Bunga Daisy Di Musim Dingin

Bunga Daisy Di Musim Dingin
Chapter 50


__ADS_3

Matahari sudah menyingsing ke barat, menandakan hari sudah sore. Kini pasangan kita, tengah berada dalam perjalan. Seok Gwan akan mengantar Hyun-ri pulang lebih dulu, sebelum ia pulang ke mansion dan bersiap untuk jamuan makan malam di Mansion Han.


"Oh.. Ini bukan jalan arah ke mansion, apa kau sudah lupa arah pulang ke mansion, oppa?" tanya Hyun-ri sedikit bingung karena Seok Gwan mengambil jalan lain yang tidak searah menuju mansion.


"Aku ingin mengajakmu jalan-jalan sebentar." jawab Seok Gwan,


"Jalan-jalan? Kemana?"


"Sebentar lagi sampai."


Seok Gwan pun menambah kecepatannya agar cepat sampai di tempat tujuannya. Ia sesekali melirik Hyun-ri yang terus menurus melihat jari manisnya yang sudah tersemat cincin hadiah darinya dan itu membuat Seok Gwan tersenyum simpul.


******


"Apa masih belum ada kabar tentang keberadaan Gun-yo?" tanya Seo Yoon pada Hwan-ki.


"Belum." jawab singkat Hwan-ki.


Mereka kini tengah mengobrol di ruang kerja Hwan-ki, Seo Yoon sengaja mampir ke perusahaan Hwan-ki untuk sekedar menyapa dan mengobrol sebelum mereka menghadiri jamuan makan malam yang di adakan Jong-un, appa Hyun-ri.


"Sebenarnya kemana Gun-yo? Sudah 3bulan kita mencarinya, namun tidak ada petunjuk sama sekali tentang keberadaannya." ucap Seo Yoon.


"Entahlah, dia sangat pintar bersembunyi." jawab datar Hwan-ki.


"Apa dia sudah mati?"


"Tidak mungkin." jawab jengah Hwan-ki.


"Mungkin saja. Bukankah waktu itu kau pernah bilang, jika Gun-yo di serang salah satu bawahan kita dan mendapat luka tusuk." jelas Seo Yoon.


"Luka tusuk yang dia dapat tidak terlalu dalam hingga membuatnya mati."


"Tapi bisa sajakan, dia kehilangan banyak darah karena tidak mendapatkan perawatan. Kita bahkan sudah mencari keseluruh rumah sakit dan klinik kecil daerah Busan untuk mencari dia, namun mereka semua tidak menerima pasien dengan luka tusukan. Jadi, mungkin sajakan dia sudah mati malam itu." jelas Seo Yoon panjang.


Hwan-ki menghela nafas kasar dan memejamkan matanya sesaat setelah mendengar penuturan panjang dari Seo Yoon.


"Apa kau pikir Gun-yo orang bodoh, hingga ia memilih mati konyol karena tusukan kecil itu?" tanya jengah Hwan-ki, "Berhenti berfikir seperti itu. Aku yakin sekali dia masih hidup dan sedang bersembunyi di suatu tempat."


"Hm, ya. Dia terlalu pintar, hingga kita tidak bisa menemukannya hingga sekarang." jawab Seo Yoon malas.


"Aku yakin dia akan keluar dari persembunyiannya, untuk mencari tahu keadaan eomma nya."


******


Dilain tempat ada sosok pria yang yang tersenyum tipis berdiri di dekat jendela kecil sembari menikmati kopi disore hari.


"Tentu saja, aku akan segera menemui kalian." ucap nya lirih, "Gun-yo yang kalian cari ini akan datang sendiri menemui kalian." lanjutnya.


Ya, Gun-yo sosok pria tersebut. Ia sudah mendengar segala percakapan antara Hwan-ki dan Seo Yoon melalui earphone yang ia kenakan. Bagaimana bisa? Karena Gun-yo telah memasang alat penyadap di ruangan Hwan-ki, hingga ia bisa mendengar semua percakapan Hwan-ki dan Seo Yoon.


Bukan hanya di ruangan Hwan-ki saja, ia juga memasang alat penyadap di ruang kerja Seok Gwan, Hyun-ri, Seo Yoon, dan juga di kediaman keluarga Han.

__ADS_1


"Aku tidak akan kalah begitu saja. Kalian harus membayar segalanya." ucap Gun-yo dengan wajah dinginnya.


Tanpa ke empat orang sahabat itu sadari, Gun-yo telah mengintai semua pergerakan mereka selama 2bulan terakhir. Itulah sebabnya, Gun-yo bisa bersembunyi dengan baik. Namun yang tidak Gun-yo ketahui, tentang keadaan sang eomma. Karena selama ia menyadap dan mengintai pergerakan mereka, ia tidak mendapatkan apapun tentang keadaan sang eomma. Karena mereka tidak pernah membahas tentang eommanya.


Bahkan, orang yang Gun-yo pekerjakan juga tidak pernah mendapatkan info apapun tentang sang eomma.


"Apa yang sedang pak tua itu lakukan sekarang?" tanya Gun-yo di sabungan telfon.


"Dimansion tengah sibuk menyiapkan jamuan makan malam keluarga, nanti malam tuan." jawab seorang di ujung sambungan telfon.


"Begitukah? Kalau begitu pasang alat penyadap di bawah meja makan juga. Dan ingat! Jangan sampai ketahuan." perintah Gun-yo tegas.


"Baik tuan."


Bip....


Gun-yo memutus panggilannya dan kembali menikmati kopinya sembari memandang langit cerah sore hari."


"Aku tidak sabar ingin melihat wajah penuh penderitaan dari kalian semua."


*******


"Taman?" ucap Hyun-ri saat mobil yang dikendarai Seok Gwan berhenti di area parkir taman.


"Iya, aku ingin mengajakmu berjalan-jalan sore di taman." jawab Seok Gwan dengan senyum simpul, "Ayo."


Hyun-ri hanya tersenyum tipis dan langsung turun dari mobil menyusul Seok Gwan yang sudah turun lebih dulu.


Seok Gwan menggandeng tangan Hyun-ri, mengajaknya berjalan mamasuki taman.


"Kenapa kau tiba-tiba mengajakku kesini?" tanya Hyun-ri, "Tumben sekali." lanjut Hyun-ri.


"Entahlah, melihat cuaca sore yang cerah, aku jadi ingin mengajakmu berjalan-jalan di taman sambil bergandengan tangan seperti ini." jawab Seok Gwan semakin mengeratkan genggaman tangannya.


"Hm, kau benar. Cuacanya cocok untuk berjalan-jalan di taman."


Mereka berdua pun berjalan pelan menuju tengah-tengah taman dengan tangan yang masih bergandengan. Hingga mereka berhenti di salah satu kursi taman yang kosong.


"Duduklah disini dulu, aku mau membeli es krim." ucap Seok Gwan.


"Es krim?"


"Iya. Tunggulah, aku segera kembali."


Seok Gwan pun meninggalkan Hyun-ri yang sudah duduk cantik di kursi taman. Ia membeli es krim di kedai es krim yang berada tidak jauh dari tempat Hyun-ri duduk.


"Sepertinya Seok Gwan oppa kerasukan hantu romantis." gumam Hyun-ri dengan tawa kecil melihat Seok Gwan mengantri saat membeli es krim.


Selang 15 menit kemudian, Seok Gwan kembali dengan 2cone es krim di tangannya. Satu rasa coklat dan satu rasa mint.


"2 es krim? Kau ingin aku menghabiskan 2 es krim ini sekaligus, oppa?" tanya Hyun-ri saat Seok Gwan sudah berdiri di hadapannya.

__ADS_1


"Ini untukmu dan ini untukku." jawab Seok Gwan dengan menyodorkan es krim coklat ke Hyun-ri.


"Kau makan es krim? Sejak kapan kau suka makan es krim? Tidak biasanya." tanya Hyun-ri heran dan menerima es krimnya.


"Ini rasa mint, jadi tidak terlalu manis." jawab Seok Gwan datar.


Hyun-ri pun hanya tersenyum dan langsung menikmati es krimnya, dengan sesekali melirik Seok Gwan yang duduk disampingnya, yang tengah menikmati es krimnya juga.


"Jangan melirikku terus, aku tahu aku tampan." ucap Seok Gwan datar tanpa melihat Hyun-ri.


"Cih, kau terlalu percaya diri." ucap Hyun-ri kembali fokus pada es krimnya. Hingga..


Grep..


Cup...


Seok Gwan menarik tengkuk Hyun-ri dan langsung mengecup bibir Hyun-ri yang masih terdapat sisa es krim dibibirnya.


"Kekasihmu ini emang tampan. Dan, hmm ternyata es krim coklat enak juga." jawab Seok Gwan dengan senyum tampan setelah mengecup bibir Hyun-ri.


"Oppa, kenapa kau menciumku? Disini banyak orang. Haish.." ucap Hyun-ri dengan pipi yang merona malu dan Seok Gwan hanya bisa tertawa kecil.


*******


Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam, sudah waktunya jamuan makan malam di mulai. Kedua orang tua Hyun-ri dan ketiga sahabatnya sudah berada di meja makan. Mereka sedang menikmati makanan yang sudah tersaji di atas meja dengan sedikit bincang-bincang santai.


Tuk..


Seok Gwan meletakkan alat makannya di meja setelah makanan di piringnya tersisa sedikit. Ia mengambil nafas dalam dan mengeluarkannya pelan.


"Appa eomma. Ada hal penting yang ingin aku beritahu." ucap Seok Gwan.


Hyun-ri yang mendengar itupun tiba-tiba langsung gugup hingga membuat tenggorokannya kering.


"Katakan. Hal penting apa?" jawab dan tanya Jong-un.


"Aku dan Hyun-ri berpacaran." ucap Seok Gwan dengan yakin.


"Benarkah?" tanya Jong-un sedikit acuh.


Hyun-ri yang mendengar respon appanya itupun cuman bisa meneguk pelan air di gelasnya, untuk menghilangkan gugupnya.


"Iya, dan aku ingin segera menikahinya."


Bhrruuuuhhh...


Semburan air keluar dari bibir cantik Hyun-ri karena terkejut akan ucapan Seok Gwan, dan malangnya air itu langsung menyembur dengan dramatisnya ke wajah tampan Seo Yoon yang duduk di samping kanan Hyun-ri.


"Haish..."


*******

__ADS_1


__ADS_2