CAKA ( Cintai Aku Karena Allah )

CAKA ( Cintai Aku Karena Allah )
Bab 47 ( Tatapan penuh cinta dan kerinduan )


__ADS_3

Jefri masih diam mematung melihat wajah perempuan yang sangat dirindukannya, karena dirinya tidak percaya masih diberikan kesempatan untuk bertemu dengan Nayla, sampai akhirnya Jefri tersadar dari lamunannya karena Andri angkat suara.


"Silahkan masuk Tuan Kevin," ujar Andri.


"Oh iya, terimakasih Tuan Andri," ucap Jefri, kemudian masuk ke dalam rumah Andri dan Nayla.


Jefri merasakan sesak dalam dadanya saat melihat banyak fhoto pernikahan Andri dan Nayla yang terpajang di dinding.


Kalian bisa-bisanya bahagia di atas penderitaanku. Lihat saja Andri, sebentar lagi aku akan merebut Nayla, karena Nayla masih istriku, ucap Jefri dalam hati


Andri menunjukan kamar mandi kepada Jefri, sedangkan Nayla mengajak Angela untuk duduk di ruang tamu.


"Silahkan duduk Nona, saya akan mengambilkan minum terlebih dahulu," ujar Nayla.


"Tidak perlu merepotkan Nyonya, kami hanya sebentar saja berada di sini," ujar Angela yang merasa patah hati ketika mengetahui jika Andri sudah menikah.


Beberapa saat kemudian Andri duduk di samping Nayla, dan langsung memeluk tubuh Nayla dengan erat.


"Sayang, bagaimana jagoan kita, apa jagoan kita tidak merepotkan Bunda?" ujar Andri dengan mengelus lembut perut Nayla, kemudian menciumnya.


"Tidak Mas, Alhamdulillah Anak kita tidak rewel. Bagaimana presentasinya, berjalan dengan lancar kan?" tanya Nayla.


"Alhamdulillah, presentasinya berjalan lancar, dan kami sudah menandatangani kontrak kerjasama, makanya saat ini kami akan meninjau lokasi," jawab Andri.


Angela merasa kesal karena melihat Andri bersikap romantis kepada Nayla.


Kenapa sih Tuan Andri sudah punya istri? padahal aku sudah berencana akan mendekatinya, ucap Angela dalam hati.


Beberapa saat kemudian Kevin bergabung bersama Nayla, Andri dan Angela, dan Jefri sengaja duduk di kursi dekat Nayla, sehingga Nayla bergeser karena merasa risih berdekatan dengan lelaki yang bukan muhrimnya.


"Tuan Kevin, kita mau langsung berangkat ke lokasi atau Tuan Kevin mau minum dulu?" tanya Andri.


"Apa tidak sebaiknya kita merayakan dulu kerjasama kita dengan makan-makan, kebetulan saya merasa sangat lapar karena belum sarapan," Jawab Jefri yang ingin berada lebih lama di dekat Nayla.


Kenapa tatapan Tuan Kevin terhadap Istrinya Tuan Andri terlihat berbeda? tatapan itu seperti tatapan penuh cinta dan kerinduan yang mendalam, batin Angela kini bertanya-tanya.


"Maaf Tuan Kevin, kebetulan saya masih kenyang karena sudah sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat ke kantor, tapi kalau Tuan Kevin dan Nona Angela mau makan, kebetulan tadi istri saya sudah masak. Sayang, masakan Nayla masih banyak kan?" Andri.


"Masih banyak kok Mas, kalau begitu biar Nayla hangatkan dulu masakannya ya," ujar Nayla yang hendak berdiri.


"Tidak perlu sayang, Nayla duduk saja di sini, biar Mas yang menghangatkannya. Tidak apa-apa kan Tuan Kevin kalau makan dengan lauk seadanya?" tanya Andri.

__ADS_1


"Tidak apa-apa Tuan Andri, kebetulan saya lebih suka makanan rumahan," jawab Jefri.


Andri pergi ke dapur untuk menghangatkan lauk, dan Jefri mengirimkan pesan kepada Angela supaya pergi ke toilet.


Setelah semuanya pergi, Jefri tiba-tiba memeluk tubuh Nayla yang hendak berdiri.


"Astagfirullah, apa yang Tuan Kevin lakukan?" tanya Nayla yang merasa terkejut.


"Aku sangat merindukanmu Nayla, aku sangat merindukanmu sayang," ucap Jefri yang tidak bisa menahan semuanya, sehingga Nayla terus memberontak mencoba untuk melepaskan diri.


Saat Nayla hendak berteriak, Jefri membungkam Nayla dengan ciuman.


Nayla menangis dengan apa yang dilakukan oleh Jefri, tapi saat ini dirinya tidak berdaya, karena Jefri tidak membiarkan Nayla bergerak sedikit pun.


"Tolong lepaskan saya Tuan, kita ini bukan muhrim, tidak sepantasnya Tuan melakukan tindakan yang tidak senonoh terhadap saya."


"Nayla aku Jefri Suamimu, kenapa kamu tega mengkhianati cinta kita? kenapa kamu dengan mudahnya menikah dengan Andri?" tanya Jefri, sehingga membuat Nayla diam mematung.


"Tidak mungkin, tidak mungkin kamu Mas Jefri, Mas Jefri sudah meninggal Dunia, jadi kamu tidak perlu mengaku-ngaku sebagai mendiang Suamiku," ujar Nayla.


"Nayla apa kamu lupa dengan semua yang telah kita lewati selama ini? aku sangat mencintai kamu Nayla, aku tidak bisa hidup tanpamu," ujar Jefri, dan beberapa saat kemudian terdengar suara Andri.


"Eh, saya baik-baik saja Tuan Andri," jawab Jefri dengan terperanjat kaget.


Jadi tadi hanya bayanganku saja? apa reaksi Nayla akan seperti yang aku bayangkan, jika mengetahui siapa aku sebenarnya? batin Jefri kini bertanya-tanya.


"Tuan Kevin, Nona Angela, masakannya sudah hangat," ujar Andri, dan mereka semua melangkahkan kaki menuju meja makan.


Hati Jefri dan Angela merasa panas ketika melihat Andri yang terus saja memeluk tubuh Nayla seakan tidak mau berpisah sedikit pun dari Nayla.


Bisa-bisanya Andri memeluk istriku, Lihat saja Andri aku akan segera mengambil kembali Nayla darimu, ucap Jefri dalam hati.


Jefri ingin sekali Nayla yang mengambilkan nasi untuknya, tapi saat ini Angela yang mengambilkan nasi dan lauk untuk Jefri.


"Terimakasih," ucap Jefri singkat.


Jefri dan Angela mulai makan, dan Jefri makan dengan begitu lahap karena masakan Nayla benar-benar enak, dan selama ini Jefri sangat merindukan masakan istrinya tersebut.


Nayla, Andri dan Angela terlihat heran melihat Jefri yang makan dengan begitu lahap seperti orang yang sudah tidak makan satu minggu saja.


Kenapa dengan Tuan Kevin? setelah Tuan Kevin mengalami kecelakaan, sepertinya kepribadian Tuan Kevin berubah, padahal biasanya Tuan Kevin tidak pernah suka makanan rumahan, batin Angela kini bertanya-tanya.

__ADS_1


"Tuan Andri, Nyonya Nayla, maaf ya karena saya sudah menghabiskan makanannya," ucap Jefri setelah selesai makan.


"Tidak apa-apa Tuan, kami senang jika Tuan menyukai makanannya," ujar Nayla.


"Masakan Nyonya Nayla benar-benar enak, saya sampai tidak sadar sudah menghabiskan semuanya," ujar Jefri yang terlihat kekenyangan.


"Tuan Kevin baik-baik saja kan? saya lupa kalau Tuan Kevin alergi udang," ujar Angela dengan panik.


"Aku baik-baik saja, memangnya kenapa?" tanya Jefri yang tidak mengetahui jika Kevin Alergi dengan udang.


"Untung saja Tuan tidak kenapa-napa, padahal Tuan alergi udang," jawab Angela yang sudah terlihat panik.


"Sudahlah Angela kamu tidak perlu panik seperti itu, sepertinya alergiku hilang ketika memakan masakan Nyonya Nayla."


Kevin terlihat enggan beranjak dari rumah Andri dan Nayla, sehingga Kevin kembali pura-pura sakit perut lagi, dan meminta ijin untuk menumpang ke kamar mandi.


"Tuan Andri, Nyonya Nayla, apa saya boleh numpang ke kamar mandi lagi?"


"Silahkan Tuan," jawab Andri.


Jefri kembali masuk ke dalam kamar mandi memikirkan cara supaya dia bisa lebih lama lagi berada di dekat Nayla.


"Aku harus mencari alasan apa lagi supaya bisa terus berada di dekat Nayla? kalau aku menculik Nayla sekarang tidak mungkin juga karena ada Andri dan Angela," gumam Jefri.


Andri, Nayla dan Angela sudah kembali duduk di ruang tamu setelah sebelumnya Andri membereskan piring bekas makan Jefri dan Angela.


Nayla beruntung sekali karena memiliki Suami yang sangat mencintainya, bahkan Tuan Andri memperlakukan Nayla seperti Ratu, ucap Angela dalam hati.


Beberapa saat kemudian Jefri kembali bergabung, dan sekarang Jefri pura-pura merasa lemas.


"Tuan Kevin kenapa?" tanya Angela.


"Aku sakit perut, sepertinya masuk angin," jawab Jefri.


"Kalau begitu kita ke Rumah Sakit saja Tuan, supaya Tuan segera sembuh," ujar Angela.


"Aku hanya perlu istirahat sebentar saja, kamu sebaiknya berangkat lagi ke kantor, biar aku ikut istirahat dulu sebentar di sini," ujar Jefri.


Angela terlihat bingung karena dia tidak mungkin membiarkan Bos nya terus berada di rumah Andri.


"Nona Angela tidak perlu khawatir, biar Tuan Kevin istirahat dulu di sini, saya juga tidak akan kembali ke Kantor," ujar Andri, dan Jefri merasa kecewa karena tadinya Jefri ingin berduaan dengan Nayla.

__ADS_1


__ADS_2