Bunga Daisy Di Musim Dingin

Bunga Daisy Di Musim Dingin
Chapter 13


__ADS_3

"Jelaskan sekarang!!!" ucap Hwan-ki bersendekap dada dan menatap kedua orang dihadapannya meminta penjelasan.


"Kami hanya tidur di satu ranjang yang sama. Tidak ada yang terjadi" jawab Seok Gwan dengan muka datar yang juga duduk bersendekap dada dan menyilangkan kakinya menghadap kedua sahabatnya yang sedang mengintrogasinya.


"Kau yakin? Bukankah semalam kau mabuk?" sahut Seo Yoon memastikan.


"Aku sudah bilang. Kami berdua hanya tidur diranjang yang sama dan tidak ada yang terjadi." jawab jengah Seok Gwan.


"Han Hyun-ri!!! Kenapa kau hanya diam saja? Katakan, apa yang terjadi semalam?" tanya Hwan-ki pada Hyun-ri yang menundukkan kepalanya.


"Oppa, yang..yang dikatakan Seok Gwan oppa, memang benar." jawab Hyun-ri takut-takut.


"Lalu kenapa kau tidur di kamar Seok Gwan, bukan dikamarmu sendiri, Han Hyun-ri?" tanya Seo Yoon penuh penekanan.


"Aku, aku khawatir dengan keadaan Seok Gwan oppa. Jadi, jadi aku kekamarnya untuk melihat keadaannya dan..."


"Dan dia tidak sengaja ketiduran dikamarku. Sudahlah, hentikan obrolan ini. Aku mau mandi" ucap Seok Gwan ikut menjelaskan dengan nada acuh dan beranjak pergi ke kamarnya.


"Wah!!! Lihat sahabatmu itu!" ucap Seo Yoon


"Bodoh!!! Dia juga sahabatmu, jika kau lupa" Sahut Hwan-ki


"Ah... Kau benar" jawab Seo Yoon dengan mengangguk-anggukan kepalanya.


"Oppa!" panggil Hyun-ri takut-takut


"Apa?" Jawab dingin Hwan-ki dan Seo Yoon bersamaan.


"Bisakah kalian melepaskanku juga? Aku ingin kekamarku sekarang"


"Hm, pergilah kekamarmu. Setelah ini kita sarapan bersama" jawab Hwan-ki


Dengan secepat kilat Hyun-ri pergi dari hadapan kedua sahabatnya yang sedari tadi mengintrogasinya.


"Yak! Kenapa kau membiarkan Anak kucing itu pergi ke kamarnya? Kita belum selesai menanyai detailnya" tanya Seo Yoon sedikit berbisik


"Kau tidak dengar, Seok Gwan tadi bilang apa?" tanya balik Hwan-ki.


"Tentu saja dengar. Aku tidak tuli" jawab dingin Seo Yoon


"Kalau begitu, untuk apa kau ingin bertanya lebih detail ke, Hyun-ri? Bukankah sudah jelas yang diucapkan Seok Gwan tadi?"


"Haish!!! Sudahlah, aku mau ke kamarku juga"


*******


Bugh...


Hyun-ri menjatuhkan tubuhnya keatas ranjang. Dengan senyum merekahnya Hyun-ri berguling-guling di atas ranjangnya dan menendang-nendangkan kakinya ke udara. (Sepertinya Hyun-ri baru menang lotre?)


"Hyun-ria!!!!! Kau memalukan sekali" ucapnya sambil menenggelamkan wajahnya pada bantal.


"Hyun-ria tenanglah, jangan seperti ini" ucapnya kembali saat ia mendudukkan dirinya di atas ranjang.


Dengan senyum merekah Hyun-ri memengang kedua pipinya, yang sudah dipastikan sedang merah merona.


"Apa sekarang aku punya kekasih? Aahh... Hyun-ria, kenapa kau seperti remaja yang baru mengenal cinta!"


Dengan secepat kilat Hyun-ri kembali menyembunyikan wajahnya pada bantal, mendekapnya dan memukul bantal dengan gemas.


(Sepertinya Hyun-ri memang menang lotre!! Lotre mendapatkan kekasih?)


*******

__ADS_1


Seoul...


"Yeobo, apa Hyun-ri memberi kabar?" tanya Jong-un pada Sora istrinya


"Seok Gwan, bilang mereka sedang menikmati liburan mereka sekarang" jawab Sora


"Pantas saja, ponsel Hyun-ri aku hubungi selalu tidak tersambung."


"Ponsel Hyun-ri di pegang oleh Seok Gwan. Dia tidak ingin Hyun-ri menghabiskan liburan hanya dengan bermain ponsel" Jelas Sora pada suaminya.


"Begitukah? Posesif sekali"


"Ya, semua pria memang posesif. Termasuk dirimu juga, Tuan Han Jong-un" jawab Sora dengan menekankan nama suaminya.


"Aku?" ucap Jong-un dengan menunjuk dirinya sendiri.


"Aku mencintaimu, Yeobo. Wajar saja jika aku posesif padamu. Hum..hum.." Ucap Jong-un menggoda sang istri dengan senyum terlihat konyol bagi sang istri dan menaik turunkan alisnya.


"Ya kau benar. Tapi bagaimana bisa aku mencintaimu juga?"


"Yak!!!! Tentu saja karena suami mu ini tampan dan pintar. Lihat Hyun-ri, dia begitu cantik dan pintar karena genku."


Tak...


"Akh!!!! Yeobo!!!!" ringis dan panggil Jong-un ketika istrinya memukul keningnya dengan sendok makannya.


"Hyun-ri cantik, pintar dan baik juga karena genku. Aku yang mengandungnya selama 9 bulan dan aku yang melahirkannya."


"Dan aku yang membuatnya"


Tak...


"Yak!!!! Kenapa kau terus memukul keningku, Yeobo?"


"Kau pak tua mesum"


"Kau..."


"Tidak. Kau tidak bisa memukulku dengan sendok itu lagi, istriku yang cantik" ucap Jong-un sambil menutupi keningnya agar selamat dari sendok yang sudah dilayangkan sang istri.


"Dasar pak tua mesum!"


"Aku mencintaimu, istriku" ucap Jong-un dengan senyum merekah sambil mengelus punggung tangan sang istri.


*******


Wuusshhh....


Byuurrr....


Terpaan angin laut dan deburan ombak membentur kapal yang tengah melaju membelah lautan lepas. Hari ini keempat sahabat tiga pria tampan dan satu wanita cantik, kali ini sedang menikmati liburan mereka.


Mereka berempat tengah diatas kapal mewah milik Seok Gwan pribadi. Tujuan mereka adalah melihat lumba-lumba ditengah laut. Yang tentunya, itu adalah keinginan dari si tuan putri Han Hyun-ri.


"Wah!!!! Lihat itu oppa!!!" ucap Hyun-ri takjub dan menunjuk kearah lumba-lumba yang menampakkan diri menyambut kapal yang di tumpangi mereka berempat.


"Kau senang, bayi besar?" tanya Hwan-ki


"Hm, aku senang sekali. Terimakasih oppa-deul, sudah menurutiku" ucap Hyun-ri dengan riang.


"Menggemaskan sekali" ucap Hwan-ki sambil mengusak sayang rambut Hyun-ri.


"Kau tidak ingin menyelam, anak kucing?" tanya Seo Yoon

__ADS_1


"Tidak oppa. Aku takut jika harus menyelam ke laut"


"Payah"


"Biar saja. Aku tidak perduli" Jawab Hyun-ri acuh dan menjulurkan lidahnya mengejek Seo Yoon.


Mereka bertiga tengah duduk di sofa santai deck kapal. Jangan heran, ini kapal boat mewah. Bahkan kapal tersebut memiliki satu kamar beserta kamar mandinya juga dan sudah dihuni oleh si pemilik kapal. Yang sedang enggan menikmati untuk melihat lumba-lumba. Baginya itu adalah hal kekanak-kanakan dan tidak terlalu penting.


"Haruskah, kita membuka satu botol wine?" tanya Hwan-ki


"Setuju" sahut Hyun-ri lebih dulu dengan senyum mereka.


"Aku juga" sahut Seo Yon dengan wajah datarnya.


"Aku akan mengambilnya dan mengajak Seok Gwan untuk bergabung" ucap Hwan-ki dan hanya di angguki oleh Seo Yoon dan Hyun-ri.


*********


"Oppa, kau berkemas?" tanya Aeri yang baru saja keluar dari kamar mandi dan masih menggunakan bathrobe.


"Hm, aku akan kembali ke Soeul siang ini" Jawab Gun-yo sambil mengemas beberapa pakaiannya.


"Kenapa kau tidak memberitahuku, oppa? Aku ikut bersamamu untuk kembali ke Seoul juga"


"Terserah. Segera berkemaslah jika kau mau ikut kembali denganku!"


"Okey oppa"


Aeri pun melepas bathrobe yang ia kenakan tanpa memperdulikan jika ada Gun-yo dikamar itu.


"Apa kau sedang menggodaku?" tanya Gun-yo dengan mematai Aeri dari ujung kepala hingga kaki, yang sedang bertel*nj*ng tanpa sehelai kain.


"Aku ingin bersiap, oppa. Jadi, aku harus melepas bathrobe ku dan mengganti dengan baju bersih" jawab Aeri enteng dan tersenyum manis melihat Gun-yo yang seolah sedang manahan nafsunya.


"Apa kau mau sarapan dengan memakanku, oppa?" tanya Aeri dengan nada menggoda dan berjalan mendekati Gun-yo


Grep...


"Kau selalu bisa menggodaku, baby. Aku tidak akan melepasmu" ucap Gun-yo yang sudah memeluk posesif pinggang Aeri dan merepatkan tubuh Aeri dengannya.


Cup..


Gun-yo menyatukan bibirnya dengan bibir Aeri. Yang berawal hanya ciuman dan kecupan saja, berubah menjadi ciuman menuntut dan penuh nafsu. Mereka berdua pun menghabiskan beberapa jam dengan kegiatan panas sebelum kembali ke Seoul.


******


Ting...


"Cheers!!!" ucap keempat sahabat bersamaan.


Mereka berempat telah memulai liburan bersama mereka di atas kapal boat mewah. Menikmati wine dengan suguhan pemandangan tengah laut, angin laut yang berhembus menenangkan, dan jangan lupakan lumba-lumba yang selalu menyapa mereka.


"Sepertinya aku harus kembali ke Seoul besok" ucap Seok Gwan memulai percakapan.


"Kenapa, oppa? Bukankah kita masih punya dua hari disini?" sahut cepat Hyun-ri


"Ada masalah sedikit di perusahaan, jadi aku harus segera kembali. Kalian masih bisa tetap disini untuk 2hari kedepan"


"Tidak, jika kau kembali maka kita semua juga kembali." Sahut Hyun-ri lagi.


"Kalau si anak kucing sudah berkata seperti itu! Maka kita semua kembali bersama besok" ucap Seo Yoon menyetujui Hyun-ri.


"Baiklah. Terserah kalian saja"

__ADS_1


"Aku akan menghabisimu Gun-yo-ssi, aku tidak akan membiarkanmu menghancurkan, Hyun-ri"


********


__ADS_2