
Andri sengaja memanggil Nayla untuk membantunya mengambilkan minum, karena Andri sudah tidak tahan melihat Jefri yang terus memeluk tubuh Nayla.
"Nay, bisa tolong ambilkan aku minum tidak, aku rasanya haus sekali," ujar Andri.
"Mas, lepasin dulu pelukannya, kasihan Mas Andri, dia pasti kehausan," ujar Nayla.
"Dia sengaja menyuruh kamu mengambilkan minum supaya aku melepaskan pelukanku kepadamu Nay," ujar Jefri yang semakin mengeratkan pelukannya.
"Mas, tolong, jangan seperti Anak kecil, tujuan kita di sini untuk membantu Mas Andri."
Andri mencoba untuk meraih air minum di atas nakas, tapi saat ini tubuhnya masih merasa lemas, sampai akhirnya gelas yang dipegang Andri terjatuh kemudian pecah.
Nayla bergegas menghampiri Andri sampai-sampai Nayla tidak melihat pecahan gelas di bawah kakinya.
"Mas Andri tidak kenapa-napa kan?" tanya Nayla yang terlihat panik, kemudian mengambil botol mineral untuk Andri minum.
Jefri yang melihat kaki Nayla berdarah langsung menghampirinya, kemudian mengangkat tubuh Nayla dan mendudukkannya di atas sofa, Andri dan Nayla saat ini sudah terlihat tegang dengan apa yang akan dilakukan Jefri kepada Nayla.
"Seharusnya kamu memikirkan dirimu sendiri Nay, aku tahu kalau kamu sangat mencintai Andri, dan kamu mengkhawatirkannya, tapi kamu harus hati-hati, jangan sampai melukai dirimu sendiri," ujar Jefri dengan melihat luka pada kaki Nayla.
Nayla dan Andri bernapas lega, karena mereka sudah berpikir jika Jefri akan berbuat macam-macam kepada Nayla.
"Awww," Nayla meringis kesakitan ketika Jefri mencabut pecahan gelas pada kakinya.
"Apa kamu pikir aku akan melakukan sesuatu kepada kamu makanya wajah kamu terlihat tegang? kamu sepertinya tidak sabaran sekali menunggu nanti malam," celetuk Jefri yang sengaja memanas-manasi Andri.
"Mas, aku mohon, jangan berbicara seperti itu di hadapan Mas Andri, aku tidak mau jika kesehatan Mas Andri semakin memburuk," ujar Nayla, dan Jefri menghela napas panjang, kemudian ke luar dari kamar perawatan Andri.
"Mas Jefri mau kemana?" tanya Nayla, karena Nayla mengira jika Jefri pergi karena marah dengan perkataan Nayla, apalagi Jefri tidak menjawab pertanyaannya, padahal Jefri ke luar untuk meminjam kotak P3K kepada Perawat, Jefri juga menyuruh OB untuk membersihkan pecahan gelas yang terjatuh.
Nayla tersenyum melihat Jefri yang kembali masuk dengan membawa kotak P3K diikuti oleh OB yang akan membersihkan pecahan gelas.
__ADS_1
"Maaf Mas, Nay kira Mas Jefri marah, dan berniat meninggalkan Nayla."
"Kalau aku meninggalkan kalian berdua, yang ada kalian akan bahagia karena bisa leluasa untuk bermesraan. Kamu kenapa sih ceroboh sekali Nay," ujar Jefri dengan membersihkan luka Nayla, kemudian membungkusnya dengan perban.
"Maaf Mas, terimakasih juga karena Mas Jefri sudah mengobati luka pada kaki Nayla."
"Sekarang belum Lebaran, kenapa kamu minta maaf terus? kamu juga tidak perlu berterimakasih, sudah menjadi tanggung jawab seorang Suami untuk menjaga istrinya dengan baik," ujar Jefri dengan menatap wajah Nayla.
Andri merasa takut jika sampai Jefri dan Nayla saling jatuh cinta, karena Andri melihat sisi lain dari Jefri yang begitu perhatian kepada Nayla, padahal biasanya Jefri selalu ketus kepada semua orang.
Kenapa aku merasa jika Kak Jefri sudah jatuh cinta sama Nayla? tatapannya terhadap Nayla terlihat berbeda, ucap Andri dalam hati.
"Nay, maaf ya, karena aku, kaki kamu menjadi terluka," ucap Andri yang merasa tidak enak terhadap Nayla.
"Semuanya bukan salah Mas Andri, aku saja yang tidak hati-hati," jawab Nayla dengan tertunduk, karena Nayla berusaha untuk menjaga pandangannya, bagaimanapun juga rasa cinta untuk Andri masih tersimpan di dalam hatinya.
Jefri tau alasan Nayla tidak ingin melihat wajah Andri, tapi saat ini Jefri juga belum siap jika harus melepas Nayla untuk hidup bersama Andri, karena Jefri juga sudah mulai jatuh cinta terhadap sosok perempuan yang saat ini sudah menjadi istrinya.
Maafkan aku jika sudah egois Nay, karena aku menginginkan kamu selalu berada di sisiku, aku tahu kalau kamu akan bahagia jika aku merelakan kamu untuk menikah dengan Andri, tapi aku belum bisa melihat kamu bahagia dengan lelaki lain, karena rasa cinta itu sudah mulai tumbuh juga di dalam hatiku. Kenapa aku bisa terjebak dalam cinta segitiga seperti ini? ucap Jefri dalam hati.
"Mas, apa aku bisa meminta tolong?" ucap Nayla yang merasa ragu.
"Memangnya kamu mau apa? apa kamu sudah lapar?" tanya Jefri.
"Mas Jefri bisa tolongin Mas Andri tidak? Mas Andri sepertinya ingin pergi ke kamar mandi," jawab Nayla.
"Kenapa harus aku?" tanya Jefri yang terlihat kesal.
"Tidak mungkin kan kalau aku yang membantunya?" ujar Nayla.
Jefri terpaksa bangun untuk membantu Andri ke kamar mandi, karena Jefri tidak mau Nayla yang membantunya, meski pun Jefri terus saja menggerutu.
__ADS_1
"Makanya kamu cepat sembuh, jangan nyusahin oranglain terus Andri, aku juga banyak kerjaan, kalau aku nungguin kamu di sini, bagaimana aku bisa kerja," gerutu Jefri.
"Mas, kalau nolongin itu yang ikhlas, biar dapat pahala juga," ujar Nayla, dan Jefri langsung diam mendengar perkataan Nayla.
Andri semakin yakin jika Jefri sudah jatuh cinta kepada Nayla, makanya Jefri langsung diam ketika Nayla mengingatkannya, padahal biasanya Jefri tidak akan mau mengalah untuk berdebat dengan siapa pun juga.
"Kalau Kakak mau kerja, Kakak kerja aja, di sini juga ada Nayla yang bisa jagain Andri, lagian kalau ada Kakak di sini, hati dan mata Andri tambah sakit lihat Kakak yang nempel terus sama Nayla."
"Itu sih maunya kamu Dri, kamu jangan mimpi bisa dekat-dekat dengan istriku, dan kamu harus bisa menerima kenyataan kalau Nayla saat ini telah menjadi Kakak ipar kamu."
"Tidak Kakak ingatkan juga Andri ingat Kak, kalau saat ini Nayla bukan milik Andri lagi," ucap Andri kemudian kembali berbaring.
Nayla bingung dengan perasaannya saat ini, di satu sisi Nayla kasihan dengan Andri karena harus melihat Jefri yang menempel terus kepadanya, tapi di sisi lain, Nayla tidak mungkin menolak semua perlakukan Jefri, karena saat ini Jefri adalah Suaminya.
Maafin Nayla Mas Andri, mungkin ini yang terbaik untuk kita, semoga Mas Andri bisa segera menerima kenyataan tentang status kita saat ini, begitu juga dengan Nayla yang akan terus berusaha mengubur dalam-dalam perasaan Nayla untuk Mas Andri, ucap Nayla dalam hati.
Jefri sudah merasa lapar, tapi Jefri tidak mau meninggalkan Nayla berduaan dengan Andri, sampai akhirnya terdengar bunyi perut Jefri yang berbunyi.
"Mas Jefri lapar ya?" tanya Nayla.
"Tidak, itu hanya suara cacing di perutku saja yang lagi demo," jawab Jefri asal.
"Kalau begitu Nayla saja yang mencari makanan, Nayla juga mau sekalian Shalat Maghrib ke Mushala," ujar Nayla yang tau kenapa Jefri tidak mau membeli makanan.
"Aku tidak mungkin membiarkan kamu ke luar sendirian, nanti bagaimana kalau ada yang menculik kamu," celetuk Jefri.
"Nayla bukan Anak kecil lagi Mas, jadi Nayla bisa jaga diri sendiri."
"Biar aku antar saja," ujar Jefri yang merasa takut jika sampai Nayla kenapa-napa.
"Kalau Mas Jefri nganterin Nayla, siapa yang jagain Mas Andri. Udah, Mas Jefri di sini aja, nanti setelah Nayla Shalat giliran Mas Jefri yang Shalat."
__ADS_1
"Aku tidak Shalat Nay."
"Kenapa? apa Mas Jefri lagi PMS?"