Bunga Daisy Di Musim Dingin

Bunga Daisy Di Musim Dingin
Chapter 18


__ADS_3

"Oppa, terimakasih untuk hari ini" ucap Hyun-ri saat ia akan turun dari mobil Seok Gwan.


Mereka berdua telah pulang, karena hari telah berganti malam dan Seok Gwan mengantar Hyun-ri ke Mansionnya.


"Sama-sama, Hyun-ria. Sekarang turun, masuk dan istirahat lah. Kau pasti lelah karena berjalan-jalan mengelilingi taman" jawab Seok Gwan sambil mengelus sayang pipi kiri Hyun-ri.


"Hm, tapi aku sangat senang" ucap Hyun-ri dengan senyum manis.


"Aku tahu" jawab Seok Gwan dengan membalas senyum manis Hyun-ri.


"Baiklah, oppa berhati-hatilah di jalan. Kabari aku jika sudah sampai" ucap Hyun-ri dan hanya di jawab anggukan kepala oleh Seok Gwan.


"Selamat malam oppa, aku turun dulu" pamit Hyun-ri.


"Selamat malam Hyun-ria"


***********


Hari telah berganti, pagi telah menyapa. Semua aktivitas akan segera dimulai. Hari ini masih hari kerja, Hyun-ri pagi-pagi pun sudah berada di kantornya untuk mengurus beberapa dokumen. Menjadi seorang pemimpin sebuah perusahaan besar bukanlah sesuatu yang mudah dan di anggap enteng. Dimana pekerjaan seorang pimpinan yang menyita banyak waktu, fokus dan ketepatan waktu. Tidak mudah, tapi Hyun-ri dan ketiga sahabatnya menjalaninya dengan baik dan penuh tanggungjawab.


Ceklek..


"Hyun-ria" panggil Hwan-ki saat memasuki ruangan Hyun-ri.


"Oppa!!!" sahut Hyun-ri beranjak dari duduknya dan berlari ke arah Hwan-ki.


Grep...


"Kenapa kau baru menemuiku, sekarang? Kemana saja kau? Apa kau sudah melupakanku? Apa kau baru mengingatku sekarang, oppa?" tanya beruntun Hyun-ri yang masih memeluk Hwan-ki.


"Maaf, aku tidak melupakanmu Hyun-ria. Aku cukup banyak pekerjaan hingga tidak sempat menemui mu" jelas Hwan-ki dan membalas pelukan hangat Hyun-ri.


"Jadi pekerjaanmu lebih penting dariku, oppa? Seo Yoon oppa, Seok Gwan oppa, selalu mengunjungiku seminggu sekali. Padahal mereka juga sama sibuknya denganmu. Tapi, mereka masih sempat untuk menemuiku" ucap Hyun-ri dengan nada dibuat kecewa.


Hwan-ki melepas pelukan Hyun-ri, ia menatap lekat kedua manik cantik Hyun-ri dan Hyun-ri pun turut menatap mata hitam kelam Hwan-ki. Entah hanya perasaan Hyun-ri atau apa. Hyun-ri merasa ada kesedihan dari sorot mata Hwan-ki.


"Apa kau merindukanku?" tanya Hwan-ki


"Tentu saja, oppa. Sudah sebulan lebih kau tidak menemuiku. Bahkan, saat aku mengunjungi kantormu, kau selalu saja tidak berada dikantor!" jawab dan keluh Hyun-ri kesal.


"Maaf"


"Sudahlah. Tidak apa, oppa. Yang terpenting kau sudah mengunjungiku sekarang" ucap Hyun-ri dengan senyum hangat.


"Ya, aku merindukanmu jadi aku datang kesini dan..ini!!"


"Undangan?" ucap Hyun-ri menerima undangan yang diberikan Hwan-ki.

__ADS_1


"Pesta jamuan bisnis dari tuan Kang, beliau mengundang kita semua"


"Ah!! Pesta setiap tahun yang selalu diadakan tuan Kang?"


"Iya, biasanya Jong-un appa yang menghadirinya. Tapi sekarang kau yang harus menghadirinya"


"Tentu saja aku akan datang, oppa"


"Hm, apa kau sudah sarapan?" tanya Hwan-ki.


"Hum, apa kau belum sarapan, oppa? Mau aku temani?" jawab dan tanya Hyun-ri.


"Jika kau tidak keberatan. Ayo!!!" ajak Hwan-ki dan diangguki Hyun-ri.


Mereka berduapun pergi untuk sarapan bersama di Restauran terdekat.


********


Semua perasaan yang telah disimpan rapi, lambat laun akan terungkap juga. Mau seberapa lamapun kita menyimpan perasaan untuk orang lain, pada akhirnya kita akan menyerah dan mengungkapkan segalanya.


Segala rasa akan terpancar begitu saja. Entah, berupa kesedihan, kesakitan maupan ketulusan untuk bisa memiliki. Semua akan terlihat jelas seiring berjalannya waktu di situasi yang tepat.


********


Brak....


"Apa begitu caramu saat mengunjungi orang lain, Seok Gwan-ssi?" tanya Gun-yo dengan senyum remehnya saat melihat Seok Gwan memasuki ruangannya.


Bugh...


Seok Gwan melempar kasar sebuah dokumen ke meja kerja Gun-yo.


"Aku sudah memperingatimu, Gun-yo-ssi. Berhenti memanfaatkan, Hyun-ri!!! Tapi sepertinya kau tidak mengindahkan peringatanku" ucap geram Seok Gwan dengan tatapan nyalang.


Gun-yo hanya menyunggingkan senyum remeh dan membuka dokumen yang dibawah oleh Seok Gwan.


"Ah!! Apa aku salah meminta kerjasama dengan Hyun-ri? Oh, ayolah Seok Gwan-ssi!!! Kita ini sama-sama pembisnis, jadi wajarkan kalau kita mengajak rekan untuk kerjasama dalam bisnis kita? Apa aku salah, Seok Gwan-ssi?" Jawab Gun-yo santai dengan menekan nama Seok Gwan di akhir kalimatnya.


Seok Gwan yang mendengar itupun langsung membalas senyum remeh.


"Kau benar-benar benalu, Gun-yo-ssi"


Gun-yo mengepalkan tangannya kuat, berani sekali Seok Gwon menyebutnya benalu. Walau pada kenyataannya memang benar.


"Tapi, sampai sekarang aku masih bertanya-tanya. Jika kau ingin memanfaatkan Hyun-ri, kenapa kau tidak menjadikan Hyun-ri kekasihmu atau istrimu? Bukankah semakin mudah untuk kau mendapatkan segalanya?" lanjut Seok Gwan dengan wajah dingin.


"Kau terlalu banyak bicara, Seok Gwan-ssi"

__ADS_1


"Ya, kau benar. Aku telah membuang waktu berhargaku demi menemui bajingan sepertimu" jawab Seok Gwan geram.


"Jika kau masih terus mengirim dokumen ini ke Hyun-ri!! Maka aku pastikan, kau tidak akan memiliki lahan bisnismu lagi, Lee Gun-yo-ssi" ucap Seok Gwan tegas memperingati lagi.


Sebulan lalu tepatnya, yang menjadi penyebab Seok Gwan untuk kembali lebih awal ke Seoul dari liburannya bersama ketiga sahabatnya di Jeju. Itu karena Seok Gwan mendapat informasi dari Hye-mi sekertaris Hyun-ri. Tentang kontrak kerjasama, tidak lebih tepatnya dokumen untuk penyuntikan modal ke perusahaan Gun-yo.


Hyun-ri selalu dimanfaatkan oleh Gun-yo dengan meminta suntikan modal dari perusahaan Han ke perusahaannya. Namun, semua modal yang di berikan oleh Hyun-ri tak berupa atau berkembang. Semua modal yang diberikan Hyun-ri raib begitu saja, dan Seok Gwan geram mengetahui semua itu.


"Aku akan terus mengirim dokumen ini ke Hyun-ri, sampai Hyun-ri sendiri yang menerimanya. Dan aku juga tahu, jika kau yang menghasut Tuan Choi untuk menarik semua modal dari perusahaanku" ucap geram Gun-yo


Seok Gwan pun tertawa remeh mendengar ucapan Gun-yo.


"Ah, kau sudah tahu rupanya"


Flasback 1bulan lalu...


"Hye-mi-ssi aku mau setiap kau mendapatkan dokumen ini lagi, kau langsung serahkan kepadaku. Jangan beritahu apapun pada Hyun-ri" perintah Seok Gwan Tegas.


"Baik, Seok Gwan-ssi"


"Kembalilah ke kantormu, dan tolong sekalian panggilkan Joy"


Hye-mi meninggalkan ruangan Seok Gwan dengan sopan.


"Tuan muda Kim, anda memanggil saya" ucap Joy ketika menghadap Seok Gwan.


"Hm, atur pertemuanku dengan tuan Choi, hari ini juga"


"Baik tuan muda. Saya akan mengaturnya, saya permisi" jawab sopan Joy dan meninggalkan ruangan Seok Gwan.


"Aku akan memberimu pelajaran, Lee Gun-yo" ucap dingin Seok Gwan.


"Kau telah salah memilih mainan"


Flasback off...


"Kau memang pantas kehilangan modal itu" ucap Seok Gwan tersenyum menang.


"Dan ini akan menjadi peringatan terakhir dariku. Jika kau masih ingin memanfaatkan Hyun-ri, maka kau bukan hanya kehilangan rekan bisnismu. Melainkan perusahaanmu juga akan aku hancurkan" Lanjut Seok Gwan memperingati kembali dengan tegas.


Gun-yo hanya tersenyum remeh dan mengangguk-anggukan kepalanya pelan, seolah mengganggap sepele peringatan Seok Gwan.


Seok Gwan yang sudah tidak bisa menahan amarahnya karena melihat senyum remeh Gun-yo itupun, langsung melenggang pergi dari ruangan Gun-yo. Ia tidak ingin menghajar Gun-yo hingga babak belur di kantornya sendiri.


"Aku akan mendapatkan yang aku mau dan aku akan membalas semuanya" ucap Gun-yo yakin dengan senyum licik.


sebuah kerahasiaan akan terbongkar sedikit demi sedikit. Serapat-rapatnya menutupi semua rahasia, pada akhirnya rahasia itupun akan terbongkar. Hanya tinggal menunggu waktu yang tepat saja. Entah, kita sendiri yang membeberkan atau orang lain yang lebih dulu mengetahuinya.

__ADS_1


****


__ADS_2