oppa, Hwan-ki oppa.. Kalian disini?" panggil dan tanya Hyun-ri yang langsung berdiri dari posisi duduknya dengan raut wajah tegang.


Seo Yoon dan Hwan-ki secara tiba-tiba memasuki ruangan Hyun-ri, karena sudah menjadi kebiasaan untuk ketiga sahabat Hyun-ri itu, mereka akan langsung masuk tanpa mengetuk pintu lebih dulu. Namun, kali ini kedatangan Seo Yoon dan Hwan-ki tidak pada waktu yang tepat, bagi Hyun-ri dan Seok Gwan.


"Yak, Seok Gwan-a.. Kenapa kau duduk dilantai?" tanya Seo Yoon dengan kerutan dikeningnya menatap Seok Gwan yang terduduk dilantai.


Huft...


Seok Gwan mendengus pelan dan mendongakan kepalanya menatap datar Seo Yoon yang berdiri di dekatnya berasama dengan Hwan-ki.


"Aku mulai membenci hubungan diam-diam ini." gerutu Seok Gwan dalam hati sambil bangkit dari jatuhnya.


"Aku.."


"Seok Gwan oppa sedang mencari bulpoin nya yang terjatuh, Seo Yoon oppa. Iyakan, Seok Gwan oppa?" potong Hyun-ri dan menoleh ke Seok Gwan dengan senyum kakunya.


"Hm.." Seok Gwan menjawab dengan malas.


"Mencari bulpoin sampai duduk-duduk dilantai?" tanya Seo Yoon sedikit tidak percaya.


"Iya.. Iya, karena Seok Gwan oppa merasa lelah dan kesal karena bulpoinnya tidak ketemu. Jadi, jadi dia duduk dilantai.." bohong Hyun-ri dengan senyum kaku.


"Kau bisa membeli bulpoin baru Seok Gwan-a. Untuk apa juga kau mencarinya, lagi pula bagaimana bisa kau menjatuhkannya? Ceroboh sekali." ucap Seo Yoon datar.


"Itu..itu bulpoin kesayangan Seok Gwan oppa, jadi Seok Gwan oppa mencarinya, dan.. Dan bulpoinnya tadi tidak sengaja terjatuh saat aku mau meminjamnya, oppa." bohong Hyun-ri terus menerus, hingga membuat Seok Gwan jengah karena Hyun-ri meladeni pertanyaan Seo Yoon.


"Hyun-ria, su.."


"Untuk apa kau meminjam bulpoin Seok Gwan?" tanya Seo Yoon memotong ucapan Seok Gwan dan terus mencerca pertanyaan tidak penting ke Hyun-ri.


"Aku, aku mau menandatangani dokumen. Jadi, jadi aku meminjam bulpoin, Seok Gwan oppa." jawab Hyun-ri semakin gugup.


Seo Yoon bertopang dagu, sambil melirik ke meja kerja Hyun-ri.

__ADS_1


"Bulpoin di atas mejamu, ada banyak. Untuk apa kau meminjam ke Seok Gwan?" ucap dan tanya Seo Yoon sambil menunjuk tempat bulpoin di meja kerja Hyun-ri.


"Semua.. Tintahnya habis.." jawab pasrah Hyun-ri


"Benarkah?"


"Sudahlah, hentikan segala pertanyaan tidak pentingmu itu, Seo Yoon-a. Kenapa pembahasan bulpoin menjadi panjang seperti itu. Sudahlah." ucap datar Hwan-ki menghentikan obrolan tidak penting tersebut.


Hyun-ri menghela nafas lega karena Hwan-ki menengahi obrolannya dengan Seo Yoon yang terus mengajukan pertanyaan.


"Aneh saja.."


"Hyun-ria.. Kita berdua kesini mau mengajakmu makan siang bersama. Karena Seok Gwan sudah disini, kita bisa pergi berempat untuk makan siang." ucap Hwan-ki menjelaskan kedatangannya bersama Seo Yoon.


"Makan siang? Tentu oppa. Ayo.." jawab Hyun-ri dengan senyum lebar dan dengan cepat mengambil ponselnya di atas meja kerjanya, kemudian berjalan cepat meninggalkan ruangannya lebih dulu.


"Lihat, anak kucing itu aneh sekali. Yak, Seok Gwan-a. Katakan dengan jujur, kenapa kau sampai duduk dilantai?" tanya Seo Yoon masih ingin tahu.


Plak...


"Yak!!"


"Kau terus mengajukan pertanyaan tidak penting." ucap datar Hwan-ki setelah mengeplak kepala belakang Seo Yoon lalu berjalan menuju keluar ruangan menyusul Hyun-ri.


"Seo Yoon-a. Kau tidak akan jadi bodoh hanya dengan 1pukulan saja. Jadi, kau tidak perlu khawatir." sahut Seok Gwan yang sedari tadi hanya diam dengan wajah datar.


Seok Gwan pun berjalan menuju keluar ruangan meninggalkan Seo Yoon sendiri, menyusul Hyun-ri dan Hwan-ki yang sudah lebih dulu.


"Haish.. Bagaimana bisa aku memiliki sahabat seperti mereka." keluh Seo Yoon, "Lihat saja, jika aku menjadi bodoh. Aku juga akan memukul kepala kalian bertiga agar menjadi bodoh sama sepertiku." ucap Seo Yoon kesal dan berjalan menyusul ketiga sahabatnya.


********


Siang telah berganti malam, kini Hyun-ri tengah berada di apartemen rahasianya. Ia tengah menunggu seseorang untuk datang, itulah kenapa dia berada di apartemen rahasianya malam ini.


Ding dong...


"Dia datang.." ucap Hyun-ri langsung berjalan cepat ke arah pintu depan untuk membukakan pintu.


Ceklek..


"Eonni.. Masuklah, cepat." seru Hyun-ri mempersilahkan Hye-mi masuk.

__ADS_1


"Apa ini apartemen milik temanmu?" tanya Hye-mi saat sudah duduk diruang tengah.


"Bukan. Ini apartemenku sendiri. Tapi eonni, kau jangan memberitahu siapapun tentang apartemen ini. Okey?!"


"Kenapa?"


"Turuti saja. Hanya eonni dan Gun-yo oppa yang sudah aku ajak kesini."


"Apa???Gun-yo?" ucap Hye-mi tidak percaya, dan hanya di jawab gumaman oleh Hyun-ri.


"Sudahlah eonni, lupakan itu. Sekarang bagaimana? Kau mendapatkan apa setelah menjadi detektif hari ini?" tanya Hyun-ri dengan wajah ingin tahunya.


"Hm, baiklah.. Ini.."


Hye-mi menuruti permainan Hyun-ri untuk menjadi detektif, dan tugas pertama Hye-mi adalah mencari tahu tentang Kim Aeri.


Hye-mi menyerahkan beberapa foto yang telah dia ambil saat memata-matai Kim Aeri.


"Kau lihatkan, mereka berdua begitu mesra sekali." ucap Hye-mi saat Hyun-ri melihat foto Aeri dan Gun-yo yang sedang bersama.


"Tadi, saat aku ke agensi Kim Aeri, aku tidak sengaja bertemu dengan managernya." mulai Hye-mi menjelaskan, "Saat aku bertanya tentang keberadaan Kim Aeri, managernya berkata jika dia sedang berada di perusahaan Gun-yo. Lalu, saat aku ke perusahaan Gun-yo aku melihat mereka keluar bersama dari gedung dan pergi makan siang bersama."


"Bagaimana mungkin managernya, Kim Aeri langsung memberitahumu, tentang keberadaan artisnya? Bukankah dia model terkenal?" tanya Hyun-ri heran.


"Tentu saja karena aku menawarkan kontrak kerjasama untuk mereka, dengan Kim Aeri menjadi model brand ambassador kita. Jadi, dengan mudah dia mengatakan keberadaan Kim Aeri."


"Eonni, bagaimana bisa kau menawarkan kontrak kerjasama kepadanya? Bagaimana kalau Kim Aeri curiga jika kita mencari tahu tentangnya?"


"Tenang, bukankah kita sedang bermain menjadi detektif? Jadi tentu saja semua itu palsu. Dan ya.. Aku menggunakan nama perusahaanmu yang diluar negeri, yang belum diketahui siapapun."


"Wah.. Eonni, kau yang terbaik."


"Tentu saja, Choi Hye-mi." jawab bangga Hye-mi.


"Sepertinya hubungan mereka lebih dari rekan bisnis. Berbeda sekali dengan yang dikatakan artikel-artikel yang kita lihat saat di kantor tadi." ucap Hyun-ri, "Dan, bagaimana bisa aku tidak mengetahui kedekatan mereka padahal banyak artikel yang memuat kabar mereka." lanjut Hyun-ri heran.


"Hm, kau benar. Mereka terlalu mesra jika dikatakan hanya sebagai rekan bisnis, antara CEO dan model brand ambassador. Dan, kau terlalu sibuk mengurus perusahaanmu, nona muda Han. Hingga kau tidak tahu tentang sekitarmu."


"Ah kau benar, Eonni.." jawab Hyun-ri dengan cengiran menunjukkan deretan giginya.


"Baiklah, eonni. Sekarang untuk rencana kita selanjutnya.." ucap Hyun-ri dengan smirk.

__ADS_1


******


__ADS_2