Bunga Daisy Di Musim Dingin

Bunga Daisy Di Musim Dingin
Chapter 28


__ADS_3

Siang telah berganti sore, Seok Gwan dan Hyun-ri masih betah duduk di taman belakang Mansion keluarga Han. Mereka berdua sudah jauh lebih tenang sekarang setelah kesalahpahaman yang terjadi diantara mereka.


Seok Gwan sudah menjelaskan semua kesalah pahaman Hyun-ri kepadanya. Ia bahkan menceritakan bagaimana ia memaki dan menghina Aeri saat didalam mobil. Seok Gwan juga menceritakan jika ia menurunkan Aeri begitu saja di tengah jalan tanpa merasa bersalah.


Hyun-ri sedikit merasa iba kepada sosok wanita bernama Aeri itu. Menurutnya Seok Gwan terlalu kejam kepada Aeri. Tidak seharusnya Seok Gwan memperlakukan wanita seperti itu. Tapi, Hyun-ri juga merasa cemburu dan marah jika Seok Gwan memperlakukan wanita lain dengan baik. Lihat, betapa rumitnya hubungan ini.


"Oppa, apa kau tidak berlebihan terhadapnya? Memang apa untungnya dia, dengan menjauhkanku darimu, oppa? Apa dia menyukaimu? Apa dia mengetahui hubungan kita sekarang? Aku bahkan tidak mengenalnya" tanya Hyun-ri sedikit bingung,


"Dia pantas mendapatkannya. Karena dia telah berani menggoda milik Hyun-ri" jawab Seok Gwan dengan tersenyum jail.


"Kau berbangga diri sekali, oppa!"


"Tentu saja. Karena aku milik Han Hyun-ri"


Hyun-ri hanya memutar bola matanya malas. Masih saja Seok Gwan menggodanya di tengah pembicaraan serius ini.


"Terserah kau saja. Dan jawab pertanyaanku yang tadi!" ucap Hyun-ri mengingatkan.


Seok Gwan tersenyum simpul dan mengusak pelan rambut Hyun-ri.


"Dia bukan orang baik Hyun-ri. Dia seorang wanita yang licik. Dia merasa iri denganmu, hingga dia ingin menjauhkan kita dan membuatmu sendirian" bohong Seok Gwan


"Berarti dia mengetahui hubungan kita?"


"Tidak. Dia hanya tahu jika kita bersahabat baik saja. Sudahlah, jangan membahasnya lagi. Yang terpenting sekarang, kau tidak salah paham lagi dan aku tidak akan biarkan siapapun menyakitimu" jawab Seok Gwan dan memeluk Hyun-ri.


Hyun-ri hanya mampu menganggukkan kepalanya pelan tanda iya paham dan mengerti. Namun, jauh di dalam batin dan pikiran Hyun-ri. Ia merasakan ada sesuatu yang janggal dan seperti ada hal yang disembunyikan darinya.


"Kita kembali sekarang? Mereka pasti khawatir pada kita, karena kita meninggalkan Mansion terlalu lama" ucap Seok Gwan melepas pelukannya dari Hyun-ri


"Kau benar, kita harus kembali sekarang"


********


satu minggu telah berlalu, hubungan Seok Gwan dan Hyun-ri sudah membaik. Hyun-ri juga sudah bisa berbicara dan bertemu seperti biasanya dengan Hwan-ki, walau masih sedikit ada yang mengganjal di perasaannya. Namun, Hyun-ri juga masih memusingkan tentang dokumen keuangan perusahaannya yang tak kunjung ia temukan.


Hyun-ri masih terus mencarinya disemua tempat tersembunyi yang kemungkinan besar ia menyimpannya di tempat itu. Namun tetap saja nihil, dokumen itu tetap tidak ditemukan dimana keberadaannya.


"Apa ada yang mengambil dokumen itu? Tapi siapa? Gak mungkin kan kalau appa yang mengambilnya?" ucap Hyun-ri termenung dan bertanya-tanya seorang diri.


"Jika appa yang mengambilnya, bagaimana appa tahu tempat aku menyimpan dokumen itu? Aku yakin sekali, aku menyimpannya ditempat dimana tidak ada seorangpun yang tahu dan hanya diriku saja yang tahu"


Huh....

__ADS_1


Hyun-ri mengehela nafasnya berat. Ia cukup lelah sekarang, bahkan pikirannya juga lelah dengan semua praduganya.


"Bagaimana bisa appa mengetahui tentang Gun-yo oppa? Apa, appa juga mengetahui semuanya?"


Flasback on...


"Appa, ba..bagaimana. Bagaimana appa tahu Gun-yo oppa?"


"Tentu saja appa tahu, kau bekerja sama dengannya kan?" jawab Jong-un dengan senyum tipis


"Kerja sama?" tanya Hyun-ri dengan raut wajah sedikit panik


"Ah, i..iya. Iya, dia rekan bisnisku appa. Kami bekerja sama sudah cukup lama. Dia adalah pembisnis yang handal dan bekerja keras" jelas Hyun-ri dengan senyum dipaksakan.


"Bagus. Itu akan berdampak baik bagi perusahaan kita. Kau memilih rekan bisnis yang tepat, sayang"


Hyun-ri pun hanya bisa memaksakan senyum dan sedikit merasa bersalah pada sang appa, karena telah berbicara bohong dan menutupi semuanya.


"Apa kau memikirkan tentang perusahaan, hingga kau mengurung diri seperti ini?" tanya Jong-un kembali.


"Tidak appa, aku hanya ingin istirahat saja. Tidak ada hubungannya dengan perusahaan"


Flasback off....


"Sekarang aku harus bagaimana? Apa waktu itu Gun-yo oppa mengirim kontrak kerjasama lagi? Dan kontrak itu, appa yang menerimanya" praduga Hyun-ri


"Tunggu!!" pekik Hyun-ri mengingat sesuatu,


"Jangan-jangan waktu appa dan eomma melakukan kunjungan perusahaan, waktu itu..."


Hyun-ri langsung terbangun dari duduknya, ia dengan cepat mencoba menghubungi nomer ponsel Gun-yo kembali. Namun tetap saja, nomer ponsel Gun-yo tidak pernah bisa ia hubungi. Bahkan, nomer ponselnya sudah tidak terdaftar.


"Kenapa dia mengganti nomer ponsel nya dan tidak menghubungiku" ucap Hyun-ri kesal.


Sudah lebih dari 1bulan Hyun-ri mencoba menghubungi ponsel Gun-yo, tapi tetap saja tidak pernah tersambung.


"Apa dia marah padaku karena waktu itu?" pikir Hyun-ri dengan memainkan ponselnya gelisah


"Eonni!!" pekik Hyun-ri saat mengingat sekertarisnya yang sudah ia anggap seperti kakak perempuannya sendiri.


Dengan tergesa Hyun-ri melangkah keluar dari dalam ruangannya. Ia langsung menghampiri meja sekertarisnya.


"Eonni!!" panggil Hyun-ri sedikit tergesa,

__ADS_1


"Kau ini kenapa? Kau dikejar zombi di dalam ruanganmu?" tanya Hye-mi


Grep..


"Kita keruanganku" ucap Hyun-ri dengan menarik tangan Hye-mi masuk ke ruangannya.


"Kau ini kenapa? Kenapa tidak memanggilku lewat panggilan saja?" tanya Hye-mi saat mereka sudah berada di ruangan Hyun-ri


"Eonni, jawab pertanyaanku dengan jujur!"


Hye-mi sedikit gugup melihat ekspresi serius dari Hyun-ri. Entah apa yang ingin Hyun-ri tanyakan, sampai-sampai ia menggeret dirinya untuk berbicara.


"Apa? Kau membuatku gugup, Hyun-ria!"


"Saat appa berkunjung ke kantor. Apa eonni menerima kontrak kerjasama dari Gun-yo oppa?"


Hye-mi meneguk ludahnya kasar. Ia tidak pernah berfikir jika Hyun-ri akan mempertanyakan hal itu padanya.


"Tidak! Aku tidak lagi menerima kontrak kerjasama itu selama setahun lebih" jawab Hye-mi tenang


"Kau yakin?" tanya Hyun-ri dengan memicingkan matanya


"Kau tidak percaya denganku?"


"Bukan begitu, eonni. Hanya saja.."


"Hanya saja apa? Apa ada yang mengganggu pikiranmu?"


"Hm, appa mengetahui jika aku bekerjasama dengan Gun-yo oppa"


"Kau memberitahunya?" tanya Hye-mi seolah ingin tahu


"Tentu saja tidak, eonni. Jika aku memberitahunya, appa akan meluluhlantahkan perusahaan Gun-yo oppa" jawab Hyun-ri dengan lemas.


Hanya Hye-mi yang mengetahui semua tentang kontrak kerjasama Hyun-ri dan Gun-yo. Karena hanya Hye-mi yang dipercaya Hyun-ri untuk membantunya.


"Dan, sekarang kau bertanya-tanya bagaimana tuan besar Han mengetahui hal itu?" tanya Hye-mi


Hyun-ri hanya mengangguk lesu. Ia sudah lelah memikirakan semua itu. Entah apa yang sebenarnya terjadi, Hyun-ri benar-benar dibuat pusing dan frustasi dengan semua itu.


"Maaf Hyun-ria"


*********

__ADS_1


__ADS_2