
Mama Indri yang mendengar perkataan Andri memutuskan untuk pergi dari rumah Andri dan Nayla, dan Mama Indri tengah memikirkan cara lain untuk memisahkan Nayla dan Andri.
Aku tidak akan pernah menyerah sampai melihat kalian berdua berpisah, ucap Mama Indri dalam hati.
Setelah Mama Indri pergi, Andri mengajak Nayla untuk masuk ke dalam rumah, kemudian Andri mengambilkan segelas air putih untuk Nayla supaya Nayla merasa lebih tenang.
Nayla meminum air yang diberikan oleh Andri hingga tandas.
"Makasih banyak Mas," ucap Nayla.
"Sayang, maaf ya, karena Mama sudah benar-benar keterlaluan," ucap Andri yang merasa tidak enak terhadap Nayla.
"Semua itu bukan salah Mas, jadi Mas Andri tidak perlu meminta maaf terhadap Nayla. Sebaiknya sekarang Mas kembali ke kantor, nanti Mas keburu kesiangan."
"Hari ini Mas libur ngantor dulu, Mas tidak mau meninggalkan Nayla."
Andri mengambil handphonenya, kemudian menelpon Papa Ervan untuk meminta ijin tidak masuk kantor, dan Andri menceritakan semuanya kepada Papa Ervan.
Papa Ervan yang mendengar cerita Andri tentang Mama Indri yang meminta Nayla supaya meninggalkan Andri, begitu geram mendengarnya, dan Papa Ervan menyuruh Andri supaya menjaga Nayla saja.
"Mas sudah ijin sama Papa, jadi seharian ini Mas bakalan nemenin Nayla dan bayi kita," ujar Andri dengan merebahkan kepalanya pada paha Nayla.
"Mas, Nayla akan baik-baik saja, jadi Mas Andri tidak perlu mencemaskan Nayla."
"Tapi saat ini kamu sedang hamil sayang, dan Mas ingin selalu menjaga Nayla."
"Lalu bagaimana dengan pekerjaan Mas Andri? Nayla tidak mau kalau pekerjaan Mas Andri sampai terbengkalai."
"Yang penting untuk Mas adalah kamu dan Anak kita. Ngomong-ngomong Mas jadi pengen nengokin Anak kita," ujar Andri dengan cengengesan, dan Nayla memutar malas bola matanya karena sudah mengerti maksud Andri.
......................
Jefri yang sudah semakin pulih, memutuskan untuk menemui Nayla, karena Jefri ingin mengetahui keadaan Nayla saat ini.
"Sebaiknya sekarang aku mencari keberadaan Nayla, aku sangat merindukannya," ucap Jefri dalam hati, kemudian mengganti pakaian sebelum berangkat.
Mama Marlina yang melihat Jefri sudah berpakaian rapi, langsung saja angkat suara.
__ADS_1
"Sayang, Kevin mau pergi kemana? Anak Mama sudah terlihat tampan dan gagah?" tanya Mama Marlina.
"Kevin mau jalan-jalan sebentar Ma, Kevin mau mencari angin dulu."
"Nak, kondisi Kevin saat ini belum benar-benar pulih, dan Mama tidak mau kalau sampai terjadi sesuatu yang buruk kepada Kevin."
"Ma, Kevin akan baik-baik saja, jadi tidak ada yang perlu Mama khawatirkan."
"Kalau begitu Mama ikut ya, Mama tidak mau kalau sampai Adel mengganggu Kevin lagi."
"Ma, Kevin gak akan bawa mobil sendiri kok, jadi Mama tidak perlu khawatir, karena Kevin akan meminta di antar oleh Supir."
Papa Richard yang melihat sikap Mama Marlina terlalu posesif terhadap Kevin, langsung saja angkat suara.
"Ma, Kevin sudah besar, Kevin sudah bisa menjaga dirinya dengan baik, jadi Mama harus memberikan kepercayaan terhadap Kevin."
"Tapi Pa, Mama takut terjadi sesuatu yang buruk lagi terhadap Kevin.
"Sebagi orangtua kita do'akan saja keselamatan Kevin. Nak, kamu hati-hati ya, ingat jangan sampai pulang kemalaman," ujar Papa Richard.
Mama Marlina dan Papa Richard merasa heran dengan sikap Kevin yang berubah Seratus delapan puluh derajat pasca Kevin kecelakaan.
"Ma, Papa bahagia karena sekarang Kevin berubah menjadi lebih baik, padahal biasanya Kevin selalu cuek terhadap kita, jangankan mencium punggung tangan kita, bahkan Kevin jarang sekali berbicara terhadap kita."
"Iya Pa, Mama juga heran dengan perubahan sikap Kevin. Tapi Mama bersyukur karena Kevin berubah menjadi lebih baik lagi."
......................
Jefri langsung menyuruh Supir menuju rumah Papa Ervan, dan Jefri akan mengaku sebagai teman lama Andri jika Mama Indri atau pun Nayla menanyakan siapa Kevin sebenarnya.
Setelah sampai gerbang rumah Papa Ervan, Jefri menghampiri Penjaga rumah.
"Maaf Pak, apa Andri nya ada?" tanya Kevin.
"Tuan muda saat ini sudah pindah rumah."
"Kenapa Andri pindah rumah? tapi Papanya masih tinggal di rumah ini kan?" tanya Jefri yang merasa penasaran.
__ADS_1
"Tuan siapa nya Tuan muda?" tanya Satpam.
"Saya Teman Andri Pak, nama saya Kevin Adhitama dan saya baru datang dari luar negeri," jawab Jefri.
Setelah mendengar jawaban Jefri, dan melihat penampilan Jefri yang memang terlihat seperti orang berada, Satpam pun menjawab pertanyaan Jefri.
"Kalau Tuan Ervan dan Nyonya Indri masih berada di sini, sedangkan Tuan muda dan Nona Nayla, sudah pindah ke rumah mereka, dan saya juga tidak tau alamat rumah mereka saat ini."
Degg
Jantung Jefri rasanya berhenti berdetak ketika mendengar jawaban dari Satpam, karena artinya Nayla dan Andri sudah menikah.
"A_apa maksud Bapak, jadi Nayla dan Andri sudah menikah?" tanya Jefri dengan suara tergagap.
"Iya benar Tuan, mereka menikah setelah tiga bulan Tuan Jefri meninggal dunia, dan Non Nayla selesai masa iddah."
Jefri bagai tersambar petir mendengar kabar pernikahan Nayla dan Andri, dan Jefri langsung pingsan karena terlalu syok mendengar berita tersebut.
Supir Jefri meminta tolong kepada Satpam supaya membantunya mengangkat tubuh Jefri, setelah Jefri berada di dalam mobil, Supir keluarga Adhitama tersebut merasa bingung karena dirinya pasti akan disalahkan oleh Mama Marlina.
"Aduh, bagaimana ini, kenapa Tuan muda pake pingsan segala sih? bisa-bisa aku diomelin sama Nyonya," gumam Supir yang mengantar Jefri, dan mau tidak mau Supir kembali membawa Jefri menuju kediaman Adhitama.
Mama Indri yang baru datang, dan melihat mobil mewah melaju dari depan rumahnya, langsung bertanya kepada Satpam.
"Pak, siapa yang barusan bertamu?" tanya Mama Indri.
"Barusan ada teman Tuan muda, namanya Kevin Adhitama. Tapi tiba-tiba Tuan Kevin pingsan ketika mendengar Tuan muda sudah menikah dengan Nona Nayla," jawab Satpam.
Kevin Adhitama, sepertinya nama itu sangat familiar, tapi kenapa dia sampai pingsan ketika mengetahui Nayla dan Andri sudah menikah? apa mungkin dia adalah mantan kekasih Nayla? aku harus mencari tau tentang siapa Kevin Adhitama sebenarnya, siapa tau dia bisa membantuku memisahkan Nayla dan Jefri, ucap Mama Indri dalam hati.
Mama Indri yang merasa penasaran, mencoba mengetik nama Kevin Adhitama, dan setelah menemukan fotonya, Mama Indri menunjukannya kepada Satpam
"Pak, apa Kevin ini yang barusan datang ke sini?" tanya Mama Indri.
"Iya benar Nyonya," jawab Satpam, dan Mama Indri membulatkan matanya karena Mama Indri tidak pernah tau jika Andri berteman dengan salah satu orang terkaya di Indonesia.
"Sepertinya aku tidak pernah mendengar Andri berteman dengan Kevin, tapi jika Kevin sampai pingsan mendengar berita pernikahan Nayla dan Andri, berarti Kevin mempunyai hubungan spesial dengan Nayla. Tapi bagaimana bisa Nayla mengenal pewaris tunggal Adhitama Grup? aku jadi curiga kalau Nayla dulunya adalah perempuan tidak benar. Pokoknya aku harus bekerjasama dengan Kevin untuk menghancurkan pernikahan Nayla dan Andri," gumam Mama Indri dengan tersenyum licik.
__ADS_1