
...Cinta tidak harus saling memiliki, dan melepas dengan ikhlas mungkin akan lebih baik demi kebahagiaan orang yang kita cintai....
......................
Andri dan Nayla begitu terkejut dengan yang Jefri katakan, karena selama ini mereka mengira jika Jefri telah meninggal dunia.
"Kevin, kamu jangan bercanda, Kak Jefri sudah meninggal dunia, dan tidak sepantasnya kamu mengatakan semua itu, karena meski pun pada kenyataannya aku bukan Ayah biologis dari bayi yang dilahirkan Nayla, tapi aku akan menganggapnya sebagai Anakku sendiri," ujar Andri yang merasa geram dengan semua perkataan Jefri.
"Andri, Nayla, aku benar-benar Jefri, aku masih hidup, dan identitasku tertukar dengan Kevin, Adikku sendiri."
"Jika kamu memang Kak Jefri, kenapa baru sekarang kamu mengakui semuanya setelah Nayla melahirkan?" tanya Andri.
"Kamu tau sendiri saat aku dan Kevin mengalami kecelakaan, kami berdua mengalami luka bakar yang sangat parah, bahkan wajah kami berdua sudah tidak dapat kalian kenali lagi, dan aku dibawa oleh keluarga Adhitama ke Singapura untuk melakukan operasi plastik. Pada saat aku kembali ke Indonesia, aku terus mencari keberadaan Nayla, dan ternyata kalian berdua telah menikah, sehingga aku bertekad untuk merebut Nayla dari kamu sebagai Kevin, tapi ternyata aku salah, karena Nayla tidak sedikit pun berpaling darimu, meski pun berbagai macam cara telah aku lakukan untuk mendapatkannya."
"Iya benar Nayla, Nak Andri, Mama juga sangat yakin jika Kevin adalah Jefri, karena setelah mengalami kecelakaan, sikap Kevin berubah seratus delapan puluh derajat, bahkan saat Kevin masih sakit, hanya nama Nayla yang selalu Kevin panggil."
Jefri akhirnya menceritakan semua kejadian sebelum dirinya dan Kevin tabrakan supaya Nayla dan Andri percaya jika dirinya adalah Jefri bukan Kevin, sehingga membuat Nayla merasa ketakutan dengan menangis dalam pelukan Andri karena semua yang dikatakan oleh Kevin benar adanya, dan selama ini tidak ada yang mengetahui kejadian sebenarnya sebelum Jefri mengalami kecelakaan kecuali Nayla dan Andri.
"Mas, ternyata selama ini yang Nayla takutkan benar Mas. Mas Jefri datang untuk mengambil bayi kita," ujar Nayla dengan terus memeluk tubuh Andri.
"Tidak sayang, Nayla jangan khawatir, Mas tidak akan membiarkan Kak Jefri melakukan semua itu, karena sampai kapan pun Andra adalah Anak kandung Mas, Meski pun pada kenyataannya Kak Jefri masih hidup."
Mama Marlina yang melihat Nayla ketakutan langsung saja mendekatinya supaya Nayla merasa lebih tenang.
"Nak, Mama janji, kalau Jefri tidak akan mengambil bayi kalian, karena saat ini Jefri sudah menjadi Kevin, dan Mama harap kalian merahasiakan semuanya dari siapa pun juga jika Jefri masih hidup, karena Mama kasihan kepada Papa dan Kakeknya Kevin jika mengetahui bahwa Kevin yang sebenarnya telah meninggal Dunia."
__ADS_1
Nayla dan Andri terlihat saling menatap, kemudian mereka berdua menganggukkan kepala sebagai tanda setuju.
"Ma, kami akan merahasiakan siapa Kevin sebenarnya, tapi kami harap, Mama juga akan merahasiakan tentang kebenaran tentang Andra yang sebenarnya adalah Anak kandung Kak Jefri, karena Andri takut jika Mama Indri akan kembali berusaha untuk memisahkan Andri dan Nayla, apalagi selama ini Mama Indri masih belum merestui pernikahan kami."
"Iya Nak, kami juga akan merahasiakan siapa Andra yang sebenarnya dari keluarga kalian, biar saja hanya kita berempat yang tau kenyataan yang sebenarnya jika Kevin adalah Jefri, dan Andra adalah Anak kandung Jefri, dan kalian bisa mengatakan kepada orangtua kalian jika Andra terlahir prematur, makanya Nayla melahirkan pada usia pernikahan kalian yang baru tujuh bulan lebih. Meski pun berbohong itu dosa, tapi kita melakukan semua itu demi kebaikan semuanya," ujar Mama Marlina, dan semuanya menyetujui usul Mama Marlina tersebut.
Jefri mendekati Nayla, kemudian menjatuhkan tubuhnya di bawah ranjang pesakitan Nayla.
"Nayla, maafin Mas, karena Mas tidak bisa menjaga Nayla lagi. Dulu Nayla pernah berkata jika Nayla ingin Mas mencintai Nayla karena Allah, dan sekarang Mas akan ikhlas untuk melepas Nayla karena Allah supaya hidup bahagia dengan Andri, yaitu lelaki yang Nayla cintai, tapi Nayla harus tau kalau cinta Mas Jefri hanya untuk Nayla."
"Mas jangan seperti ini, Mas Jefri tidak sepantasnya duduk bersimpuh di hadapan Nayla, karena Nayla bukan Tuhan atau pun orangtua Mas yang harus Mas Jefri sembah. Seharusnya Nayla yang meminta maaf, karena kami tidak tau jika Mas Jefri masih hidup. Semoga Mas mendapatkan perempuan yang lebih baik segala-galanya dibandingkan dengan Nayla."
"Andri, sekarang aku kembalikan cinta pertama dan terakhirmu, semoga kalian selalu bahagia."
"Terimakasih Kak, Andri juga berharap jika Kak Jefri akan menemukan kebahagiaan," ucap Andri dengan memeluk tubuh Jefri.
"Andri akan selalu membahagiakan Nayla dan Andra seumur hidup Andri Kak, karena Nayla adalah cinta sejati Andri."
"Andri, Aku titip Anakku, karena aku yakin jika kamu akan menyayanginya serta mendidiknya dengan baik, dan aku berharap kalian akan mengijinkan aku untuk dekat dengannya. Aku juga ingin memberikan nafkah kepada Andra, meski pun aku tidak bisa mengakui Andra sebagai Anak kandungku."
"Kak, Andri tidak akan pernah melarang Kak Jefri untuk menemui Andra kapan pun Kak Jefri mau, karena bagaimanapun juga hubungan darah tidak akan bisa putus."
"Apa aku boleh mencoba menggendong Andra? aku juga ingin mengumandangkan Adzan untuknya," tanya Jefri.
"Tentu saja boleh," jawab Andri.
__ADS_1
Mama Marlina mengambil Andra dari dalam box bayi, kemudian Mama Marlina memberikan Andra kepada Jefri.
Jefri menitikkan airmata saat menggendong Andra dan mengumandangkan Adzan untuk Anak kandungnya tersebut. Hatinya menghangat, ada rasa yang tidak bisa Jefri ungkapkan dengan kata-kata, dan baru kali ini Jefri merasa benar-benar bahagia karena saat ini dirinya telah menjadi seorang Ayah.
"Nak, semoga Andra menjadi Anak soleh yang senantiasa membawa kebahagiaan di Dunia dan Akhirat. Maafkan Ayah, karena selama ini Ayah tidak pernah ada untuk Andra, tapi Ayah akan menebus semuanya dengan mencurahkan kasih sayang Ayah untuk Andra, meski pun kita tidak bisa tinggal bersama," ujar Jefri dengan airmata yang terus menetes pada pipinya, karena bagaimanapun juga Jefri ingin sekali terus berada di samping Anak kandungnya tersebut.
......................
Keesokan paginya Nayla dan bayinya sudah diperbolehkan untuk pulang. Mama Marlina dan Jefri saat ini sudah berada di klinik bersalin untuk menjemput Nayla dan juga bayinya.
"Sayang, apa Nayla sudah merasa lebih baik?" tanya Mama Mama Marlina dengan memeluk tubuh Nayla.
"Alhamdulillah Ma, sekarang Nayla sudah merasa lebih baik."
"Sayang, sekarang kita pulang, biar Nenek yang gendong Andra ya," ujar Mama Marlina.
Ketika Mama Marlina hendak mengambil Andra dari dalam box, tiba-tiba Mama Indri datang dan langsung menggendong Andra, karena semalam Andri sudah memberitahukan jika Nayla melahirkan secara prematur kepada kedua orangtua Andri dan Nayla.
"Jangan pegang-pegang Cucu saya, saya tidak mau kalau Cucu saya terkena sial karena dipegang oleh tukang selingkuh seperti kamu, jangan-jangan kamu mau mencelakai Cucu saya, kamu kan perempuan tidak punya hati, dulu saja Anak kandung kamu sendiri kamu tinggalkan," sindir Mama Indri kepada Mama Marlina.
Bersambung
*
*
__ADS_1
Mohon dukungannya untuk Karya receh Author, jangan lupa like nya, 🙏