
Rahmat terlihat berpikir ketika mendengar perkataan Andri, karena semua itu merupakan tanggung jawab yang besar untuknya.
"Apa Kakak ipar dan Mas Andri percaya kepada saya?" tanya Rahmat.
"Insyaallah kami percaya kepada Mas Rahmat," jawab Nayla.
"Iya Mas, kami percaya kalau Mas Rahmat akan selalu amanah," tambah Andri.
Rahmat meminta pendapat kepada Anak buah Jefri yang lainnya, karena bagaimanapun juga Rahmat harus mendengar pendapat mereka, dan semuanya setuju jika Rahmat yang menggantikan Jefri untuk mengelola uang hasil dari penjualan sayur dan buah, apalagi Rahmat adalah orang yang paling dekat dengan Jefri.
"Mas Andri, Kakak ipar, kalau begitu saya akan menjalankan amanah yang diberikan kepada saya," ujar Rahmat.
"Terimakasih banyak ya Mas Rahmat, semoga semuanya berjalan dengan lancar," ujar Nayla yang di Amini oleh semuanya.
Setelah semuanya selesai, Nayla dan Andri pamit untuk pulang, dan sebelum pulang Nayla meminta di antar ke makam Jefri terlebih dahulu.
"Assalamu'alaikum Mas Jefri, semoga Mas Jefri sudah bisa beristirahat dengan tenang. Mas Jefri tidak perlu mengkhawatirkan Nayla, karena saat ini ada Mas Andri yang selalu ada untuk Nayla."
Kak, mulai sekarang Andri akan selalu menjaga Nayla, dan Andri akan menikahi Nayla setelah selesai masa iddah nya, semoga Kak Jefri merestui kami, ucap Andri dalam hati
Nayla dan Andri membaca surat yasin di makam Jefri, dan setelah itu mereka memutuskan untuk pulang karena langit sudah terlihat mendung.
"Mas, kami pulang dulu ya, insyaallah kapan-kapan Nayla akan datang lagi ke sini, Assalamu'alaikum," ucap Nayla kemudian melangkahkan kaki untuk ke luar dari pemakaman.
......................
Setelah Dokter memberitahukan kabar Kevin yang sudah sadar dari koma nya, semua keluarga Kevin masuk ke dalam kamar perawatan Jefri yang saat ini mereka kira sebagai Kevin.
Jefri begitu terkejut ketika melihat sosok Mama yang selalu dirinya rindukan.
Mama, kenapa Mama bisa ada di sini? apa mungkin Kevin yang identitasnya tertukar dengan aku adalah Adikku sendiri? ucap Jefri dalam hati, karena selama ini Jefri hanya berkomunikasi lewat telpon dengan Mamanya.
__ADS_1
"Kevin sayang, bagaimana kabar Kevin sekarang? apa Kevin sudah merasa lebih baik?" tanya Mama Marlina.
"Ma_ma," ucap Jefri dengan lirih.
Ini Jefri bukan Kevin Ma, Jefri sangat merindukan Mama, kenapa Mama tidak pernah mau menemui Jefri? ucap Jefri dalam hati, karena saat ini tenggorokan Jefri masih merasa sakit sehingga Jefri hanya berbicara sedikit saja.
"Nak, Kevin jangan terlalu memaksakan diri, Kevin yang sabar ya, Kevin pasti sembuh, dan kami pasti akan selalu ada untuk Kevin," ujar Mama Marlina dengan membelai rambut Jefri, sehingga Jefri menitikkan airmata, karena baru kali ini Jefri merasakan belaian dari Ibu kandungnya sendiri.
Semua ini seperti mimpi, akhirnya setelah sekian lama aku bisa bertemu juga dengan Mama. Mama terlihat begitu menyayangi sosok Kevin, apa aku merahasiakan semuanya supaya Mama tetap menyayangiku? tapi dimana keberadaan Kevin yang asli? dan bagaimana dengan nasib pernikahanku dengan Nayla? karena aku tidak ingin berpisah darinya, ucap Jefri dalam hati.
Saat ini Jefri berada dalam dilema, karena di satu sisi Jefri ingin mendapatkan kasih sayang dari Ibu kandungnya, dan di sisi lain, Jefri ingin hidup bersama dengan perempuan yang sangat dicintainya.
"Dok, kapan Anak saya bisa melakukan operasi plastik?" tanya Papa Richard.
"Kami akan memeriksa kondisi Tuan muda terlebih dahulu, jika kondisi kesehatan Tuan muda sudah membaik, kami akan secepatnya melakukan operasi," jawab Dokter.
Kakek William menginginkan yang terbaik untuk Cucu tunggalnya, sehingga beliau menyarankan supaya Kevin dibawa ke Singapura dan melakukan operasi di sana.
"Baiklah kalau itu keinginan Tuan, besok kita bawa Tuan muda ke Singapura, dan sekarang kami akan melakukan serangkaian tes terlebih dahulu," ujar Dokter.
Adel yang baru datang langsung memeluk tubuh Kevin supaya keluarga Kevin percaya jika Adel benar-benar mencintainya.
"Sayang, aku bahagia karena akhirnya kamu sadar juga," ucap Adel, Padahal aku jijik harus memeluk orang cacat seperti Kevin, tapi aku tidak mempunyai pilihan supaya perjodohan kami tidak dibatalkan, lanjut Adel dalam hati.
"Si_siapa kamu?" tanya Jefri dengan lirih.
"Sayang, kenapa kamu tidak mengingatku? aku ini Calon istri kamu, dan nanti setelah kamu sembuh kita akan menikah. Dok, kenapa Kevin tidak mengingat saya?" tanya Adel.
"Sepertinya Pasien mengalami benturan pada kepalanya, sehingga menyebabkan Pasien amnesia," jawab Dokter.
Bagus deh kalau Kevin amnesia, jadi dia tidak akan mengingat tentang perselingkuhan yang telah aku perbuat dengan Jonathan, ucap Adel dalam hati.
__ADS_1
"Adel, kamu jangan khawatir ya, besok kami akan membawa Kevin berobat ke Singapura," ujar Kakek William.
"Kalau begitu Adel ikut ya Kek, Adel ingin selalu mendampingi Kevin."
Mama Marlina yang memang tidak suka dengan Adel, menentang keras keinginan Adel.
"Sebaiknya kamu tidak perlu ikut Adel, karena pasti Kevin akan melakukan pengobatan dan pemulihan dalam waktu yang tidak sebentar."
"Tapi Tante, ijinkan Adel merawatnya."
"Sekali tidak, tetap tidak, lagian keberadaan kamu juga tidak Kevin butuhkan, bahkan saat ini Kevin tidak mengingat kamu," ujar Mama Marlina.
Kakek William dan Papa Richard lagi-lagi hanya diam tanpa bisa berkata apa-apa, dan mereka sama sekali tidak ada yang bisa melawan Mama Marlina.
"Sebaiknya sekarang kamu pulang saja, karena saat ini Kevin akan melakukan serangkaian tes, dan kami tidak ingin keberadaan kamu malah mengganggunya," ujar Mama Marlina.
"Adel, perkataan Mamanya Kevin benar, sebaiknya sekarang kamu pulang saja," ujar Kakek William yang tidak ingin terjadi keributan, dan akhirnya Adel terpaksa pulang dan saat ini dirinya begitu geram atas penolakan Mama Marlina.
Setelah kepergian Adel, Mama Marlina terus berada di samping Jefri, karena Jefri terus saja memegangi tangannya.
Kenapa dengan Kevin? padahal selama ini Kevin selalu acuh denganku, tapi sekarang dia sepertinya ingin selalu dekat denganku, ucap Mama Marlina dalam hati.
"Ma, kenapa sepertinya Mama tidak suka dengan Adel?" tanya Papa Richard.
"Mama kan sudah bilang kalau Kevin pernah mengatakan jika Kevin tidak mau dijodohkan dengan Adel, seandainya Mama tau saat Papi menjodohkan Kevin dengan Adel, Mama pasti akan menentang keras."
"Maaf Nak, Papi tidak meminta persetujuan kepada kalian, karena Papi pikir kalau Kevin suka terhadap Adel."
"Sudahlah Pi, semuanya sudah terjadi, yang penting saat ini kondisi Kevin sembuh dulu, nanti kita serahkan semua keputusan kepada Kevin, karena Dokter mengatakan jika operasi dan pemulihan pada luka bakar pada seluruh tubuh Kevin membutuhkan waktu sekitar satu tahun," ujar Papa Richard yang mencoba menengahi semuanya.
"Iya Pi, nanti kita serahkan semuanya kepada Kevin, biar Kevin yang menentukan pilihannya sendiri," dan aku sangat berharap kalau Kevin akan memutuskan hubungannya dengan Adel, ucap Mama Marlina dalam hati.
__ADS_1