
"Apa kau berselingkuh dariku, oppa?" tanya Hyun-ri dengan sorot mata sendu.
Seok Gwan langsung memeluk tubuh Hyun-ri dengan erat. Ia menyembunyikan wajahnya diceruk leher Hyun-ri dan menghirup lamat-lamat aroma tubuh Hyun-ri yang sangat Seok Gwan sukai.
"Oppa, jawab pertanyaanku!!" ucap Hyun-ri dengan berusaha mendorong dada Seok Gwan agar melepas pelukannya.
Seok Gwan dengan tidak rela melepaskan pelukannya terhadap Hyun-ri. Ia menatap dalam pada kedua manik cantik milik Hyun-ri.
"Aku hanya mencintaimu! Aku tidak membutuhkan wanita lain lagi. Aku hanya membutuhkan mu dan aku hanya ingin memilikimu saja" jawab Seok Gwan tegas
Hyun-ri menatap kedua mata Seok Gwan, tidak ada kebohongan dari sorot matanya. Hanya tatapan teduh dan ketulusan yang Hyun-ri lihat.
"Lalu siapa yang membalut lukamu dimalam pesta jamuan bisnis, seminggu lalu oppa?" tanya Hyun-ri lirih
"Kim Aeri. Aku tidak mengenalnya tapi aku tahu namanya. Entah darimana dia datang, dia tiba-tiba langsung membalut luka ku dengan sapu tangannya"
Hyun-ri mencoba mempercayai perkataan Seok Gwan, walau hatinya berdesir nyeri. Kenapa harus wanita lain yang membalut luka kekasihnya? Kenapa Seok Gwan tidak menolaknya? Bukankah Seok Gwan selalu dingin terhadap orang yang tidak dikenal? Kenapa ia bersikap berbeda dengan wanita itu? Segala pertanyaan menumpuk di pikiran Hyun-ri dan membuatnya sedikit kehilangan kendali untuk menahan emosinya.
"Aku tidak berselingkuh dengannya. Malam itu aku sedang tersulut amarah, jadi aku hanya bisa diam saat dia tiba-tiba membalut lukaku. Maaf, jika itu menganggu pikiranmu, Hyun-ria" jelas Seok Gwan sambil mengelus sayang pipi Hyun-ri
"Kenapa? Apa yang membuat mu marah?"
"Cemburu" jawab jujur Seok Gwan
Hyun-ri yang mendengar itupun, mengernyitkan alisnya bingung dan menatap Seok Gwan penuh tanya.
"Cemburu? Apa maksudmu aku? Aku yang cemburu?" tanya Hyun-ri menerka-nerka
"Aku!! Aku yang cemburu Hyun-ria. Aku cemburu saat kau begitu dekat dengan Hwan-ki saat berdansa" jawab jujur Seok Gwan.
Hyun-ri membulatkan matanya tidak percaya dengan pengakuan Seok Gwan. Bagaimana mungkin Seok Gwan merasa cemburu karena kedekatannya dengan Hwan-ki, sahabat mereka sedari kecil.
"Aku tahu, kau pasti terkejutkan! Bagaimana pun juga Hwan-ki adalah sahabat kita. Jadi, bagaimana bisa aku cemburu pada kedekatan kalian. Tapi, memang itu yang aku rasakan malam itu" ucap Seok Gwan dengan mata berubah sendu dan tersenyum tipis
"Oppa.."
"Maaf, aku akan mengendalikan perasaanku. Dan lihat, ternyata aku lebih kekanak-kanakan darimu" ucap Seok Gwan dengan tawa kecil.
"Maaf, oppa. Maaf!!" ucap Hyun-ri merasa bersalah dan menundukkan kepalanya dalam
"Hei, kau tidak salah. Aku saja yang terlalu berlebihan dan, terlalu cemburu juga" ucap Seok Gwan sambil mengusak gemas rambut Hyun-ri
"Lalu.. Siapa wanita yang oppa gendong tadi?"
"Kim Aeri" jawab datar Seok Gwan
__ADS_1
Hyun-ri langsung mendongakkan kepalanya dan menatap tak percaya ke arah Seok Gwan. Dia wanita yang sama dengan wanita yang membalut lukanya. Dan, dia bilang tidak mengenalnya sama sekali. Tapi..
Hyun-ri tersenyum miris tidak percaya dengan jawaban Seok Gwan.
"Wanita itu lagi? Dan kau bilang tidak selingkuh dan tidak mengenalnya? Tapi, kau mengendongnya didepan umum dan didepan mata kepalaku sendiri!!!" ucap Hyun-ri dengan sedikit meninggikan suaranya
Tubuh Seok Gwan seketika menegang kaku, mendengar ucapan Hyun-ri. Seok Gwan tidak mengetahui jika Hyun-ri berada disana saat ia mengikuti permainan Aeri.
"Sepertinya kau pandai beralasan, oppa"
Hati Hyun-ri tercubit sakit dan tanpa sadar ia menteskan air matanya kembali.
"Kau salahpaham, Hyun-ria. Deng.." ucap Seok Gwan berusaha menjelaskan
"Biarkan aku sendiri dulu" potong cepat Hyun-ri dan pergi meninggalkan Seok Gwan.
Grep..
Seok Gwan menahan tangan Hyun-ri dan menarik Hyun-ri ke dalam pelukannya.
"Dengarkan aku, Hyun-ria. Aku mohon" ucap Seok Gwan pelan dengan mengeratkan pelukannya pada Hyun-ri.
"Lepas!!!"
"Aku bilang, lepaskan!!" ucap Hyun-ri terus memberontak
"Aku mencintaimu, aku tidak akan melepasmu. Tidak akan pernah!" ucap tegas Seok Gwan
Hyun-ri pun terisak didalam pelukan Seok Gwan. Hatinya merasa sakit, ia marah dan juga cemburu. Namun, selalu saja ia lemah dengan segala ucapan cinta dari Seok Gwan.
"Sstt.. Aku mohon, jangan menangis. Kau tidak pantas menangisi ku, Hyun-ria. Tolong, maafkan aku" ucap Seok Gwan menenangkan
"Aku tidak berselingkuh darimu, aku mohon percayalah padaku" ucap Seok Gwan dengan nada tercekat karena amarah pada dirinya sendiri.
Jika seseorang telah mencintai kekasihnya dengan tulus, mereka akan merasa kecewa pada dirinya sendiri ketika menyakiti kekasihnya. Hanya orang-orang yang tidak memiliki ketulusan saja yang tidak merasa bersalah karena telah menyakiti kekasihnya. Disengaja maupun tidak disengaja luka akan tetap membekas.
Jika sudah berani menyatakan perasaan dan sudah memilikinya, maka jaga dengan baik. Jaga perasaannya, jaga tutur kata kita agar tidak menyakiti dan jaga emosi kita. Sekali kita menyakiti perasaannya, maka goresan di hatinya akan semakin lebar dan hilang sudah rasa kepercayaannya.
"Aku hanya memberikan pelajaran kepadanya. Kau ingin tahu kenapa?" ucap dan tanya Seok Gwan lirih.
Hyun-ri tidak menjawab, ia sudah terlalu larut dalam kesedihannya. Bahkan, isakannya hingga membuat tubuhnya sedikit bergetar.
"Dia adalah wanita licik Hyun-ria. Dia berusaha mendekatiku karena ingin membuatmu jauh dari ku. Jadi aku memberinya pelajaran, aku hanya mencintaimu, sungguh"
Seok Gwan memeluk Hyun-ri erat, ia benar-benar marah pada dirinya sendiri karena telah membuat Hyun-rinya menangis.
__ADS_1
"Maafkan aku, maaf. Aku benar-benar tidak tahu jika kau berada disana. Tolong, maafkan kebodohanku" ucap Seok Gwan penuh penyesalan.
Hyun-ri merasakan basah pada bahunya, seketika tubuhnya menegang kaku.
"Oppa.." ucap lirih Hyun-ri
"Maaf"
Hyun-ri semakin merasakan basah pada bahunya. Seolah ada sesuatu yang menetes berkali-kali dibahunya.
"Kau, kau manangis?"
Seok Gwan hanya menggeleng pelan dan semakin erat memeluk tubuh Hyun-ri seolah tubuh Hyun-ri bisa hilang dalam sekejap dari hadapannya.
"Jangan meninggalkan ku, Hyun-ria"
Mendengar nada penuh sesal itu, Hyun-ri langsung membalas pelukan Seok Gwan. Ia mengusap punggung Seok Gwan untuk menenangkan.
"Aku disini, oppa"
Jika sebuah kepercayaan sudah hilang, maka hubungan akan hancur lebur dan hanya menyisakan rasa sakit. Namun, jika kita selalu berbicara jujur, terbuka dan tidak menutupi apapun itu. Kepercayaan tidak akan goyah dan menjadi pondasi kuat dalam sebuah hubungan.
********
"Kemana kucing kecil itu pergi?" tanya Seo Yoon yang berada di ruang tengah bersama Hwan-ki
"Bukankah tadi dia pergi bersama Seok Gwan?"
"Iya, tapi kenapa mereka belum kembali sampai sekarang! Sudah 1jam mereka pergi"
Mendengar itupun Hwan-ki sedikit khawatir. Takut terjadi sesuatu antara Hyun-ri dan Seok Gwan.
"Haruskah kita mencarinya?" tanya Seo Yoon
Hwan-ki sedikit berpikir. Jika Seo Yoon pergi mencari mereka berdua, lalu mengetahui hubungan Hyun-ri dan Seok Gwan. Bisa dipastikan Seo Yoon akan mengungkap semuanya.
"Tidak perlu!! Mereka sudah dewasa, tidak perlu dicari seperti itu. Nanti juga akan kembali sendiri" jawab dingin Hwan-ki dan hanya di angguki Seo Yoon.
"Hwana!!" panggil Seo Yoon
"Hm" jawab malas Hwan-ki
"Apa kau tidak ingin mengungkapkan perasaanmu untuk Hyun-ri?"
******
__ADS_1