Bunga Daisy Di Musim Dingin

Bunga Daisy Di Musim Dingin
Chapter 24


__ADS_3

Satu minggu telah berlalu, selama itu juga Hyun-ri masih belum bertemu dengan ketiga sahabatnya. Mereka berempat tengah disibukkan oleh pekerjaan mereka masing-masing. Hyun-ri juga sudah melupakan segala praduganya terhadapan Seok Gwan dan Hwan-ki. Ia sudah tidak ambil pusing lagi, karena Hyun-ri merasa terlalu berlebihan dalam praduganya. Namun kini satu yang menjadi pikiran Hyun-ri ialah, bagaimana sang appa mengetahui tentang Gun-yo.


Hyun-ri takut bila sang appa mengetahui segalanya. Segala sesuatu yang selama ini ia tutupi dengan kerja kerasnya.


"Bagaimana appa tahu tentang Gun-yo oppa? Padahal aku sudah menyembunyikan semua nya dengan rapi. Tidak mungkinkan appa mengetahui semuanya?" ucap Hyun-ri sambil membongkar tumpukan dokumen di laci meja kantornya.


"Huh.. Tidak ada!!!"


Wajah Hyun-ri langsung berubah menjadi pucat pasi, sudah seminggu ini ia mencari dokumen yang ia sembunyikan, namun dokumen itu seolah lenyap entah kemana.


"Apa aku menyimpannya disuatu tempat?" tanya Hyun-ri pada dirinya sendiri dan berjalan mondar mandir.


"Berfikir Hyun-ri, kau pasti melewatkan satu tempat!!!"


"Jika di kantor ini juga tidak ada lalu, dimana aku menyimpannya. Di Apartemen tidak ada, brankas tidak ada, di kantorku yang lainpun juga tidak ada, dimana aku menyimpannya." ucap Hyun-ri mulai kesal.


"Okey, tenang Hyun-ri. Kau harus tenang" ucap Hyun-ri dengan mengatur nafasnya agar tenang.


"Kita cari lagi, mungkin terselip dengan dokumen lainnya"


Hyun-ri pun kembali mencari dilaci meja kerjanya. Ia bahkan sampai berjongkok untuk mencari disetiap lacinya dan mengacak-acak dokumennya hingga berserakan dilantai. Entah sudah berapa kali ia mencari dokumen itu. Namun, tetap saja Hyun-ri tidak menemukannya.


"Kau sedang apa?"


Duk..


Akh..


"Yak!!!! Oppa, kenapa kau seperti hantu yang tiba-tiba muncul begitu saja" ucap kesal Hyun-ri sambil mengelus kepalanya yang tidak sengaja terbentur meja karena terkejut.


"Haish.. Kau benar-benar membuatku terkejut, oppa" ucap Hyun-ri kembali dan berdiri dari jongkoknya dan menghadap ke orang yang mengejutkannya.


"Apa yang kau lakukan dibawah mejamu? Dan kenapa begitu banyak kertas yang berserakan dilantai?" tanya Seo Yoon dengan tatapan penuh selidik


"Aku, aku hanya sedang merapikan saja"


Seo Yoon memicingkan matanya penuh selidik. Ia tidak percaya akan jawaban Hyun-ri, ia yakin Hyun-ri bukan tipe orang yang berantakan hingga harus merapikan dokumennya.


"Ber-berhenti menatapku seperti itu, oppa. Apa kau tidak mempercayaiku?" ucap Hyun-ri dengan sedikit menghilangkan kegugupannya.


"Apa yang sebenarnya kau cari? Hingga kau memberantakkan seluruh dokumen-dokumen penting itu, anak kucing?"


"Aku, aku.. Aku hanya merapikan saja oppa"

__ADS_1


"Apa kau mencari dokumen keuangan tahun lalu?" tanya Seo Yoon dengan datar dan bersendekap dada.


Hyun-ri yang mendengar itupun langsung membulatkan matanya terkejut. Wajahnya semakin pucat pasi bahkan ia hampir melupakan untuk bernafas sangking terkejutnya oleh pertanyaan yang dilontarkan oleh Seo Yoon.


"Bagaimana Seo Yoon oppa tahu, jika aku sedang mencari laporan keuangan perusahaan tahun lalu" batin Hyun-ri


Hyun-ri menelan ludahnya kasar. Ia benar-benar bingung harus menjawab apa, karena memang benar Hyun-ri selama seminggu ini disibukkan karena mencari dokumen keuangan tahun lalu yang tak kunjung ia temukan dimanapun.


"Kenapa kau diam? Benarkan dugaanku? Kau sedang mencari dokumen itu!!"


"Oppa, bagaimana kau tahu?" tanya Hyun-ri dengan raut wajah sedikit takut.


"Hanya menebak" jawab datar Seo Yoon


*********


Brak...


Bugh...


Ahaiss..


Seok Gwan tidak sengaja bertabrakan dengan seseorang saat berada di Lobby perusahaannya. Iya hanya mamasang wajah datar dan dinginnya saja. Sedang orang yang bertabrakan dengannya sudah jatuh terduduk dan meringis sakit.


Seok Gwan masih diam tak mengubris sama sekali. Menolong Aeri pun ia enggan untuk melakukan itu.


Aeri yang masih melihat keterdiaman Seok Gwan dihadapannya itupun langsung berusaha bangkit dari duduknya.


"Akh..."


Bruk...


Aeri terjatuh menumpu di dada bidang Seok Gwan, kakinya yang terkilir akibat tabrakan yang terjadi membuatnya kehilangan keseimbangan saat berdiri.


"Sshhh, maafkan aku" ucap Aeri disertai ringisan dan menumpukan tangannya dipundak Seok Gwan.


"Apa kau terluka?"


Seok Gwan pun akhirnya membuka mulutnya untuk bertanya dan menatap datar Aeri yang dihadapannya.


"Ssshhh, sepertinya kakiku terkilir"


Tanpa mengucap apapun Seok Gwan langsung menggendong Aeri tanpa memperdulikan sekitar nya. Ia memutuskan membawah Aeri ke rumah sakit untuk memeriksakan kakinya.

__ADS_1


"Tu-tuan, turunkan aku. Ki-kita mau kemana?" tanya Aeri gugup karena berada digendongan Seok Gwan.


Aeri terperangah melihat ketampanan Seok Gwan dijarak begitu dekat seperti itu, betapa kekar dan tegapnya badan Seok Gwan. Wajah tampan dengan garis rahang tegas dan mata yang begitu tajam. Aeri menyukai Seok Gwan.


"Kerumah sakit" ucap datar Seok Gwan tanpa melihat Aeri digendongannya.


"Rumah sakit!! Ti-tidak perlu, ini hanya terkilir"


Seok Gwan tak menjawab apapun dan tetap mengendong Aeri menuju mobilnya yang sudah terparkir di depan pintu masuk.


"Apa kau benar selingkuh, oppa?" ucap lirih Hyun-ri dari jauh yang melihat Seok Gwan menggendong Aeri.


Hyun-ri hanya mampu diam ditempatnya berdiri, rencana nya ia akan mengajak Seok Gwan untuk pergi bersamanya dan Seo Yoon ke Mansion Lee. Itu sebabnya Hyun-ri datang kekantor Seok Gwan untuk menjemputnya dan berangkat bersama. Tapi, Hyun-ri malah tidak sengaja melihat adegan yang membuat hatinya berdesir nyeri. Dimana Seok Gwan dengan gamblangnya menggendong seorang wanita didepan umum.


Hyun-ri terus memperhatikan Seok Gwan yang sudah masuk ke dalam mobil bersama wanita yang berada digendongannya. Tanpa sadar Hyun-ri meneteskan air matanya yang sudah sedari tadi terbendung di pelupuk matanya.


"Hei anak kucing!!!" panggil Seo Yoon tiba-tiba.


Dengan Cepat Hyun-ri memunggungi Seo Yoon dan menghapus air matanya yang terus mengalir dari pelupuk matanya.


"Kenapa kau lama sekali memarkirkan mobilmu, oppa?" tanya Aeri dengan memasang wajah cemberut dan berpura-pura baik-baik saja.


"Maaf, tempat parkir diluar gedung Seok Gwan sangat penuh. Jadi, aku harus berkeliling dulu mencari tempat"


"Hm, sepertinya kita langsung berangkat saja oppa. Aku sudah tanya sekertaris Seok Gwan oppa, lewat resepsionis. Dia berkata Seok Gwan oppa tidak berada diruangannya" bohong Hyun-ri


"Benarkah? Kemana dia?" tanya datar Seo Yoon


"Tentu saja bertemu client, oppa" jawab jengah Hyun-ri


"Apa kau lupa, siapa Seok Gwan oppa? Dia orang tersibuk diantara kita"


"Oh"


Jawab singkat Seo Yoon dan berjalan kembali untuk menuju mobilnya yang dengan susah payah ia mencari tempat parkir.


"Kau berbohong, Hyun-ri"


"Huh.. Kenapa aku bersahabat dengan manusia datar dan dingin seperti mereka bertiga" ucap Hyun-ri dengan helaan nafas kasar dan memandang punggung Seo Yoon yang berjalan duluan meninggalkannya.


"Tunggu aku, oppa" ucap Hyun-ri sedikit merengek dan langsung berlari kecil mengejar Seo Yoon.


"Aku sudah geram melihat mu dan keluargamu bahagia" ucap seorang wanita dari dalam mobil yang melihat Hyun-ri berlari kecil mengejar Seo Yoon di tempat parkir gedung Kim Group.

__ADS_1


"Ayo pergi dan suruh yang lain untuk terus mengawasi mereka" titah seorang wanita tadi.


__ADS_2