Bunga Daisy Di Musim Dingin

Bunga Daisy Di Musim Dingin
Chapter 7


__ADS_3

Pemandangan laut pulau Jeju terbentang luas dan indah. Pasir putih, Air jernih berwarna kebiruan dan berkilauan karena pantulan cahaya matahari sunggu memanjakan mata. Suara deburan ombak dan angin yang berhembus pelan sangat menenangkan suasana. Siapa saja melihatnya akan jatuh cinta oleh keindahan alam pulau Jeju.


"Wah!!!! Oppa, kalian menyewa Villa dengan pemandangan yang indah" Ucap Hyun-ri saat melihat keindahan laut dari jendela kaca Villa yang mereka sewa.


Mereka sudah sampai di Villa setelah makan siang, perjalanan mereka ke Villa membutuhkan waktu 50 menit dari kedai tempat mereka makan siang. Villa yang mereka sewa termasuk Villa mewah dengan lingkungan sekitar yang bersifat pribada. Villa mereka juga dekat dengan pantai. Dan tentu saja, hanya mereka saja yang bisa menikmati pantai itu. Karena pantai tersebut tidak di buka untuk umum.


"Hmm, bersihkan dirimu! Setelah itu kau bisa berjalan-jalan di pantai" Sahut Seo Yoon.


"Kau gunakan kamar atas sebelah kanan, sebelah kiri kamar Hwan-ki. Aku dan Seo Yoon di kamar bawah" Ucap Seok Gwan membagi kamar di villa mewah tersebut.


"Baiklah oppa, aku ke atas dulu" Pamit Hyun-ri dan langsung menaiki tangga menuju lantai atas.


"Kalau begitu aku dan Seo Yoon akan langsung ke supermarket. Belanja persediaan makanan kita selama disini" Pamit Hwan-ki untuk pergi berbelanja.


"Baiklah, kalian hati-hati." ucap Seok Gwan.


Setelah Hwan-ki dan Seo Yoon sudah meninggalkan Villa. Seok Gwan pun menuju kamarnya. Ia akan membersihkan diri dan berganti pakaian santai, sebelum menemani Hyun-ri untuk bermain di Pantai.


******


15 menit kemudian...


"Kenapa Villa sepi sekali? Kemana oppa-deul?" Ucap Hyun-ri saat menuruni anak tangga.


Hyun-ri melihat sekeliling ruangan tapi ia tidak menemukan, ketiga sahabatnya. Hyun-ri pun mencoba mencari ke sekitar Villa, tapi tetap tidak menemukan ketiga sosok sahabatnya itu. Hingga, Hyun-ri putuskan untuk mengecek kamar mereka satu persatu.


"Kamar Seo Yoon oppa kosong. Sebenarnya mereka semua kemana? Apa mereka pergi tanpa aku?" Ucap Hyun-ri kesal. Dan menutup kembali pintu kamar Seo Yoon.


Hyun-ri dengan langkah kesal melanjutkan mengecek kamar sahabat lainnya. Ia berjalan menuju kamar Seok Gwan yang juga ada di lantai bawah. Tanpa mengetuk atau memanggil, Hyun-ri langsung membuka kasar pintu kamar Seok Gwan.


Ceklek..


Brak...


"Ke..ma..na" Ucap Hyun-ri tercengang saat ia melihat Punggung kekar Seok Gwan yang bertelanjang tanpa atasan dan handuk yang melilit dipinggangnya untuk menutup area bawah hingga lutut. Lagi...


Huft...


Helaan nafas dihembuskan oleh Seok Gwan. Lagi, Hyun-ri memasuki kamarnya lagi tanpa mengetuk pintu dulu. Dan selalu saja Hyun-ri masuk ke kamar nya saat ia tidak mengenakan atasan. Seok Gwan pun langsung membalikkan badannya santai, dan sedikit mengernyit bingung karena melihat Hyun-ri yang diam bagai patung dengan mata yang menatap ke arahnya dan rona pipi yang memerah.


Seok Gwan yang melihat Hyun-ri diam bagai patung dengan pipi merah merona itupun, langsung tersenyum jail. Menggoda sahabatnya yang satu ini tidak ada salahnya kan. Pikir Seok Gwan.


"Ini kedua kalinya kau masuk ke kamarku secara paksa Hyun-ria. Dan kau selalu masuk ke kamarku saat aku bertelanjang dada" Ucap Seok Gwan dengan deep voice nya. Ia berjalan mendekati Hyun-ri yang masih saja diam mematung. Hingga..


Grep..


Seok Gwan merangkul pinggang Hyun-ri dan merapatkan tubuh mungil Hyun-ri, untuk merapat pada tubuhnya tanpa ada jarak. Ia pun tersenyum tipis dan mendekatkan wajahnya ke wajah Hyun-ri yang semakin merah.


"Apa kau sangat menyukai saat melihatku bertelanjang dada, Hyun-ria?" Ucap Seok Gwan pelan tepat di bibir Hyun-ri. Tinggal sedikit lagi, mungkin bibir mereka akan bersentuhan.


Jarak keduanya sangat dekat, bahkan jantung keduanya berdebar hebat. Seok Gwan yang memulai tapi ia juga merasa berdebar hebat pada dadanya.


"Tunggu di luar. Aku akan memakai bajuku dulu, setelah ini kita jalan-jalan ke pantai" Ucap pelan Seok Gwan dan melepas rangkulannya. Ia juga memberi jarak antara mereka.


"Hyun-ria!! Kau mendengarku?"


"Huh.. Ahh..mmm ak..aku..aku tunggu di luar" Jawab gagap Hyun-ri dan lari menjauh dari kamar Seok Gwan dengan dada yang berdebar hebat dan wajah yang memerah merona.


"Menggemaskan sekali. Sepertinya aku tidak bisa menganggapmu sebagai sahabat lagi, Hyun-ria" Ucap Seok Gwan dengan senyum tampan.


*******


"Hyun-ria!! Ada apa denganmu? Kenapa jantungku berdebar seperti ini? Sadar Hyun-ria, Seok Gwan oppa adalah sahabatmu!" Ucap Hyun-ri saat ia berada di Taman Villa.


Ya, Hyun-ri langsung lari cepat keluar dari villa dan berakhir duduk di taman Villa. Hyun-ri mencoba menenangkan jantung nya yang masih berdebar hebat. Bahkan, rona merah di pipi Hyun-ri belum saja hilang.


"Hyun-ria kendalikan dirimu" Ucapnya sambil memukul dadanya pelan.


Drrtt..drrttt...drrttt...


Getar ponsel di saku hoodie Hyun-ri mengalihkan atensi Hyun-ri. Dengan segera ia merogoh saku hoodienya. Dan menjawab panggilan masuk di ponselnya.


*_*

__ADS_1


"Hallo Hyun-ria!!"


"Gun-yo oppa"


"Kau dimana sekarang?" ucap Gun-yo di sambungan telfon.


"Aku sekarang di Je..."


Bip....


*_*


"Seok Gwan Oppa!!! Kenapa kau mengambil ponselku?" Tanya Hyun-ri kesal. Saat Seok Gwan dengan tiba-tiba merebut ponselnya dan juga memutus panggilannya dengan Gun-yo secara sepihak.


"Kau tidak perlu memberitahu dia, kalau kita berlibur kesini" Jawab Seok Gwan dingin. "Ponselmu, aku akan pegang selama kita berlibur" lanjutnya


"Oppa, apa-apaan kau ini!!Tidak, kembalikan ponselku!!!" Ucap Hyun-ri dengan kesalnya.


"Diam atau aku kurung kau dikamar bersamaku seharian" Ancam Seok Gwan dengan nada serius.


Hyun-ri pun langsung diam tidak menjawab lagi. Ancaman macam apa itu? Bersamanya? Bukankah seharusnya ia mengurungnya seorang diri? Kenapa harus bersamanya di dalam kamar? Lalu kalau berdua di dalam kamar bersamanya apa yang... Hyun-ri langsung menggelengkan kepala nya cepat.


"Baiklah Baik. Kau pegang, bawah dan sembunyikan saja ponselku. Aku tidak perduli" Ucap kesal Hyun-ri sambil mempautkan bibirnya dan bersendekap dada.


"Good Girl" Sahut Seok Gwan sambil menepuk-nepuk sayang kepala Hyun-ri.


"Mau jalan-jalan kepantai sekarang? Ayo!!" tanya dan ajak Seok Gwan. Hyun-ri pun hanya bisa menganggukkan kepala saja.


Mereka pun berjalan beriringan menuju pantai.


*****


"Brengsek, Pasti salah satu dari tiga bajingan itu yang memutus panggilanku!!" Ucap kesal Gun-yo.


"Sekarang, bagaimana aku tahu mereka menginap dimana? Sial!!!" Ucap Gun-yo dengan kekesalannya.


Gun-yo telah di hotel ia sudah sampai di jeju 30menit lalu. Sekarang ia benar-benar kesal karena ia tidak mengetahui dimana keberadaan Hyun-ri. Dia mencoba menghubungi ponsel Hyun-ri kembali, namun ponselnya mati.


"Sial!!! Aku akan pastikan akan menemukan kalian, dan aku akan buat Hyun-ri menjauh dari kalian bertiga" Ucap Gun-yo dengan geram dan menggenggam ponselnya erat.


******


"Hyun-ria!!! Boleh aku bertanya sesuatu kepadamu?" Ucap Seok Gwan memulai obrolan saat mereka tengah berjalan di bibir pantai.


"Hmm, tanyakan saja oppa" Jawab Hyun-ri tanpa meneloh ke arah Seok Gwan.


"Kenapa kau sangat menyukai Gun-yo? Apa kau tidak mempunyai perasaan untuk yang lain selain dia? Setidaknya, cobalah mencari pria lainnya selain dia"


Pertanyaan yang di lontarkan oleh Seok Gwan, langsung menghentikan langkah Hyun-ri. Seok Gwan yang sadar jika Hyun-ri tidak berjalan di sampingnya itupun langsung menghentikan langkahnya dan membalik badannya, Seok Gwan melihat Hyun-ri yang diam dan menatapnya.


"Kenapa kau diam disitu? Apa pertanyaanku terlalu sulit untuk kau jawab, Hyun-ria?"


"Kenapa? Kenapa oppa mempertanyakan itu?" Tanya Hyun-ri ingin tahu maksud dari pertanyaan Seok Gwan.


"Gun-yo bukan lelaki baik untukmu. Aku harap jangan menyukainya lagi dan buka hati mu untuk menyukai orang lain selain Gun-yo" Jelas Seok Gwan.


Hyun-ri yang sempat berfikir jika Seok Gwan akan mengatakan, kalau Seok Gwan menyukainya. Tapi ternyata tidak, Hyun-ri terlalu berharap. Kau bodoh Hyun-ria.


"Oppa tahu dari mana? Kenapa oppa bisa bilang seperti itu? Jangan karena oppa tidak menyukai Gun-yo oppa, oppa bisa mengatakan itu kepadaku. Kau pikir kau sebaik apa hingga menilai Gun-yo oppa tidak baik untukku?" Jawab kesal Hyun-ri dengan sedikit membentak.


Entah, ada apa dengannya. Ia benar-benar merasa marah dan juga kecewa. Entah, apa yang sudah terjadi dengannya. Bahkan, ia sedikit membentak Seok Gwan. Sahabatnya dan juga...


Dengan langkah cepat Hyun-ri meninggalkan Seok Gwan dengan tatapan bingung dan juga kesal, karena baru kali ini Hyun-ri berani meninggikan suaranya saat berbicara dengannya. Sekesal-kesalnya Hyun-ri, ia tidak pernah meninggikan suaranya seperti itu.


"Yak!!!! Han Hyun-ri, berhenti!!!" Teriak Seok Gwan tapi tidak di dengar oleh Hyun-ri.


"Ada apa dengan nya?" Ucap dingin Seok Gwan saat ia seorang diri dipantai.


********


Dengan perasaan yang campur aduk Hyun-ri memasuki Villa dan langsung lari menaiki anak tangga menuju kamarnya di atas, tanpa memperdulikan dua orang sahabat lainnya yang baru kembali dari belanja bahan kebutuhan.


"Ada apa dengan, Hyun-ri?" Tanya Hwan-ki, sedikit bingung saat melihat Hyun-ri berlarian menaiki anak tangga.

__ADS_1


"Apa dia menangis?" Sahut Seo Yoon yang tak kalah bingung dan bertanya-tanya.


"Haruskah kita menyusulnya?" Tanya Hwan-ki.


"Sebaiknya biarkan dia sendiri lebih dulu" Jawab Seo Yoon. Sambil menata bahan makanan yang mereka beli dari supermarket. Hwan-ki hanya menjawab dengan gumaman.


Beberapa saat kemudian, Seok Gwan juga kembali ke Villa. Ia berjalan mendekat untuk bergabung dengan kedua sahabatnya yang sedang duduk disofa ruang tengah.


"Kalian sudah kembali?" Ucap Seok Gwan setelah mendudukkan dirinya di singel sofa.


"Kau dari pantai?" tanya Hwan-ki.


"Hmm" jawab Seok Gwan bergumam.


"Lalu, ada apa dengan Hyun-ri?" tanya Seo Yoon menatap penuh selidik. Hwan-ki pun sama.


Ada apa? Dia meninggalkanku di pantai. Memang kenapa?"


"Dia sepertinya menangis. Jadi, aku dan Seo Yoon membiarkan dia sendiri lebih dulu" Jawab Hwan-ki.


"Menangis? Kau yakin?" Tanya Seok Gwan dengam raut wajah yang benar-benar tidak bisa dibaca.


"Hmm, kami melihatnya berlari menaiki tangga sambil menangis" Ucap Seo Yoon dan di angguki Hwan-ki.


"Apa aku salah bertanya seperti itu?"


"Apa yang kau tanyakan?" sahut Hwan-ki.


"Gun-yo. Aku bertanya pada nya, kenapa dia sangat menyukai Gun-yo. Dan aku juga mengatakan Gun-yo bukan lelaki yang baik untuknya dan menyuruhnya untuk membuka hatinya untuk orang lain selain Gun-yo. Apa aku salah?" Jelas Seok Gwan tenang.


"Kau keterlaluan memang" Jawab geram Hwan-ki dan ia pun beranjak dari duduknya meninggalkan Seok Gwan dan Seo Yoon.


"Ada apa dengannya?" Tanya Seok Gwan dan mendapat jawaban gidikan bahu tidak mengerti dari Seo Yoon.


*****


Tok...tok...tok..


"Hyun-ria!!! Boleh aku masuk?"


"Hm, masuk saja oppa"


Ceklek...


Tap..


Tap..


Tap..


"Kau baik-baik saja?"


"Aku baik-baik saja, Hwan-ki oppa." jawab Hyun-ri dengan senyum manis nya.


Hwan-ki langsung menuju ke kamar Hyun-ri setelah mendengar penjelasan dari Seok Gwan.


"Kau yakin?"


"Hmm, Aku yakin oppa" Jawab Hyun-ri kembali dengan senyum manis. Seolah menunjukkan kalau dia baik-baik saja.


"Oppa, bisa kah aku memeluk mu?" tanya Hyun-ri.


"Kemarilah bayi besarku" Ucap Hwan-ki dengan tawa kecilnya.


Hyun-ri mendengus kesal, tapi kemudian ia ikut tertawa kecil. Beruntung sekali Hyun-ri bisa melihat tawa dan senyum sahabat es nya itu. Betapa semakin tampan mereka ketika tertawa dan tersenyum. Hyun-ri pun langsung memeluk Hwan-ki yang sudah duduk ditepi ranjangnya.


"Pelukan mu selalu hangat, oppa. Tapi, kenapa sifat dan sikapmu begitu dingin. Tidak, kalian bertiga" Ucap Hyun-ri yang masih di pelukan Hwan-ki.


"Cara seseorang berbeda-beda dalam menunjukkan kasih sayangnya, keperduliannya dan perhatiannya. Walau sifat dan sikap kami bertiga dingin, tapi kami bertiga memperlakukanmu berbeda kan?" Jelas Hwan-ki begitu lembut dan mengelus pelan punggung Hyun-ri.


"Iya. Kalian menyayangi ku dan menjagaku dengan baik. Terimakasih, sudah menjadi sahabatku sampai sekarang" ucap Hyun-ri sambil mengeratkan pelukannya pada Hwan-ki. Dan hanya di jawab gumaman oleh Hwan-ki.


******

__ADS_1


Ketika seseorang memiliki perasaan cinta yang tulus untuk orang lain, terkadang mereka memilih untuk menyembunyikan perasaan itu. Mereka simpan dan mereka rasakan sendiri perasaan yang semakin hari semakin tumbuh bersemi. Seolah ada banyak pertimbangan untuk mengungkapkan segala nya, seolah ada ketakutan tersendiri jika akan mengungkapkan perasaan yang sudah di simpan teramat rapi. Tapi, sebenarnya kita telah berlaku egois pada diri sendiri. Sudah berkecil hati sebelum mencoba dan merasa takut sebelum ketakutan itu akan terjadi. Dan Bukankah, ketakutan yang lebih dulu kita pikirkan akan terjadi, masih belum tentu akan terjadi, bukan? Tidak ada yang tahu, dikemudian hari kita akan menghadapi takdir seperti apa. Terjadi atau tidaknya, kita hanya mampu menjalaninya sebaik mungkin.


******


__ADS_2