Bunga Daisy Di Musim Dingin

Bunga Daisy Di Musim Dingin
Chapter 52


__ADS_3

"Oppa, lain kali ketuk pintu dulu sebelum kau masuk ke kamarku." ucap Hyun-ri memperingatkan.


Kini Hyun-ri sudah duduk bersandar di kepala ranjang dengan Seok Gwan yang masih duduk di tepi ranjang menghadapnya.


"Kenapa? Lagi pula sebentar lagi kita akan menikah kan? Jadi, aku bebas keluar masuk kamar kita." jawab Seok Gwan tenang.


Blush...


"Ka-kamar kita?"


Pipi Hyun-ri seketika merona malu, karena ucapan Seok Gwan. Membayangkannya saja sudah membuat dada Hyun-ri berdegup kencang.


"Jangan membahas itu, ini masih pagi." ucap Hyun-ri dengan menangkup kedua pipinya.


"Kau kenapa? Apa kau memikirkan tentang mal.."


"Ssssttt..."


Dengan secepat kilat Hyun-ri memotong ucapan Seok Gwan dengan meletakkan jari telunjuk nya di bibir Seok Gwan.


"Keluarlah, oppa. Aku ingin mandi." ucap Hyun-ri dengan wajah cemberut.


"Mau aku temani?" jawab Seok Gwan dengan bersmirik.


Mendengar itu, Hyun-ri langsung membulatkan matanya lucu dan langsung merubah raut wajahnya menjadi kesal.


Bugh...


"Dasar mesum!" ucap Hyun-ri kesal dengan melempar bantal tepat ke wajah Seok Gwan.


"Kau!!" ucap Seok Gwan dibuat geram.


"Kenapa? Kau memang mesum, wlek." ejek Hyun-ri dan ia pun langsung turun dari tempat tidurnya dan berlari kecil masuk ke kamar mandi.


Seok Gwan yang melihat itupun langsung mengejar Hyun-ri, namun ia tidak berhasil mengejar Hyun-ri yang sudah masuk kedalam kamar mandi.


Duk..duk..dukk..


"Yak!! Han Hyun-ri, berani sekali kau melempar bantal ke wajah calon suamimu ini. Yaakk!!". Ucap Seok Gwan dengan sedikit berteriak di depan pintu kamar mandi Hyun-ri.


"Makanya, jangan mesum." sahut Hyun-ri dengan tawa kecilnya.


"Awas saja kau."


"Ya, ya.. Pergilah oppa, aku mau mandi." sahut Hyun-ri sedikit berteriak.


"Dasar bocah." ucap Seok Gwan dengan tersenyum tampan.


******


20menit kemudian Hyun-ri turun kelantai bawah dengan pakaian formalnya. Ia menuruni pelan anak tangga dan melihat beberapa maid yang lalu lalang yang membantu mempersiapkan acara pertunangannya nanti malam.

__ADS_1


"Sayang!! kenapa pakai, pakaian formal? Kau mau ke kantor?" Tanya Sora yang menghadang Hyun-ri di anak tangga terakhir.


"Iya eomma. Hyun-ri akan ke kantor setelah sarapan." Jawab Hyun-ri dengan senyum manis.


"Sayang, kau tidak lupakan jika nanti malam kau akan bertunangan?"


"Aku ingat eomma. Nanti aku akan pulang sore."


"Kau tidak boleh pergi ke kantor hari ini." sahut Seok Gwan tiba-tiba yang berjalan mendekat menghampiri Hyun-ri dan eomma Sora.


"Kenapa tidak boleh?" tanya Hyun-ri,


"Hari ini kita harus membeli cincin pertunangan kita. Dan, aku sudah buat janji dengan salah satu toko perhiasan untuk memilih salah satu koleksi mereka." jawab Seok Gwan datar.


"Ya sudah, baiklah. Aku tidak kekantor hari ini."


"Good girl. Ya sudah, ayo sekarang kita sarapan. Appa pasti sudah menunggu di meja makan." ajak Sora menggandeng kedua anak kesayangannya itu.


Keluarga Han dan Seok Gwan pun memulai pagi mereka dengan sarapan bersama dengan sesekali membicarakan tentang persiapan acara pertunangan malam nanti.


*******


Selesai sarapan dan mengobrol sebentar dengan kedua orang tua Hyun-ri. Kini, Seok Gwan dan Hyun-ri sudah berada di perlajalanan menuju toko perhiasan yang berada di tengah kota Seoul. Mereka berdua tidak banyak berbicara, namun sesekali Hyun-ri melirik ke arah Seok Gwan yang tengah fokus pada jalanan didepannya. Seolah ada yang ingin Hyun-ri sampaikan, namun ia tidak tahu harus bagaimana memulainya.


"Kenapa? Ada yang ingin kau katakan? Atau kau sedang memuji ketampanan calon suamimu ini?" tanya Seok Gwan yang sedari tadi sadar, jika di lirik oleh Hyun-ri.


"Hm, ya kau memang tampan.. Sangat tampan." jawab Hyun-ri dengan senyum dibuat-buat.


"Katakan, ada apa?"


"Oppa, kenapa kau ingin mempercepat pernikahan kita? Apa kau benar-benar sudah yakin dengan keputusanmu itu?" tanya Hyun-ri dengan serius.


Diam... Seok Gwan masih diam tidak langsung menjawab pertanyaan Hyun-ri, seolah masih memikirkan jawaban yang tepat untuk menjawab pertanyaan Hyun-ri.


"Bukankah semalam aku sudah menjawabnya? Kenapa sekarang kau pertanyaakan kembali? Apa kau tidak percaya jika aku sangat mencintai dan ingin hidup bersamamu selamanya? Kau meragukan ke seriusanku?" jawab Seok Gwan dengan pertanyaan beruntun.


"Lihat, Seok Gwan yang dingin berganti dengan, Seok Gwan yang cerewet dengan pertanyaannya yang bertubi-tubi." jawab kesal Hyun-ri dan langsung menyandarkan dirinya ke kursi dengan bersendekap dada.


"Kau marah?" tanya Seok Gwan dengan tawa kecil. Dan Hyun-ri tidak menjawabnya.


"Hyun-ria, apa kau sudah lupa? Saat kita di Villa Jeju waktu itu, aku pernah bilangkan. Jika kita sudah memberitahu semua orang tentang hubungan kita, maka aku akan langsung menikahimu. Jadi, sekarang aku sedang menepati ucapanku. Karena aku tidak ingin kau dimiliki orang lain, cukup aku saja." jelas panjang Seok Gwan.


"Hm, baru kali ini kau banyak bicara seperti ini oppa. Dan ya, aku ingat itu, kau menepati ucapanmu. Terima kasih." jawab Hyun-ri dengan tersenyum manis ke arah Seok Gwan.


Hyun-ri merasa sangat beruntung karena cintanya terbalas, ia mencintai Seok Gwan dalam diam dan Seok Gwan pun juga mencintainya dalam diam. Sekarang, cinta mereka sudah menjadi satu dan melebur jadi satu.


"Aku akan selalu melindungimu, aku tidak akan biarkan Gun-yo mendekatimu kembali." batin Seok Gwan dengan menatap dingin jalanan didepannya.


*********


1jam perjalanan kini mereka berdua telah sampai di toko perhiasaan tersebut. Saat memasuki toko, mata Hyun-ri berbinar senang melihat beberapa koleksi perhiasaan dari toko tersebut.

__ADS_1


"Jika ada yang kau sukai, ambil lah. Aku akan membelikannya untukmu." ucap Seok Gwan yang mengandeng tangan Hyun-ri agar tidak jauh darinya.


"Tidak, kita hanya akan membeli cincin pertunangan kita saja." jawab Hyun-ri dengan senyum manis.


"Baiklah."


Mereka berdua pun berjalan memasuki lebih dalam area toko menuju tempat yang dikhususkan untuk cincin pertunangan dan pernikahan.


"Selamat datang, tuan Kim dan nona Han." sambut wanita salah satu pelayan toko, "Mari ikut saya."


Hyun-ri tersenyum ramah sebagai respon dan Seok Gwan hanya memasang wajah datar. Mereka berduapun mengikuti pelayan yoko tersebut ke sebuah ruangan di lengkapi dengan sofa dan meja.


"Silahkan duduk terlebih dahulu, saya akan mengambilkan beberapa koleksi cincin pertunangan kami." ucap pelayan toko.


"Tentu, terima kasih." jawab ramah Hyun-ri dan langsung mendudukan diri berdampingan dengan Seok Gwan.


Setelah menunggu 10 menit, beberapa pelayan toko datang dengan membawah beberapa kotak cincin pertunangan sebagai pilihan.


"Silahkan nona tuan." ucap pelayan toko, yang sudah menaruh kotak-kotak cincin berjejer rapi di atas meja.


"Pilahlah, mana yang kau suka." ucap Seok Gwan.


Hyun-ri pun melihat satu persatu cincin-cincin tersebut. Ia bingung menentukan pilihannya karena semua cincin yang dikeluarkan sangat cantik-cantik menurut Hyun-ri.


"Hmm, aku memilih ini. Bagaimana menurutmu, oppa?" tanya Hyun-ri yang sudah memilih cincinnya.



Sumber picture : Pinterest


"Aku suka." jawab Seok Gwan setuju akan pilihan Hyun-ri, "Kami ambil yang ini." lanjut Seok Gwan pada pelayan toko.


"Pilihan nona tepat sekali, ini adalah model terbaru dari koleksi kami." ucap pelayan toko, "Tunggu sebentar tuan, nona. Kami akan siapkan semuanya."


Pelayan toko pun pergi untuk mengurus segala tanda terima dan Seok Gwan langsung membayar cincin tersebut. Setelah menyelesaikan pembayaran dan cincin telah di bungkus rapi dalam tas kotak kecil, Hyun-ri dan Seok Gwan langsung meninggalkan toko.


******


Mansion Han...


"Hwan-ki, Seo Yoon. Apa kalian masih belum mendapat kabar tentang Gun-yo?" tanya Jong-un.


Mereka bertiga kini tengah berada di ruang kerja Jong-un. Mereka masih membicarakan tentang keberadaan Gun-yo yang masih saja belum diketahui.


"Belum appa. Orang-orang kami bahkan polisi sekalipun, masih belum menemukan Gun-yo." jawab Hwan-ki,


"Benar appa. Seolah Gun-yo lenyap begitu saja dari bumi ini." sahut Seo Yoon.


"Hm, ya. Tapi walaupun begitu, kita tidak boleh lengah sedikitpun. Karena appa yakin sekali, Gun-yo pasti akan tetap mendekati Hyun-ri untuk balas dendam karena kesalah pahaman yang dibuat sendiri oleh, Eommanya." jawab Jong-un dengan raut wajah gusar, merasakan firasat buruk yang akan terjadi.


*******

__ADS_1


__ADS_2