
Bugh..bugh..
Hyun-ri memukul pelan dada bidang Seok Gwan, meminta agar menghentikan ciumannya, karena Hyun-ri mulai sedikit susah bernafas karena ciuman Seok Gwan semakin dalam.
Seok Gwan dengan tidak relapun melepaskan ciumannya dan tersenyum tipis melihat wajah Hyun-ri yang sudah memerah bak tomat segar.
"Kenapa kau ingin berhenti? Aku masih ingin menciummu." tanya Seok Gwan sambil mengusap pelan bibir Hyun-ri.
"Sudah, sekarang turun dari ranjangku oppa. Atau aku akan menendangmu." ancam Hyun-ri.
Seok Gwan pun merebahkan dirinya di samping Hyun-ri dan langsung memeluk Hyun-ri dalam dekapannya.
"Aku sudah bilangkan, aku ingin tidur bersamamu, jadi sekarang ayo kita tidur sore." Jawab Seok Gwan.
Hyun-ri hanya diam menurut dan membalas pelukan Seok Gwan. Ia menyamankan dirinya dalam dekapan Seok Gwan dan mulai memejamkan matanya.
Namun, belum hitungan jam Hyun-ri langsung membuka matanya dan bergerak gelisah dalam dekapan Seok Gwan.
"Kenapa kau tidak tidur? Bukankah tadi kau bilang ingin tidur?" tanya Seok Gwan datar.
"Oppa, aku ingin ke kamar mandi." jawab Hyun-ri pelan.
Tanpa berkata apapun lagi, Seok Gwan bangun dari tidurnya dan turun dari ranjang. Ia langsung menggendong Hyun-ri ala bridal style.
"Oppa, turunkan aku." pekik Hyun-ri terkejut karena Seok Gwan langsung menggendongnya.
Hyun-ri pun reflek mengalungkan tangannya pada leher Seok Gwan, saat Seok Gwan mulai berjalan menuju kamar mandi di ruang rawat tersebut.
"Kau ingin ke kamar mandi kan? Jadi diam lah, jangan bergerak atau kau jatuh dari gendonganku." jawab datar Seok Gwan.
"Tapi kan, aku bisa jalan sendiri." ucap lirih Hyun-ri.
"Tapi aku tidak akan membiarkanmu jalan sendiri, kau masih sakit. Jadi, aku akan menggendongmu." jawab Seok Gwan dan langsung mendudukan pelan Hyun-ri di kloset.
"Padahal aku hanya kelelahan saja. Kau terlalu berlebihan."
"Panggil aku setelah selesai. Aku akan mengendongmu kembali ke ranjang."
"Tidak, aku bisa kembali ke ranjangku sendiri." tolak Hyun-ri.
"Baiklah, kalau begitu aku akan menguncimu didalam sini." ucap datar Seok Gwan dan langsung meninggalkan Hyun-ri di kamar mandi dengan menguncinya dari luar.
"Yak!!! Seok Gwan oppa, apa kau tidak keterlaluan memperlakukan kekasihmu seperti ini? Bagaimana bisa kau mengunciku disini? Oppa!!" panggil Hyun-ri sedikit berteriak kesal.
"Cepat selesaikan dan panggil aku saat sudah selesai." jawab Seok Gwan dengan senyum tipis dan masih berdiri di depan pintu kamar mandi.
"Haish, awas saja." ucap kesal Hyun-ri, namun sebenarnya dalam hatinya ia begitu senang di perlakukan dengan penuh kasih sayang oleh Seok Gwan dan dalam hitungan detik Hyun-ri tersenyum manis.
"Aku beruntung memilikinya." ucap lirih Hyun-ri dengan mengelus pelan dadanya yang tiba-tiba berdegup kencang.
__ADS_1
*******
3bulan telah berlalu dan semua sudah kembali seperti biasanya. Namun, Gun-yo tetap menjadi buronan karena belum ditemukan setelah kejadian penculikan yang Gun-yo lakukan kepada Hyun-ri.
Walaupun begitu, Hyun-ri tetap menjalani aktivitasnya seperti biasa tanpa takut memikirkan Gun-yo akan menculiknya kembali. Tentu saja Hyun-ri tidak takut, karena ketiga sahabatnya dan appanya menyuruh orang untuk selalu mengawasi Hyun-ri dari jauh. Bahkan, kekasihnya juga memerintahkan pengawal untuk berjaga di depan pintu ruangan Hyun-ri.
Kini Hyun-ri tengah berada di ruangan kantornya. Ia baru saja kembali dari makan siang bersama kekasihnya Seok Gwan.
"Oppa, apa kau tidak berlebihan dengan menyuruh mereka berdiri di depan pintu ruanganku?" tanya Hyun-ri pada Seok Gwan dengan bersendekap dada.
Mereka tengah duduk bersantai di sofa ruangan Hyun-ri, dengan Seok Gwan yang seperti biasanya, yang fokus pada ponselnya karena melihat beberapa email masuk.
"Tidak. Aku tidak ingin jika kejadian 3bulan lalu terulang kembali." jawab datar Seok Gwan.
"Itu sudah 3bulan lalu oppa. Jadi, suruh mereka berhenti untuk terus mengawasiku dan mengikutiku."
"Selama Gun-yo masih menjadi buronan, aku tidak akan menyuruh mereka berhenti untuk mengawasimu."
"Hah.. Oppa, kalian sangat-sangat berlebihan." ucap Hyun-ri dengan wajah cemberut.
Seok Gwan yang mendengar ucapan Hyun-ri itupun menoleh ke arah Hyun-ri yang duduk disampingnya. Seok Gwan tersenyum tipis ketika melihat wajah cemberut Hyun-ri.
Cup...
Seok Gwan mencium sekilas bibir Hyun-ri dan langsung dihadiahi pukulan pelan di lengannya.
"Kenapa kau suka sekali menciumku, secara tiba-tiba? Bagaimana jika ada yang melihat?" ucap kesal Hyun-ri.
"Kau menyebalkan, oppa."
"Tapi kau mencintaiku."
Hyun-ri hanya mendengus kesal mendengar jawaban Seok Gwan dan kembali memasang wajah cemberutnya.
"Kau ingin aku cium lagi?" tanya Seok Gwan tersenyum nakal.
"Tidak!" jawab Hyun-ri, langsung menutupi bibirnya dengan tangan dan menjaga jarak dari kekasihnya itu.
Seok Gwan tertawa kecil melihat tingkah Hyun-ri, lalu mengusak pelan rambut Hyun-ri.
"Kau menggemaskan sekali, Hyun-ria." ucap Seok Gwan dengan tawa kecilnya.
"Hm, kau selalu saja menggodaku."
"Baiklah, maaf. Dan, aku punya sesuatu untukmu." ucap Seok Gwan sambil merogoh kantung jasnya.
"Apa?" tanya Hyun-ri penasaran.
"Ini."
__ADS_1
Seok Gwan mengeluarkan sebuah kotak kecil dari kantung jasnya dan membuka kotak tersebut.
Sumber picture : Pinterest.
Hyun-ri membulatkan matanya lucu menatap cincin cantik di dalam kotak tersebut.
"Cin..cin?" ucap Hyun-ri gugup.
Seok Gwan tersenyum melihat reaksi Hyun-ri, lalu tanpa berkata apapun Seok Gwan meraih tangan kiri Hyun-ri dan menyematkan cincinnya di jari manis Hyun-ri.
"Ukurannya sesuai dan cantik sekali." ucap Seok Gwan dengan tersenyum tampan.
"Oppa, ini.."
"Kau suka kan?"
Hyun-ri menganggukkan kepalanya cepat dengan senyum yang merekah.
"Aku suka oppa, terima kasih." ucap Hyun-ri dengan binar senang dan terus menatap cincin yang tersemat di jari manisnya. "Snowflake. Dingin seperti kalian bertiga." gumam lirih Hyun-ri dengan tersenyum hangat.
"Apa yang kau katakan?"
"Aah, tidak ada oppa. Terima kasih, aku sangat menyukainya." jawab Hyun-ri dengan tersenyum cantik menatap Seok Gwan.
"Lalu kau tidak menyukaiku? Tidak ada ciuman setelah aku memberimu cincin?" tanya Seok Gwan dengan cemberut.
"Oh astagah, kenapa sekarang kau yang memasang wajah cemberut seperti itu oppa? Hahaha.. Kau lucu sekali oppa."
Hyun-ri tertawa gemas melihat raut wajah Seok Gwan yang biasanya dingin dan datar, kali ini berubah menjadi raut wajah cemburut seperti anak kecil yang sedang kesal karena tidak dibelikan mainan.
Cup...
Hyun-ri langsung mencium pipi Seok Gwan dan tersenyum hangat.
"Aku mencintaimu, oppa."
"Dan aku sangat mencintamu." jawab Seok Gwan dengan mengelus sayang pipi Hyun-ri.
"Nanti malam saat jamuan makan malam di mansionmu, aku akan memberitahu appa dan eomma Han tentang hubungan kita." ucap Seok Gwan
"Kau yakin oppa? Kau akan memberitahu kedua orang tuaku tentang hubungan kita, yang selama ini kita sembunyikan?"
"Hwan-ki sudah mengakui semua perasaanya padamu dan Gun-yo dia tidak akan lagi mendekatimu. Jadi, inilah waktu yang tepat, untuk memberitahu kepada semuanya tentang hubungan kita." ucap Seok Gwan dalam hatinya.
"Iya, aku akan memberitahu mereka dan kita tidak perlu lagi menjalani hubungan secara diam-diam." jawab Seok Gwan yakin dengan senyumnya.
Hyun-ri pun membalas dengan tersenyum cantik dan langsung memeluk Seok Gwan. Ia begitu senang karena mereka tidak harus menyembunyikan hubungan mereka lagi. Ya, walaupun sebenarnya hubungan mereka sudah bisa ketebak dan diketahui oleh orang-orang sekitar mereka. Hanya saja, mereka berdua tidak peka akan hal itu.
__ADS_1
*******