Bunga Daisy Di Musim Dingin

Bunga Daisy Di Musim Dingin
Chapter 55


__ADS_3

Kehilangan seseorang yang kita cintai ataupun kita sayangi adalah suatu hal yang cukup menyedihkan, yang akan selalu dirasakan oleh setiap orang. Dari kehilangan itupun kesedihan akan terus menghampiri jika mengenang secerca kenangan manis saat bersama.


Akan tetapi, bukan hanya karena kenangan manis saja yang membuat sedih. Melainkan kenangan buruk saat kita kehilangan seseorang itupun menjadi kesedihan yang terberat saat mengingatnya.


Namun, kehilangan tidak akan menjadi kesedihan yang berat, jika kita mampu menerima segalanya dengan baik. Walau harus memaksakan hati untuk baik-baik saja.


*********


1 tahun telah berlalu, waktu seolah berjalan begitu cepat, walaupun begitu segala kenangan masalalu masih bisa dirasakan dan sulit untuk dilupakan. Semua kejadian hal buruk yang menimpa masih melengkat dalam hati dan pikiran.


Seberapa pun mencoba untuk melupakan, pasti akan ada waktunya kenangan buruk itu akan datang untuk menyapa.


Seolah semua kenangan buruk itu baru saja terjadi kemarin.


"Apa yang sedang kau pikirkan? Kenapa kau menangis?" tanya Hwan-ki tiba-tiba saat menghampiri Hyun-ri di ruang tunggu pengantin wanita.


"Ini hari bahagia dan pengantin wanita tidak boleh menangis seperti ini." ucap Hwan-ki dengan menyeka pipi Hyun-ri yang basah oleh air mata.


Hyun-ri sekarang tengah memandang pantulan dirinya pada cermin di hadapannya, untuk bersiap di hari pernikahannya.


Dan setiap kali Hyun-ri menatap kosong dengan kedua matanya, maka detik itu juga semua kenangan buruk 1tahun lalu berputar di memori otaknya, seperti sebuah kaset yang terus di putar ulang hingga membuat dadanya begitu terasa sesak.


"Oppa, aku takut." jawab lirih Hyun-ri dengan tatapan sendunya menatap Hwan-ki.


Grep...


Hwan-ki memeluk hangat Hyun-ri. Ia tahu apa yang sedang Hyun-ri pikirkan saat ini. Hingga membuat Hyun-ri menangis dan takut, jika kejadian buruk saat malam pertunangan Hyun-ri dan Seok Gwan 1tahun lalu akan terulang kembali.


"Ssstt... Tenanglah, semua akan baik-baik saja. Tidak akan ada hal buruk yang akan menimpa, kembali." ucap Hwan-ki menenangkan Hyun-ri.


"Orang itu sudah mendapatkan hukumannya. Jadi kau harus tenang, jangan memikirkan hal itu lagi. Hm?!" ucap Hwan-ki kembali sembari melepas pelukannya dari Hyun-ri.


"Iya oppa, maaf jika aku merusak suasana bahagia ini." jawab Hyun-ri sedikit merasa bersalah.


"Tidak, kau tidak merusak suasana bahagia ini. Asalkan kau tersenyum sekarang. Aku tidak ingin melihat mempelai wanita terlihat jelek karena menangis."


"Jadi aku sekarang jelek?" tanya Hyun-ri dengan cemberut.


Hwan-ki yang melihat wajah cemberut Hyun-ri itupun tertawa gemas dan menepuk pelan pucuk kepala Hyun-ri dengan sayang.


"Kau cantik, dan akan selalu cantik." jawab Hwan-ki dengan tersenyum hangat.


"Benarkah?" tanya Hyun-ri tidak percaya.


"Hm, apalagi sekarang kau memakai gaun pengantin ini. Kau jadi bertambah cantik."


Hyun-ri yang mendengar itupun langsung tertawa kecil, karena ia merasa senang dipuji terus menerus oleh Hwan-ki.


"Terima kasih Hwan-ki oppa. Pujianmu membuatku senang dan merasa tenang." ucap Hyun-ri dengan tersenyum hangat.


"Kalau begitu aku akan memberimu pujian terus menerus, agar kau senang dan tersenyum seperti sekarang."


"Dengan senang hati aku akan menerima pujian itu darimu, oppa." jawab Hyun-ri.


"Lalu, apa kau tidak ingin memujiku juga?" tanya Hwan-ki dengan bersendekap dada dan memasang wajah cemberut.


Puft..


Hyun-ri menahan tawanya melihat wajah cemberut Hwan-ki. Ia pun melihat Hwan-ki dari bawah ke atas untuk menilai penampilan Hwan-ki.


"Hmm.." gumam Hyun-ri dengan tangan di dagunya.


"Kau terlihat sangat-sangat tampan dengan setelan tuxedo itu, oppa. Uuhh dan auramu juga berbeda sekali hari ini." ucap Hyun-ri setelah menilai penampilan Hwan-ki.


"Tentu saja, Hwan-ki. Pria tertampan disini." ucap bangga Hwan-ki dan langsung membuat Hyun-ri tertawa.


Mereka pun tertawa bersama dan Hwan-ki merasa lega, bisa mengusir kenangan buruk 1tahun lalu yang masih melekat pada ingatan Hyun-ri, dirinya maupun semua keluarga yang menyaksikan kejadian nahas itu.

__ADS_1


"Aku keluar lebih dulu. Sebentar lagi appa akan menjemputmu, untuk berjalan di altar bersama." pamit Hwan-ki menepuk pelan pucuk kepala Hyun-ri.


"Iya oppa." jawab Hyun-ri dengan tersenyum manis.


******


Kehidupan baru akan Hyun-ri mulai lewat pernikahannya hari ini. Hyun-ri selalu berharap jika segala sesuatu yang buruk tidak akan terjadi kembali. Walaupun ia tahu, jika Gun-yo sudah mendekam di penjara untuk mempertanggung jawabkan atas segala perbuatannya.


Namun tetap saja, masih terbesit dalam benak dan pikirannya akan ketakutan kenangan buruk itu akan terulang, seolah menjadi trauma tersendiri bagi Hyun-ri.


"Huh.. Tenang Hyun-ri. Semua akan berjalan lancar, semua akan baik-baik saja." ucap Hyun-ri dengan helaan nafas pelan, menenangkan dirinya.


"Sayang, kau sudah siap?" tanya Jong-un tiba-tiba saat memasuki ruang tunggu pengantin wanita.


"Appa." panggil Hyun-ri dengan senyum hangat, "Aku sudah siap appa." jawab Hyun-ri.


"Baiklah, ayo. Semua sudah menunggumu sayang."


Hyun-ri pun beranjak dari duduknya dan langsung menggandeng lengan Jong-un berjalan keluar menuju altar.


Saat Hyun-ri dan sang appa sudah memasuki aula tempat pernikahan akan berlangsung. Semua mata tertuju pada Hyun-ri yang begitu terlihat sangat cantik dengan gaun pengantinnya yang berwarna putih.


Tidak terkecuali sang penggantin pria, yang sedari tadi tidak berpaling untuk menatap Hyun-ri yang berjalan mendekat kepadanya.


"Berbahagialah kalian. Appa akan selalu mendoakan kebahagian untuk kalian." ucap Jong-un menyatukan tangan Hyun-ri kepada calon mempelai pria.


"Seok Gwan, jaga Hyun-ri untuk appa. Sekarang appa percayakan Hyun-ri padamu." lanjut Jong-un dengan senyum hangat.


"Tentu appa." jawab Seok Gwan dengan senyum dan menggenggam hangat tangan Hyun-ri.


Ya, Hari ini adalah hari pernikahan Seok Gwan dan Hyun-ri. Seok Gwan telah sadar ketika mengalami koma hampir 1bulan, hingga mereka harus menunda pernikahan mereka hingga Seok Gwan benar-benar pulih.


Takdir masih mempersatukan mereka berdua. Karena bagaimana pun, orang yang telah ditakdirkan untuk kita akan selalu bersama dengan kita. Walaupun banyak hal yang terjadi untuk memisahkan, namun jika semesta berkata mereka masih di takdirkan untuk bersama.


Maka tidak akan ada yang bisa memisahkan mereka, kecuali semesta sendiri yang mengizinkan perpisahan itu terjadi.


"Kau siap?" tanya Seok Gwan pelan mendekat kepada Hyun-ri.


"Tentu oppa. Aku sudah sangat siap." jawab Hyun-ri dengan senyum merekah.


Acara pernikahan merekapun dimulai, Seok Gwan dan Hyun-ri saling berhadapan dan mengucapkan janji suci pernikahan mereka.


Seok Gwan maupun Hyun-ri mengucapkan janji pernikahan mereka penuh dengan keyakinan dan rasa bahagia yang membucah dan sekarang mereka resmi menjadi sepasang suami istri yang sah.


"Aku mencintaimu. Sekarang kau menjadi milikku selamanya." ucap Seok Gwan pelan dan langsung memeluk posesif pinggang Hyun-ri mendekat padanya.


"Aku juga mencintaimu, oppa."


Cup...


Seok Gwan mengecup lembut bibir Hyun-ri dan seketika langsung terdengar tepuk tangan dan sorak bahagia dari sahabat, keluarga dan para tamu undangan.



Sumber picture : Pinterest


*******


Mansion Seok Gwan...


Setelah acara pernikahan selesai dan berkumpul dengan keluarga. Kini Seok Gwan dan Hyun-ri sudah berada di mansion. Seok Gwan mengajak Hyun-ri untuk pulang ke mansionnya, karena Seok Gwan tidak ingin ada yang menganggunya ketika bersama dengan Hyun-ri.


Klek...


Seok Gwan membuka pintu kamar utamanya. Ia menggandeng tangan Hyun-ri dan memasuki kamarnya.


"A-apa aku juga tidur disini, oppa?" tanya Hyun-ri dengan gugup karena jantungnya berdegup dengan kencang secara tiba-tiba.

__ADS_1


"Tentu saja, kau kan istriku sekarang. Jadi, kita akan tidur dikamar yang sama." jawab Seok Gwan sembari mendudukan Hyun-ri di tepi tempat tidur.


"Ah.. I-iya, kau benar oppa."


Seok Gwan yang mendengar nada bicara gugup Hyun-ri itupun, langsung membungkukkan badannya sedikit untuk mensejajarkan wajahnya dengan wajah Hyun-ri.


"Kenapa kau gugup? Bahkan pipi mu memerah? Apa kau sudah tidak sabar, untuk mela.."


Brukk...


Hyun-ri mendorong Seok Gwan hingga jatuh terduduk di depannya, karena Hyun-ri yang dengan cepat beranjak dari duduknya.


"Aku mau mandi dulu, oppa." ucap Hyun-ri yang langsung lari menuju kamar mandi.


"Yak!!! Kenapa kau mendorong suami sendiri? Ini termasuk kekerasan dalam rumah tangga. Yak!! Han Hyun-ri!!" panggil Seok Gwan sedikit berteriak yang sudah berada di depan pintu kamar mandi mengejar Hyun-ri.


Namun tetap saja, Hyun-ri terlalu gesit untuk Seok Gwan tangkap sebelum masuk ke dalam kamar mandi.


"Sayang buka pintunya!!" ucap Seok Gwan sedikit berteriak, "Kita sudah menikah sekarang, apa tidak bisa kita mandi bersama? Sayang buka."


"Tidak. Aku akan mandi lebih dulu, kau duduk dan tunggu saja di sofa." teriak Hyun-ri dari kamar mandi.


"Haish, masih saja aku tidak punya kesempatan untuk mandi bersama." ucap Seok Gwan dengan raut wajah pasrah dan langsung mendudukan diri di sofa.


*******


Klek...


Setelah hampir 25 menit berada di dalam kamar mandi untuk menyegarkan badannya dan mengusir rasa gugupnya, akhirnya Hyun-ri keluar dari kamar mandi.


Hyun-ri berjalan pelan mendekati Seok Gwan yang sudah tertidur pulas di sofa.


"Sepertinya kau sangat lelah hingga tertidur seperti ini." ucap Hyun-ri pelan dengan senyum hangat.


Cup...



Sumber picture : Pinterest.


Hyun-ri mengecup pipi Seok Gwan tanpa ingin membangunkan Seok Gwan yang tertidur pulas. Namun, saat Hyun-ri akan melangkah ke arah tempat tidur, mengambil selimut untuk Seok Gwan.


Hyun-ri sedikit terkejut karena tangannya diraih oleh Seok Gwan yang terbangun dari tidurnya.


"Kau mau kemana, istriku yang nakal?" tanya Seok Gwan yang sudah bangun dan mendudukkan dirinya.


Srek..


Seok Gwan menarik tangan Hyun-ri, hingga Hyun-ri jatuh di pangkuannya.


Deg..deg..deg..


Degup jantung Hyun-ri begitu cepat dan dapat Hyun-ri pastikan jika pipinya sudah merah merona.


"Kau sudah mandikan? Sekarang aku akan membuatmu untuk mandi yang kedua kalinya." bisik Seok Gwan pelan di telinga Hyun-ri dan membuat Hyun-ri bergidik geli.


Tidak mau membuang waktu, Seok Gwan membalik badan Hyun-ri pelan untuk menghadapnya dan mencium lembut bibir Hyun-ri dengan pelan. Hingga Hyun-ri terbuai akan ciuaman yang diberikan Seok Gwan dan membuatnya membalas ciuman Seok Gwan.


Seok Gwan yang mendapat balasan dari Hyun-ri itupun, langsung menggendong Hyun-ri ala koala menuju tempat tidurnya dan merebahkan pelan tubuh Hyun-ri dengan bibir yang masih terpaut.


"Apa aku boleh melakukannya malam ini?" tanya Seok Gwan yang sudah menghentikan ciumannya dan menatap lamat mata Hyun-ri yang sudah berada di bawah kakungannya.


"Tentu, suamiku." jawab Hyun-ri dengan senyum hangat dan Seok Gwan pun langsung mencium kembali bibir Hyun-ri.


Malam pertama pernikahan Seok Gwan dan Hyun-ri pun, mereka berdua lewati dengan malam panas penyatuan mereka yang sudah sah menjadi suami istri.


Segala perasaan cinta, ketulusan, dan kasih sayang mereka curahkan segalanya di malam pertama pernikahan mereka tanpa ada kenangan buruk yang mereka ingat kembali.

__ADS_1


... -END-...


__ADS_2