Bunga Daisy Di Musim Dingin

Bunga Daisy Di Musim Dingin
Chapter 9


__ADS_3

Hotel...


"Apa dia masih belum menemui wanita itu?" tanya Aeri pada seseorang.


"Belum nona, dia masih berada di Hotel sedari tadi" jawab seseorang.


"Kau sudah tahu dimana wanita itu menginap?"


"Sudah nona, ini!!!" Jawab seseorang dengan menyodorkan secarik kertas.


Aeri sudah sampai di Jeju. Ia langsung bertemu orang suruhannya untuk mengetahui tentang Gun-yo dan keberadaan Hyun-ri. Ia sengaja menyuruh orang memata-matai Gun-yo, sejak saat kejadian di Hotel kemarin malam. Aeri tidak akan membiarkan Gun-yo menemui wanita itu lagi. Gun-yo akan selalu dalam pengawasaannya mulai hari itu. Dan Aeri, berada di hotel yang sama dengan Gun-yo.


"Haruskah aku menghubungi teman lamaku?" Ucap Aeri dengan sungingan senyum.


"Pergilah. Terus awasi Gun-yo oppa. Kabari aku jika besok pagi, dia meninggalkan hotel" ucap Aeri kembali.


"Baik nona, saya permisi"


*******


Ding..Dong..


Suara bel berbunyi nyaring pagi-pagi sekali. Belum ada siapapun yang membuka kan pintu, bahkan penekan bel tiada henti-hentinya menekan tombol belnya.


Ding..dong..Ding..dong..


"Haisshh!!!! Sialan, Siapa yang bertamu pagi-pagi sekali? Apa pengurus Villa ini? Haish!!!" Ucap Seo Yoon saat terusik dari tidurnya.


Dengan langkah kesal Seo Yoon berjalan keluar kamarnya. Ia juga melihat ketiga sahabat lainnya yang juga sama terbangun dari tidur nya karena suara bel pintu yang terus-terusan di bunyikan.


Ding..dong..ding...dong...


"Kalian terbangun juga?" Tanya Seo Yoon.


"Bagaimana tidak terbangun oppa. Bunyi bel pintu berkali-kali sangat mengganggu" Sahut Hyun-ri kesal.


"Biar aku yang buka" Ucap Seok Gwan dingin dan berjalan ke arah pintu utama Villa.


Dan ketiga sahabat lainnya memilih untuk mendudukkan diri di sofa ruang tengah.


Ceklek....


"Selamat pagi!!!!" Sapa Gun-yo di buat riang saat pintu terbuka.

__ADS_1


"Kau!!!" Ucap Seok Gwan dengan sedikit geram saat tahu siapa si penganggu ketenangan dan kedamaian pagi hari mereka.


"Oh!!!! Seok Gwan-ssi!!!! Bagaimana kabarmu? Dimana Hyun-ri? Aku ingin menemuinya" Tanya Gun-yo dengan sungingan senyum.


"Gun-yo oppa!!!" Sahut Hyun-ri tiba-tiba dari balik punggung Seok Gwan, di susul Hwan-ki dan Seo Yoon.


"Hyun-ria!!!!" Panggil Gun-yo dengan senang dan akan memeluk Hyun-ri. Hingga..


"Berani kau mendekatinya!!!! Akan ku pastikan kau berakhir dirumah sakit" Ucap Seok Gwan Geram dan merentangkan tangan kirinya di depan Gun-yo untuk menghadang nya saat akan memeluk Hyun-ri. "Atau di pemekaman!!!" Lanjutnya penuh penekanan.


Seo Yoon dan Hwan-ki pun juga turut menyembunyikan Hyun-ri di balik punggung mereka. Gun-yo yang melihat ketiga sahabat Hyun-ri itupun hanya menyunggingkan senyum remehnya.


"Kau pikir aku takut dan akan menyerah begitu saja untuk dekat dengan Hyun-ri?" Ucap Gun-yo berbisik mendekat ke Seok Gwan. "Dengar baik-baik Seok Gwan-ssi. Hyun-ri akan menjadi milikku, dan akan aku pastikan ia akan melupakan dan menjauh dari kalian!!!" lanjut Gun-yo percaya diri dan tersenyum remeh.


Bruk...


Seok Gwan mendorong Gun-yo kuat, hingga Gun-yo terhuyung ke belakang dan jatuh terduduk.


"Oppa!!!!! Apa yang kau lakukan?" pekik terkejut Hyun-ri saat melihat apa yang di lakukan Seok Gwan pada Gun-yo.


Grep..


Srek..


Dengan cepat Seok Gwan menarik kerah kemeja Gun-yo dan menindih Gun-yo di bawah nya. Seok Gwan tidak perduli dengan teriakan Hyun-ri yang sedang di hadang oleh Hwan-ki dan Seo Yoon agar tidak mendekati Gun-yo.


"Tetap diam disini, Han Hyun-ri!!!" Ucap Hwan-ki dingin penuh penekanan dan Hyun-ri hanya bisa menurut.


Seok Gwan mencengkeram kuat kerah kemeja Gun-yo hingga sedikit membuat Gun-yo susah bernafas. Ia menarik Gun-yo untuk lebih mendekat ke arahnya.


"Dengar baik-baik bajingan!!! Aku tidak akan biarkan kau mendekati Hyun-ri lagi. Apa kau tahu, saat ini juga aku ingin menghajarmu sampai kau kehilangan nyawamu. Tapi, aku menahannya. Karena aku tidak ingin Hyun-ri melihatmu mati mengenaskan disini!!! Ucap Seok Gwan penuh geraman.


"Dan jangan bermimpi kau bisa mendapatkan Hyun-ri" ucap Seok Gwan lagi yang masih mencengkeram kuat kerah Gun-yo dan menatapnya tajam.


Bugh...


"Oppa!!!!" Teriak Hyun-ri.


Bogeman mentah di hadiahi Seok Gwan untuk Gun-yo. Hingga sudut bibir Gun-yo mengeluarkan darah segar. Bisa dipastikan akan memar juga pipi Gun-yo karena bogeman tangan kekar milik Seok Gwan yang sangat kuat.


"Itu, untuk pergelangan tangan Hyun-ri yang memar karena cengkramanmu tempo hari" Ucap Seok Gwan dengan Geraman menahan segala emosi yang memuncak ingin menghajar membabi buta.


Deg...

__ADS_1


Hyun-ri terdiam di tempatnya saat ia sedari tadi berusaha memberontak lepas dari kedua sahabatnya untuk memisahkan Seok Gwan dan Gun-yo. Hyun-ri mendengar ucapan Seok Gwan, ia tidak tahu jika Seok Gwan mengetahui hal itu. Bagaimana bisa Seok Gwan tahu jika pergelangan tangannya memar karena perbuatan Gun-yo yang tidak disengaja.


Cih..


Decihan Gun-yo meludahkan darah dari sudut bibirnya dan Gun-yo dengan santainya menyungingkan senyum yang sangat terlihat menjijikan bagi Seok Gwan.


"Ah, kau terlihat begitu marah karena itu? Apa Hyun-ri yang mengadu? Ap..."


Bugh..


"Oppa!!!"


Teriak Hyun-ri saat Seok Gwan memukul wajah Gun-yo kembali. Hingga Gun-yo terkapar di lantai menahan sakit dari pukulan tangan Seok Gwan.


"Kau tahu!! Hyun-riku sangat polos dan berhati baik. Bukan dia yang mengadu, tapi wanita jal*ngmu, Kim Aeri" ucap Seok Gwan dengan geram.


Gun-yo hanya tersenyum seolah tidak percaya. Bagaimana mungkin jal*ng itu mengadu pada mereka? Bagaimana jal*ng itu bisa mengenal mereka? Pertanyaan itu terus-terusan berputar di kepala Gun-yo.


"Pergi dari sini dan jangan mendekati Hyun-ri lagi" Usir Seok Gwan dengan dingin saat ia sudah berdiri tegap di hadapan Gun-yo yang masih terduduk dilantai.


Dengan emosi yang tertahan Gun-yo pun bangkit dan meninggalkan Villa, tanpa mengucapkan kata-kata apapun. Gun-yo akan mencari tahu tentang Aeri lebih dulu, setelah itu ia akan membalas pukulan yang dilakukan Seok Gwan padanya.


Brak...


Seok Gwan menutup pintu villa dengan kasar. Ia berjalan melewati ketiga sahabatnya dengan raut wajah dingin dan rahang yang mengeras, ia menuju ke kamarnya masih dengan emosi yang sudah ia tahan untuk tidak meneruskan menghajar habis Gun-yo.


Brak..


Seok Gwan kembali menutup pintu kamarnya dengan kasar.


"Oppa!!! Apa yang di katakan Seok Gwan oppa benar?" Tanya pelan Hyun-ri dengan menundukkan kepala.


"Iya. Sebenarnya kami bertiga sudah tahu sebelum kau datang ke club. Kami bertiga mendapatkan rekaman cctv saat Gun-yo menarikmu dengan paksa dan kasar. Tapi kami bertiga tidak menyangka jika pergelangan tanganmu sampai memar karena ulahnya" jelas Hwan-ki pelan sambil mengelus kepala Hyun-ri sayang.


"Maaf oppa. Aku tidak memberi tahu kalian. Aku.. Aku hanya tidak ing..."


"Ssstt!!! Kau tidak perlu menjelaskan lagi, Hyun-ria" potong Hwan-ki lagi sambil mendongakkan kepala Hyun-ri untuk menatapnya. "Aku tahu, kau hanya tidak ingin terjadi keributan antara kami bertiga dan Gun-yo" lanjut Hwan-ki dengan senyum hangat menenangkan.


Hyun-ri yang melihat senyum hangat Hwan-ki itu pun ikut tersenyum.


"Terimakasih sudah mengerti oppa" Ucap tulus Hyun-ri.


"Kami akan selalu ada untukmu, melindungi dan menjaga mu, Hyun-ria" Sahut Seo Yoon juga mengelus sayang kepala Hyun-ri dan tersenyum hangat untuknya.

__ADS_1


"Aku beruntung memiliki sahabat seperti kalian. Terimakasih oppa"


*******


__ADS_2