
Mansion Hwan-ki...
Hwan-ki tengah menikmati malamnya sendiri. Ia sedang duduk bersantai di teras balkon kamarnya, dengan ditemani segelas anggur.
"Apa aku harus menggungkapkan semuanya?" tanya nya pada diri sendiri,
"Tapi, bagaimana jika dia menjauhiku?"
Huh...
Hwan-ki menghela nafas pelan dan tersenyum simpul.
"Kau sangat-sangat pecundang dibanding Seok Gwan." oloknya pada diri sendiri.
Hwan-ki tengah berkelut dengan pikiran dan perasaannya sendiri. Ia masih belum bisa mengambil segala keputusan akan semua perasaannya.
"Haruskah aku ungkapkan semuanya? Dan mengikuti saran Seo Yoon." ucap Hwan-ki kembali dan mengingat percakapannya dengan Seo Yoon.
"Apa kau tidak ingin mengungkapkan, perasaanmu untuk Hyun-ri?" tanya Seo Yoon manatap serius ke arah Hwan-ki.
Hwan-ki masih terdiam tidak menjawab apapun, ia masih berfokus pada ponsel di tangannya. Seolah tidak berminat menjawab pertanyaan Seo Yoon.
"Hyun-ri dan Seok Gwan." ucap Seo Yoon kembali dan membuat Hwan-ki menghentikan jarinya yang sedari tadi mengusap ponselnya, berpura-pura sibuk.
Hwan-ki menatap datar ke arah Seo Yoon yang juga menatapnya.
"Aku sudah tahu, jika mereka berdua menajalin hubungan menjadi sepasang kekasih." ucap Seo Yoon datar.
Hwan-ki sedikit terkejut mendengarnya, namun ia tetap memasang wajah datarnya.
"Oh iya? Aku tidak tahu. Biarkan saja." bohong Hwan-ki acuh dan kembali fokus pada ponselnya.
"Kau tahu. Tapi, kau pura-pura saja dan tetap menyembunyikan perasaanmu."
"Aku tidak ingin membahas apapun." jawab acuh Hwan-ki,
"Kau harus mengungkapkannya, walaupun kau tidak akan memilikinya. Tapi, setidaknya kau tidak menyimpan perasaan itu untuk lebih lama lagi." ucap Seo Yoon beranjak dari duduknya.
Puk...
"Itu akan menyembuhkan kecewamu untuk kesekian kalinya." ucap Seo Yoon menepuk pundak Hwan-ki dan berjalan meninggalkan Hwan-ki sendiri.
Huh...
Hwan-ki kembali menghela nafas nya pelan dan menikmati anggurnya.
"Aku tidak bisa." ucap Hwan-ki dengan tatapan sendu.
**********
__ADS_1
Restoran...
Seok Gwan dan Hyun-ri sudah berada di restoran. Mereka tengah menikmati makan malam mereka disalah satu restoran mewah tengah kota.
Lagi dan lagi Hyun-ri selalu melamun, hingga membuat Seok Gwan jengah karena berkali-kali ia mengajak bicara tapi tidak dihiraukan oleh Hyun-ri.
"Hyun-ria." panggil Seok Gwan
"Hm, kenapa oppa?"
"Kau sebenarnya kenapa? Apa yang sedang kau pikirkan?"
"Apa maksudmu, oppa? Aku tidak kenapa-kenapa dan tidak ada yang aku pikirkan." jawab Hyun-ri tenang.
"Lalu kenapa kau sedari tadi selalu saja melamun?" tanya Seok Gwan datar,
"Aku? Tidak, aku tidak melamun oppa. Aku hanya sedang menikmati makan malam ku saja." elak Hyun-ri.
Seok Gwan menghela nafas menyerah. Percuma saja ia bertanya, Hyun-ri tidak akan menjawabnya dan menceritakan masalahnya.
"Baiklah, terserah kau saja. Habiskan, setelah itu kita pulang." ucap dingin Seok Gwan.
"Kau marah?"
"Tidak."
Hyun-ri mengehela nafasnya pelan. Sepertinya ia telah membuat Seok Gwan sedikit kurang nyaman, karena ia hanya memikirkan masalahnya dan kurang memperhatikan Seok Gwan yang sedang bersamanya.
"Maaf oppa." ucap sesal Hyun-ri dengan menunduk dalam.
"Maaf oppa, aku tidak bisa menceritakannya padamu. Jika aku menceritakan padamu, kau pasti akan marah kepada Gun-yo oppa." batin Hyun-ri merasa bersalah.
"Oppa, aku mau ke toilet dulu." pamit Hyun-ri,
"Hm, pergilah."
Hyun-ri pun beranjak dari duduknya dan berjalan menuju toilet. Ia ingin menenangkan diri dulu, agar ia bisa lebih fokus kepada Seok Gwan yang sedang bersamanya.
Bugh...
"Oh, maafkan saya." ucap Hyun-ri saat tidak sengaja menabrak seseorang karena ia berjalan melamun.
"Tidak apa." ucap seorang itu,
"Anda?" ucap Hyun-ri seperti mengenal wanita yang tidak sengaja ia tabrak.
"Oh, bukankah kamu yang dulu bersama Gun-yo oppa?"
"Iya, maaf waktu itu kita belum sempat berkenalan. Apa kau bersama Gun-yo oppa?"
"Tidak, aku sendiri." jawab Aeri dengan senyum tipis.
"Hm, Hyun-ri." ucap Hyun-ri dengan mengulurkan tangan untuk berkenalan.
__ADS_1
"A.."
"Hyun-ri!!" panggil Seok Gwan tiba-tiba saat Aeri akan memperkenalkan dirinya.
Aeri yang melihat Seok Gwan berjalan mendekat, menyunggingkan senyumnya. Seolah ia tengah merencanakan hal licik.
"Seok Gwan oppa, kau disini? Aku merindukanmu." ucap Aeri dengan manja dan langsung berhambur memeluk Seok Gwan.
Hyun-ri yang melihat itupun hanya bisa berdiam kaku ditempatnya berdiri. Matanya memanas dan hatinya berdenyut nyeri melihat Seok Gwan yang hanya diam saat dipeluk oleh wanita lain didepannya dengan mesra.
"Oppa.. Kau?" ucap lirih Hyun-ri dengan mata berkaca-kaca.
"Lepaskan aku jal*ng." ucap geram Seok Gwan yang masih dipeluk erat oleh Aeri.
"Tidak, aku masih merindukanmu. Apa kau tidak merindukanku? Kau pergi begitu saja tadi dari apartemenku, karena alasan pekerjaan. Tapi, lihat sekarang!! Kau malah berada direstauran ini dengan wanita lain." jawab Aeri dengan nada dibuat kesal dan semakin mempererat pelukannya.
Hati Hyun-ri mencelos mendengar ucapan wanita yang memeluk kekasihnya itu, ia bahkan sudah tidak bisa menahan air matanya untuk jatuh dari pelupuk matanya. Hyun-ri sudah tidak bisa melihat dan mendengar lagi. Ia langsung berlari pergi meninggalkan Seok Gwan dan Aeri yang masih memeluk Seok Gwan.
"Hyun-ri!!!" panggil Seok Gwan berteriak.
Bruk...
Seok Gwan mendorong kasar Aeri agar melepas pelukannya. Ia menatap nyalang Aeri yang jatuh terduduk dan menyunggingkan senyum licik.
"Kau!!!" ucap geram Seok Gwan,
"Wah, sepertinya hubungan kalian lebih dari seorang sahabat." ucap Aeri dengan senyum penuh kemenangan dan berdiri menghadap Seok Gwan.
"Aku senang sekali melihat kekasihmu itu menangis." lanjut Aeri dengan tersenyum lebar dihadapan Seok Gwan.
"Aku akan balas setiap hinaanmu, Seok Gwan-ssi."
Aeri pun berjalan pergi meninggalkan Seok Gwan yang menahan amarahnya agar tidak berbuat lebih pada Aeri detik itu juga.
"Aku akan membunuhmu, Kim Aeri." ucap Seok Gwan geram.
Seok Gwan berjalan cepat keluar dari restauran, ia berusaha menghubungi Hyun-ri, namun tidak tersambung. Seok Gwan yakin sekali jika Hyun-ri sengaja mematikan ponselnya.
"Sial!!!" ucap Seok Gwan marah.
"Aku akan membuat perhitungan denganmu, Kim Aeri. Aku akan balas setiap air mata Hyun-ri malam ini." ucap Seok Gwan dengan emosi tertahan.
Seok Gwan dengan cepat menuju parkir mobilnya. Ia akan menuju kediaman Han untuk menjelaskan kesalahpahaman yang dibuat Aeri kepada Hyun-ri.
********
"Aku membencimu, oppa. Aku membencimu." ucap lirih Hyun-ri dengan isakan yang ia tahan.
Hyun-ri tengah berada di taxi, ia memilih meninggalkan restauran karena sudah tidak bisa melihat Seok Gwan bersama wanita lain. Hyun-ri butuh waktunya sendiri, Hyun-ri butuh meluapkan segala perasaan yang ia tahan.
Hyun-ri memutuskan untuk pulang ke apartemen rahasiannya, agar tidak ada yang tahu tentang rasa sakit dan kesedihannya. Dan ia juga belum siap jika harus bertemu Seok Gwan yang mungkin akan mendatangi mansion.
"Aku membencimu."
__ADS_1
*******