
Sebuah hubungan baru adalah hubungan dimana sepasang kekasih masih manis-manisnya menjalin kasih. Seperti Seok Gwan dan Hyun-ri, mereka sekarang begitu lengket ketika sedang bertemu.
"Oppa, apa kau tidak kembali ke kantormu?" ucap Hyun-ri yang berada didekapan hangat Seok Gwan.
"Kau mengusir kekasihmu?"
"Aku tidak mengusirmu, oppa. Aku hanya bertanya" jawab Hyun-ri jengah sambil melepaskan diri dari dekapan Seok Gwan.
Grep...
"Aku masih ingin memelukmu. Diam dan jangan bergerak" ucap Seok Gwan tidak ingin dibantah.
"Oppa, jika eonni Hye-mi masuk kedalam dan melihat ketika seperti ini bagaiman?"
"Aku sudah menyuruhnya untuk tidak masuk kesini sebelum aku keluar dari ruanganmu"
"Kau bilang seperti itu ke eonni?"
"Hm, aku tidak ingin ada yang mengganggu kita"
"Hm, terserah kau saja lah, oppa. Tapi..." ucap Hyun-ri dengan menjeda kalimatnya.
"Tapi apa?" jawab datar Seok Gwan semakin mengeratkan pelukannya.
"Tapi aku ingin pergi keluar bersamamu, oppa" jawab Hyun-ri dengan nada dibuat sedih.
"Kau ingin kemana?"
"Ayo ketaman" ajak Hyun-ri dan langsung melepaskan diri lagi dari dekapan Seok Gwan.
"Taman? Taman kantor?" tanya datar Seok Gwan sambil menatap lamat wajah cantik Hyun-ri.
"Kita ke taman kota, oppa. Jalan-jalan sore, seperti yang biasanya dilakukan para pasangan" jelas Hyun-ri dengan wajah sumringah.
"Kau ingin seperti itu?" tanya Seok Gwan memastikan dan di angguki semangat oleh Hyun-ri.
"Baiklah, ayo" ajak Seok Gwan menggandeng tangan Hyun-ri keluar dari ruangan.
Bisa dibilang ini akan menjadi kencan pertama antara Hyun-ri dan Seok Gwan. Mereka berdua termasuk pasangan kekasih yang kaku sekali. Hampir 1 bulan menjalani hubungan, tapi mereka berdua tidak pernah pergi berkencan. Waktu mereka hanya mereka habiskan di kantor dan bertemu dikantor untuk sekedar melepas rindu.
************
"Oppa!!!! Kau datang?" teriak Aeri saat melihat Gun-yo memasuki apartemennya.
"Hai, baby. Kau tidak ada pemotretan hari ini?" tanya Gun-yo yang sudah memeluk pinggang Hyun-ri.
"Jadwal pemotretanku 2hari lagi, oppa" jawab Aeri sambil mengalungkan tangannya dileher Gun-yo
Cup...
__ADS_1
"Begitukah?" tanya Gun-yo setelah mengecup sekilas bibir Aeri.
"Hm, dan? Kenapa oppa ingin menemuiku? Tumben sekali, biasanya aku dulu yang harus mencarimu untuk bertemu" ucap Aeri dengan wajah dibuat cemberut.
"Aku ingin, kau melakukan sesuatu untukku baby" jawab Gun-yo dengan senyum liciknya.
******
"Kau kenapa? Aku sudah menurutimu untuk jalan-jalan di taman. Kenapa kau memasang wajah cemberutmu itu, bocah?" tanya Seok Gwan jengah.
"Kau benar-benar bongkahan es berjalan, oppa" sahut Hyun-ri sedikit kesal.
"Sekarang apalagi, Han Hyun-ri?" tanya Seok Gwan tak habis pikir dengan sikap Hyun-ri.
Seok Gwan sudah mengajak Hyun-ri ke taman untuk berjalan-jalan sore. Bahkan Seok Gwan sedikit tidak nyaman karena keramein yang ada di taman kota. Mereka berdua tidak terlihat seperti sepasang kekasih, melainkan seperti musuh bebuyutan yang tengah memaksa berbaikan. Bagaimana tidak, mereka duduk berdampingan tapi dengan raut wajah yang tidak enak dipandang. Seok Gwan dengan raut wajah dingin dan datarnya, dan Hyun-ri dengan raut wajah ditekuknya.
Entah kita sebut apa pasangan yang satu ini. Tidak ada romantis dan manis-manisnya sama sekali.
"Oppa, harus nya kau membelikanku es krim. Bukan hanya duduk diam dengan wajah dingin dan datarmu itu" ucap Hyun-ri sedikit kesal.
"Kau mau es krim?" tanya Seok Gwan menatap datar ke Hyun-ri dan hanya di jawab anggukan oleh Hyun-ri.
"Ini, beli setoko-tokonya" ucap Seok Gwan dengan menyerahkan blackcardnya kepada Hyun-ri.
Hyun-ri dibuat terperangah oleh sikap dan ucapan Seok Gwan. Lihat, dia adalah pria yang tidak romantis sama sekali. Pikir Hyun-ri kesal dengan Seok Gwan.
Huh...
Seok Gwan membuang nafas kasar. Apa dia salah lagi?
"Kau bilang sendirikan ingin es krim? Jadi, ini belilah. Kau bisa membeli berapa pun yang kau mau" ucap Seok Gwan tetap menyodorkan blackcardnya.
"Orang kaya memang menyebalkan" batin Hyun-ri kesal.
"Lupakan. Harusnya kau yang membelikan, oppa. Seperti yang dilakukan pasangan lainnya, berjalan-jalan ditaman, duduk berdua saling menyender dan si pria membelikan kekasihnya es krim" jelas Hyun-ri panjang lebar.
"Tapi lihat, oppa malah duduk diam disini. Dan oppa malah menyuruhku untuk membeli es krim sendiri. Menyebalkan" lanjut Hyun-ri dan memanyunkan bibir kesal.
"Oh, lihat. Kau benar-benar seperti bocah, Han Hyun-ri" ucap Seok Gwan jengah.
"Aku tidak perduli" jawab acuh Hyun-ri.
Huh..
Lagi, Seok Gwan menghela nafas kasar. Ia pun langsung bangkit dari duduknya dan berjalan meninggalkan Hyun-ri yang masih duduk dibangku taman.
"Jangan mengejarnya, Hyun-ria. Biarkan saja dia pergi. Dasar bongkahan es!!!" ucap Hyun-ri kesal sambil bersendekap dada.
15menit kemudian...
__ADS_1
"Ini!!!" ucap datar Seok Gwan sambil menyodorkan satu cone es krim coklat ke hadapan Hyun-ri.
Hyun-ri yang melihat itupun, berusaha menahan tawanya.
"Cepat ambil, tanganku sudah kebas"
Hyun-ri pun tak sanggup lagi menawan tawanya. Ia pun tertawa kecil dan langsung mengambil es krim dari tangan Seok Gwan.
"Terimakasih" ucap Hyun-ri sambil tersenyum manis hingga manis.
"Sama-sama, habiskan sebelum es krimnya mencair" ucap Seok Gwan sambil mendudukan kembali dirinya di samping Hyun-ri.
"oppa, kau tidak membeli untukmu juga?" tanya Hyun-ri sambil menikmati es krimnya.
"Aku tidak terlalu suka manis. Jadi, aku hanya belikan untukmu saja. Apa enak?" jawab dan tanya Seok Gwan.
Hyun-ri hanya mengangguk cepat dan menikmati es krimnya dengan binar senang.
"Kau mengemaskan sekali, bocah" ucap Seok Gwan sambil mengusak pelan rambut Hyun-ri.
"Berhenti memanggilku bocah, oppa. Aku ini kekasihmu jika kau lupa" sahut Hyun-ri dengan memanyunkan bibirnya.
"Baiklah, pacarnya Seok Gwan. Maafkan kekasihmu ini" ucap Seok Gwan dengan nada dibuat lucu dan membuat muka memelas.
Hyun-ri pun dibuat tertawa akan ekspresi muka Seok Gwan. Lihat, kekasihnya ternyata sangat manis dan lebih menggemaskan dari dirinya.
"Kau manis sekali, oppa" ucap Hyun-ri masih dengan tawanya.
Seok Gwan bahagia bisa melihat Hyun-ri tertawa seperti itu. Seok Gwan tidak ingin membuat Hyun-rinya menangis lagi karenanya. Ia akan selalu membuat senyum di wajah cantik Hyun-ri. Jikapun ada tangis, maka hanya tangis bahagia yang harus Hyun-rinya dapat.
"Aku mencintaimu"
**********
Mansion Han....
"Yeobo!!! Apa dia masih menganggu, Hyun-ri lagi?" tanya Sora pada sanga suami.
"Aku sudah buat perusahaannya hampir bangkrut. Kau jangan Khawatir, aku tidak akan biarkan dia mendekati ataupun menganggu Hyun-ri lagi" jawab Jong-un dengan raut wajah dingin.
"Sebenarnya siapa dia? Dan kenapa Hyun-ri kita sangat menurut padanya?"
"Aku juga tidak tahu pasti, Yeobo. Aku masih terus mencari tahu tentangnya, tapi sangat sulit. Seolah ia tidak ingin siapa pun mengetahui identitas aslinya" jelas Jong-un.
"Aku sangat takut, jika ia membahayakan bagi Hyun-ri kita, Yeobo" ucap Sora dengan nada khawatir.
"Jika sampai ia membahayakan putri kita, maka aku akan lebih dulu membuatnya dalam bahaya"
********
__ADS_1