Bunga Daisy Di Musim Dingin

Bunga Daisy Di Musim Dingin
Chapter 35


__ADS_3

Malam telah berganti pagi. Hyun-ri sudah berada di perjalanan menuju kantornya. Lebih tepatnya kantor cabangnya, ia masih saja mencari keberadaan dokumen asli keuangan perusahaan tahun lalu yang ia tukar dengan dokumen yang telah ia manipulasi sendiri.


Sudah hampir 3minggu tapi Hyun-ri tidak kunjung menemukannya. Ia benar-benar frustasi memikirkan keberadaan dokumen asli itu.


"Nona muda Han, anda datang?" ucap salah pegawai kantor cabang saat melihat kedatangan Hyun-ri.


"Iya, ada beberapa dokumen yang ingin saya ambil." jawab ramah Hyun-ri dengan senyum manis.


"Dokumen? Seharusnya anda menghubungi saya saja dan saya bisa langsung antarkan ke kantor pusat." ucap sopan pegawai kantor cabang.


"Tidak apa, saya tidak ingin merepotkan siapa-siapa. Saya permisi dulu."


"Iya nona."


Hyun-ri langsung menuju ruangannya, ia akan mencari lagi dengan teliti.


"Jika aku tidak menemukannya juga. Berarti dugaanku benar, kalau dokumen itu berada dengan appa." ucap Hyun-ri sambil membongkar tumpukan dokumen.


Hyun-ri mencari satu persatu ditumpukan dokumen-dokumen penting lainnya. Ia tidak akan melewatkan satu dokumen pun, hingga di tumpukan dokumen yang terakhir.


"Tidak ada." ucap lesu Hyun-ri,


"Appa, apa kau mengetahui semua yang sudah aku sembunyikan?"


Hyun-ri terduduk lesu di kursi kerjanya. Ia tidak pernah berfikir jika sang appa akan mengetahui semua hal yang di sembunyikan.


Dimana perusahaan pusat hampir saja bangkrut karena pengeluaran yang tinggi, namun pemasukan yang rendah. Jika saja perusahaan otomotif yang ia kembangkan tidak berkembang, mungkin saja ia tidak bisa menyelamatkan perusahaan utama dari ambang kebangkrutan.


"Haruskah aku jujur dan menceritakan semuanya sekarang?" tanya Hyun-ri pada diri sendiri.


Drrtt..drrtt..drrtt..


Getar ponsel mengalihkan atensi Hyun-ri, ia segera mengambil ponselnya di dalam tasnya. Hyun-ri sedikit mengerutkan keningnya, karena ia menerima panggilan dari nomer yang tidak ia kenal.


*_*


"Hallo!!" ucap Hyun-ri setelah menjawab panggilan


"Hyun-ria!! Ini aku, Gun-yo" ucap Gun-yo orang yang menelfon Hyun-ri,


"Oh oppa, ada apa?"


"Jadi, kau mau kan menemaniku? Kita akan pergi akhir pekan ini."


"Pergi?" ucap Hyun-ri bingung,


"Kau lupa?"


Hyun-ri mengerutkan keningnya bingung dengan pertanyaan Gun-yo. Ia mencoba mengingat kembali, maksud dari pertanyaan Gun-yo,



"Oppa, apa yang ingin kau bicarakan denganku? Hingga kau tidak ingin menundanya?" tanya Hyun-ri.


"Hyun-ria, aku tadi sudah bercerita kepadamu kan. Kalau perusahaanku hampir bangkrut." mulai Gun-yo,


"Iya oppa. Apa kau butuh bantuan? Aku sudah menawarimu kan, tadi?"

__ADS_1


"Bukan bantuan modal yang aku inginkan, tapi.. Apa kau mau menemaniku, ke suatu tempat? Aku sudah lama tidak mengunjungi tempat itu." jawab Gun-yo dengan menunduk dalam,


"Tempat apa yang mau kau kunjungi, oppa? Dimana itu?"


"Nanti kau juga akan tahu. Aku selalu mengunjungi tempat itu untuk menenangkan diri. Kau mau kan?"


"Kapan kita akan pergi?" tanya Hyun-ri dengan senyum manis.


"Akhir pekan, minggu depan. Bagaimana?"


"Akhir pekan? Hmm akan aku pikirkan, oppa. Aku takut ada jadwal pekerjaan, tapi nanti aku akan menghubungimu jika aku tidak memiliki pekerjaan." jawab Hyun-ri dengan senyum manis.


"Baiklah. Aku akan menunggu kabar darimu."



"Ya ampun!! Maaf oppa!! Aku terlalu banyak pekerjaan hingga melupankannya, maaf!" jawab Hyun-ri penuh sesal


"Tidak apa, aku mengerti. Jadi, bagaimana? Kau mau atau tidak?"


Hyun-ri nampak berfikir sejenak. Ia masih bingung mau menjawab apa, disisi lain ada masalah yang harus segera ia selesaikan, disisi lain lagi ada ke dua sahabat dan kekasihnya yang jelas tidak akan menyukai jika Hyun-ri menemui Gun-yo.


"Tapi, mereka tidak akan mengetahuinya kan? Jika aku tidak memberitahu mereka. Waktu lalu saja mereka tidak tahu jika aku bertemu dengan Gun-yo oppa. Tapi, kalau mereka tiba-tiba datang mencariku..ah lupakan, aku bisa berbohong lagi dengan keluar menemui Eun Sang" batin Hyun-ri.


"Hyun-ria!!! Kau masih disana?" panggil Gun-yo karena Hyun-ri terdiam cukup lama,


"Oh, maaf oppa. Baiklah oppa, aku ikut bersamamu." jawab Hyun-ri pasti dengan senyum manis, walaupun Gun-yo tidak dapat melihatnya.


"Baiklah, aku akan menjemputmu di apartemen rahasiamu. Seperti janji kita waktu itu." ucap Gun-yo dengan smirknya.


"Baik oppa, sampai bertemu di akhir pekan."


Bip...


*_*


"Sekarang aku harus memikirkan, bagaimana caranya untuk memulai menjelaskan semuanya ke appa." ucap Hyun-ri dengan helaan nafas lesu.


Hyun-ri pun beranjak dari duduknya dan berjalan keluar ruangan untuk kembali ke kantor utama.


*******


Hari sudah malam dan jam menunjukkan pukul 7 malam. Hyun-ri sudah bersiap dan sedang menunggu kedatangan Seok Gwan.


"Kau mau keluar sayang?"


"Appa."


"Kau mau kemana dandan cantik seperti ini, hum?" tanya Jong-un kembali,


"Hyun-ri, Hyun-ri mau pergi makan malam dengan Seok Gwan oppa." jawab Hyun-ri dengan raut wajah gelisah.


"Kau kenapa sayang? Ada yang sedang mengganggu pikiranmu? Ada masalah?"


"Ti-tidak appa. Eomma, dimana eomma? Sedari tadi Hyun-ri tidak melihat eomma di mansion?" tanya Hyun-ri mengalihkan pertanyaan sang appa.


"Eomma mu pergi dengan eomma Hye-ra, sedari sore. Mungkin sebentar lagi kembali."

__ADS_1


"Ah, pantas saja saat Hyun-ri pulang tidak melihat eomma." jawab Hyun-ri dengan senyum hangat.


"Kau yakin baik-baik saja sayang? Katakan!! Apa ada masalah yang sedang kau pikirkan?" tanya Jong-un kembali yang masih melihat raut gelisah dari wajah Hyun-ri.


Hyun-ri semakin gelisah dan gugup, ia belum memikirkan apapun untuk memulai menjelaskan dan bicara jujur tentang semua yang ia sembunyikan satu tahun lalu dari sang appa.


"Seok Gwan oppa, cepatlah datang." batin Hyun-ri mengharap**kan kehadiran kekasihnya.


"Hyun-ria. Kau kenapa sebenarnya?" tanya Jong-un kembali karena keterdiaman Hyun-ri


"Apa kau ad..."


"Selamat malam appa." sapa Seok Gwan tidak sengaja memotong ucapan Jong-un. Ia baru saja datang dan menghampiri Jong-un dan Hyun-ri diruang tengah.


"Oh, Seok Gwana. Duduklah." ucap Jong-un,


"Tidak perlu appa, Hyun-ri dan Seok Gwan oppa akan langsung berangkat saja. Tidak apa kan, appa?" tanya Hyun-ri menghadap sang appa yang duduk disamping kirinya.


"Tentu tidak apa. Kalian berangkatlah, jangan pulang terlalu larut."


"Tentu appa, aku akan mengantar Hyun-ri pulang tepat waktu." jawab Seok Gwan yang masih berdiri.


"Baiklah, hati-hati. Nikmati waktumu sayang." ucap Jong-un sambil mengelus sayang kepala Hyun-ri


"Iya appa, aku dan Seok Gwan oppa berangkat dulu." pamit Hyun-ri dengan senyum hangat


Hyun-ri pun beranjak dari duduknya dan langsung berjalan kearah Seok Gwan dan menggandeng lengan Seok Gwan.


"Ayo oppa." ajak Hyun-ri,


Seok Gwan hanya mengangguk pelan dan membungkuk hormat ke arah Jong-un untuk berpamitan juga.


******


Di dalam mobil....


"Apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Seok Gwan saat melirik ke arah Hyun-ri yang hanya diam dan menatap kosong lurus kedepan.


"Hyun-ria!" panggil Seok Gwan dengan menggenggam tangan Hyun-ri yang bertumbu di paha, saat Hyun-ri tidak meresponnya.


"Ah, maaf oppa. Ada apa?kau berbicara sesuatu?" tanya Hyun-ri dengan senyum simpul menoleh ke Seok Gwan.


Seok Gwan yang harus fokus pada jalanan didepannya hanya menoleh sekilas pada Hyun-ri.


"Apa yang kau pikirkan? Sampai kau melamun dari tadi." tanya Seok Gwan.


"Tidak ada oppa. Hanya masalah pekerjaan saja" jawab Hyun-ri tenang


"Pekerjaan? Apa kau butuh bantuan?"


"Tidak oppa. Aku bisa selesaikan sendiri."


"Kau yakin?"


"Hm, aku yakin." jawab Hyun-ri yakin dengan membalas genggaman tangan Seok Gwan dan mengelus pelan punggung tangan Seok Gwan.


"Apa masalah dengan Gun-yo? Apa Gun-yo mengganggu Hyun-ri lagi? Aku harus mencari tahu." batin Seok Gwan yang merasa janggal akan sikap Hyun-ri.

__ADS_1


********


__ADS_2