Bunga Daisy Di Musim Dingin

Bunga Daisy Di Musim Dingin
Chapter 53


__ADS_3

Malam telah tiba, waktu acara pertunangan pun akan segera di mulai. Para tamu juga sudah datang satu persatu untuk memenuhi undangan keluarga Han dan Seok Gwan.


Acara pertunangan di selenggarakan di halaman samping mansion, karena Sora menyusun acara bertema outdoor dan beruntanglah, cuaca mendukung acara pertunangan mereka dengan cuaca malam hari yang bertabur bintang dan bulan. Seolah alam merestui hubungan Hyun-ri dan Seok Gwan.


Mansion juga dijaga dengan ketat untuk menghidari hal-hal yang tidak di inginkan. Semua itu atas perintah dari Jong-un. Semua tamu yang hadir pun tidak luput dari pemeriksaan sebelum memasuki mansion.


"Sayang, kau sudah siap?" tanya Sora yang baru saja memasuki kamar Hyun-ri.


"Oh, putri eomma cantik sekali." puji Sora pada Hyun-ri yang masih duduk di depan meja hiasnya.


"Eomma, aku gugup sekali sekarang." ucap Hyun-ri dengan kaki yang sedari tadi bergetar karena gugup.


"Jangan gugup sayang, semua akan berjalan lancar." jawab Sora menenangkan.


Hyun-ri pun mengambil nafas dalam dan menghembuskannya pelan untuk mengurangi rasa gugupnya.


"Sebaiknya kita turun sekarang. Semua tamu undangan sudah hadir, jadi lebih baik kita mulai acara pertunangannya sekarang. Seok Gwan dan yang lain juga sudah menunggu." ucap Sora.


"Baiklah eomma."


"Biar aku turun bersama Hyun-ri, eomma." sahut Seok Gwan tiba-tiba.


"Oh pangeran tampan eomma. Tentu, kalian bisa turun bersama." jawab Sora dengan senyum hangat.


"Eomma kebawah dulu ya, sayang." pamit Sora pada Hyun-ri yang semakin gugup karena kedatangan Seok Gwan.


"Apa kau gugup?" tanya Seok Gwan yang berjalan mendakati Hyun-ri.


"Hum, aku gugup sekali. Apa tamu yang hadir begitu banyak?" jawab dan tanya Hyun-ri.


"Iya begitulah."


Cup...


Seok Gwan mengecup kening Hyun-ri untuk menenangkan kegugupan Hyun-ri. Ia mengelus pelan pipi Hyun-ri dan menatapnya dalam.


"Kau cantik." puji Seok Gwan dengan senyuman.


"Kau juga tampan, oppa." puji Hyun-ri kembali dengan senyum merekah.


"Aku mencintaimu. Sangat."


Kini segala kegugupan Hyun-ri telah hilang, karena ucapan manis Seok Gwan. Calon suaminya itu memang selalu bisa membuat Hyun-ri merasa lebih baik dan tersipu malu.


"Ayo, kita turun kebawah." ucap Seok Gwan sembari mengulurkan tangannya untuk menggandeng Hyun-ri.


Hyun-ri menggenggam uluran tangan Seok Gwan dan beranjak dari duduknya. Mereka berdua pun berjalan bersama meninggalkan kamar Hyun-ri untuk turun kebawah.



Sumber picture : Pinterest


Visual :


Ahn Hyo-seop (Kim Seok Gwan)


Kim Seo-jeong (Han Hyun-ri)


Keduanya sangat serasi sekali, Hyun-ri dengan gaun berwana hitam pilihan Seok Gwan dan Seok Gwan dengan setelannya berwarna maron pilihan dari Hyun-ri.


Semua mata tertuju pada mereka berdua, saat mereka berjalan ke tempat acara akan berlangsung.


Hyun-ri yang selalu tersenyum manis saat menyapa para tamu undangan dan Seok Gwan yang setia dengan wajah datar dan dinginnya.


Memang seperti itulah Seok Gwan, ia akan tersenyum hanya di hadapan orang-orang yang ia sayangi dan dekat dengannya.


"Oppa, bisa kah kau tersenyum sedikit? Hilangkan dulu wajah datar dan dinginmu itu." bisik Hyun-ri pada Seok Gwan.

__ADS_1


"Aku hanya akan tersenyum untukmu." jawab acuh Seok Gwan.


"Huh, kenapa aku bisa jatuh cinta dengan orang dingin sepertimu ini, oppa?"


"Karena aku tampan." jawab Seok Gwan bangga.


Hyun-ri pun hanya memutar bola matanya malas. Selalu saja Seok Gwan membanggakan ketampanannya. Ya walaupun kenyataannya Seok Gwan memang tampan.


"Kalian terlihat sangat serasi sekali. Yang satu cantik dengan senyum merekahnya dan yang satu tampan dengan wajah dinginnya." ucap Seo Yoon antara memuji dan menyindir. Mereka sekarang sudah berkumpul berempat sebelum acara inti dimulai.


"Oh oppa, kau pun berwajah dingin. Kalian bertiga sama-sama berwajah dinginnya." jawab Hyun-ri dengan jengah.


"Tidak masalah, yang terpenting kami tampan dan bersikap hangat kepadamu." sahut Hwan-ki.


"Hmm ya, baiklah. Sikap hangat kalian, hanya untukku." jawab Hyun-ri dengan senyum hangat.


*******


Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam kini tiba waktunya acara tukar cincin dimulai. Pembawah acara pun sudah mengahadap para tamu untuk memberikan sambutan sebelum memulai acara inti.


"Selamat malam tuan dan nyonya, tamu undangan. Saya mewakili keluarga Han dan Kim disini, mengucapkan terima kasih atas kehadiran tuan dan nyonya sekalian." mulai pembawah acara.


"Karena jam sudah menunjukkan pukul 7malam, maka sekarang kita akan memulai acara intinya. Mari sama-sama kita sambut pasangan kita malam ini. Tuan muda Kim Seok Gwan dan nona muda Han Hyun-ri."


Semua para tamu pun bertepuk tangan menyambut Seok Gwan dan Hyun-ri. Dan itu, membuat Hyun-ri semakin gugup. Namun, ia tetap berjalan berdampingan bersama Seok Gwan menghadap para tamu yang datang.


"Mereka sudah dewasa ternyata." ucap Byun-wo yang berdiri di samping Jong-un.


"Ya kau benar. Rasanya baru kemarin aku menggendong putri ku itu. Dan sekarang dia akan menjadi istri dan menantu." jawab Jong-un dengan senyum hangat melihat Seok Gwan dan Hyun-ri.


Para orang tua begitu bahagia melihat Seok Gwan dan Hyun-ri. Mereka tidak menyangka jika persahabatan Seok Gwan dan Hyun-ri berakhir di pelaminan.


Semua mata tertuju pada Seok Gwan dan Hyun-ri, kini keduanya tengah berhadapan untuk memulai acara intinya, bertukar cincin.


"Hyun-ria." panggil Seok Gwan pelan agar Hyun-ri saja yang mendengarnya.


Grep...


Seok Gwan memeluk pinggang Hyun-ri erat untuk mendekat kepadanya. Sedang para tamu sudah heboh melihat kedekatan mereka.


"Oppa, ja-jangan seperti ini. Aku.." ucap Hyun-ri sedikit malu karena menjadi pusat perhatian banyak orang.


"Ssstt, dengarkan aku. Aku tidak akan mengatakan will you marry me kepadamu disini." potong Seok Gwan berbisik pelan di telinga Hyun-ri.


Hyun-ri yang mendengar itupun merasa bingung, maksud dari perkataan Seok Gwan. Ia berfikir bukankah, semua orang akan mengatakan itu saat akan melamar kekasihnya. Lalu, kenapa Seok Gwan tidak ingin mengatakan itu. Pikiran Hyun-ri terus menerka-nerka maksud dari perkataan Seok Gwan.


"Ke-kenapa?" tanya gugup Hyun-ri.


"Karena kau memang harus menikah denganku. Kau tidak bisa menolak atau pergi dariku, kau hanya milikku Han Hyun-ri." bisik Seok Gwan dengan tersenyum hangat.


"Pemaksaan." jawab Hyun-ri dengan rona merah dipipinya.


Seok Gwan melepas pelukannya dari Hyun-ri, mengambil kotak cincin pertunangan mereka dan langsung menyematkan cincinnya pada jari manis Hyun-ri, lalu mengecup sayang punggung tangan Hyun-ri. Sebaliknya, Hyun-ri juga menyematkan cincin di jari manis Seok Gwan.


Kini mereka resmi bertunangan, satu langkah menuju pernikahan.


"Aku mencintaimu." ucap lirih Seok Gwan dengan senyum hangatnya.


Semua orang bertepuk tangan meriah untuk Seok Gwan dan Hyun-ri dan semua orang berbahagia untuk pasangan kita ini.


******


"Romantis sekali. Tapi aku benci melihat semua drama ini." ucap seorang pria asing yang berdiri tidak jauh dari tempat pesta.


"Aku akan merusak kebahagian kalian. Aku tidak akan membiarkan kalian semua bahagia."


Seorang asing tersebut pun berjalan sedikit mendekat ke salah satu pohon besar di dekat pesta berlangsung. Ia menggunakan pakaian serba hitam dengan topi dan masker yang menutupi wajahnya.

__ADS_1


*****


Sedang di pesta pertunangan Seok Gwan dan Hyun-ri, kini para tamu sedang menikmati hidangan yang disajikan. Hyun-ri juga sedang mengobrol dengan beberapa tamu yang menjadi rekan bisnisnya, begitu pula Seok Gwan yang juga sedang mengobrol bersama kedua sahabatnya dan para appa.


Hingga perhatian Seok Gwan teralihkan, saat ia tidak sengaja menangkap sosok berjaket hitam dengan topi dan masker menutup wajahnya, yang tengah bersembunyi dibalik pohon besar dekat dengan area pesta.


Seok Gwan terus memperhatikan gerak-gerik orang tersebut, yang seolah sedang memperhatikan seseorang di antara para tamu. Hingga Seok Gwan mengikuti arah pandang orang tersebut dan...


"Hyun-ri." ucap lirih Seok Gwan dengan raut wajah yang tidak bisa dijelaskan.


Seok Gwan berjalan mendekati Hyun-ri dengan sesekali melihat ke arah orang asing tersebut.


"Kau mau kemana?" tanya Hwan-ki namun tidak di gubris oleh Seok Gwan yang berjalan menjauh darinya.


****


Saat Seok Gwan hampir dekat dengan Hyun-ri, seketika langkahnya terhenti karena Seok Gwan melihat orang asing itu mengeluarkan pistol yang sudah dipasang dengan peredam suara.


Orang asing tersebut mengarahkan pistolnya tepat ke arah Hyun-ri berdiri.


"Tidak." ucap Seok Gwan lirih.


"Hyun-ri!!!!" teriak Seok Gwan yang berlari ke arah Hyun-ri.


Slup..


Slup...


Akh...


"O-oppa.." panggil lirih Hyun-ri saat Seok Gwan memeluk Hyun-ri erat.


"Seok Gwan!!!" teriak Hwan-ki, Seo Yoon dan para orang tua yang langsung berlari ke arah Seok Gwan dan Hyun-ri.


"Huh..sssttt. Aku mencintaimu." ucap Seok Gwan lirih.


Dua tembakan dilepaskan begitu saja oleh orang asing itu dan peluru langsung menembus punggung kiri Seok Gwan yang langsung melindungi dan memeluk Hyun-ri sebelum peluru menembus jantung Hyun-ri.


Sedang para tamu berhamburan panik saat melihat cipratan darah keluar dari punggung Seok Gwan yang tertembak 2kali berturut.


"O-oppa.." panggil Hyun-ri dengan suara bergetar dan air mata yang sudah jatuh membasih pipinya.


Bruk...


Hyun-ri jatuh bersama Seok Gwan karena tidak bisa menopang badan Seok Gwan yang sudah lemas karena kehilangan banyak darah. Bahkan, jas yang digunakan Seok Gwan sudah basah karena darah yang terus mengalir.


"Jangan biarkan orang-orang keluar dari area mansion ini, sebelum kalian menangkap orang yang sudah mencelakai Seok Gwan. Dan segera hubungi ambulance." perintah Jong-un dengan geram pada para penjaga.


"Oppa.. Tidak.. Tolong bertahanlah." ucap Hyun-ri dengan tangisnya yang semakin menjadi, melihat keadaan Seok Gwan.


Uhuk...


Seok Gwan terbatuk hingga mengeluarkan darah dari mulutnya. Wajah Seok Gwan pun sudah pucat pasi,


"Hyun.. Hyun-ria..." panggil lirih Seok Gwan dengan menganggkat tangannya perlahan untuk menyentuh pipi Hyun-ri yang basah dengan air mata.


"Diam, jangan bicara." ucap Hyun-ri dengan meraih tangan Seok Gwan dan mendekatkan ke pipinya, "Bertahanlah oppa." lanjut Hyun-ri.


Seok Gwan hanya mampu tersenyum hangat dengan nafas yang sudah melemah. Hingga perlahan Seok Gwan menutup matanya dengan wajah yang semakin pucat.


Huh....


"Tidak, tidak oppa. Bangun!!!" teriak histeris Hyun-ri dengan tangis dan mengguncang tubuh Seok Gwan agar membuka matanya.


"Cepat bangun. Aku tidak menyuruhmu pergi seperti ini, kau harus bangun sekarang. Jika kau tidak bangun aku tidak akan mau menikah denganmu, aku akan menikah dengan orang lain." ucap Hyun-ri dengan berteriak memeluk Seok Gwan, "Bangun.. Jangan pergi." lanjut lirih Hyun-ri.


Hwan-ki, Seo Yoon dan para orang tua yang melihat itupun merasa terpukul dan sedih.

__ADS_1


*******


__ADS_2