
"Hye-ra eomma!!!" panggil Hyun-ri dengan berlari dan memeluk Hye-ra, eomma dari Hwan-ki
"Akhirnya kau datang juga kesini, anak nakal" ucap Hye-ra memeluk gemas Hyun-ri
"Maaf eomma, Hyun-ri sedang banyak sekali pekerjaan. Jadi, baru menyempatkan kesini hari ini" jawab Hyun-ri sambil melepas pelukannya
"Sudahlah, yang penting sekarang kau sudah mengunjungi kedua orang tua ini" sahut Byun-wo tiba-tiba
"Benar, ayo duduk dulu sayang. Makan siang masih disiapkan"
Hyun-ri, Hye-ra dan Byun-wo pun pergi keruang tengah dan duduk bersama. Tidak lama kemudian Seo Yoon datang dan bergabung.
"Dimana Hwan-ki dan Seok Gwan?" tanya Byun-wo pada Seo Yoon.
"Mereka masih diluar appa" jawab Seo Yoon dan hanyu dijawab anggukan oleh Byun-wo
"Eomma, appa. Bagaimana kabar kalian? Apa lingkungan Jepang membuat kalian nyaman hingga betah berada disana bertahun-tahun?" tanya Hyun-ri yang duduk ditengah-tengah pasangan suami istri itu.
"Kami baik, sayang. Sebenarnya eomma sudah ingin sekali kembali kesini, tapi appamu itu masih belum bisa membiarkan anak pertamanya mandiri di negara orang"
"Appa memang selalu seperti itu, eomma" jawab Hyun-ri dengan tersenyum hangat
"Kau benar, pak tua itu terlalu berlebihan" ucap Hye-ra dengan sedikit berbisik
"Apa kalian menggosipi, aku?" tanya Byun-wo dengan memicingkan matanya curiga
"Tidak appa" jawab Hyun-ri dengan tertawa kecil
Byun-wo yang melihat tawa Hyun-ri itupun gemas dan mengusak rambutnya pelan.
"Tuan, nyonya. Makan siangnya sudah siap" ucap maid
"Baiklah, panggilkan Hwan-ki dan Seok Gwan didepan agar segara bergabung" jawab Hye-ra
"Baik nyonya"
"Ayo sayang, kita makan siang. Seo Yoon, ayo" ajak Hye-ra dan di angguki Seo Yoon
"Iya eomma" jawab Hyun-ri dan merekapun bersama-sama menuju ruang makan.
*********
"Dia pergi ke kantorku tadi" ucap dingin Seok Gwan
"Kim Aeri?" tanya Hwan-ki
"Hm, dia sudah berani mendatangi kantorku dan ber-acting layaknya aktris"
"Apa yang dia lakukan?"
"Dia sengaja menabrakku dan pura-pura jika kakinya terkilir. Sungguh, acting yang sangat buruk"
"Lalu?" tanya Hwan-ki
"Tentu saja aku ikuti permainannya" jelas Seok Gwan acuh.
__ADS_1
"Dia memang wanita licik, sama seperti Gun-yo" ucap Hwan-ki dingin
"Kau benar, entah apalagi yang tengah mereka rencanakan. Aku sudah benar-benar muak dengan mereka"
"Kita lihat saja dulu, sampai mana kelicikan mereka berdua" ucap Hwan-ki dengan bersmirk
"Mulai sekarang kita harus lebih waspada terhadap mereka" ucap Hwan-ki kembali
"Hm, mereka pasti tengah merencakan hal licik lainnya" jawab Seok Gwan
"Hm, jangan sampai kita lengah dan terpengaruh"
"Terimakasih, sudah memberitahuku waktu itu" ucap datar Seok Gwan dan mengingat kejadian pertemuan pertamanya dengan Aeri
Flasback...
"Kau sepertinya irit sekali berbicara. Baiklah, aku pergi dulu. Ingat, jangan lupa obati lukamu"
Aeri pun berjalan pergi meninggalkan Seok Gwan yang masih berdiam diri. Seok Gwan mencoba mengatur nafasnya agar emosi dan rasa cemburunya tidak menguasainya.
Seok Gwan menatap tangannya yang terbalut dengan sapu tangan putih milik Aeri, sapu tangan itu sudah kotor karena darah dari luka Seok Gwan.
"Jangan sampai kau terpengaruh oleh wanita licik itu" ucap Hwan-ki yang tiba-tiba datang dari balik pungging Seok Gwan.
"Kau mengenalnya?" tanya Seok Gwan saat Hwan-ki sudah berdiri di sampingnya.
"Hm, dia temanku sewaktu kuliah dan dia adalah Kim Aeri, jal*ngnya Gun-yo" jawab datar Hwan-ki
"Jadi, dia Kim Aeri? Pengirim anonim video itu?"
"Haruskah aku membunuhnya sekarang"
"Itu tidak akan seru Seok Gwana. Akan lebih baik kita ikuti permainannya lebih dulu. Bersenang-senang dulu tidak ada salahnyakan?" ucap Hwan-ki dengan smirk
"Kau benar"
"Kembalilah, Hyun-ri mencarimu" ucap Hwan-ki dan melenggang pergi meninggalkan Seok Gwan
Flasback off...
"Tuan muda!" panggilan maid mengalihkan antensi mereka berdua yang tengah menatap halaman luas Mansion.
"maaf mengganggu. Nyonya menyuruh tuan muda untuk segera bergabung di ruang makan"
"Hm, kami segera kesana" jawab datar Hwan-ki dan sang maid pun langsung undur diri.
"Ayo" ajak Hwan-ki dan merekapun masuk kedalam Mansion.
*******
Siang ini cuaca tidak terlalu terik, cocok untuk beraktivitas diluar ruangan. Seperti sekarang, Seok Gwan sedang mengajak Hyun-ri untuk berjalan-jalan setelah makan siang bersama selesai, lebih tepatnya memaksa. Ia mengajak Hyun-ri berjalan-jalan di hutan buatan area Mansion Lee. Seok Gwan sedikit kesal dengan Hyun-ri karena sedari tadi mengabaikannya seolah Seok Gwan tidak terlihat olehnya. Bahkan, saat Seok Gwan berusaha mengajaknya mengobrol, Hyun-ri malah menghindarinya dan menjauh dari nya.
"Kau kenapa?" tanya Seok Gwan datar
"Aku? Tidak apa" jawab Hyun-ri sedikit cuek
__ADS_1
"Kenapa kau sedari tadi menghindariku? Bahkan, saat aku mengajakmu bicara kau malah mengabaikanku. Katakan, ada apa?"
"Tidak ada apa-apa, itu hanya perasaanmu saja"
Huh....
Seok Gwan menghela nafasnya kasar, Hyun-ri tetap saja tidak ingin mengatakan apapun kepadanya. Seok Gwan merasa ada sesuatu yang disembunyikan Hyun-ri, hingga sikap Hyun-ri berubah dingin kepadanya.
"Hyun-ria!!!" panggil Seok Gwan saat ia memilih berhenti berjalan
Hyun-ri menolehkan kepalanya dan baru menyadari jika Seok Gwan tidak berjalan disisinya. Hyun-ri pun langsung membalikkan badannya dan menatap Seok Gwan yang memasang wajah dinginnya.
"Kenapa? Kau lelah?" tanya Hyun-ri sedikit cuek.
Tap..
Tap..
Tap..
Seok Gwan berjalan mendekat ke arah Hyun-ri, dengan wajah dingin dan tatapan tajamnya. Seketika nyali Hyun-ri menciut saat melihatnya dan ia pun mengambil langkah mundur saat Seok Gwan terus mendekat dan semakin dekat dengannya. Hingga...
Grep...
Seok Gwan langsung melingkarkan tangannya dipinggang Hyun-ri. Merepatkan tubuh mungil Hyun-ri untuk lebih dekat dengannya saat Hyun-ri berusaha untuk membuat jarak antara dirinya.
"Le-lepas, oppa!!" ucap Hyun-ri sedikit memberontak dari dekapan Seok Gwan.
"Aku tidak akan melepasmu, sebelum kau mengatakan kepadaku. Kenapa kau mengabaikanku sedari tadi? Tidak, tapi sudah seminggu ini!!!" ucap dingin Seok Gwan dan semakin merapatkan tubuhnya dengan Hyun-ri
"Le-lepaskan dulu. Aku, aku akan mengatakannya!!" jawab lirih Hyun-ri dengan membuang mukanya agar tidak bersitatap dengan wajah Seok Gwan yang begitu dekat dengannya.
"Aku sudah bilang bukan! Aku tidak akan melapasmu sebelum kau mengatakannya!!" ucap dingin Seok Gwan mengulang perkataannya.
Hyun-ri pun menghela nafas pelan, ia berusaha mengatur nafasnya dan menenangkan dirinya agar tidak membentak Seok Gwan dan berakhir bertengkar.
"Baiklah. Aku akan mengatakannya" mulai Hyun-ri
"Tapi berjanjilah padaku, oppa!!" ucap Hyun-ri sambil menatap dalam kedua mata tajam Seok Gwan.
"Hm, aku berjanji. Katakan!!"
"Kau tidak bertanya, aku menyuruhmu berjanji tentang hal apa?"
"Tidak perlu, Itu hanya membuang waktu. Cepat katakan, aku sudah berjanji padamu!!!"
Hyun-ri dibuat melongo tak percaya akan ucapan Seok Gwan. Segampang itukah ia berjanji? Hyun-ri menggelengkan kepalanya pelan karena tidak habis pikir dengan sikap Seok Gwan yang tidak suka berbelit-belit.
Dengan tarikan nafas panjang, Hyun-ri mempersiapkan dirinya untuk mulai mengatakan sebab perubahan dari sikapnya.
"Apa kau berselingkuh dariku, oppa?"
Semua permasalahan pasti ada penyebabnya. Dan semua permasalahan juga pasti ada jalan keluarnya untuk diselesaikan, bukan?. Semua bisa diselesaikan jika kita membicarakannya dengan baik dan kepala dingin. Karena dari pembicaraan dengan kepala dingin, maka semua akan berakhir baik. Tanpa ada emosi dan tidak menimbulkan permasalahan baru.
*****
__ADS_1