
Tiga hari sudah berlalu, malam ini Hyun-ri akan menghadiri acara reuni fakultasnya. Hyun-ri sudah berdandan cantik dengan dress berwarna beige selutut dan riasan tipis. Ia benar-benar terlihat anggun dan cantik walau dengan riasan tipis.
"Eomma appa." panggil Hyun-ri ketika ia menuruni tangga dan berjalan menghampiri kedua orang tuanya.
"Kau cantik sekali sayang. Kau akan pergi sendiri?" tanya Jong-un
"Iya appa, aku pergi ke acara reuni sendiri." jawab Hyun-ri yang sudah duduk di antara orang tuanya.
"Bawah supir bersamamu sayang, jangan menyetir mobil sendiri." ucap Jong-un
"Benar, jangan menyetir sendiri. Kau harus pergi bersama supir sayang." sahut Sora
"Tidak. Hyun-ri tidak nyaman jika harus diantar supir, appa eomma." tolak Hyun-ri dengan memanyunkan bibirnya.
"Tapi sayang.."
"Tidak eomma." potong Hyun-ri tetap menolak.
"Baiklah, tapi berjanji pada appa. Jangan mematikan ponselmu, hubungi appa jika sudah sampai, dan jangan pulang terlalu larut." ucap Jong-un dengan nada tegas.
"Baik appa." jawab Hyun-ri menurut.
Jika sang appa sudah mengeluarkan nada tegasnya, Hyun-ri tidak akan membantah lagi. Karena Hyun-ri paham, pasti semua itu demi kebaikannya dan appanya sangat sayang kepadanya.
"Kalau begitu, Hyun-ri berangkat sekarang." pamit Hyun-ri
"Hati-hati sayang." jawab Jong-un sambil mengusak sayang rambut Hyun-ri.
"Hati-hati ya sayang. Ingat pesan appamu tadi!" ucap Sora dan di angguki oleh Hyun-ri yang tersenyum manis.
"Baiklah, Hyun-ri berangkat dulu."
Hyun-ri pun berjalan menuju pintu utama untuk bergegas pergi ke pesta reuni fakultasnya.
"Yeobo, kenapa kau biarkan Hyun-ri pergi sendiri?" tanya Sora sedikit khawatir.
Jong-un sudah menceritakan semuanya kepada Sora. Dengan apa yang terjadi pada Hyun-ri 3 hari lalu. Sora selalu khawatir jika Hyun-ri pergi seorang diri tanpa ada orang terdekatnya berada disekitarnya.
"Kau tidak perlu khawatir, yeobo. Sebentar lagi dipintu utama bakalan ada kegaduhan." jawab Jong-un dengan tersenyum lebar.
Sora memicingkan matanya penuh selidik ke suaminya yang tengah menikmati tehnya.
"Apa mak.."
"Tidak!!!"
Sora tidak melanjutkan ucapannya, karena mendengar suara Hyun-ri yang seperti menolak sesuatu.
"Hyun-ri!!" pekik Sora dan beranjak dari duduknya,
"Duduk saja, dia baik-baik saja. Ada ketiga sahabatnya." ucap Jong-un dengan senyum merekah.
Sora paham sekarang yang dimaksud suaminya tadi. Ia pun kembali duduk dan tersenyum hangat pada Jong-un.
__ADS_1
"Kau memang pintar membuat putrimu itu kesal."
"Tentu saja."
Jong-un dan Sora hanya bisa tertawa kecil membayangkan ekspresi kesal Hyun-ri karena ketiga sahabat es nya itu.
******
Pintu utama....
"Kami tetap ikut denganmu." ucap Seo Yoon datar
"Kau tidak bisa menolak kami." ucap Seok Gwan datar
"Kau tidak perlu pergi, jika kau menolak kami untuk ikut." ucap Hwan-ki datar
Hyun-ri mendengus kasar. Bagaimana bisa ketiga sahabat nya itu berada di hadapannya ketika ia membuka pintu utama. Bahkan, sekarang ketiga sahabatnya itu, memaksa ikut ke acara reuni fakultasnya.
"Tidak, tidak dan tidak." jawab final Hyun-ri
"Kalau begitu masuklah, kau tidak perlu menghadiri acara itu." ucap Seok Gwan
"Oppa, kalian ini kenapa? Aku hanya menghadiri acara reuni fakultasku, dan untuk apa kalian ikut? Kalian bukan mahasiswa dari fakultasku. Jadi, biarkan aku pergi sekarang!! Aku sudah terlambat."
Hyun-ri pun langsung berjalan meninggalkan ketiga sahabatnya itu. Tapi..
"Berhenti atau aku membopongmu dan menguncimu didalam kamar, Hyun-ria." ucap Seok Gwan dingin
"2" ucap Seo Yoon
Hyun-ri benar-benar dibuat emosi oleh ketiga sahabatnya yang bermuka datar dan dingin itu. Dengan mengatur nafasnya dan menelan mentah-mentah amarahnya. Hyun-ri berbalik dan menatap tajam ketiga sahabatnya.
"Baiklah. Kalian bisa ikut. Tapi, jangan membuatku malu!" ucap Hyun-ri mengizinkan mereka ikut dan memperingati.
"Malu? Justru kau akan kuwalahan menanggapi teman-teman alumni mu, untuk meminta berkenalan dengan kami." ucap Seok Gwan datar dengan bersendekap dada.
"Kau lupa jika ketiga sahabatmu ini begitu tampan, pintar dan kaya." ucap Seo Yoon datar.
"Kau yang akan membuat kami malu." ucap Hwan-ki,
Hyun-ri memejamkan matanya erat, ia benar-benar kesal sekarang. Ia mencoba menahan segala amarahnya dan menatap ketiga sahabatnya kembali.
"Baiklah." ucap Hyun-ri dengan senyum dipaksakan,
"Bisa kita berangkat sekarang?" lanjut Hyun-ri.
"Tentu, masuklah. Kita semua satu mobil." jawab Seok Gwan
Dengan dengusan kasar Hyun-ri berjalan menghentak-hentakkan kakinya kesal, menuju mobil Seok Gwan yang sudah terparkir di depan mansion.
"Menyebalkan sekali." ucap Hyun-ri kesal dan menaiki mobil disusul ketiga sahabatnya.
******
__ADS_1
Acara reuni...
Hyun-ri dan ketiga sahabat pria tampannya itu sudah sampai di acara reuni fakultas Hyun-ri. Acara di adakan di salah satu hotel bintang 5 di kota Seoul.
"Tunggu!!" ucap Hyun-ri mengehentikan langkah mereka sebelum memasuki aula acara.
"Ada apa?" tanya datar Seok Gwan dan kernyitan alis. Hwan-ki dan Seo Yoon hanya menatap datar Hyun-ri
Dengan senyum merekah Hyun-ri menghadap ketiga sahabatnya itu. Yang semakin mengernyitkan bingung melihat senyum Hyun-ri.
"Karena kalian sudah disini dan akan ikut masuk bersamaku." mulai Hyun-ri,
"Jadi, kalian buang muka datar dan dingin kalian itu. Gantikan dengan senyuman tampan kalian. Jika tidak, kalian tetap disini atau tunggu aku di mobil." ucap Hyun-ri dengan menekan setiap katanya dengan senyum yang menunjukkan deretan gigi rapinya.
"Setuju?" tanya Hyun-ri dengan menaik turunkan alisnya menatap ketiga sahabatnya yang masih bermuka datar dan dingin.
"Terserah." ucap Seok Gwan acuh dan berjalan mendahului Hyun-ri memamusiki aula acara, disusul kedua sahabatnya juga.
"Kenapa mereka meninggalkanku? Kalian benar-benar menyebalkan." ucap kesal Hyun-ri dan menyusul ketiga sahabatnya yang sudah memasuki aula acara.
"Dia datang rupanya." ucap Gun-yo dengan senyum tipisnya saat melihat Hyun-ri memasuki aula,
"Lengkap dengan ketiga pria brengsek itu." ucap geram Gun-yo yang juga melihat Seok Gwan, Hwan-ki dan Seo Yoon.
"Bersenang-senanglah selagi kau masih mempunyai waktu, Hyun-ria." ucap Gun-yo dengan senyum liciknya dan pergi meninggalkan aula acara.
Gun-yo dan Hyun-ri memang satu fakultas, tapi mereka berbeda tingkatan, Hyun-ri termasuk adik tingkat Gun-yo. Itulah sebabnya Gun-yo juga mengahadiri acara itu.
******
"Hyun-ria." panggil seorang wanita cantik berambut sebahu sambil melambaikan tangan dan tersenyum manis.
"Eun Sang." panggil balik Hyun-ri dengan senyum merekah dan langsung memeluk Eun Sang.
"Kau apa kabar, Hyun-ria?" tanya Eun Sang dengan senyum hangat
"Aku baik, kau?"
"Aku juga baik. Sangat baik." jawab Eun Sang dengan senyum merekah
"Ehhemm." Seok Gwan berdehem dan mengalihkan atensi Hyun-ri dan Eun Sang.
"Bukankah kalian baru bertemu tiga hari lalu?" tanya Seok Gwan.
"Kenapa kalian Seolah baru bertemu setelah bertahun-tahun?" tanya Hwan-ki dingin.
"Apa waktu itu kau bohong, Hyun-ri?" tanya Seo Yoon datar.
Hyun-ri meneguk ludah nya sulit dan hanya mampu tersenyum kaku di hadapan ketiga sahabatnya. Sedang Eun Sang menunjukkan raut wajah bingung tidak mengerti apa-apa.
"Habislah kau, Han Hyun-ri." batin Hyun-ri pasrah.
**********
__ADS_1