Bunga Daisy Di Musim Dingin

Bunga Daisy Di Musim Dingin
Chapter 37


__ADS_3

Seok Gwan mengendarai mobilnya menuju Mansion Han. Ia mencengkeram kuat setir mobilnya karena amarah dan sesal yang melebur jadi satu.


Seok Gwan akan benar-benar memberi perhitungan kepada Aeri karena membuat kesalahapahaman antara dirinya dan Hyun-ri. Dan sekali lagi, Seok Gwan menjadi orang yang telah membuat orang yang ia cintai menangis.


"Nomor yang anda tuju.."


Bip..


Brak..


Seok Gwan memukul kasar setir mobilnya karena frustasi.


"Kenapa kau mematikan ponselmu, Hyun-ria? Aku mohon jangan seperti ini." ucap lirih Seok Gwan yang sedari tadi mencoba menghubungi Hyun-ri.


Seok Gwan semakin menambah kecepatan laju mobilnya, agar segera sampai di kediaman Han dan menjelaskan semuanya kepada Hyun-ri.


*******


Mansion Han....


Ceklek...


Pintu utama dibuka setelah Seok Gwan menekan tombol bel pintu.


"Tuan muda Kim." ucap sopan maid yang membukakan pintu, "Silahkan masuk tuan muda." lanjutnya.


"Hyun-ri. Apa Hyun-ri sudah kembali?" tanya Seok Gwan datar.


"Apa maksudmu, Seok Gwana? Bukankah Hyun-ri pergi bersamamu?" tanya Jong-un tiba-tiba dengan kerutan di keningnya.


!


"Kau, masuklah!" perintah Jong-un pada maid yang membuka pintu dan maid itupun membungkuk sopan dan berlalu pergi.


"Kenapa kau diam? Dimana Hyun-ri?" tanya Jong-un kembali.


"Jadi, Hyun-ri belum pulang?" tanya Seok Gwan dengan tatapan sendu.


"Kau yang pergi bersamanya. Bagaimana bisa kau menanyakan itu? Dimana Hyun-ri?" ucap Jong-un sedikit geram,


Seok Gwan hanya menundukkan kepalanya dalam, merasa bersalah.


"Jawab Seok Gwan!!!" bentak Jong-un.


"Maaf, appa. Hyun-ri pergi dari restauran karena kesalahpahaman." jelas Seok Gwan dengan tatapan sendu menatap Jong-un.

__ADS_1


"Kesalahpahaman apa yang kau maksud? Dimana putriku sekarang? Kenapa kau membiarkannya pergi sendiri, Seok Gwan?" geram Jong-un dengan kepalan tangan menahan untuk tidak meluapkan amarah nya pada Seok Gwan.


"Kau tahukan? Hyun-ri sedang dikelilingi orang-orang licik. Jadi kenapa kau?? Membiarkan putriku pergi seorang diri!!" lanjut Jong-un penuh penekanan.


"Maaf appa. Aku sudah mencoba mengejar Hyun-ri, tapi sepertinya Hyun-ri sudah menaiki taxi, yang aku pikir Hyun-ri akan pulang ke mansion." jawab sesal Seok Gwan.


"Jelaskan semuanya!!"


"Saat di restauran tadi, Hyun-ri pamit untuk ke toilet dan tidak sengaja bertemu dengan Kim Aeri, wanita yang dekat dengan Gun-yo." jelas Seok Gwan,


Jong-un mengertakkan gigi dan mengepalkan tangannya kuat-kuat menahan emosinya.


"Wanita licik itu membuat kesalahpahaman antara aku dan Hyun-ri. Wanita itu sengaja memelukku dan mengatakan omong kosong di hadapan Hyun-ri dan mem.."


Plak...


"Yeobo!!!" teriak Sora saat melihat Jong-un menampar Seok Gwan dan berjalan cepat menghampiri.


Jong-un menampar keras Seok Gwan. Ia menatap tajam kearah Seok Gwan dengan kilatan amarah dan rahang yang mengeras karena amarah.


Seok Gwan hanya diam menerima dan menunduk dalam, di hadapan Jong-un.


"Lalu kenapa kau membiarkan wanita licik itu memelukmu, Seok Gwan. Jika kau tidak membiarkan wanita itu memelukmu, putriku tidak akan salah paham padamu." ucap geram Jong-un.


"Yeobo, apa yang kau lakukan?" tanya Sora menengahi Jong-un dan Seok Gwan,


"Cari Hyun-ri!! Jika terjadi sesuatu padanya. Aku tidak akan pernah memaafkanmu." ucap Jong-un tanpa menjawab pertanyaan istrinya.


Dengan amarah yang masih menyelimuti, Jong-un pun berjalan memasuki mansionnya, meninggalkan Seok Gwan dan Sora yang masih berada di pintu utama.


"Seok Gwana. Apa yang terjadi? Katakan pada eomma. Kau baik-baik sajakan?" tanya Sora dengan tatapan sendu dan mengelus pelan pipi Seok Gwan yang ditampar suaminya.


Seok Gwan tersenyum hangat pada Sora dan menggenggam tangan Sora yang mengelus pipinya.


"Aku tidak apa, eomma. Aku pantas dimarahi appa. Karena aku telah berbuat salah." jawab Seok Gwan pelan.


"Aku harus pergi sekarang, eomma." pamit Seok Gwan dan langsung berlalu pergi dari hadapan Sora.


"Apa yang terjadi?" ucap Sora pelan dan berjalan masuk dan menemui suaminya.


*******


Sora berjalan menuju ruang kerja suaminya. Ia langsung memasuki ruangan suaminya tanpa mengetuk pintu lebih dulu, namun langkahnya terhenti saat pintu sudah terbuka sedikit.


"Cari keberadaan putriku!! Kabari aku segera jika kau menemukannya." perintah Jong-un pada seseorang di sambungan telfonnya.

__ADS_1


Sora mendengar ucapan sang suami pada seseorang yang sedang dihubunginya. Sora mengerutkan keningnya, karena Jong-un memerintahkan seseorang mencari putri mereka.


"Siapa yang kau hubungi? Kemana putri kita?" tanya Sora yang sudah berjalan masuk dan menghampiri sang suami.


Huh...


Jong-un menghela nafas nya kasar dan berbalik menghadap sang istri yang sudah memasang wajah penuh tanya. Jong-un belum memberitahu istrinya jika tadi Hyun-ri keluar bersama Seok Gwan. Jadi, Sora tidak mengetahui apapun.


"Hyun-ri pergi entah kemana, saat makan malam bersama Seok Gwan." mulai Jong-un,


"Apa maksudmu?"


"Ada kesalahpahaman antara mereka berdua dan membuat Hyun-ri pergi begitu saja meninggalkan Seok Gwan di restauran." jelas Jong-un,


"Sekarang aku tidak tahu dimana Hyun-ri. Ponsel Hyun-ri juga dimatikan." lanjut Jong-un dengan raut wajah khawatir.


Sora pun turut khawatir akan keadaan putrinya. Hari sudah semakin malam menambah kekhawatiran dibenaknya.


******


Apartemen rahasia Hyun-ri....


Hiks...


Hyun-ri tengah mengurung dirinya didalam kamar apartemennya. Ia masih saja menangis mengingat kejadian saat di restauran, dimana sang kekasih dipeluk mesra oleh wanita lain dan parahnya lagi sang kekasih pergi menemui wanita itu sebelum pergi menemuinya.


Hati Hyun-ri benar-benar berdenyut nyeri, ia selalu berusaha untuk selalu percaya pada Seok Gwan. Namun ia merasa hanya mendapatkan kebohongan dan penghianatan saja.


"Kenapa harus seperti ini?" keluh Hyun-ri ditengah isakannya.


"Kenapa kau menyakitiku seperti ini? Kau pembohong, kau pembohong Seok Gwan oppa."


Hyun-ri semakin terisak dan memeluk erat-erat kedua kaki tertekuknya untuk menyembunyikan wajah sembabnya di antara lututnya.


"Akan lebih baik kita hanya bersahabat dan lebih baik juga, aku tidak pernah mencintaimu." lirih Hyun-ri dalam ringkuknya.


Hati yang sudah tergores dan telah terbalut kepercayaan kini terkoyak kembali akan kesalahpahaman. Hyun-ri merasa sakit hati dan sudah hilang kepercayaannya pada Seok Gwan.


**********


Manusia seringkali hanya mempercayai dengan apa yang mereka lihat. Namun, mereka melupakan fakta dan kebenaran dari apa yang mereka lihat.


Jika mereka percaya dengan apa yang mereka lihat, maka mereka akan enggan untuk mendengarkan. Namun tidak menuntut kemungkinan juga, jika mereka melihat dan mendengar kesalahpahaman dan berujung menyakiti perasaan. Tentu, saja itu akan memperkuat dugaan mereka. Walaupun ada fakta dan kebenaran yang tidak mereka ketahui.


Semua hanya perlu pembicaraan yang baik dengan kepala dingin. Mencoba memahami setiap penjelasan dan menghilangkan segala praduga yang kita buat sendiri.

__ADS_1


"Apa yang sudah aku lewatkan?" ucap Hyun-ri mendongakkan kepalanya menatap keluar pintu kaca balkonnya.


*******


__ADS_2