Bunga Daisy Di Musim Dingin

Bunga Daisy Di Musim Dingin
Chapter 54


__ADS_3

"Sial!!!" ucap orang asing tersebut saat tahu jika peluru yang ia lepaskan tidak mengenai Hyun-ri.


"Apa dia mengetahui keberadaanku? Hingga dia langsung datang melindungi, Hyun-ri." ucap geram orang asing tersebut, yang masih memperhatikan dari balik pohon.


"Tidak masalah jika malam ini aku tidak berhasil membunuh Hyun-ri. Tapi setidaknya, malam ini kalian merasakan kehilangan." lanjutnya dengan senyum tipis.


Setelah memperhatikan Seok Gwan yang sudah kehilangan kesadarannya dan tangis Hyun-ri yang pecah. Orang asing tersebut melangkah pergi dari tempatnya berdiri, ia pergi dengan senyum lebar yang terukir di wajahnya yang tertutup masker.


"Aku akan kembali lagi, untuk mengambil nyawamu, Han Hyun-ri." ucapnya kembali.


Orang asing itu terus berjalan ke arah gerbang belakang mansion dengan hati-hati agar tidak tertangkap oleh para penjaga yang ditugaskan oleh Jong-un. Ia akan selalu menghindar jika ada penjaga di dekatnya. Namun, saat ia sedang memantau sekitarnya, tiba-tiba saja...


Bugh...


Akh..


Brukk...


Orang asing tersebut jatuh tersungkur di tanah setelah mendapatkan tendangan secara tiba-tiba dari arah belakang.


"Kau mau lari kemana, setelah membuat orang lain terluka?!" ucap geram Hwan-ki.


"Sial!" desis orang asing tersebut yang tertangkap oleh Hwan-ki. Ia pun langsung bangkit dari jatuhnya untuk lari dari hadapan Hwan-ki.


Namun, Hwan-ki lebih cepat darinya. Saat melihat orang asing itu akan melarikan diri, Hwan-ki dengan sigap langsung menarik jaket orang asing itu dan langsung menghadiahi pukulan keras di wajah orang asing itu.


Bugh...


Bugh...


Brukk...


Dua pukulan bertubi-tubi Hwan-ki layangkan pada orang asing itu, hingga membuat orang asing itu jatuh tersungkur kembali dan membuat topinya jatuh tergeletak di samping orang asing itu.


"Jangan kau pikir bisa lari dari sini." ucap geram Hwan-ki dan langsung mencengkeram kerah jaket orang tersebut, kemudian menarik paksa masker yang dikenakan orang asing itu.


"Gun-yo!" ucap geram Hwan-ki saat tahu jika orang yang telah mencelakai Seok Gwan adalah Gun-yo.


Dan lagi, Hwan-ki melayangka pukulan bertubi-tubi pada wajah Gun-yo, hingga membuat wajah Gun-yo babak belur. Bahkan, hidung Gun-yo mengeluarkan darah dan juga sudut bibir Gun-yo pun juga mengeluarkan darah karena pukulan kuat yang dilayangkan oleh Hwan-ki karena amarah.


"Hentikan Hwan-ki!!" seru Seo Yoon dengan menarik kasar Hwan-ki dari atas tubuh Gun-yo yang sudah lemas.


"Lepaskan!!! Aku akan membunuhnya sekarang juga." teriak Hwan-ki memberontak dari cengkraman Seo Yoon.


"Hentikan bodoh!!! Kita bisa mengurusnya nanti." bentak Seo Yoon menghentikan aksi berontak Hwan-ki, "Kita harus ke rumah sakit sekarang." lanjut Seo Yoon.


Hwan-ki pun memejamkan matanya rapat dengan kedua tangan yang mengepal kuat, untuk menahan semua emosinya.


"Kita harus menemani Seok Gwan dan Hyun-ri. Itu yang terpenting sekarang." ucap Seo Yoon menenangkan.

__ADS_1


"Baiklah." jawab Hwan-ki setelah merasa tenang, "Aku tidak akan melepaskanmu begitu saja, Lee Gun-yo. Ingat itu!!" geram Hwan-ki pada Gun-yo dengan tatapan tajam dan langsung melangkah pergi.


"Kurung dia di ruang bawah tanah. Pastikan dia tidak bisa kabur dari ruangan itu." perintah Seo Yoon kepada para penjaga yang ikut bersamanya dan menatap tajam Gun-yo yang masih lemas tidak berdaya akibat pukulan Hwan-ki.


********


Rumah sakit...


Jam baru saja menunjukkan pukul 9 malam, Seok Gwan langsung di bawah ke ruang operasi setelah sampai di rumah sakit.


Kini para orang tua, Hyun-ri, Hwan-ki dan Seo Yoon sedang menunggu di ruang tunggu depan ruang operasi. Mereka semua masih merasa sedih dan berharap dokter bisa menyelamatkan Seok Gwan.


"Hyun-ri sayang. Ayo bersihkan dirimu dulu sayang." ucap pelan Sora, mengajak Hyun-ri membersihkan badannya yang penuh dengan darah milik Seok Gwan, namun Hyun-ri tidak menjawab atau merespon.


"Sayang." panggil pelan Sora dengan mata berkaca-kaca menatap Hyun-ri, yang hanya diam dengan tatapan kosong.


"Eomma." panggil Hwan-ki pelan, "Biar aku saja."


Sora pun mengangguk pelan dan beranjak dari sisi Hyun-ri untuk memberi Hwan-ki tempat.


Tanpa mengatakan apapun, Hwan-ki melepas jasnya dan memakaikannya pada Hyun-ri. Ia menatap sendu pada Hyun-ri yang tampak kacau, hingga Hwan-ki tidak mampu mengatakan apapun untuk membuat Hyun-ri merasa baik.


"Seok Gwan, aku percaya kepadamu. Kau akan bertahan dan kembali kepada Hyun-ri. Jika kau tidak kembali kepada Hyun-ri, aku akan mengambil Hyun-ri darimu." batin Hwan-ki, "Aku mohon Tuhan, selamatkan Seok Gwan."


********


4jam telah berlalu, tapi dokter ataupun perawat belum juga keluar dari ruang operasi. Entah seberapa parah luka yang disebabkan tembakan dari peluru yang dilepaskan Gun-yo, hingga dokter begitu lama menangani Seok Gwan.


"Appa Jong-un, appa Byun-wo. Lebih baik ajak para eomma pulang dan beristirahatlah. Biar aku dan Hwan-ki yang menjaga disini." ucap Seo Yoon memecah keheningan.


"Iya appa. Lebih baik kalian pulang, kami akan berjaga disini. Nanti kami akan mengabari tentang keadaan Seok Gwan." sahut Hwan-ki yang masih duduk disamping Hyun-ri.


"Baiklah, kami akan pulang. Kabari appa jika terjadi sesuatu." jawab Jong-un.


"Tentu appa." jawab Hwan-ki dan Seo Yoon bergantian.


"Hyun-ri.." ucap lirih Sora menatap sendu Hyun-ri.


"Ada Hwan-ki dan Seo Yoon yang akan menjaga mereka berdua, Sora-a." ucap Hye-ra dengan mengelus pelan bahu Sora.


"Iya eomma. Kami akan menjaga mereka." sahut Hwan-ki tersenyum hangat dan beranjak dari duduknya.


"Baiklah, kami pulang dulu." pamit Jong-un dan Byun-wo secara bergantian.


"Hati-hati appa, eomma." jawab Seo Yoon dan Hwan-ki.


Para orang tua pun meninggalkan ruang tunggu untuk pulang ke mansion masing-masing.


******

__ADS_1


Ruang bawah tanah..


Gun-yo mengerjapkan matanya perlahan, sadar dari pingsannya. Ia merasakan pening di kepalanya karena kupulan kuat yang ia terima dari Hwan-ki, hingga ia kehilangan kesadarannya.


"Ssshhhhh.." desis Gun-yo saat sudah membuka matanya.


"Sial.." umpat Gun-yo saat tahu jika dirinya sedang diikat di kursi di ruangan yang minim cahaya.


"Brengs*k, lepaskan aku. Kalian mendengarku? Lepaskan aku." maki Gun-yo berteriak dan berusah melepaskan diri dari ikatan pada tubuhnya yang mengikatnya kuat.


Tidak ada yang datang untuk menghampiri Gun-yo dan tidak ada yang memperdulikan dirinya. Walaupun sebenarnya di depan pintu berdiri 2orang penjaga berbadan tegap, namun mereka seolah tuli tidak mendengar teriakan Gun-yo.


"Lepaskan aku, brengs*k!!!" teriak Gun-yo kembali.


*******


Sedang dirumah sakit sekarang, selang 20menit para orang tua meninggalkan rumah sakit, tidak lama kemudian dokter keluar dari ruang operasi.


Hyun-ri yang awalnya hanya menatap kosong pun tersadar dari lamunannya dan langsung mengahampiri sang dokter diikuti dengan Hwan-ki dan Seo Yoon.


"Dokter, dokter.. Bagaimana keadaan calon suami saya? Dia.. Dia baik-baik sajakan kan, dok?" tanya Hyun-ri tidak sabaran.


"Hyun-ria, tenanglah. Biarkan dokter menjelaskan dulu." ucap Hwan-ki menenangkan Hyun-ri.


"Dokter bagaimana? Apa operasinya berjalan lancar?" tanya Seo Yoon.


Huft...


Dokter menghela nafas panjang dan menunduk dalam. Seolah butuh waktu untuk menjelaskan kondisi Seok Gwan.


"Ada apa denganmu, dokter? Katakan!! Bagaimana keadaan calon suamiku." tanya dan teriak Hyun-ri meminta penjelasan.


"Hyun-ri tenang." ucap Seo Yoon.


"Sebelumnya saya meminta maaf." mulai sang dokter, "Kami berhasil mengeluarkan peluru yang menembus punggung pasien. Kami juga berhasil menghentikan penderahan yang terjadi, karena salah satu peluru mengenai bilik kiri jantung pasien." jelas sang dokter.


Hyun-ri yang mendengar itupun langsung terhuyung kebelakang karena kakinya sekita merasa lemas, dan dengan sigap Hwan-ki dan Seo Yoon menopang tubuh Hyun-ri agar tidak terjatuh.


"Katakan jika dia baik-baik saja." ucap lirih Hyun-ri dengan derai air mata.


"Saat kami sudah berhasil menghentikan pendarahan di jantung pasien. Pasien mengalami henti jantung selama 6menit." jelas pelan sang dokter. "Maaf, pasien kami nyatakan koma." lanjut dokter dengan menunduk dalam.


"Ko-koma?" ucap lirih Hyun-ri.


"Koma?" ucap Seo Yoon dan Hwan-ki bersamaan.


"Iya, pasien mengalami koma karena sempat terjadinya henti jantung saat operasi berlangsung dan itu menyebabkan, sel-sel otak pada pasien mengalami kekurangan oksigen dan sel-sel itu tidak berfungsi dengan baik hingga membuat pasien mengalami koma."


"Dia bisa sadar kembali kan dok?" tanya Hwan-ki.

__ADS_1


Dan dokter pun hanya menunduk dalam tidak bisa menjawab lebih lanjut.


******


__ADS_2