
"Kau sudah lebih baik, sayang?" ucap Sora ketika Hyun-ri sudah sedikit lebih tenang.
"Iya eomma. Maaf!!" jawab Hyun-ri sambil melepas pelukannya pada Sora dan menghapus air matanya yang membasahi pipinya.
Sora yang melihat itupun, turut mengusap air mata Hyun-ri dan tersenyum hangat untuk Hyun-ri.
"Kau mau bercerita kepada, eomma?" tanya Sora lembut.
"Hyun-ri hanya merasa sedih saja, eomma" jawab Hyun-ri dengan menunduk tidak ingin menatap sang eomma.
Sora hanya tersenyum kecil dan mengelus sayang kepala Hyun-ri dan mendekap Hyun-ri kembali.
"Jangan sedih sayang, eomma tidak ingin putri eomma merasa sedih seperti ini" ucap Sora menenangkan.
"Maaf eomma. Hyun-ri tidak akan sedih lagi"
Sora melapas dekapannya pada Hyun-ri dan tersenyum hangat, melihat Hyun-ri yang juga tersenyum hangat kepadanya.
"Baiklah. Mandi dan turunlah untuk sarapan"
Hyun-ri pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya pelan. Ia sedikit lega karena menumpahkan segala nya lewat tangisnya. Walaupun segala pertanyaan dipikirannya masih belum mendapatkan jawabannya.
Sora pun meninggalkan Hyun-ri dan turun kembali ke lantai bawah. Sora sangat yakin, jika sesuatu tengah menganggu pikiran Hyun-ri hingga membuat Hyun-ri merasa sedih seperti itu. Entah, apa yang membuat Hyun-ri menangis seperti itu, yang Sora ingat semalam putrinya pergi dengan wajah berbinar bahagia dan saat pulang raut wajah Hyun-ri memang sedikit murung. Yang Sora pikir Hyun-ri hanya sedang merasa lelah saja.
"Apa yang sedang menganggumu, Hyun-ria?" ucap lirih Sora dengan sorot mata sendu berdiri diam di dekat meja makan.
"Yeobo!!" panggil Jong-un namun tidak digubris oleh Sora.
"Yeobo!!!" panggil Jong-un untuk ketiga kalinya, namun tetap saja tidak digubris.
Jong-un menghela nafas kasar melihat sang istri yang berdiam diri dan melamun, sampai-sampai mengabaikan panggilannya. Dengan sedikit kesal, Jong-un mengguncang pelan kedua bahu sang istri untuk menyadarkan sang istri dari lamunannya.
"Yeobo!!!"
"Oh, kenapa? Kau sudah disini?" jawab Sora sedikit terkejut.
"Kau ini kenapa? Melamun didekat meja makan? Ada apa denganmu?" tanya Jong-un menatap penuh tanya ke sang istri.
"Tidak, aku tidak apa. Aku hanya kepikiran Hyun-ri saja"
"Hyun-ri? Kenapa dengan putri kita?" tanya Jong-un sedikit khawatir mendengar nama sang putri disebut oleh sang istri.
"Dia seperti menyembunyikan sesuatu. Bahkan, dia menangis begitu lama pagi ini. Tapi, dia tidak mau bercerita apapun kepadaku, yeobo" jelas Sora dengan mata sendunya.
"Aku akan berbicara dengan Hyun-ri"
__ADS_1
"Tidak sekarang, yeobo" cegah Sora saat sang suami akan pergi ke kamar Hyun-ri.
"Biar Hyun-ri lebih tenang dulu. Sebentar lagi dia akan turun untuk sarapan bersama kita. Jadi, bersikaplah seperti biasanya" lanjut Sora.
"Baiklah"
********
Brak...
"Sial" ucap Gun-yo setelah menggebrak meja kerjanya dengan kasar.
Gun-yo tengah diruang kerja di apartemennya. Ia tengah memeriksa laporan keuangan perusahaannya. Gun-yo tengah emosi karena perusahaannya di ambang kebangkrutan.
Bagaimana tidak, pemodal diperusahaannya satu persatu menarik kembali modalnya. Bahkan, mereka tidak ingin kerja sama bersama Gun-yo lagi dan itu semua adalah ulah dari ketiga sahabat Hyun-ri. Gun-yo benar-benar frustasi, entah bagaimana dia akan menyelamatkan perusahaannya kali ini.
Gun-yo bahkan tidak dapat menemui Hyun-ri untuk meminta bantuan modal. Entah kenapa ia sulit sekali menemui Hyun-ri, ia bahkan berusaha menghubungi ponsel Hyun-ri. Tapi, nomer ponsel Hyun-ri sudah tidak digunakan. Entah sejak kapan Hyun-ri mengganti nomor ponselnya. Yang Gun-yo ingat ia terkahir menghubungi Hyun-ri saat ia baru tiba di Jeju satu bulan yang lalu. Tepatnya saat ia menyusul Hyun-ri yang sedang berlibur ke Jeju bersama tiga pria yang menjadi musuhnya sekarang.
"Aku akan membalas kalian semua dan aku tidak akan jatuh sendirian" ucap Gun-yo geram dengan mengepalkan tangannya diatas meja.
Ketiga sahabat Hyun-ri sudah mengetahui semua kelicikan yang diperbuat Gun-yo untuk memanfaatkan Hyun-ri. Dan ketiga sahabat Hyun-ri itu yang selalu menjadi penghalang Gun-yo untuk menemui dan meminta modal ke Hyun-ri.
Tapi walaupun begitu, Gun-yo tidak pernah lelah membuat rencana-rencana licik lainnya. Sampai apa yang menjadi tujuannya akan tercapai.
"Tunggu saja. Aku akan membalas kalian satu persatu. Kalian akan menyesali perbuatan kalian terhadapku dan akan aku pastikan kalian akan memohon kepada ku" ucap Gun-yo dengan senyum liciknya.
satu panggilan masuk di terima oleh Gun-yo. Dengan malas ia mengambil ponselnya dan menjawab panggilan yang ia terima.
*_*
"Temui aku" ucap dingin seorang wanita diujung sambungan telfon.
Bip...
*_*
Huh....
Gun-yo menghela nafas kasar setelah panggilan diputus begitu saja.
"Sepertinya dia sudah dengar kabar burung, kalau perusahaan hampir bangkrut"
*******
Mansion Hwan-ki...
__ADS_1
"Kau sudah datang? Duduklah dulu" ucap Seo Yoon saat Seok Gwan baru saja datang.
"Hyun-ri belum datang?" tanya Seok Gwan yang tidak melihat Hyun-ri berkumpul.
Hari sudah siang dan ketiga sahabat itu akan pergi ke Mansion orang tua Hwan-ki. Mereka akan pergi bersama, itulah sebabnya Seok Gwan datang ke Mansion Hwan-ki setelah Seo Yoon menghubunginya.
"Dia tidak ikut" jawab Seo Yoon.
"Kenapa?" tanya Seok Gwan.
"Eomma Sora bilang, Hyun-ri hanya ingin dirumah. Jadi, nanti bila ada waktu Hyun-ri akan mengunjungi Appa dan Eomma Lee bersama Appa dan Eomma Han" jelas Seo Yoon
Seok Gwan hanya mengangguk paham. Dan Seok Gwan sedikit meresa aneh dengan Hwan-ki yang sedari tadi hanya diam dan tidak menyapanya.
"Bisakah kita berangkat sekarang?" tanya Hwan-ki datar dan hanya diangguki oleh kedua sahabatnya.
*******
Mansion Han....
Hyun-ri sedang mengurung diri didalam kamarnya. Ia bahkan mematikan ponselnya agar tidak ada yang mengganggu. Hyun-ri masih saja tenggelam pada pikirannya, ia bahkan masih menduga-duga tentang sapu tangan yang memiliki rajutan nama seseorang.
"Hyun-ria, berhenti seperti ini!!" ucap Hyun-ri sendiri.
"Mungkin saja itu sapu tangan orang yang menolong Seok Gwan oppa, karena melihat luka ditangan Seok Gwan oppa. Itu hanya orang asing. Jadi, berhenti berfikir yang tidak-tidak" ucap nya lagi untuk meyakinkan dan mengusir pikiran negatif di kepalanya.
Tok...tok..tok...
"Hyun-ria, sayang!!! Boleh appa masuk?" ucap Jong-un diluar kamar Hyun-ri.
Hyun-ri pun berjalan mendekati pintu dan membukanya. Hyun-ri langsung menampilkan senyum hangat untuk menyambut sang appa yang sedang menemuinya.
"Masuklah, appa" ucap Hyun-ri mempersilahkan.
Jong-un pun mengangguk pelan dan tersenyum hangat. Ia mengusak rambut Hyun-ri pelan dan berjalan masuk. Mendudukkan diri di sofa kamar Hyun-ri dan diikuti Hyun-ri.
"Kau kenapa sayang, hm? Kenapa mengurung diri dikamar? Padahal ketiga sahabat es mu itu mengajakmu berkunjung ke Mansion appa dan eomma Lee" tanya Jong-un.
"Aku hanya sedang ingin dirumah saja, appa" jawab Hyun-ri bohong.
Hyun-ri sengaja menolak ajakan Seo Yoon. Karena ia masih belum ingin bertemu dengan Seok Gwan ataupun Hwan-ki. Ia masih ingin untuk sendiri lebih dulu dan menghilangkan segala praduganya.
"Kau yakin? Tidak ada hubungannya dengan Lee Gun-yo kan?"
"Appa, ba..bagaimana. Bagaimana appa tahu Gun-yo oppa?"
__ADS_1
********