Bunga Daisy Di Musim Dingin

Bunga Daisy Di Musim Dingin
Chapter 40


__ADS_3

Kau mau membantuku, eonni?" tanya Hyun-ri dengan senyum cantiknya.


"Tentu saja. Katakan, aku harus membantu apa?" tanya Hye-mi yakin.


Hyun-ri semakin tersenyum lebar, entah apa yang tengah Hyun-ri rencanakan, mata nya memancarkan kilat semangat seolah siap bertempur dengan segala rencananya.


"Kita akan menjadi detektif, eonni.." ucap Hyun-ri dengan senyum lebar dan penuh semangat.


Hye-mi yang mendengar itupun mengerutkan keningnya bingung.


"Detektif? Apa maksudmu, Han Hyun-ri? Apa kau ingin bermain menjadi seorang detektif yang akan menangkap penjahat? Kau sehat? Kita sudah dewasa Hyun-ria..." ucap Hye-mi tidak habis pikir dengan ajakan Hyun-ri yang menurutnya kekanak-kanakan.


"Binggo... Kita memang akan menangkap penjahat, eonni.." jawab Hyun-ri dengan senyum lebar yang semakin membuat Hye-mi tidak nyaman.


"Sebenarnya kau ini kenapa Hyun-ria? Apa maksudmu dengan menjadi detektif dan.. menangkap penjahat? Kau serius ingin bermain detektif-detektifan? Lalu, siapa yang menjadi penjahat jika kau mengajakku bermain menjadi detektif.. Aahhh... Aku sudah gila jika menurutimu bermain hal itu." tanya dan ucap Hye-mi frustasi.


"Lee Gun-yo.." ucap Hyun-ri dengan yakin.


"Lee.. Lee Gun-yo? Maksudmu, dia yang menjadi penjahat? Apa kau mencurigai Gun-yo? Tentang apa? Kau serius? Kau tidak bercanda dan tidak sedang bermain-main? Katakan dan jelaskan lebih detail Hyun-ria.."


"Hm, Gun-yo oppa akan menjadi penjahat yang akan kita selidiki, eonni. Aku tidak akan biarkan penjahat menganggu keluargaku. Dan.. Ini bukan sembarang permainan eonni. Kau mau membantuku kan?" tanya Hyun-ri sekali lagi dengan wajah serius.


"Kau tidak sedang bercanda? Apa kau baru sadar jika Gun-yo itu seorang yang jahat? Kenapa kau baru sadar sekarang?"


"Ah..eonni.. Kau jawab saja, kau mau membantuku atau tidak?" ucap Hyun-ri dengan jengah.


"Baiklah, aku akan membantumu. Tapi jelaskan, kau memiliki rencana apa? Dan.. Kenapa kau menjadikan Gun-yo penjahat, padahal dulu kau menyukainya?"


Hyun-ri terdiam sejenak dan mengatur nafasnya tenang. Sepersekian detik kemudian Hyun-ri menatap lekat kedua manik Hye-mi dan mulai menjelaskan semuanya. Mulai dari pembicaraan sang appa hingga..



"Appa, Hyun-ri ingin bertanya." ucap Hyun-ri yang masih duduk dikursi taman bersama Jong-un.


"Katakan sayang," jawab Jong-un.


"Darimana appa mendapatkan dokumen asli keuangan itu? Lalu, kenapa appa menyuruh Hyun-ri untuk berhati-hati dengan Gun-yo oppa?" tanya Hyun-ri dengan raut wajah ingin tahu.


Jong-un tersenyum tipis mendengar pertanyaan Hyun-ri, ia mengelus pelan pucuk kepala Hyun-ri dan menggenggam tangan Hyun-ri hangat.


"Appa mengambil paksa dari Hye-mi, sekertarismu. Satu tahun lalu, saat appa berkunjung ke kantormu, Hye-mi tidak sengaja menabrak appa karena buru-buru ingin menemuimu di lobby bawah untuk memberikan dokumen," mulai Jong-un menjelaskan semuanya.


"Saat Hye-mi tidak sengaja menabrak appa, dokumen yang ia bawah jatuh dan tidak sengaja appa baca dan waktu appa ambil dokumen itu, appa malah menemukan dokumen asli keuangan perusahaan yang mengalami penurunan. Padahal sebelumnya appa menerima laporan keuangan yang menunjukkan grafik yang naik begitu drastis." jelas Jong-un dengan senyum tipis.


"Maaf appa.. Hyun-ri telah melakukan kesalahan yang sangat besar." sesal Hyun-ri,

__ADS_1


"Tapi pada akhirnya kau mampu menyelamatkam perusahaan tanpa bantuan appa sama sekali sayang. Kau putri appa yang hebat dan bertanggung jawab." ucap bangga Jong-un.


"Kau selalu berlebihan appa."


"Memang kenyataannya seperti itu." ucap Jong-un membenarkan dan tertawa kecil.


"Lalu appa. Tentang Gun-yo oppa?"


"Appa merasa ada sesuatu darinya, Hyun-ria." jawab Jong-un dengan raut wajah datar.


"Appa merasa dia punya tujuan lain dengan mendekatimu. Bahkan, wanita yang bersamanya juga turut membantunya untuk menjauhkanmu dari Seok Gwan dengan membuat kesalah pahaman di antara kalian." jelas Jong-un.


"A..appa tahu itu?" tanya Hyun-ri sedikit terkejut.


"Seok Gwan semalam ke mansion mencarimu dan dia menceritakan ke appa, kalau wanita yang dekat bersama Gun-yo membuat kesalah pahaman di antara kalian dan berakhir kamu pergi begitu saja entah kemana."


Hyun-ri menundukkan kepalanya sedih. Ia juga merasa ada yang tidak beres dengan kejadian semalam. Itu semua Hyun-ri rasakan karena sebelumnya, Hyun-ri pernah bertemu dengan wanita yang memeluk Seok Gwan, saat ia makan malam bersama Gun-yo dulu dan semalam adalah kedua kalinya Hyun-ri bertemu dengan wanita itu. Namun, sampai sekarang Hyun-ri masih belum mengatahui nama wanita itu.


"Hyun-ri juga merasakan ada yang tidak beres dari kejadian semalam appa. Tapi, Hyun-ri baru menyadarinya ketika Hyun-ri sedang menenangkan diri. Tapi appa.." ucap Hyun-ri menjeda akhir kalimatnya.


"Apa, appa tahu siapa wanita itu? Apa Seok Gwan oppa, membari tahu appa nama wanita itu?"


"Kim Aeri."


"Kim Aeri.." ucap Hyun-ri di akhir ia menjelaskan semua pembicaraannya dengan sang appa kepada Hye-mi.


"Kim Aeri?"


"Iya, eonni. Pertama kita cari tahu, siapa Kim Aeri." ucap Hyun-ri dengan semangat menggebu untuk memulai penyelidikan yang ia akan rencanakan.


*******


Jam sudah menunjukkan pukul 1siang, orang-orang sedang disibukkan dengan makan siang mereka dan beristirahat sejenak dari pekerjaannya. Namun berbeda dengan Hyun-ri, setelah pembahasan cukup panjang bersama Hye-mi, kini ia sibuk memeriksa dokumen kerjasama yang dikirim dari beberapa client.


Ceklek...


"Kenapa kau tidak menghubungiku jika kau ke kantor?" tanya Seok Gwan tiba-tiba yang baru saja memasuki ruangan Hyun-ri.


"Oh, oppa.." panggil Hyun-ri dengan senyum lebar melihat kekasihnya yang datang.


"Kenapa kau tidak istirahat saja, hum?" tanya Seok Gwan yang sudah berdiri disamping kursi kerja Hyun-ri.


Grep...


"Aku sangat merindukanmu, oppa." ucap Hyun-ri manja sambil memeluk erat pinggang Seok Gwan,

__ADS_1


Seok Gwan tersenyum hangat melihat Hyun-ri yang secara tiba-tiba memeluknya. Seok Gwan pun mengelus sayang kepala Hyun-ri, ia senang Hyun-ri bersikap manja kepadanya seperti itu.


"Benarkah?"


"Hm, aku sangat, sangat merindukanmu.." ulang Hyun-ri meyakinkan dengan semakin mengeratkan pelukannya.


"Aku juga merindukanmu, sayang." jawab Seok Gwan melepas pelukan Hyun-ri.


Seok Gwan mengelus dagu Hyun-ri dan mendongakkan sedikit kepala Hyun-ri untuk menatapnya. Seok Gwan menatap lekat kedua manik cantik Hyun-ri, ia membungkukkkan badannya dan mendekatkan wajahnya dengan Hyun-ri dan...


Cup..


Seok Gwan mengecup bibir Hyun-ri lama dan tersenyum tipis dengan bibir keduanya masih menempel.


"Aku mencintaimu." ucap Seok Gwan tepat dibibir Hyun-ri.


Hyun-ri yang mendengar itupun tersenyum manis dan langsung melingkarkan tangannya di leher Seok Gwan, lalu mencium bibir Seok Gwan dengan ******n kecil.


Seok Gwan tersenyum ditengah ******n yang Hyun-ri berikan. Ia tidak percaya jika Hyun-ri sudah berani mencium nya lebih dulu dan memimpin ciuman mereka.


"Apa kau sangat merindukanku? Hingga kau sudah berani menciumku lebih dulu?" tanya Seok Gwan yang lebih dulu mengakhiri ciuman mereka.


"Apa yang kau katakan oppa?" tanya Hyun-ri dengan pipi yang bersemu merah merona, "Kau, kau yang menciumku lebih dulu tadi." lanjut nya dengan menunduk malu.


Seok Gwan menganggkat dagu Hyun-ri dan mendekatkan wajahnya kembali dengan Hyun-ri. Ia melihat rona merah dipipi Hyun-ri dan tersenyum kecil.


"Aku hanya mengecupmu, sayang. Tapi kau malah menciumku." ucap Seok Gwan dengan mengungkung tubuh Hyun-ri di kursi kerjanya.


"Me..memangnya.. Mengecup dan mencium, suatu hal yang berbeda? Bu..bukankah sama saja?" tanya Hyun-ri gugup dengan detak jantung yang berdegup kencang.


"Tentu saja berbeda sayang."


Cup...


"Ini mengecup," ucap Seok Gwan saat mengecup sekilas bibir Hyun-ri. "Dan kalau yang ini..."


Seok Gwan mendekatkan wajahnya kembali semakin dekat dengan Hyun-ri, hingga...


"Hyun-ria..."


Bugh...


"Haissh..."


*******

__ADS_1


__ADS_2