
Besok adalah hari Pernikahan Andri dan Nayla karena saat ini Nayla telah selesai masa iddah.
Papa Ervan sudah berada di rumah Bah Ujang untuk menghadiri Pernikahan Andri, sedangkan Mama Indri tidak mau menghadiri acara pernikahan Andri dan Nayla karena bersikeras dengan pendiriannya yang tidak mau memberikan restu.
"Nak, maaf ya karena Papa tidak bisa membujuk Mama kamu untuk menghadiri pernikahan kamu dan Nayla."
"Tidak apa-apa Pa, kita tidak bisa memaksa Mama untuk merestui Pernikahan Andri dan Nayla, tapi semoga saja suatu saat nanti mata hati Mama bisa terbuka," ucap Andri yang sebenarnya merasa sedih karena Ibu kandungnya sendiri tidak dapat hadir di hari bahagianya.
Saat ini di kediaman Bah Ujang sudah banyak saudara juga tetangga yang hadir untuk membantu persiapan pernikahan. Meski pun Andri dan Nayla meminta supaya pernikahan mereka diselenggarakan dengan sederhana, tapi Bah Ujang dan Bu Fatimah ingin Pernikahan kedua Nayla lebih meriah dibandingkan dengan pernikahan pertamanya saat dengan Jefri, apalagi saat itu ada kejadian yang membuat acara berlangsung ricuh, karena Andri datang untuk menghentikan pernikahan Nayla dan Jefri, dan Andri saat itu pingsan karena tidak bisa menerima pernikahan perempuan yang sangat dicintainya.
Andri dan Nayla sudah tiga hari tidak boleh bertemu, karena mereka sedang melakukan pingitan, tapi Andri selalu mengirimkan pesan kepada Nayla untuk mengingatkan supaya Nayla tidak lupa meminum obat dan vitamin untuk kandungannya.
Ketika Andri lewat dapur setelah sebelumnya Andri melihat empang milik Bah Ujang di belakang rumah, Andri tidak sengaja mendengar pembicaraan para tetangga Nayla yang sedang membantu memasak di kediaman Bah Ujang.
"Si Nayla beruntung banget ya, baru juga selesai masa iddah udah langsung nikah saja sama lelaki yang tampan dan mapan," ujar salah satu tetangga Nayla.
"Iya ya, padahal dulu Nayla sudah pernah mengkhianati calon Suaminya yang sekarang ini, tapi kok mau saja ya Mas Andri itu menerima bekas Kakaknya sendiri, padahal dia bisa saja mendapatkan seorang gadis yang lebih segala-galanya dibandingkan dengan Nayla," ujar salah satu tetangga lainnya.
"Mungkin si Nayla memakai pemikat Bu, makanya Mas Andri tidak bisa move on," ujar tetangga lainnya.
Andri merasa geram ketika mendengar mereka yang mengatakan jika Nayla bekas Jefri serta memakai pemikat, sehingga Andri langsung saja angkat suara.
"Yang saya inginkan menjadi Istri dan Ibu dari Anak-anak saya kelak hanyalah Nayla, dan tidak seharusnya Ibu-ibu membicarakan calon istri saya seperti itu. Bagi saya Nayla tetap suci dan tidak akan ada kata bekas, karena Nayla adalah perempuan terbaik yang pernah saya temui di Dunia ini," tegas Andri, sehingga membuat semua yang membicarakan tentang keburukan Nayla merasa malu.
"Maafkan kami Mas, kami tidak bermaksud seperti itu," ucap Ibu-ibu yang sudah bergosip.
"Sekali lagi saya mendengar Ibu-ibu menjelek-jelekan calon istri saya, saya tidak akan segan-segan untuk bertindak. Seharusnya Ibu-ibu introspeksi diri, belum tentu kalian lebih baik dari Nayla, dan harus Ibu-ibu ingat kalau membicarakan keburukan oranglain sama saja dengan memakan bangkai saudaranya sendiri," ujar Andri, kemudian berlalu menuju kamarnya.
__ADS_1
......................
Keesokan paginya, Andri sudah bersiap untuk mengucap ijab kabul pernikahan, dan Andri merasa grogi sehingga terus saja mondar mandir di dalam kamar.
"Nak, apa kamu gugup?" tanya Papa Ervan ketika melihat Andri yang terus saja mondar mandir.
"Iya Pa, Andri rasanya gugup sekali."
"Semuanya pasti akan berjalan dengan lancar, bukannya ini adalah impian Andri sejak dulu, yaitu menikahi perempuan yang Andri cintai," ujar Papa Ervan.
"Iya, Papa benar, karena hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh Andri." Kak Jefri pasti bahagia melihat Andri menjaga Nayla dan Anaknya. Andri janji Kak, akan selalu membahagiakan Nayla dalam seumur hidup Andri, lanjut Andri dalam hati.
"Ya sudah, kalau begitu sekarang kita turun, Penghulu sudah menunggu kamu di bawah," ujar Papa Ervan dengan menggandeng Andri untuk turun ke tempat acara akan dilangsungkan.
Beberapa saat kemudian, Nayla juga turun dengan dibantu oleh Bu Fatimah, dan Andri begitu terpesona melihat kecantikan Nayla.
Nayla saat ini duduk di sebelah Andri, kemudian Bu Fatimah menutup kepala Andri dan Nayla menggunakan penutup kepala yang menempel pada hiasan kepala Nayla.
"Insyaallah saya sudah siap Pak," ujar Andri dengan mantap.
Setelah menjabat tangan Bah Ujang sebagai Wali nikah Nayla, Andri mengucap ijab kabul dengan lantang dalam satu tarikan napas, dan semuanya mengucap Hamdalah ketika para Saksi menyatakan Sah pada pernikahan Andri dan Nayla.
"Selamat ya Nak, sekarang kalian sudah Sah menjadi Suami istri. Semoga pernikahan Nak Andri dan Nayla selalu diberikan kebahagiaan serta keturunan yang Saleh dan Saleha," ucap Pak Penghulu yang di Amini oleh semuanya.
Nayla mencium punggung tangan Andri yang saat ini telah Sah menjadi Suaminya, kemudian Andri mencium kening Nayla.
"Nayla Ramadhani, aku Andri Permana akan berusaha untuk membahagiakanmu hingga nafas terakhirku. Semoga pernikahan kita selalu bahagia hingga maut yang memisahkan," ucap Andri dengan memasukan cincin pernikahan pada jari manis tangan Nayla.
__ADS_1
"Amin Mas, semoga Nayla bisa menjadi Istri yang baik untuk Mas Andri, dan tolong ingatkan Nayla jika Nayla lalai serta melakukan kesalahan, karena sejatinya rumah tangga harus dilandasi dengan kejujuran serta saling mengingatkan," ucap Nayla dengan memasukan cincin pernikahan ke dalam jari manis Andri.
Banyak ucapan selamat dan do'a yang di ucapkan oleh keluarga dan tetangga yang hadir pada acara pernikahan Andri dan Nayla, dan kedua mempelai terus mengembangkan senyuman sepanjang acara berlangsung.
......................
"Nayla," teriak Jefri ketika sadar dari pengaruh obat bius pasca operasinya yang ketiga sekaligus yang terakhir.
Mama Marlina yang saat ini berada di samping Jefri begitu terkejut mendengar Jefri yang menyebut nama Nayla.
"Nak, siapa Nayla?" tanya Mama Marlina, tapi Jefri hanya diam tanpa menjawab pertanyaan Ibunya tersebut.
"Kevin, baik-baik saja kan?" tanya Mama Marlina dengan memberikan air minum kepada Jefri, dan Jefri hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
Kenapa aku bermimpi Nayla menikah dengan Andri? semoga semua itu hanya mimpi, karena aku tidak akan sanggup kehilangan Nayla, ucap Jefri dalam hati.
Saat ini kondisi Jefri sudah lebih baik, dan Jefri sudah mulai bisa berbicara dengan normal meski pun seluruh bagian tubuhnya masih diperban.
"Ma, orang yang mengalami tabrakan dengan Kevin bagaimana keadaannya?" tanya Jefri yang merasa penasaran dengan nasib Kevin yang sebenarnya, karena Jefri takut Kevin yang asli akan jatuh cinta kepada istrinya.
"Sebenarnya orang yang mengalami tabrakan dengan Kevin telah meninggal dunia karena luka bakar yang di alaminya jauh lebih parah dibandingkan dengan kondisi Kevin," jawab Mama Marlina.
Degg
Jantung Jefri rasanya berhenti berdetak, Jefri begitu syok ketika mengetahui bahwa Kevin yang asli sudah meninggal Dunia, dan Jefri begitu merasa bersalah karena dirinya adalah penyebab kecelakaan yang menimpa Kevin dan dirinya saat itu.
"Tidak mungkin, tidak mungkin dia meninggal Dunia," gumam Jefri.
__ADS_1
"Nak, Kevin yang sabar ya, semuanya sudah takdir, dan kita tidak bisa merubahnya. Saat ini orang tersebut pasti sudah beristirahat dengan tenang," ujar Mama Marlina.
Orang itu adalah Kevin Ma, Anak kandung Mama juga. Bagaimana ini, saat ini sudah tiga bulan lebih dari kejadian kecelakaan itu. Jika semuanya mengira aku telah meninggal dunia, apa mungkin Andri dan Nayla sudah menikah seperti dalam mimpiku? tidak, aku tidak rela Nayla menikah dengan lelaki lain, meski pun orang itu adalah Adikku sendiri, ucap Jefri dalam hati.