Bunga Daisy Di Musim Dingin

Bunga Daisy Di Musim Dingin
Chapter 32


__ADS_3

Mansion Han....


Jong-un dan Byun-wo sudah kembali ke mansion setelah mendapat kabar dari Seok Gwan jika Hyun-ri sudah kembali ke kantornya dan akan membawah Hyun-ri untuk pulang ke mansion.


Jong-un dan Byun-wo merasa lega setelah mendengar kabar itu, mereka berdua yang tengah dalam perjalanan menuju apartemen Gun-yo, langsung berputar balik kembali ke Mansion Han.


"Appa, eomma. Hyun-ri pulang!!" panggil Hyun-ri sedikit berteriak saat masih di ambang pintu masuk mansion.


Grep...


"Appa"


Hyun-ri sedikir terkejut karena sang appa tiba-tiba berlari kecil dan memeluknya erat.


"Appa, aku hanya meninggalkan mansion tadi pagi untuk pergi bekerja. Kenapa appa sekarang memeluk erat seperti ini? Seolah Hyun-ri meninggalkan mansion bertahun-tahun lamanya" ucap Hyun-ri sambil membalas pelukan sang appa.


"Yeobo, kau kenapa?" tanya Sora sambil menepuk pelan bahu suaminya


Jong-un pun melepas pelukannya dari Hyun-ri. Ia menatap penuh syukur, putrinya tidak terluka dan bisa kembali ke padanya.


"Appa hanya merindukanmu" ucap Jong-un sambil mengelus rambut Hyun-ri sayang.


"Apa aku tidak boleh memeluk putriku sendiri, yeobo?" tanya Jong-un menatap istrinya.


Sora pun memicingkan matanya menatap curiga. Seperti ada yang di tutupi oleh suaminya. Sedari Jong-un dan Byun-wo pergi tergesa-gesa sama seperti ketiga sahabat Hyun-ri, Sora merasa curiga. Seolah ke lima pria itu menyembunyikan sesuatu darinya.


"Yak! Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Jong-un tidak terima ditatap penuh curiga oleh sang istri.


Hyun-ri pun hanya tertawa kecil melihat kedua orang tuanya, yang tidak pernah berubah selalu berselisih paham. Namun, tidak pernah bertengkar hebat. Orang tuanya selalu harmonis.


"Aku akan mengurusmu nanti, pak tua" ucap Sora dengan sorot mata tajam.


Jong-un pun hanya bisa menghela nafas pasrah. Istrinya memang tidak pernah bisa dibohongi, masalah apapun yang coba disembunyikan dari istrinya itu, pasti akan terbongkar seketika.


"Ayo masuk, ada eomma dan appa Lee juga didalam. Kalian bertiga juga masuk kenapa hanya berdiam diri di situ?" ajak Sora


"Kau tidak menyuruhku masuk, yeobo?" tanya Jong-un dengan wajah dibuat memelas.


"Kau bisa pergi, pak tua" jawab acuh Sora.


Hyun-ri pun dibuat tertawa gemas, karena melihat pertengkaran kecil orang tuanya.


"Ayo!" ajak Sora kembali.


Mereka berlima pun berjalan masuk menuju ruang tengah meninggalkan Jong-un yang berdiri dengan raut wajah masamnya.


"Untung dia istriku!! Jika tidak" ucap Jong-un dengan nada dibuat kesal

__ADS_1


"Jika tidak apa, pak tua? Aku mendengarmu!!!" teriak Sora dari ruang tengah.


"Wah, aku tidak ingin diamuk macan betina itu" ucap nya bergumam.


"Aku mencintaimu, yeobo!!!" teriak Jong-un sambil berlari kecil menyusul ke ruang tengah.


********


"Seok Gwan, Hwan-ki, Seo Yoon. Ikut appa ke ruang kerja!" panggil Jong-un dengan wajah datar.


"Baik appa" jawab ketiganya dan beranjak dari duduknya


"Appa, kau tidak mengajakku juga? Hanya mereka bertiga?" tanya Hyun-ri dengan memanyunkan bibirnya lucu.


Jong-un meresa gemas melihat putrinya itu. Ia pun berjalan mendekat ke arah Hyun-ri yang duduk di apit oleh Sora dan Hye-ra.


"Ini masalah pria sayang. Jadi kau, disini saja bersama kedua eommamu, hm" ucap Jong-un mengusak rambut Hyun-ri gemas


"Hm, baiklah" jawab Hyun-ri dengan senyum hangat.


Jong-un pun berjalan ke ruang kerjanya. Seok Gwan, Hwan-ki dan Seo Yoon sudah pergi lebih dulu, karena di ruang kerja sudah ada Byun-wo yang sudah lebih dulu di ruang kerja.


"Duduklah!!" titah Byun-wo saat ketiga sahabat itu memasuki ruangan dan tak lama Jong-un juga memasuki ruangan.


"Apa Hyun-ri mengaku, jika dia bertemu dengan Gun-yo?" tanya Jong-un yang suduh duduk di single sofa.


"Sepertinya Gun-yo merencanankan sesuatu, appa" sahut Seo Yoon.


"Seo Yoon benar, appa. Sepertinya Gun-yo membawah Hyun-ri hari ini sebagai gertakan untuk kita" sahut Hwan-ki membenarkan.


"Hm, kalian benar" jawab Byun-wo


"Kita harus lebih waspada lagi, Jong-una. Apalagi jika kecurigaan kita benar, maka Hyun-ri benar-benar dalam bahaya" lanjut Byun-wo


"Apa maksud appa?" sahut Seok Gwan


"Kecurigaan apa yang kalian maksud, appa?" tanya Hwan-ki


"Tolong jangan sembunyikan apapun dari kami, appa! Hyun-ri sahabat kami, kami tidak akan biarkan dia dalam bahaya" sahut Seo Yoon dengan wajah dinginnya.


"Ini masih kecurigaan kami saja. Appa dan Byun-wo appa masih menyelidikinya" jawab Jong-un dengan sorot mata sendu


"Tapi appa berharap, kecurigaan kami berdua tidak benar" lanjut Jong-un dengan tatapan semakin sendu.


Seok Gwan, Hwan-ki dan Seo Yoon benar-benar tidak mengerti. Kecurigaan apa yang sedang kedua appa mereka selidiki saat ini. Lalu, kenapa Jong-un terlihat begitu sedih memikirkannya. Ada hal besar di balik semua ini.


Ketiga sahabat itu hanyut dalam praduga mereka dan menatap Jong-un dan Byun-wo bergantian. Entah, kenapa kedua appa mereka itu masih belum bisa memberitahu mereka.

__ADS_1


"Kalian cukup jaga dan lindungi Hyun-ri dari dekat. Dan, tetap awasi pergerakan Gun-yo" ucap Jong-un tegas.


"Baik appa" jawab ketiganya.


*****


Ruang Tengah....


"Eomma, kenapa appa, Seok Gwan oppa, Hwan-ki oppa, dan Seo Yoon oppa hari ini bersikap aneh?" mulai Hyun-ri setelah Jong-un meninggalkan mereka.


"Aneh bagaimana maksudmu, sayang?" tanya Hye-ra sambil mengelus sayang rambut Hyun-ri


"Tadi, saat dikantor. Aku menghubungi Seok Gwan oppa, lalu dia menjawabnya dengan membentakku se..."


"Apa!!! Pangeran tampan eomma membentakmu? Eomma akan menjewer telinganya nanti" potong Sora saat Hyun-ri akan menjelaskan.


"Eomma!!! Dengarkan Hyun-ri dulu!" pekik Hyun-ri langsung bersendekap dada dan memasang wajah cemberutnya


Sora yang melihat Hyun-ri cemberut itupun saling menatap dengan Hye-ra dan kemudian tertawa bersama.


"Eomma!!!! Kenapa kalian tertawa" ucap Hyun-ri dan semakin cemberut.


"Kau lucu sekali jika sedang cemberut seperti itu sayang" ucap Sora dengan tawa kecilnya


"Benar" sahut Hye-ra yang menahan gemas


"Baiklah, maaf sayang. Sekarang lanjutkan! Apa yang aneh dari keempat pria itu?" tanya Sora dan di angguki setuju oleh Hye-ra yang juga ingin tahu.


"Tadi Seok Gwan oppa, membentakku. Dia seperti sedang panik eomma. Ditambah lagi, saat mereka bertiga datang ke kantor. Mereka bertiga membuka pintu ruangan Hyun-ri dengan kasar dan Seok Gwan oppa langsung memelukku dengan erat" jelas Hyun-ri dengan rinci


"Lalu?" tanya Hye-ra


"Hwan-ki oppa dan Seo Yoon oppa juga memelukku erat. Ah, Hye-mi eonni juga memelukku dan terakhir appa" lanjut Hyun-ri menjelaskan dengan kerutan di dahinya


"Dan yang aneh, mereka menanyakan hal yang sama eomma"


Sora dan Hye-ra pun turut mengerutkan dahi mereka penasaran tentang pertanyaan yang sama, yang di ajukan kelima orang itu.


"Menanyakan hal apa, sayang?" tanya Sora


"Iya, apa yang mereka tanyakan, Hyun-ria?" sahut dan tanya Hye-ra juga,


"Kau baik-baik saja, Hyun-ria? Itu yang mereka tanyakan eomma, kecuali appa. Tapi.."


"Tapi apa sayang?" tanya Sora


"Tapi sorot mata appa sama seperti mereka berempat tadi. Yang seolah merasa lega, aku baik-baik saja"

__ADS_1


*********


__ADS_2