
Satu bulan telah berlalu. Keempat sahabat itu sudah di sibukkan dengan pekerjaan mereka masing-masing. Mereka juga sudah jarang bertemu, semenjak liburan terakhir mereka di Jeju. Tapi, tidak bagi pasangan baru kita. Seok Gwan dan Hyun-ri, mereka berdua selalu menyempatkan untuk bertemu walaupun hanya sebentar. Seperti sekarang ini, Seok Gwan sedang mengunjungi kantor Hyun-ri.
Ceklek...
"Oppa!!! Kau kesini?" ucap Hyun-ri ketika Seok Gwan memasuki ruangannya.
"Aku merindukanmu" jawab Seok Gwan tanpa basa basi dan mendudukan dirinya di sofa.
"Baru tiga hari lalu kita bertemu, oppa" ucap Hyun-ri sambil beranjak dari duduknya dan ikut duduk bersama Seok Gwan.
Grep...
"Apa aku tidak boleh, merindukanmu? Hum?" tanya Seok Gwan yang langsung memeluk Hyun-ri dan menenggelamkan wajahnya diceruk leher Hyun-ri.
"Tentu saja boleh, oppa. Tapi, apa kau tidak sibuk di kantor? Hingga oppa datang kesini?" jawab dan tanya Hyun-ri membalas pelukan Seok Gwan.
"Biarkan saja. Aku hanya ingin bertemu denganmu"
"Kau manja sekali, oppa"
Mendengar itupun Seok Gwan langsung melepas pelukannya dan menatap datar ke arah Hyun-ri.
"Ada apa, oppa? Apa kau sudah selesai merindukanku?" tanya Hyun-ri
"Apa aku tidak boleh, manja dengan kekasihku sendiri? Apa kau merasa terganggu karena aku mengunjungimu kesini?"
Huft...
Hyun-ri menghela nafas pelan, selalu saja kekasihnya itu seperti ini.
"Boleh dan aku tidak terganggu oppa, aku milikmu jika kau lupa"
"Kalau begitu beri aku ciuman"
Hyun-ri pun membulatkan matanya lucu. Bisa-bisa nya Seok Gwan meminta ciuman kepadanya. Terakhir kali Seok Gwan yang mencium, tidak mengecup keningnya sebelum meninggalkan Jeju. Dan selama mereka menjalin hubungan 1bulan terakhir ini, mereka hanya menghabiskam waktu untuk mengobrol dan hanya pelukan saja. Tidak ada ciuman.
"Kau, kau bercanda oppa? Kenapa kau tiba-tiba meminta ciuman dariku?" ucap Hyun-ri sedikit malu.
"Bukankah wajar saja, jika pasangan kekasih berciuman? Kita belum pernah berciuman, kecuali waktu itu" jawab Seok Gwan datar.
Dan tanpa sadar ucapannya Seok Gwan membuat pipi Hyun-ri memanas. Hyun-ri tahu ciuman mana yang dimaksud Seok Gwan.
"Lihat, pipimu merona, baby. Apa kau tidak menginginkan ciuman itu lagi dariku? Hum??" goda Seok Gwan saat melihat pipi Hyun-ri memerah bak tomat.
"Oppa!!!! Jangan membahas itu" ucap Hyun-ri sedikit kesal dan memengang kedua pipinya.
Hyun-ri merasa malu sekali jika mengingat kejadian ciuman pertama mereka. Tapi, mengingat itu Hyun-ri juga merasa senang dan bahagia. Dimana waktu itu, semua segala perasaan telah terungkapkan dan Hyun-ri maupun Seok Gwan, mereka mendapatkan cinta mereka.
Flasback 1bulan lalu, Jeju.....
"Aku mencintaimu, Han Hyun-ri"
Hyun-ri pun hanya mampu mengedip-edipkan matanya berkali-kali. Hyun-ri terlalu terkejut saat Seok Gwan tiba-tiba bangun dari tidur dan mengecup keningnya. Bibir hangat Seok Gwan bahkan masih bisa Hyun-ri rasakan dikeningnya.
__ADS_1
"O...Oppa, kau..kau bangun?" ucap gugup Hyun-ri. Ia tidak bisa mengendalikan degup jantungnya yang berdendang ria.
"Hum, aku mendengar semuanya"
"Kau, kau mendengar semuanya?"
"Hum, semuanya" ucap Seok Gwan sambil mendudukan dirinya
Grep...
Srek..
Seok Gwan menarik pelan tangan Hyun-ri dan memangku Hyun-ri di pangkuannya.
"Op..oppa, biarkan..biarkan aku duduk disofa saja" ucap Hyun-ri gugup dan malu karena Seok Gwan tiba-tiba memangkunya.
"Kali ini aku tidak akan egois pada perasaanku sendiri, Hyun-ria. Kau milikku sekarang dan selamanya akan tetap jadi milikku" ucap Seok Gwan dengan nada serius.
"Oppa.."
"Kau tidak bisa membantah dan kau tidak bisa menolak. Kau hanya milikku" ucap Seok Gwan dengan tegas.
Hyun-ri yang awalnya cukup gugup dan malu itupun langsung di buat tersenyum bahagia. Hyun-ri dengan semangat menganggukkan kepalanya.
"Aku mencintaimu, oppa. Sangat!!" ucap Hyun-ri tulus dan binar mata bahagia.
Cup....
Seok Gwan langsung mengecup bibir Hyun-ri tanpa aba-aba. Hyun-ri yang mendapat kecupan bibir secara tiba-tiba itupun membulatkan matanya dan persekian detik kemudian ia memejamkan matanya. Merasakan lamat-lamat bibir hangat Seok Gwan yang mengecup bibirnya. Ciuman pertama Hyun-ri bersama dengan pria yang ia cintai sejak dulu hingga sekarang.
Bugh...
Bugh...
Hyun-ri memukul pelan dada Seok Gwan, untuk meminta menghentikan ciuman panas mereka.
Huh...huh..huh...
Hyun-ri menghirup udara di sekitarnya dengan dalam, ia merasa akan kehabisan pasokan udara di paru-parunya, karena ciuaman panas yang diberikan Seok Gwan.
"Maaf, aku menciummu tanpa izin, Hyun-ria" ucap Seok Gwan pelan sambil mengelap bibir basah Hyun-ri dengan ibu jarinya.
"Ti-tidak apa, oppa. Itu tandanya kau sekarang adalah milikku dan aku milikmu, oppa" jawab Hyun-ri dengan senyum manisnya.
"Aku mencintaimu"
"Hm, aku juga oppa"
Seok Gwan langsung memeluk erat Hyun-ri, seolah ia takut jika Hyun-ri akan menghilang dari hadapannya. Tanpa berfikir panjang, Seok Gwan mengendong Hyun-ri dan merebahkan Hyun-ri di ranjangnya.
"Tidurlah bersamaku. Aku ingin kau menemaniku disini" ucap Seok Gwan sambil ikut merebahkan badannya di samping Hyun-ri dan mendekap Hyun-ri hangat.
"Aku mencintaimu, Hyun-ria. Aku mencintaimu" ucap lirih Seok Gwan tapi masih bisa di dengar oleh Hyun-ri.
__ADS_1
"Aku juga mencintaimu, oppa" sahut Hyun-ri sambil menyamankan dirinya di dekapan Seok Gwan.
Cup...
Seok Gwan mengecup sayang pucuk kepala Hyun-ri dan sambil mendekap erat Hyun-ri untuk merapat padanya, menyembunyikan wajah cantik Hyun-ri di dada bidangnya. Merakapun menghabiskan malam bersama dengan segala perasaan yang telah mereka ungkapkan. Saling mendekap satu sama lain, untuk menyalurkan segala perasaan sayang dan cinta.
Entah siapa yang tidur lebih dulu di antara mereka berdua. Tapi yang pasti, mereka tidur dalam keadaan bahagia dan perasaan yang bermekaran penuh dengan cinta.
**********
Cup...
"Kenapa kau melamun?" tanya Seok Gwan saat berhasil mencuri kecupan dibibir Hyun-ri.
Bugh....
Akh...
"Oppa!!!! Kenapa kau menciumku tiba-tiba?" ucap Hyun-ri setalah memukul dada Seok Gwan.
"Yak!!!! Salahmu sendiri. Kenapa kau melamun seperti itu?" jawab Seok Gwan sambil mengelus dadanya.
"Aku tidak melamun" elak Hyun-ri
"Terserah" jawab datar Seok Gwan
"Kau menyebalkan, oppa" ucap Hyun-ri sedikit kesal dan hanya mendapatkan gidikan bahu dari Seok Gwan.
"Dasar bongkahan es"
*******
"Brengsek!!!! Kenapa sampai saat ini, Hyun-ri tidak menghubungi ku? Apa dia tidak menerima dokumen yang aku kirimkan?" ucap Gun-yo geram.
"Sial, jika aku terus menunggu seperti ini. Aku akan jatuh"
Brak....
Gun-yo menggebrak meja kerjanya kasar. Ia sedang diliputi dengan emosi yang membuncah.
"Aku tidak akan jatuh. Aku harus menemui Hyun-ri dan membuat rencana baru" ucap Gun-yo dengan sunggingan senyum licik.
"Aeri-a!!! Apa kau sibuk sekarang?" tanya Gun-yo saat menghubungi Aeri
"Baiklah, oppa akan menemuimu di apartemenmu. Tunggu oppa, 30menit lagi!" ucap Gun-yo dan menutup panggilannya dengan Aeri.
"Aku tidak akan melepaskanmu begitu saja, Han Hyun-ri"
__ADS_1
\*\*\*\*\*\*\*\*