
"Sayang!! Dimana tas kerjaku?" teriak Seok Gwan dari kamar utama.
"Huh, selalu saja seperti itu." keluh Hyun-ri dengan helaan nafas pelan, "Sayang, mommy akan mengurus daddy dulu. Kau tetap disini dulu, tunggu mommy kembali. kau mengerti?" ucap Hyun-ri kepada anak laki-lakinya.
"Baik mommy. Ha-joon akan menunggu mommy disini." jawab Ha-joon dengan senyum gemasnya .
Sekarang rumah tangga Hyun-ri dan Seok Gwan sudah menginjak 6tahun. Mereka sudah di karuniai seorang anak laki-laki yang sudah berumur 5 tahun dan sudah memasuki sekolah kanak-kanak.
Kim Ha-joon, anak pertama dari Seok Gwan dan Hyun-ri. Ia anak laki-laki yang menggemaskan dan tampan mirip sekali dengan daddynya.
Klek...
Hyun-ri membuka pintu kamar utama dan langsung bersendekap dada melihat Seok Gwan yang masih belum siap untuk bekerja.
"Sayang, dimana tas kerjaku? Aku sudah mencarinya kemana-kemana, tapi tetap saja tidak ketemu." tanya Seok Gwan mendekati Hyun-ri.
"Oh-ho tuan Kim. Apa anda sekarang sedang mencari alasan? Kau bisa membawah tas kerjamu yang lainnya, jika kau tidak menemukan tas kerja yang sudah aku siapkan." ucap Hyun-ri dengan jengah.
Hyun-ri sudah hafal sekali dengan sikap Seok Gwan yang selalu mencari-cari alasan agar di perhatikan olehnya.
Grep...
Seok Gwan memeluk posesif pinggang Hyun-ri dan menyatukan keningnya dengan kening Hyun-ri.
"Daddy juga ingin di perhatikan sama mommy. Kenapa mommy pilih kasih?" ucap Seok Gwan dengan nada di buat manja.
Huft...
Hyun-ri menghela nafas panjang. Beginilah Seok Gwan, selalu saja merasa tidak di perhatikan semenjak Ha-joon hadir di antara mereka.
"Daddy sayang. Mommy tidak pernah pilih kasih, bukankah tadi mommy sudah siapkan semua kebutuhan daddy?" jawab dan tanya Hyun-ri dengan nada dibuat manja dan mengalungkan tangannya di leher Seok Gwan.
"Tapi kau belum memberiku ciuman pagi, sayang. Dan kau malah asik dengan Ha-joon."
"Kau selalu saja merasa cemburu dan tersaingi oleh anakmu sendiri." ucap jengah Hyun-ri yang sudah mendorong Seok Gwan agar melepas pelukannya.
"Biar saja." jawab acuh Seok Gwan, "Ha-joon selalu saja posesif kepada mommy nya, hingga tidak membiarkan daddy nya ini berduaan dengan mommy nya sebentar saja." lanjut Seok Gwan dengan merubah raut wajahnya cemberut.
"Sikap posesifnya menurun darimu, suamiku sayang."
Hyun-ri menggelengkan kepalanya pelan dengan sikap dan tingkah Seok Gwan yang selalu bersikap manja kepada Hyun-ri. Bahkan, jika Hyun-ri ingat-ingat kembali, Seok Gwan sudah tidak pernah menunjukkan wajah datar dan dinginnya kepada Hyun-ri.
Hanya wajah tersenyum, cemberut dan sikap manja yang selalu ia tunjukkan kepada Hyun-ri.
__ADS_1
Grep...
Seok Gwan kembali memeluk posesif pinggang Hyun-ri dan perlahan ia ingin mencium bibir Hyun-ri. Namun...
"Daddy!!!!" teriak Ha-joon di ambang pintu.
Brukk...
Huh....
Hyun-ri mendorong kuat Seok Gwan hingga jatuh terduduk dengan helaan nafas pasrahnya.
"Jangan cium-cium mommy." ucap Ha-joon menatap kesal daddynya.
"Boy, kenapa kau kesini?" tanya Seok Gwan yang langsung berdiri.
"Sayang, mommy kan sudah bilang. Tunggu di kamar dulu, sampai mommy kembali." ucap Hyun-ri pelan sembari mengelus sayang kepala anaknya.
"Maaf mommy." jawab Ha-joon pelan, "Mommy lama, jadi Ha-joon menghampiri mommy kesini."
"Baiklah, tidak apa. Sekarang ayo kita turun untuk sarapan." ajak Hyun-ri menggandeng tangan kecil Ha-joon.
"Tapi sayang.." panggil Seok Gwan.
Ha-joon tersenyum menang menatap ke arah Seok Gwan yang juga menatapnya penuh persaingan.
Wlek... Ha-joon menjulurkan lidahnya, mengejek Seok Gwan dan berjalan keluar kamar utama mengandeng tangan Hyun-ri.
"Wah, bisa-bisanya anak itu mengejek daddy nya sendiri. Awas saja." ucap Seok Gwan lirih dan berlari kecil menyusul Hyun-ri dan Ha-joon.
Seperti itulah kehidupan rumah tangga Seok Gwan dan Hyun-ri yang selalu di penuhi dengan kehangatan dan rasa persaingan antara anak dan daddy nya yang begitu posesif akan satu orang wanita yang paling mereka sayangi.
******
Semua ingatan kejadian nahas yang pernah Seok Gwan alami masih teringat jelas di ingatan Hyun-ri. Bagiamana kedua peluru itu menembus tubuh Seok Gwan karena berusaha menyelamatkan dirinya, dari Gun-yo yang telah di gelapkan oleh kesalah pahaman.
Hyun-ri berkali-kali merasa bersyukur karena Seok Gwan selamat dari kematian setelah mendapatkan tembakan dan mengalami koma.
Saat Seok Gwan koma, Hyun-ri tidak pernah putus asa untuk terus menemani Seok Gwan dan menceritakan hari-harinya kepada Seok Gwan, walaupun Seok Gwan tidak dapat meresponnya.
Dan hal itu juga dilakukan oleh Hwan-ki, Seo Yoon dan para orang tua. Karena dokter berpesan untuk selalu mengajak Seok Gwan mengobrol agar sel-sel dalam otak Seok Gwan bisa berfungsi kembali dan meresponnya dengan bangun dari komanya.
Hingga minggu ke 2 Seok Gwan membuka matanya dan tersadar dari komanya, membuat Hyun-ri dan seluruh keluarga nya merasa bersyukur.
__ADS_1
Dan selama Seok Gwan dalam masa penyumbuhan pun, Hyun-ri, Hwan-ki dan Seo Yoon selalu menemani Seok Gwan. Hingga dokter menyatakan jika Seok Gwan sembuh total dan bisa kembali pulang.
"Sayang." panggil Seok Gwan dengan menggenggam hangat tangan Hyun-ri yang berada di atas meja.
"Oh, maaf." ucap Hyun-ri tersadar dari lamunannya.
"Apa yang kau pikirkan? Kenapa kau melamun? Kau baik-baik saja?" tanya Seok Gwan pelan dengan raut wajah khawatir.
"Aku tidak apa. Aku hanya teringat masa lalu." jawab Hyun-ri dengan senyum simpul.
"Semua sudah berlalu, sayang. Sekarang kau hanya perlu mengingat keluarga kecil kita." ucap Seok Gwan tersenyum hangat menenangkan Hyun-ri.
"Tentu suamiku."
"Mommy, aku ingin main ke rumah paman Hwan-ki." sahut Ha-joon.
"Boy, kau hanya ingin bertemu Yoona saja kan, hm?" goda Seok Gwan pada putranya.
"Tentu saja. Ha-joon sudah merindukan Yoona. Jadi, nanti sore kita harus ke rumah paman Hwan-ki." ucap Ha-joon dengan binar mata senang.
"Okey boy. Nanti kita akan berkunjung ke rumah paman Hwan-ki." jawab Seok Gwan dan di angguki setuju oleh Hyun-ri.
******
Hwan-ki telah menemukan cintanya. Ia telah menikah dengan Issabel, wanita yang berasal dari perancis dan telah di karuniai anak perempuan cantik bernama Lee Yoona yang baru saja berusia 4tahun.
Begitu juga dengan Seo Yoon. Ia juga sudah menikah dengan wanita yang menjadi rekan bisnis nya saat mendirikan pusat perbelanjaan di Busan. Seo Yoon dan istrinya Eun Hwa juga sudah di karuniai anak lelaki yang tampan yang baru saja berusia 2tahun.
"Hai baby In-su.. Bibi Hyun-ri merindukanmu sayang." ucap Hyun-ri saat Seo Yoon dan istrinya baru saja tiba di kediaman Hwan-ki.
"Bolehkah bibi menggendongmu, baby boy?" tanya Hyun-ri dengan gemas melihat anak Seo Yoon dan Eun Hwa.
"Tentu boleh bibi.." jawab Eun Hwa dengan nada dibuat seperti anak kecil.
Park In-su adalah nama anak laki-laki dari Seo Yoon dan istrinya.
Kini keempat orang sahabat itu sudah berkumpul bersama, namun mereka tidak berempat lagi. Karena mereka sudah memiliki keluarga kecil mereka masing-masing.
Hyun-ri dan Seok Gwan yang mendapatkan cinta mereka setelah hanya saling menyimpan dalam diam. Dan Hwan-ki yang juga mendapatkan cintanya di negeri orang, setelah cinta pertamanya tidak terbalaskan. Kemudian Seo Yoon yang jatuh hati pada istrinya saat pertama kali bertemu dalam meeting bisnis.
Walaupun mereka sudah memiliki keluarga kecil mereka. Tapi mereka tetap bersahabat dengan baik. Dan mungkin, persahabatan mereka juga akan mereka turunkan kepada anak-anak mereka sekarang.
*******
__ADS_1