
"Hyun-ria." panggil Eun Sang bebisik dengan menyenggol pelan lengan Hyun-ri.
Hyun-ri yang masih diam kikuk, karena tatapan ketiga sahabatnya yang dingin dan tajam itupun, hanya menanggapi dengan menoleh sedikit dan menaikkan alisnya, seolah bertanya kenapa? Ada apa? Kepada Eun Sang.
"Apa yang dibicarakan, ketiga sahabatmu ini? Apa maksudnya?" bisik Eun Sang agar tidak terdengar oleh ketiga sahabat Hyun-ri yang sedang menatap dengan tidak bersahabat.
"Kau harus membantuku." jawab Hyun-ri dengan berbisik pelan mendekatkan kepalanya dengan Eun Sang
"Kenapa kalian berbisik-berbisik seperti itu? Apa yang kalian bicarakan?" tanya dingin Seok Gwan
Sontak Hyun-ri langsung menegakkan badannya dan menatap ketiga sahabatnya dengan senyum kikuk.
"Eun Sang bilang, kalian bertiga sangat tampan malam ini." bohong Hyun-ri dengan senyum kikuk.
Eun Sang yang mendengar itupun membulatkan matanya terperangah dengan ucapan Hyun-ri. Namun, seketika iya ikut tersenyum saat Hyun-ri menolehnya dan menampilkan mata yang melebar dan senyum lebar dipaksakan.
"I..iya, kalian. Kalian malam ini terlihat sangat tampan." ucap Eun Sang dengan senyum kaku mengikuti permainan Hyun-ri
Seok Gwan, Hwan-ki dan Seo Yoon hanya menatap datar ke arah dua wanita yang sedang bersandiwara itu. Namun terlihat konyol di mata mereka bertiga.
"Kalian dengar sendiri kan, oppa." ucap Hyun-ri dengan tawa dipaksakan.
"Mereka memang sahabat-sahabatku yang paling tampan, Eun Sang-a." lanjut Hyun-ri dan menoleh ke arah Eun Sang dengan tawa kakunya.
Eun Sang pun juga ikut tertawa kaku menanggapi Hyun-ri.
"Iya, kau benar. Mereka sangat tampan." jawab Eun Sang masih tertawah kaku.
"Kalian terlihat sangat konyol." ucap dingin Hwan-ki.
"Jawab!! Apa kau kemarin membohongi kami, Hyun-ria?" tanya Seok Gwan dingin.
"Berhenti berpura-pura, Hyun-ria." sahut Seo Yoon datar
"Aku tidak berbohong ataupun berpura-pura, oppa." elak Hyun-ri dengan wajah di buat yakin
"Kami berdua memang bertemu, tiga hari lalu. Iyakan, Eun Sang-a?" lanjut Hyun-ri dan menoleh kembali ke Eun Sang dengan wajah meyakinkan.
"Benar!! Benar, kami tiga hari lalu bertemu." jawab yakin Eun Sang
"Kalian dengar sendirikan?" tanya Hyun-ri dengan senyum kemenangan.
Huh...
Seok Gwan, Hwan-ki dan Seo Yoon hanya menghela nafas kasar. Sungguh, jika saja Hyun-ri diberi tahu, kalau mereka bertiga sudah mengetahuinya. Mungkin saja, Saat ini juga Hyun-ri akan pulang dengan wajah yang merah padam dan tidak akan mau bertemu dengan mereka bertiga lagi.
"Baiklah, terserah kau saja." ucap Seok Gwan datar mengiyakan kebohongan Hyun-ri.
Hyun-ri pun semakin tersenyum menang dan langsung merangkul Eun Sang.
"Ayo mengambil minum!" ajak Hyun-ri dan di angguki oleh Eun Sang.
"Mereka berdua benar-benar tidak pandai bersandiwara." ucap Seo Yoon dengan gelangan kepala pelan ketika Hyun-ri dan Eun Sang sudah berjalan menjauh menuju meja untuk mengambil minuman.
Mereka bertiga pun memutuskan untuk mencari meja lain, dengan tetap mengawasi Hyun-ri dari jauh.
"Eun Sang-a, terima kasih kau sudah membantu ku dari tiga pria dingin itu." ucap Hyun-ri ketika hanya berdua dengan Eun Sang.
"Aku akan selalu membantumu, Hyun-ria." jawab Eun Sang dengan senyum hangat.
__ADS_1
"Kau teman terbaikku."
Hyun-ri dan Eun Sang adalah teman semasa mereka duduk di bangku kuliah. Mereka berada pada tingkat yang sama dan fakultas yang sama. Bahkan mereka juga berada di satu kelas yang sama hingga mereka lulus dari kampus.
Eun Sang adalah satu-satunya teman wanita fakultas Hyun-ri yang dekat dengannya. Mereka tidak bertemu sudah hampir 1tahun, karena kesibukan masing-masing. Eun Sang adalah teman yang baik menurut Hyun-ri. Sifat Eun Sang tidak jauh beda dengannya, baik, manis, sopan, hangat dan polos. Hyun-ri sangat bersyukur mempunyai teman wanita seperti Eun Sang, ketika semua teman sekolah atau fakultasnya merasa minder jika berdekatan dengannya. Padahal ia tidak pernah membeda-bedakan status sosial siapapun. Baginya, semua sama yang membedakan hanya sifat dan sikap mereka saja.
"Eun Sang-a. Kau datang bersama siapa?" tanya Hyun-ri.
"Tadi aku bersama oppa ku. Tapi, sekarang entah pergi kemana dia." jawab Eun Sang sambil melihat sekeliling
"Hm, sepertinya aku belum pernah bertemu dengan oppamu." ucap Hyun-ri
"Benar juga. Selama kita berteman kau belum pernah aku kenalkan dengannya."
"Mungkin lain waktu kau bisa mengenalkannya padaku." jawab Hyun-ri dengan senyum manis.
"Tentu saja, Hyun-ria."
Merekapun menikmati acara reuni yang sudah berlangsung. Menemui teman-teman yang sudah lama tidak bertemu, mengobrol membahas hal random, dan menikmati makanan dan minuman yang tersaji sampai akhir acara.
******
"Oppa!!"
"Masuklah." ucap Aeri saat membukakan pintu untuk Gun-yo
"Bagaimana kabarmu? Maaf aku terlalu sibuk hingga tidak menemui mu." tanya Gun-yo saat berada di ruang tengah apartemen Aeri.
"Aku baik, oppa. Duduklah dulu, kau mau minum?"
Grep...
"Aku juga merindukanmu, oppa." jawab Aeri dengan senyum manis dan mangalungkan tangannya dileher Gun-yo.
"Bagaimana rencanamu, oppa?" tanya Aeri
"satu minggu lagi."
"Benarkah?" tanya Aeri dengan binar senang di matanya
"Tentu sayang. Kau bisa membalas mereka."
"Kau yang terbaik, oppa." ucap Aeri senang dan memeluk erat Gun-yo.
Aeri tersenyum licik dalam pelukan Gun-yo.
"Aku akan mendapatkanmu kali ini, Hwan-ki oppa." batin Aeri
"Dan aku akan segera melepas pria yang hampir jatuh miskin ini." lanjutnya.
******
"Hyun-ria!!" panggil Seok Gwan
Seok Gwan dan Hyun-ri sudah pulang dari acara reuni. Kini Seok Gwan tengah mengantar Hyun-ri dan sudah berada di depan halaman depan mansion. Seok Gwan mengantar Hyun-ri paling akhir, karena ia ingin menghabiskan waktu berdua dengan Hyun-ri.
"Kenapa oppa? Kau mau mampir dulu?" tanya Hyun-ri.
"Tidak, ini sudah malam."
__ADS_1
"Baiklah. Kau pulanglah, hati-hati." ucap Hyun-ri dan akan beranjak turun.
"Tunggu!!!"
Hyun-ri menghentikan tangannya yang akan membuka pintu mobil untuk turun dan menoleh menghadap Seok Gwan.
Grep...
Seok Gwan memeluk Hyun-ri hangat dan menyembunyikan wajah tampannya di ceruk leher Hyun-ri. Ia menghirup lamat-lamat aroma tubuh Hyun-ri yang manis.
"Aku merindukanmu."
Hyun-ri tersenyum hangat dan membalas pelukan Seok Gwan.
"Aku juga merindukanmu, oppa. Sangat!"
"Maaf, karena kita harus menjalani hubungan secara diam-diam." ucap lirih Seok Gwan.
"Tidak apa, oppa. Nanti, jika waktu yang tepat yang oppa maksud sudah tiba. Kita bisa beritahu mereka tentang hubungan kita." jawab Hyun-ri dengan mengelus sayang punggung Seok Gwan.
"Aku mencintaimu."
"Hm, aku juga."
Jika kita menjalani hubungan dengan saling mengerti, saling percaya dan saling menerima satu sama lain. Percayalah, pondasi hubungan kalian akan terbangun dengan sangat kokoh dan tidak akan pernah goyah walau diterpa badai.
"Besok aku akan menjemputmu untuk makan malam." ucap Seok Gwan setelah melepaskan pelukannya
"Baiklah. Aku akan bersiap dengan sangat cantik." jawab Hyun-ri tersenyum cantik.
Cup...
"Kau selalu cantik dimataku." ucap Seok Gwan setelah mencuri kecupan singkat di bibir Hyun-ri.
Hyun-ri yang masih belum terbiasa dengan kecupan tiba-tiba itupun, hanya mengedip-edipkan matanya lucu dengan rona merah dipipinya.
"Kau menggemaskan sekali."
Cup...
"Oppa!!! Ber-berhenti mencuri ciuman dibibirku." ucap kesal Hyun-ri.
Cup..
"Terserah aku, kau miliku."
"Hentikan, oppa!"
Seok Gwan pun hanya tertawa gemas melihat wajah Hyun-ri semakin merona malu. Rona merah diwajah Hyun-ri sangat jelas terlihat, walau dalam tamaram lampu di halaman mansion.
Cup...
Seok Gwan menarik tengkuk Hyun-ri dan menyatukan bibirnya dengan Hyun-ri. Ia menekan tengkuk Hyun-ri untuk memperdalam ciumannya. Ciuman yang hanya menyalurkan rasa cinta, kasih dan sayang. Ciuman yang lembut dan tidak menuntut.
"Aku mencintaimu." ucap Seok Gwan tepat dibibir Hyun-ri
"Hm, aku juga oppa."
Mereka pun saling menatap penuh cinta dan saling tersenyum hangat. Mereka bahagia, sangat.
__ADS_1
******