CAKA ( Cintai Aku Karena Allah )

CAKA ( Cintai Aku Karena Allah )
Bab 23 ( Jebakan Eliza )


__ADS_3

Andri mencoba menenangkan Nayla yang masih saja ketakutan, dan Andri tau betul jika Nayla khawatir kedua orangtuanya mengetahui kejadian yang telah menimpanya.


"Nay, kamu tenang saja ya, Mas tidak mengatakan tentang kejadian yang telah menimpa kamu kepada siapa pun juga, termasuk Mama dan Papa serta orangtua kamu," ujar Andri.


"Makasih banyak ya Mas, Nayla takut jika orangtua Nayla akan sedih mengetahui semua ini."


"Nay, nanti kita konsultasi dengan Psikiater supaya keadaan kamu merasa lebih baik ya, Nayla jangan lupa terus Dzikir juga. Apa Nayla masih ingat dengan tasbih ini?" tanya Andri dengan membuka tasbih pemberian Nayla yang selalu ia pakai sebagai kalung, kemudian Andri memberikannya kepada Nayla.


"Bukannya ini tasbih pemberian Nayla saat kita merayakan hari jadi kita yang pertama? jadi Mas Andri masih menyimpannya?" tanya Nayla yang merasa terharu.


"Tentu saja, dan Mas selalu membawanya kemana pun Mas pergi, karena itu adalah kado terindah dari perempuan yang Mas cintai. Sekarang Mas pinjamkan tasbih itu kepada Nayla supaya hati Nayla merasa lebih tenang."


"Makasih banyak ya Mas, karena Mas Andri selalu membuat Nayla merasa lebih baik," ucap Nayla dengan tersenyum.


......................


Satu minggu sudah Nayla menjalani perawatan di Rumah Sakit, dan saat ini kondisi Nayla sudah mulai membaik setelah Nayla ditangani oleh Psikiater.


Mama Indri dan Papa Ervan tidak pernah datang ke Rumah Sakit, karena Andri selalu melarangnya dengan mengatakan jika Nayla telah merawatnya dengan baik, padahal kenyataannya Nayla lah yang selama ini sudah Andri rawat.


"Mas, makasih banyak ya, karena Mas Andri sudah merawat Nayla dengan baik, bahkan Mas Andri sampai berbohong kepada Mama dan Papa," ucap Nayla ketika membantu Andri membereskan pakaian, karena hari ini Nayla sudah diperbolehkan untuk pulang.


"Nay, aku tulus melakukan semua itu, dan aku tidak akan memaksa kamu lagi untuk tetap mencintaiku atau pun berada di sampingku, karena aku tau jika kamu adalah sosok istri yang Saleha dan tidak akan mungkin mengkhianati Kak Jefri," ujar Andri, tapi Nayla hanya diam tanpa menjawab pertanyaan Andri.


Rasa cinta itu masih ada Mas, dan ternyata tidak semudah itu untuk aku menghapusnya atau pun menguburnya, tapi saat ini aku tidak tau harus bagaimana. Apa sekarang sudah saatnya aku memaafkan Mas Jefri? setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan, dan aku yakin jika Mas Jefri hanya khilaf saja, karena pada dasarnya Mas Jefri adalah orang yang baik, ucap Nayla.

__ADS_1


Setelah sampai parkiran, Andri yang sebelumnya sudah menyuruh Supir untuk mengantarkan mobilnya bertanya terlebih dahulu kepada Nayla ingin di antar kemana.


"Nay, sekarang kita pulang ke mana?" tanya Andri.


"Apa Nayla maafkan saja kesalahan Mas Jefri? bagaimanapun juga Mas Jefri masih Suami Nayla."


"Kemana pun Nayla pergi, Mas akan mengantar Nayla. Kalau begitu sekarang kita ke rumah kalian," ujar Andri yang sudah ikhlas untuk melepas Nayla.


Nayla mengatakan alamat basecamp kepada Andri, dan setelah mereka sampai, Andri membukakan pintu mobil untuk Nayla.


Nayla mengetuk pintu rumah serta mengucap salam, tapi tidak ada sahutan dari dalam.


"Nay, mungkin Kak Jefri sedang ke luar," ujar Andri.


Nayla mencoba membuka pintu, dan ternyata tidak dikunci.


Nayla dan Andri melangkahkan kaki menuju kamar Jefri, karena mereka merasa khawatir terhadap Jefri yang tidak menjawab panggilan mereka.


Nayla mengetuk pintu kamar, tapi tidak ada yang menjawab juga, sampai akhirnya secara perlahan Nayla membuka pintu.


"Astagfirullah, Mas Jefri," teriak Nayla yang merasa terkejut, karena saat ini Jefri tengah tidur dengan Eliza, bahkan mereka berdua tidak memakai sehelai benang pun.


Jefri dan Eliza yang mendengar teriakan Nayla langsung terbangun, dan Jefri begitu terkejut ketika melihat dirinya dan Eliza yang tengah tidur dalam satu kasur tanpa mengenakan pakaian.


"El, apa yang kamu lakukan di sini? kenapa kamu bisa tidur di kamarku?" tanya Jefri.

__ADS_1


"Mas kamu tega sekali tidak mengakui semua yang kita lakukan semalam. Kamu lihat sendiri bercak darah di sprei, itu adalah bukti jika kamu sudah merenggut kesucianku," ujar Eliza dengan pura-pura menangis.


Semalam Eliza dibantu temannya membius Jefri yang sedang melamun di teras, kemudian mereka membawa Jefri ke dalam kamar dan melucuti pakaiannya, begitu juga dengan Eliza yang membuka seluruh pakaiannya supaya seolah-olah Jefri dan Eliza sudah tidur bersama.


Eliza bahkan meneteskan obat merah pada sprei supaya Jefri percaya jika dirinya telah menodai Eliza, bahkan teman Eliza sempat memotret Jefri dan Eliza tanpa busana supaya ada bukti jika Jefri mengelak dari tuduhan.


Jefri melilitkan handuk pada pinggangnya, kemudian Jefri menghampiri Nayla dan Andri yang saat ini masih diam mematung di depan pintu kamar.


"Nay, semua ini tidak seperti yang kamu pikirkan, aku bersumpah tidak melakukan perbuatan tidak senonoh dengan Eliza," ujar Jefri.


"Aku lebih percaya dengan apa yang aku lihat dengan mata kepalaku sendiri Mas. Tadinya aku berniat untuk membuka lembaran baru rumah tangga kita, tapi ternyata semua itu sudah tidak mungkin kita perbaiki lagi. Sekarang juga ceraikan aku Mas," ujar Nayla dengan menangis.


Jefri bersimpuh di hadapan Nayla, karena Jefri tidak mau sampai bercerai dengan Nayla.


"Nay, aku mohon beri aku kesempatan, aku berjanji akan memperbaiki semuanya, bahkan selama kamu di Rumah Sakit, aku belajar untuk menjadi imam yang baik untuk kamu. Aku benar-benar mencintai kamu Nay," ujar Jefri.


"Selama ini Mas Jefri selalu menuduh aku yang berbuat tidak senonoh dengan Mas Andri, tapi kenyataannya Mas Jefri sendiri yang sudah melakukan semua itu. Maaf Mas, kaca yang sudah retak tidak akan mungkin bisa diperbaiki lagi, dan Nayla mohon lepaskan Nayla demi kebaikan semuanya."


"Tidak Nay, aku tidak bisa, kamu adalah cinta pertama dan cinta terakhirku, dan aku tidak akan bisa hidup tanpa kamu," ujar Jefri yang hendak mendekati Nayla, tapi Andri menghalanginya.


"Cukup Kak, lepaskan Nayla, selama ini Kakak hanya memberikan luka pada Nayla. Padahal tadinya Andri datang ke sini sengaja untuk mengantarkan Nayla, dan mengikhlaskan Nayla supaya hidup bahagia dengan Kakak, tapi lagi-lagi Kakak menyakiti Nayla. Andri mohon, sekarang juga jatuhkan talak pada Nayla, karena Andri akan segera menikahi Nayla dan membahagiakannya dalam seumur hidup Andri. Nay, sebaiknya sekarang kita pergi dari sini, percuma kita berada di sini hanya untuk melihat kelakuan bejat Kak Jefri," ujar Andri dengan menggandeng Nayla untuk pergi dari rumah Jefri.


"Nay, tunggu Nay," teriak Jefri kemudian memakai baju supaya bisa mengejar Andri dan Nayla.


"Mas, bagaimana denganku, kenapa Mas tega meninggalkanku?" teriak Eliza yang melihat Jefri sudah bersiap untuk pergi.

__ADS_1


"Awas saja Eliza, aku akan membuat perhitungan denganmu, karena aku tau kalau kamu telah menjebak ku," ancam Jefri, kemudian bergegas menyusul Nayla dan Andri yang saat ini sudah masuk ke dalam mobil.


__ADS_2