CAKA ( Cintai Aku Karena Allah )

CAKA ( Cintai Aku Karena Allah )
Bab 27 ( Perdebatan Andri dan Mama Indri )


__ADS_3

Andri begitu prihatin melihat Nayla yang terus saja menangis karena masih belum percaya jika Jefri sudah pergi untuk selamanya.


"Nay, kamu pasti kuat, kamu pasti bisa menjalani semua ini, dan aku akan selalu berada di sampingmu," ucap Andri yang rasanya ingin sekali membawa Nayla ke dalam pelukannya, tapi Andri harus bisa menahan semuanya, karena saat ini Nayla belum halal untuknya.


Papa Ervan yang baru pulang dari pemakaman bersama Ayah dan Kakak Nayla, langsung masuk ke dalam kamar Nayla setelah mengucap Salam, kemudian Papa Ervan duduk di samping Andri yang saat ini duduk di sofa yang berada di samping ranjang tidur Nayla.


"Nak, Papa tau kalau semua ini sangat berat untuk Nayla, begitu juga untuk Papa, tapi Papa yakin kalau Nayla bisa melewati semua ini. Papa juga sangat menyesal karena selama Jefri hidup, Papa selalu menyebut Jefri berandalan yang malas untuk bekerja, tapi kenyataannya Jefri adalah Anak yang baik, bahkan Jefri sudah banyak melakukan kebaikan terhadap oranglain semasa hidupnya. Nayla tau, kalau Jefri beruntung karena tadi banyak yang datang untuk mendo'akan Jefri di pemakaman."


Nayla semakin merasa bersalah kepada Jefri, tapi Nayla masih saja yakin jika yang meninggal bukanlah Jefri, tapi orang yang tabrakan dengan Jefri, yaitu Kevin.


"Pa, tapi Nayla yakin jika Mas Jefri masih hidup, dan yang meninggal adalah orang yang tabrakan dengan Mas Jefri."


"Nak, kami tau kalau Nayla masih belum bisa mengikhlaskan semuanya, tapi Papa harap Nayla jangan seperti ini, kasihan mendiang Jefri kalau kita masih belum mengikhlaskannya."


Andri yang mendengar Nayla terus saja mengatakan jika Jefri masih hidup, merasa sedih karena ternyata Nayla masih saja memikirkan Jefri tanpa memperdulikan perasaannya, sampai akhirnya Andri memutuskan untuk ke luar dari kamar Nayla tanpa pamitan terlebih dahulu kepada semuanya.


Papa Ervan yang melihat Andri pergi, langsung menyusulnya, dan Nayla merasa terkejut dengan sikap yang ditunjukan oleh Andri.


"Bu, sepertinya Nayla sudah bersalah terhadap Mas Andri, Nayla tidak memikirkan perasaan Mas Andri, padahal Mas Andri selalu ada untuk Nayla."


"Nak, mulai sekarang Nayla ikhlaskan kepergian Nak Jefri ya, kasihan Nak Andri jika Nayla terus begini, padahal Nak Andri begitu tulus kepada Nayla."


"Iya Bu, insyaallah Nayla akan berusaha untuk ikhlas," meskipun semua itu akan sulit, lanjut Nayla dalam hati.


......................


Setelah sampai di dalam kamar Andri, Papa Ervan mencoba memberi pengertian kepada Andri.


"Nak, Papa tau kalau kamu sangat mencintai Nayla, tapi untuk saat ini berikan Nayla waktu, pasti sangat sulit untuk Nayla melupakan bayang-bayang Jefri dari kehidupannya."


"Iya Pa, Andri tau dan Andri mengerti tentang semua itu, Andri juga tidak ingin Kak Jefri meninggalkan kita, karena Andri juga sayang sama Kak Jefri, tapi Andri sangat mencintai Nayla Pa, dan Andri rasanya tidak rela jika Nayla mencintai oranglain."

__ADS_1


"Nak, sekarang Jefri sudah meninggal dunia, dan tidak seharusnya Andri merasa cemburu."


"Apa Papa akan mendukung Andri untuk menikahi Nayla setelah Nayla selesai masa iddah?" tanya Andri.


"Tentu saja Nak, Papa akan selalu mendukung kamu, apalagi Papa tau kalau Andri dan Nayla saling mencintai."


"Tapi Mama tidak akan menyetujui hubungan kamu dan Nayla," ucap Mama Indri yang baru saja datang.


"Apa maksud Mama berkata seperti itu?" tanya Andri, karena saat Andri sakit, Mama Indri meminta Jefri menceraikan Nayla supaya Andri bisa menikahinya.


"Mama tidak mau kamu menikahi seorang Janda, apalagi bekas Kakak kamu, kayak gak ada gadis saja. Pokoknya Mama akan mencarikan seorang gadis untuk kamu yang sederajat dengan kita."


"Yang Mama pikirkan selalu saja status sosial, apa Mama tidak memikirkan kebahagiaan Andri? Ma, bagi Andri Nayla tetap suci, dan Nayla adalah cinta pertama dan terakhir untuk Andri. Jadi, setuju atau tidak, Andri akan tetap menikahi Nayla."


"Andri, kenapa kamu selalu menentang keinginan Mama?"


"Ma, selama ini Andri selalu menuruti kemauan Mama, dan untuk kali ini saja, Andri mohon Mama dukung keinginan Andri. Jika Andri tidak bisa menikah dengan Nayla, selamanya Andri tidak akan pernah menikah."


"Ma, sebagai orangtua, kita harus mendukung keinginan Anak kita, apalagi Nayla dan Andri saling mencintai. Memangnya apa salahnya jika Andri menikahi seorang Janda?"


"Papa sama Anak sama saja, kalian tidak mengerti perasaan Mama."


"Seharusnya kita yang mengerti perasaan Anak kita Ma. Mama pasti tidak mau kan jika Andri kembali sakit lagi," ujar Papa Ervan, sontak saja perkataan Papa Ervan membuat Mama Indri diam tidak berkutik, karena Mama Indri sangat takut kehilangan Andri.


Mama Indri yang merasa kesal terhadap Andri dan Papa Ervan, akhirnya ke luar dari dalam kamar Andri.


"Pa, makasih banyak ya dukungannya," ucap Andri.


"Sama-sama Nak. Sekarang sebaiknya Andri bersiap, karena nanti malam kita akan mengadakan acara tahlil mendiang Jefri," ujar Papa Ervan, kemudian ke luar dari dalam kamar Andri untuk melihat persiapan acara Tahlil mendiang Jefri.


......................

__ADS_1


Andri ke luar dari dalam kamarnya setelah selesai melaksanakan Shalat Maghrib, dan Andri teringat dengan Nayla yang sejak siang belum makan.


Ketika Andri melihat Bu Fatimah ke luar dari dalam kamar Nayla, Andri menanyakan kondisi Nayla kepada Bu Fatimah.


"Bu, bagaimana sekarang kondisi Nayla?" tanya Andri.


"Alhamdulillah Nayla sudah lebih baik."


"Apa Nayla sudah makan?" tanya Andri.


"Belum Nak, dari tadi Ibu tawarin juga Nayla selalu jawab belum lapar.


"Ya sudah, kalau begitu Andri ambil makanan dulu buat Nayla. Oh iya, Ibu, Bapak sama Kak Halim udah makan belum?" tanya Andri.


"Udah kok Nak, makasih banyak Nak Andri sudah memperhatikan kami."


"Sudah seharusnya Bu, bagi Andri kalian adalah keluarga juga. Kalau begitu Andri ke bawah dulu ya Bu, jika Ibu memerlukan sesuatu, Ibu tidak perlu sungkan untuk mengatakannya kepada Andri," ucap Andri dengan melangkahkan kaki menuju dapur.


Nak Andri memang Anak yang baik, semoga saja Nayla dan Nak Andri berjodoh. Padahal dulu Nayla selalu memimpikan untuk menikah dengan Nak Andri. Semoga saja nanti ada saatnya mereka berdua bersatu, ucap Bu Fatimah dalam hati.


......................


Andri mengambil makanan untuk Nayla, tapi di meja makan ada Mama Indri yang sedang terlihat makan.


"Andri, kamu ngambil makanan buat siapa?" tanya Mama Indri.


"Nayla Ma."


"Kamu itu mau saja diperbudak sama si Nayla, masih belum menikah saja kamu sudah dijadikan kacung olehnya, apalagi nanti setelah kalian menikah. Mama pokoknya tidak rela Anak kesayangan Mama dijadikan pembantu, padahal selama ini kami selalu memperlakukan kamu seperti Raja."


"Ma, Nayla tidak pernah menyuruh Andri, bahkan Nayla tidak tau kalau Andri mengambilkan makanan untuknya. Asal Mama tau bagi Andri Nayla adalah Ratu di hati Andri."

__ADS_1


__ADS_2