Bunga Daisy Di Musim Dingin

Bunga Daisy Di Musim Dingin
Chapter 11


__ADS_3

*_*


"Oppa.. Kau sudah kembali?" Tanya Aeri di sambungan telfon saat ia menjawab panggilan dari Gun-yo.


"Kau mengenal Seok Gwan?" Tanya Gun-yo langsung pada intinya. Tanpa basa-basi.


"Seok Gwan? Tidak, Aku tidak mengenalnya. Siapa dia, oppa?"


"Jangan membohongiku, jal*ng sialan!!! Aku sudah tahu, kau yang mengadu pada Seok Gwan jika aku menarik kasar tangan Hyun-ri saat di Restauran Hotel malam lalu" Jawab Gun-yo dengan geraman.


"Oppa!!! kenapa kau memanggilku seperti itu? Wanita itu yang jal*ng, karena mendekatimu. Kenapa ka.."


"Cukup!!! Sekali lagi kau menyebut Hyun-ri dengan kata-kata itu, aku tidak segan merobek mulutmu itu, Jal*ng sialan!!!" ucap Geram Gun-yo dan menutup panggilannya secara sepihak.


*_*


"Brengsek!!!! Aku akan membalasmu, Kim Seok Gwan" Ucap Gun-yo dengan geram dan mengepalkan jari tangannya kuat.


Gun-yo sudah kembali ke Hotel tempat ia menginap. Rencananya gagal untuk membawah Hyun-ri bersamanya dan berakhir dipukuli oleh Seok Gwan.


"Aku tidak akan melepaskan Hyun-ri begitu saja. Jika tidak usahaku bertahun-tahun akan gagal untuk mendekatinya"


Flasback....


"Kalian tahu dia kan?" Ucap Gun-yo dengan menyodorkan ponselnya yang menampilkan foto seorang wanita cantik.


"Tentu, siapa yang tidak mengetahui nya. Dia adalah wanita cantik di kampus ini dan dia ahli waris dari pemilik kampus ini" Jawab seorang pria yang berada di hadapan Gun-yo.


"Aku ingin kalian melecehkannya saat acara pertemuan anak-anak fakultas" Perintah Gun-yo dengan menyunggingkan senyum licik.


"Kau gila!!! Kami tidak akan melakukan itu. Jika kami melakukan itu, kami akan benar-benar dalam masalah" sahut seorang lainnya dan di angguki seorang lainnya juga.


Gun-yo menyuruh kedua temannya untuk rencana liciknya agar bisa mendekati seorang Han Hyun-ri. Gadis cantik dan ahli waris dari keluarga Han yang kaya raya.


"Kalian hanya perlu pura-pura akan melecehkannya. Bawah dia kegudang sebelum dia akan memasuki ruang pertemuan. Setelah itu aku akan datang dan menjadi penyelamatnya dari pria-pria baj*ngan seperti kalian" Jelas Gun-yo dengan senyum tipis.


"Bagimana? Aku akan membayar kalian mahal. Dan aku juga akan membujuknya agar tidak menceritakan kejadian yang kita rencanakan ini. Jadi kalian akan tetap aman" Bujuk Gun-yo meyakinkan.


"Baiklah. Kami akan lakukan, asal kau bayar penuh kami hari ini juga!!"


"Tentu"


Flasback off...

__ADS_1


"Kau benar-benar wanita yang polos dan juga bodoh, Han Hyun-ri" Ucap Gun-yo dan teesenyum remeh. Hingga...


Tok..tok..tok...


Suara ketukan pintu kamar hotel yang Gun-yo tempati sangat memekakkan telinga. Bagaimana tidak, pintu kamar itu diketuk dengan keras dan berulang kali.


"Brengsek!!! Siapa orang kurang ajar yang mengetuk pintuk kamar dengan tidak sopan seperti itu?" Ucap Gun-yo kesal dan berjalan ke arah pintu untuk membuka pintu kamar hotelnya.


"Yak!!!! Kau mengg... Kau!!!!" Ucap Gun-yo saat tahu siapa yang mengetuk keras pintu kamarnya.


Bugh...


Seseorang memasuki kamar hotel Gun-yo dengan menabrak kasar bahu Gun-yo karena menghalangi jalannya.


"Keluar dari kamar ku, Kim Aeri!!!!" Usir Gun-yo dengan tatapan nyalang. Saat Aeri sudah mendudukan dirinya di tepi ranjang.


"Aku merindukanmu, Oppa" Jawab Aeri dengan manjanya.


Ya, Aeri yang mendatangi Gun-yo. Setelah Gun-yo memutus panggilannya Aeri langsung menghampiri Gun-yo ke kamarnya yang berjarak 5 kamar dari kamarnya.


"Keluar!!! Aku tidak ingin menemuimu. Dan bagaimana kau tahu jika aku disini?" tanya Gun-yo penuh curiga.


"Bagaimana aku tahu?? Itu bukan urusanmu, oppa. Aku merindukanmu, jadi biarkan aku disini" Jawab Aeri dengan nada dibuat kesal dan manja.


Gun-yo berjalan mendekat ke arah Aeri dan mendudukan diri tepat di samping Aeri.


"Tapi, jelaskan padaku!! Bagaimana bisa Seok Gwan mengenalmu?"


"Oppa, aku sudah bilang kepadamu kan? Aku tidak mengenal Seok Gwan, jadi mana aku tahu jika dia mengenalku. Mungkin dia mengenalku karena aku adalah model terkenal di negara ini" Sahut Aeri dengan nada kesal.


"Tidak. Dia berkata kau yang memberi tahu kejadian di Hotel tempo hari. Saat aku tidak sengaja menarik pergelangan tangan Hyun-ri dengan kasar" Jelas Gun-yo.


"Ah!!! Wanita jal*ng itu?"


"Kau lebih jal*ng darinya, sayang. Jadi, berhenti berbelit dan jelaskan kepadaku!!!." Ucap geram Gun-yo.


"Kau pria brengsek, oppa. Tapi, aku sangat mencintaimu" Jawab Aeri dengan tersenyum miring.


"Aku tidak mengenal siapa Seok Gwan. Tapi, aku mengenal Hwan-ki oppa"


"Lee Hwan-ki?"


"Hm, Lee Hwan-ki. CEO dari Lee Company"

__ADS_1


Dengan raut wajah penasaran dan berbagai pertanyaan lainnya. Gun-yo menyunggingkan senyum evilnya.


"Aku tidak perduli bagaimana kau bisa mengenal, Hwan-ki. Tapi, maukah kau berada di kapal yang sama denganku, Sayang?"


"Kemana pun kau pergi, aku akan ikut bersamamu oppa" Jawab yakin Aeri dan membalas senyum evil Gun-yo.


********


Grep...


"Hyun-ria!!! Kenapa kau menangis seperti ini?" tanya Hwan-ki saat ia mencekal pergelangan tangan Hyun-ri pelan.


"Oppa, biarkan aku ke kamarku" Jawab Hyun-ri dengan berusaha melepaskan genggaman tangan Hwan-ki.


"Jawab pertanyaanku, Han Hyun-ri!!!" Ucap dingin Hwan-ki.


Hyun-ri yang tidak bisa melepaskan tangannya dari cekalan Hwan-ki itupun, semakin terisak dalam tangisnya.


Grep..


"Ssttt.. Maaf, maaf. Jika kau ingin menangis, menangislah. Aku disini, Hyun-ria" Ucap Hwan-ki menenangkan dan membawah Hyun-ri dalam pelukannya.


Tangis Hyun-ri pun semakin pecah dalam pelukan Hwan-ki. Hyun-ri melepaskan semua perasaannya dalam tangisnya.


"Maafkan aku, Hyun-ria. Maaf" ucap Seok Gwan dalam hati ketika melihat Hyun-ri menangis dipelukan Hwan-ki.


*******


Pagi telah berganti malam. Hari ke dua liburan mereka berempat sangat mengenaskan. Bagaimana tidak, mereka seharian memilih menghabiskan waktu hanya berdiam di dalam Villa.


Apalagi Hyun-ri, yang mengurung diri didalam kamarnya, setelah menangis begitu lama dalam pelukan Hwan-ki. Dan, Seok Gwan. Ia memilih menghabiskan waktunya dengan minum beralkohol.


"Kau harus berhenti, Seok Gwana" Ucap Seo Yoon berusaha menghentikan Seok Gwan meminum wine nya untuk yang kesekian kalinya.


"Pergilah!! Biarkan aku sendiri"


"Sebenarnya ada apa dengan kalian? Semenjak kehadiran pria brengsek itu, kalian jadi seperti ini"


"Jangan membahasnya di hadapanku. Pergilah!!!" bentak Seok Gwan


"Kau sudah mabuk, Seok Gwana. Jadi, berhentilah minum!!!" Ucap Seo Yoon memperingati dan pergi meninggalkan Seok Gwan untuk sendiri.


"Maafkan aku" Ucap lirih Seok Gwan.

__ADS_1


"Hyun-ria. Maaf"


******


__ADS_2