Bunga Daisy Di Musim Dingin

Bunga Daisy Di Musim Dingin
Chapter 51


__ADS_3

Bruuhhh....


"Haish.." desis Seo Yoon sambil mengelap wajahnya yang basah karena semburan air dari Hyun-ri.


"Ma..maaf oppa. Aku, aku.." ucap Hyun-ri gagap sambil membantu Seo Yoon mengelap wajah basahnya.


Pufft...


Dengus tawa tertahan terdengar dari Hwan-ki dan membuat Seo Yoon dan Hyun-ri menatapnya tajam. Ia menahan tawanya melihat reaksi berlebihan Hyun-ri hingga menyemburkan air ke wajah Seo Yoon.


Sedang Sora dan Jong-un pun juga sama, mereka berdua juga berusaha menahan tawanya juga kasihan, karena Seo Yoon menjadi sasaran keterkejutan Hyun-ri atas niat baik Seok Gwan. Jika kalian bertanya bagaimana reaksi Seok Gwan, tentu saja ia hanya memasang wajah datar dan acuh.


"Jangan tertawa." ucap Seo Yoon memperingatkan Hwan-ki dan hanya dibalas gidikan bahu oleh Hwan-ki.


"Oppa maafkan aku. Aku tidak sengaja."


"Sudahlah tidak apa, aku mengerti. Aku ke kamar mandi dulu." pamit Seo Yoon meninggalkan ruang makan.


Plak..


Hyun-ri memukul bahu Seok Gwan dengan wajah kesalnya.


"Kenapa kau memukulku?" tanya datar Seok Gwan.


"Kenapa kau langsung membicarakan pernikahan? Appa dan eomma kan baru tahu hubungan kita, kenapa harus membahas pernikahan sekarang?" ucap kesal Hyun-ri namun hatinya berdegup kencang.


"Apa salahnya? Aku memang ingin segera menikahimu. Jadi, aku memberitahu appa dan eomma, sebagai restu untuk kita." jawab tenang Seok Gwan.


"Sudah-sudah. Hyun-ri, sayang. Harusnya kan kau senang jika Seok Gwan sudah memiliki pemikiran untuk menikahimu, jadi kenapa kau kesal?" sahut Sora menengahi, "Lagi pula, eomma juga sudah ingin segera menggendong cucu." lanjut Sora menggoda Hyun-ri dan Seok Gwan.


"Aku juga ingin segara memiliki keponakan." sahut Hwan-ki ikut menggoda.


"Eomma... Jangan menggodaku seperti itu." ucap Hyun-ri dengan rona merah dipipinya, "Kau juga Hwan-ki oppa, jangan ikut menggodaku." lanjut Hyun-ri.


Seok Gwan yang melihat rona merah dipipi Hyun-ri itupun langsung tersenyum kecil. Ia meraih tangan Hyun-ri yang berada di atas meja dan langsung menggenggam tangan kiri Hyun-ri hangat,


"Appa eomma, jika boleh besok aku ingin mengadakan pesta pertunangan untuk kami berdua. Aku ingin melamar Hyun-ri secara resmi dihadapan seluruh keluarga." ucap Seok Gwan penuh keyakinan.


Jong-un dan Sora pun saling tatap dan tersenyum mendengar rencana dan niat Seok Gwan untuk melamar Hyun-ri. Sedang Hyun-ri hanya menundukkan kepalanya tersipu malu, dengan perasaan yang bahagia.


"Tentu, appa dan eomma mendukung rencana dan niatmu itu. Kita bisa adakan pesta pertunangan itu besok malam." jawab Jong-un dengan senyum.


"Lalu, apa orang tuamu sudah mengetahui rencanamu ini?" tanya Jong-un dengan raut wajah serius.

__ADS_1


"Mereka sudah tahu appa. Bahkan, mereka begitu senang saat aku memberi kabar seperti itu ke mereka." jawab Seok Gwan.


"Baiklah, kita adakan pesta pertunangan kalian besok malam. Dan, saat kedua orang tuamu kembali kesini, kita bisa membahas tanggal pernikahan kalian." ucap Jong-un sembari menyesap tehnya.


"Tapi appa, ada lagi yang ingin aku sampaikan."


Jong-un pun hanya menganggukkan kepalanya pelan sebagai respon dari perkataan Seok Gwan. Sedangkan Sora, Hyun-ri dan Hwan-ki langsung menatap Seok Gwan menantikan hal yang akan Seok Gwan sampaikan.


"Tiga hari setelah pertunangan, aku ingin segera melangsungkan pernikahan." ucap Seok Gwan yakin.


Bruuhhh....


Kali ini bukan Hyun-ri yang menyemburkan air yang dia minum, melainkan Jong-un yang menyemburkan teh yang sedang ia minum ke wajah tampan Seok Gwan.


"Oppa." seru Hyun-ri terkejut, sembari mengambil tisu untuk mengelap wajah basah Seok Gwan.


"Oh, astaga." pekik Sora.


"Hahahahaha..." suara tawa Seo Yoon menggema di ruang makan tersebut. Ia baru saja kembali dari kamar mandi dan langsung di suguhkan oleh adegan dimana Jong-un appa, menyemburkan teh dimulutnya ke wajah Seok Gwan.


Sedang Hwan-ki sudah menundukkan kepalanya, namun kedua bahunya bergetar naik turun karena tawa dalam diamnya.


Dan Seok Gwan hanya mampu mengedip-edipkan matanya karena sedikit terkejut akan reaksi dari Jong-un.


"Tidak apa, appa. Aku mengerti."


"Hahahaha.. Kau seperti anak anjing yang habis jatuh dalam selokan, Seok Gwan-a." sahut Seo Yoon dengan tawa nya, melihat rambut, wajah dan kemeja Seok Gwan yang basah.


"Hai, sudah-sudah. Kita kan lagi bahas hal serius. Seo Yoon duduk." ucap Sora menangahi dan Seo Yoon pun langsung duduk kembali di kursinya menurut apa yang dikatakan Sora.


"Seok Gwan-a, apa kau tidak terlalu buru-buru dalam mengambil keputusan?" tanya Jong-un dengan raut wajah serius.


"Iya, oppa. Benar kata appa. Kau terlalu buru-buru mengambil keputusan." sahut Hyun-ri pelan.


"Tidak appa, aku ingin segera menikahi Hyun-ri."


Lagi dan lagi, Seok Gwan menjawab dengan penuh keyakinan untuk serius menjalani kehidupan bersama Hyun-ri.


"Seok Gwan, jangan terlalu buru-buru mengambil keputusan. Apalagi keputusan untuk segera menikah. Menjalankan pernikahan tidak semudah dibayangkan, Gwan-a." sahut Sora menatap teduh ke arah Seok Gwan.


"Eomma, aku tidak akan membuat putri eomma ini sedih atau menderita. Aku janji akan selalu membuat putri eomma bahagia dan aku juga akan selalu melindunginya. Aku akan menjadi suami yang bertanggung jawab untuk Hyun-ri." jawab Seok Gwan meyakinkan dan di jawab senyuman hangat oleh Sora.


"Kalau begitu, sekarang tergantung pada Hyun-ri." sahut Jong-un dengan menatap Hyun-ri, "Bagaimana sayang, kau setuju dengan keputusan Seok Gwan, untuk segera menikahimu? Karena nantinya yang menjalani pernikahan adalah kalian berdua."

__ADS_1


Hyun-ri yang mendengar ucapan Jong-un itupun, langsung mengambil nafas dalam dan memejamkan matanya sesaat untuk menenangkan degup jantungnya yang berdetak cepat.


Huuhh...


Hembusan nafas pelan Hyun-ri keluarkan dan langsung menatap kedua orang tuannya dan Seok Gwan secara bergantian.


"Baiklah, aku setuju dengan keputusan Seok Gwan oppa. Kalau tiga hari setelah pertunangan, kita berdua akan segara menikah." jawab Hyun-ri dengan tersenyum hangat membalas senyuman Seok Gwan yang sedari tadi menatapnya.


Semua yang mendengar itupun, tersenyum hangat menerima keputusan Seok Gwan dan Hyun-ri untuk segera menikah.


*******


Pagi hari cerah telah menyambut hari baru, di kediaman Han sudah di sibukkan dengan persiapan acara pertunangan Hyun-ri dan Seok Gwan. Sedangkan Hyun-ri sendiri, ia masih bergelung dengan selimut hangatnya karena masih asyik dengan imajinasinya.


Hyun-ri sangat senang dan bahagia sekarang, ketika mengingat ucapan Seok Gwan tadi malam, yang akan segera menikahinya. Hyun-ri terus saja tersenyum dan tersipu malu dengan menyembunyikan senyumnya di bawah selimutnya.


"Apa semalam hanya mimpi? Apa hari ini aku akan bertunangan? Dan setelah itu aku akan menikah? Apa semua itu nyata?" ucap Hyun-ri penuh tanya


"Aahh, tentu saja itu nyata Hyun-ria, kau tidak sedang bermimpi.. Dan malam ini, kau akan di lamar dihadapan semua orang dan setelah itu kau akan menikah dengan orang yang kau cintai dan mencintaimu juga." ucap Hyun-ri kembali dengan senyum mengembang.


"Dan setelah menikah... Aahhh... Hentikan pikiran kotormu itu, Han Hyun-ri." maki Hyun-ri pada diri sendiri, namun tetap mengembangkan senyumannya dengan rona merah dipipinya.


Hyun-ri sangat bahagia sekaligus tersipu malu saat membayangkan malam pertamanya dengan Seok Gwan. Ia pun langsung menyembunyikan dirinya di bawah selimut dan menendang-nendang selimutnya, karena terlalu bahagia dan juga malu akan pikirannya sendiri.


"Kau sedang apa?" tanya seorang tiba-tiba.


Bugh..


Dengan gerakan kaku Hyun-ri menghentikan aksi menendang selimutnya. Hyun-ri membeku dan kaku di bawah selimut karena mengenal suara seseorang yang masuk ke kamarnya tanpa mengetuk pintu. Iya suara itu milik Seok Gwan, orang yang sedari tadi ia pikirkan.


Hyun-ri tidak menjawab dan masih setia berbaring kaku di bawah selimut tebalnya. Ia tidak ingin menampakkan dirinya di hadapan Seok Gwan, sekarang. Sebab Hyun-ri yakin sekali jika wajahnya masih merona malu karena pikiran kotornya di pagi hari. Juga, malu karena Seok Gwan pasti melihat tingkahnya yang sedikit konyol.


"Hyun-ria? Kau baik-baik saja?" tanya Seok Gwan kembali karena melihat keterdiaman Hyun-ri di bawah selimut.


Seok Gwan pun berjalan mendekat ke tempat tidur Hyun-ri dan mendudukkan diri ditepi tempat tidur.


"Hyun-ria."


"Oppa, kenapa kau masuk tanpa mengetuk pintu?" sahut Hyun-ri yang masih bersembunyi di bawah selimut.


"Oh, maaf. Aku pikir kau masih tidur, jadi aku langsung masuk untuk membangunkanmu. Tapi kau malah sedang.."


"Ssssttt.. Jangan bicara lagi." potong Hyun-ri dengan sedikit kesal dan malu.

__ADS_1


*****


__ADS_2