
"Sudahlah, kenapa kau lesu seperti ini?" tanya Hye-mi yang melihat Hyun-ri tidak bersemangat
"Aku lelah memikirkan semua masalah ini, eonni"
"Jika kau tidak ingin lelah memikirkannya, lebih baik kau tanyakan langsung pada tuan besar Han, selesaikan?" saran Hye-mi
"Eonni, aku kan sudah memberitahumu barusan! Jika aku bertanya, maka appa akan curiga dan malah mengetahui semua nya. Dan yang terparah, appa mungkin akan membuat Gun-yo oppa bangkrut" jelas Hyun-ri
"Setidaknya kau mendapatkan jawaban dari semua pertanyaanmu itu!"
Tidak semudah itu buat Hyun-ri untuk bertanya langsung. Bahkan ia berpura-pura dan membohongi appanya. Entah akan seperti apa nasib Gun-yo jika Hyun-ri memberitahu sang appa tentang modal yang tidak berkembang dan raib begitu saja. Bahkan, hampir membuat Han Group bangkrut karena Gun-yo terus-terusan meminta bantuan modal untuk perusahaannya.
Huh...
Hyun-ri menghela nafas kasar dan menjatuhkan kepalanya ke meja kerjanya. Isi kepalanya benar-benar lelah.
"Hei, jangan seperti ini! Kau mau kopi? Atau ice coklat? Aku akan membelikan dicafe dekat sini, aku juga ingin membeli kopi. Kau mau?" tanya Hye-mi menawarkan.
"Kenapa kau repot-repot keluar? Kau bisa membuatnya di pantri kantor, eonni"
"Aku bosan dengan kopi dikantor, cepatlah! Kau mau kopi atau ice coklat?"
"Biar aku saja yang membelinya! Eonni tunggu saja disini. Aku sekalian ingin menghirup udara luar ruangan" jawab Hyun-ri sambil beranjak dari duduknya.
"Ice Americanno"
"Okey. Aku belikan sekarang"
*******
Mansion Han....
"Selamat siang Sora eomma, Hye-ra eomma" sapa Seok Gwan yang baru memasuki Mansion
"Siang pangeran tampan" jawab Sora dan Hye-ra bergantian
"Apa kau datang sendiri?" tanya Sora dengan senyum hangat.
"Tidak eomma, aku bersama Hwan-ki dan Seo Yoon. Sebentar lagi mereka masuk"
"Eomma disini? Selamat siang Sora eomma, eomma" tanya Hwan-ki yang baru saja masuk dan di ikuti Seo Yoon yang membungkuk sopan untuk menyapa.
Sora dan Hye-ra membalas dengan senyum hangat seorang ibu.
"Iya, appamu di minta Jong-un untuk datang. Jadi, sekalian eomma juga ikut" jawab Hye-ra dan hanya di angguki paham oleh Hwan-ki
"Kalian sudah makan siang?" tanya Sora
"Sudah eomma" jawab ketiganya bergantian
__ADS_1
"Baiklah. Kalian pergi dan temui lah para appa dulu. Mereka sudah menunggu kalian di ruang kerja" ucap Sora dengan senyum hangatnya
"Baik eomma, kami bertiga permisi dulu" pamit sopan Seok Gwan.
Tok..tok...tok..
"Masuk" sahut Jong-un dari dalam ruangannya.
"Selamat siang Jong-un appa, Byun-wo appa" sapa Seok Gwan diikuti Hwan-ki dan Seo Yoon yang juga menyapa.
"Iya, duduklah" ucap Jong-un
"Kenapa appa? Apa ada masalah, hingga appa mengumpulkan kami bertiga?" mulai Seok Gwan yang sudah duduk dengan kedua sahabatnya.
"Tidak, appa hanya ingin memberitahu kalian. Perusahaan Lee Gun-yo sudah hampir bangkrut, itu juga berkat kalian bertiga yang membantu menarik para penanam modal di perusahaannya" jawab Jong-un dengan datar
"Kami akan selalu membantu appa. Kami tidak akan membiarkannya untuk terus memanfaatkan Hyun-ri" ucap Hwan-ki
"Appa tahu kalian akan selalu melindungi dan menjaga Hyun-ri" ucap Jong-un, "Tapi ada yang mengganjal disini" lanjut Jong-un
"Apa maksud appa?" tanya Seok Gwan dengan mengernyitkan alis tidak mengerti
"Ini masih kami selidiki, kami sedang mencurigai sesuatu. Selain memanfaatkan Hyun-ri, ada tujuan lain yang ingin Lee Gun-yo capai" sahut Byun-wo
Dan membuat ketiga pemuda itu semakin menampakkan raut wajah penuh tanya.
"Tujuan apa yang appa maksud?" sahut Hwan-ki
"Ya, tapi lebih dari itu" jawab gusar Jong-un
"Appa, katakan kepada kami! Apa yang sedang kalian curigai tentang Gun-yo?" tanya Seok Gwan
Kedua appa itupun hanya diam belum bisa menjelaskan kepada mereka bertiga. Hingga getar ponsel Seok Gwan mengalihkan atensi mereka. Seok Gwan segera mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelfonnya.
"Hye-mi-ssi" ucap Seok Gwan saat melihat nama yang muncul dipanggilan
"Jawab dan loudspeaker. Mungkin Gun-yo mengirim dokumen lagi ke perusahaan" perintah Jong-un dan di angguki Seok Gwan
"Hallo, Hye-mi-ssi" jawab Seok Gwan
"Seok Gwan-ssi, apa kau bersama Hyun-ri?" tanya Hye-mi dengan nada panik
Kelima pria yang mendengar nada panik Hye-mi itupun turut gugup dan khawatir.
"Tidak!! Aku sedang di Mansion Han. Apa Hyun-ri tidak berada di kantor? Kenapa kau panik begini?"
"Hyun-ri sudah 2jam lebih dia belum kembali dari membeli kopi di cafe seberang gedung" ucap Hye-mi semakin panik
"Hyun-ri tidak membawah ponsel bersamanya. Aku sudah berada dicafe untuk mencarinya, tapi dia tidak ada. Tapi tadi.."
__ADS_1
"Tapi apa? Cepat katakan?" tanya Seok Gwan geram.
"Pekerja dicafe bilang, jika Hyun-ri pergi bersama seorang pria. Aku pikir itu kau atau salah satu dari kalian bertiga. Tap.."
Bip...
Seok Gwan langsung menutup ponselnya dan ia beranjak dari duduknya dan keluar dari ruangan dengan raut wajah yang tidak bisa diartikan.
Hwan-ki dan Seo Yoon pun sama, mereka langsung menyusul Seok Gwan untuk keluar dari ruangan.
"Aku akan menghubungi orang-orang kita" ucap Byun-wo
"Jangan beritahu istri-istri kita dulu, kita harus bersikap sewajarnya didepan mereka" ucap Jong-un dengan gusar.
"Aku paham, ayo. Kita harus bergegas mencari putri kesayang kita" ajak Byun-wo dan di angguki oleh Jong-un.
*****
"Mata-mata yang aku perintahkan untuk mengawasi Hyun-ri diserang oleh orang tidak dikenal" ucap Hwan-ki geram
Semenjak kejadian Gun-yo membuat tangan Hyun-ri memar karena tarikan paksanya, ketiga sahabat itu menyuruh orang untuk terus mengawasi Hyun-ri. Mereka bertigalah yang secara diam-diam menutup akses Gun-yo agar tidak bisa menghubungi atau menemui Hyun-ri.
Mereka bertiga kini sedang dalam perjalanan menuju cafe yang dimaksud oleh Hye-mi.
"Aku tidak akan mengampuni siapapun jika terjadi sesuatu pada Hyun-ri" ucap geram Seok Gwan dengan meremat kuat kemudinya.
"Kita tidak akan membiarkan siapa pun menyakitinya" ucap Hwan-ki dingin
"Percepatlah, kita harus segara memeriksa cctv cafe itu" sahut Seo Yoon yang duduk dibelakang
Seok Gwan menginjak perdal gasnya, ia melajukan mobilnya dengan cepat tanpa memperdulikan pengendara lainnya dan keselamatan mereka.
*******
2jam yang lalu.....
"Ice americanno 1, ice coklat 1. Saya bayar dengan ini" ucap Hyun-ri memesan minuman
"Baik, silahkan ditunggu sebentar"
Hyun-ri pun duduk disalah satu meja yang kosong untuk menunggu pesanannya selesai dibuat. Hyun-ri duduk sambil memperhatikan jalanan diluar cafe.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang? Jika aku menemui Gun-yo oppa, sama saja aku ingkar janji dengan Seok Gwan oppa. Tapi, jika aku tidak menemuinya. Aku akan terus bertanya-tanya seperti ini"
Huh...
Lagi dan lagi, Hyun-ri menghela nafasnya lelah. Ia benar-benar bingung harus berbuat apa, ia ingin mengetahui semua. Jika benar hari itu Gun-yo mengirim surat kerja sama. Kemungkinan besar sang appa sudah mencari tahu, dan dokumen yang tengah ia cari sudah dipastikan berada ditangan sang appa.
"Haruskah aku menemuinya? Lagi pula, Seok Gwan oppa tidak akan mengetahuinya. Jika aku tetap tutup mulut" ucap Hyun-ri dengan tersenyum sumringah.
__ADS_1
"Baiklah, aku akan menemuinya"
*******