CAKA ( Cintai Aku Karena Allah )

CAKA ( Cintai Aku Karena Allah )
Bab 38 ( Mengubur masalalu, membuka lembaran baru )


__ADS_3

Andri terbangun ketika merasakan Nayla tidak ada di sampingnya, dan Andri bergegas mencari keberadaan Nayla, karena Andri takut Nayla kenapa-napa.


"Sayang, kamu dimana?" teriak Andri, kemudian mencari Nayla ke dalam kamar mandi, tapi Nayla tidak ada di sana.


Ketika Andri melihat pintu kamar menuju balkon terbuka, Andri ke luar dari dalam kamar, dan Andri bernapas lega ketika melihat keberadaan Nayla.


Andri langsung menghampiri Nayla, kemudian memeluk tubuh Nayla dari belakang.


"Sayang, Mas kira Nayla kemana? Mas khawatir karena Nayla tidak ada di samping Mas. Nayla sedang membakar apa?" tanya Andri yang melihat kepulan asap dari dalam tempat sampah.


"Maaf ya Mas, Nayla sudah membuat Mas Andri merasa cemas. Nayla sedang membakar fhoto pernikahan Nayla dengan mendiang Mas Jefri," jawab Nayla, dan Andri terkejut karena tidak mengira Nayla akan melakukannya.


"Sayang, kenapa fotonya dibakar?" tanya Andri.


"Mas, saat ini Suami Nayla adalah Mas Andri, dan Nayla tidak mau kalau sampai Mas Andri salah paham jika Nayla masih menyimpan semua kenangan tentang Mas Jefri. Nayla akan mengubur masalalu, dan membuka lembaran baru dengan Mas Andri."


"Sayang, Mas tidak akan cemburu, karena Kak Jefri saat ini sudah tenang di alam sana, tapi makasih banyak karena Nayla sudah memikirkan perasaaan Mas," ujar Andri dengan mengeratkan pelukannya, kemudian mencium tengkuk leher Nayla, hingga Nayla merasakan desiran hangat pada tubuhnya.


"Mas, jangan seperti ini, malu kalau sampai ada yang lihat," ujar Nayla.


"Kalau tidak ada yang lihat berarti boleh dong?" goda Andri dengan menaik turunkan alisnya, kemudian mengangkat Nayla masuk ke dalam kamar mereka.


......................


Ketika Nayla dan Andri merasa bahagia sebagai pasangan pengantin baru, lain hal nya dengan Jefri yang saat ini berada dalam dilema karena terus memikirkan Nayla.


Nay, bagaimana kabar kamu sekarang? apa kamu sedih dengan kepergianku? atau kamu justru bahagia karena bisa menikah dengan lelaki yang kamu cintai karena kalian mengira aku sudah meninggal dunia? ucap Jefri dalam hati.


"Nak, Kevin kenapa?" tanya Mama Marlina yang melihat Jefri melamun terus.


"Ma, kapan kita bisa pulang ke Indonesia?"


"Mama belum mengetahuinya, karena saat ini Kevin masih dalam masa pemulihan. Memangnya apa yang Kevin rindukan di Indonesia? di sana Kevin hanya dikhianati oleh Adel. Kenapa Kevin masih ingin pulang ke Tanah air? sebaiknya Kevin menetap di sini bersama Mama dan Papa."


"Ma, Kevin mempunyai kehidupan di sana, kasihan Kakek kalau kita meninggalkannya sendirian di usia Kakek yang sudah tua."

__ADS_1


"Apa Kevin lebih menyayangi Kakek dibandingkan dengan Mama sehingga dari dulu Kevin lebih memilih untuk tinggal bersama Kakek?" tanya Mama Marlina dengan cemberut.


"Ma, Kevin sayang sama semuanya, dan Kevin harap kita semua bisa berkumpul di tanah air, karena bagaimanapun juga lebih enak tinggal di tanah kelahiran sendiri."


Mama Marlina terlihat berpikir, karena dirinya ingin terus dekat dengan Kevin Anak semata wayangnya.


Apa aku kembali tinggal di Indonesia saja supaya aku bisa lebih dekat dengan Kevin? aku sudah kehilangan Jefri, dan saat ini yang tersisa hanya penyesalan, dan aku tidak mau sampai kehilangan Kevin juga, ucap Mama Marlina dalam hati.


"Nanti Mama bicarakan semuanya sama Papa, karena Mama juga ingin selalu berada dekat dengan Kevin," ucap Mama Marlina dengan memeluk tubuh Jefri.


Saat menjadi Kevin, aku bisa merasakan pelukan Mama, tapi sampai saat ini aku masih tidak mengerti kenapa Mama tidak pernah ingin bertemu dengan Jefri, ucap Jefri dalam hati.


"Ma, bagaimana kabar Kak Jefri sekarang?" tanya Jefri yang berpura-pura karena ingin mengetahui isi hati Mama Marlina yang sebenarnya.


"Kakak kamu sudah meninggal dunia saat Kevin mengalami tabrakan."


Jadi Mama tidak mengetahui jika yang sudah tabrakan dengan Kevin adalah aku? batin Jefri.


"Innalillahi, kasihan Kak Jefri, padahal Kevin sudah berniat untuk menemuinya setelah sembuh nanti."


"Iya Nak, Mama menyesal karena selama ini Mama tidak pernah mau menemui Jefri."


"Bukannya Mama tidak menyayangi Jefri, tapi Mama malu dengan kelakuan Mama sendiri yang sudah tega meninggalkan Jefri sejak masih kecil, karena Mama sudah berselingkuh dengan Papa kamu."


Jefri tertegun mendengar perkataan Mama Marlina, apalagi ketika melihat Mama Marlina terus meneteskan airmata.


"Ma, setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan, yang penting ke depannya kita jangan sampai melakukan kesalahan yang sama," ujar Jefri.


"Mama merasa berdosa terhadap Jefri, karena Mama tidak pernah memberikan kasih sayang kepadanya. Jefri pasti membenci Mama."


"Kak Jefri tidak membenci Mama, Kak Jefri pasti sangat menyayangi Mama, makanya dia selalu ingin bertemu dengan Mama," ucap Jefri dengan memeluk tubuh Mama Marlina.


Ma, ini Jefri Ma, selama ini Jefri selalu merindukan Mama, Jefri selalu ingin merasakan pelukan Mama. Biarlah Mama menganggap Jefri sebagai Kevin, yang penting Jefri bisa terus mendapatkan pelukan dan kasih sayang dari Mama, ucap Jefri dalam hati.


......................

__ADS_1


Nayla dan Andri sudah bersiap untuk berangkat menuju Jakarta, dan saat ini mereka berpamitan kepada keluarga Nayla.


"Bu, Bah, kami berangkat dulu ya. Abah sama Ibu jaga kesehatan, kalau ada apa-apa jangan sungkan untuk berbicara kepada Andri."


"Iya Nak, terimakasih. Nak, kami titip Nayla ya, semoga kalian secepatnya diberikan keturunan," ucap Bu Fatimah yang di Amini oleh semuanya.


"Bu, Bah, maaf karena Nayla tidak bisa menjaga Ibu dan Abah."


"Tidak apa-apa Nak, kalian kan mempunyai kehidupan masing-masing. Dimana pun kita berada, kita saling do'akan saja, semoga semuanya diberikan kesehatan dan kelancaran," ujar Bah Ujang.


"Amin Bah. Kak Halim, Kak Risma, Nayla titip Ibu sama Abah ya. Keponakan Tante yang cantik, Tante pergi dulu ya, Tante pasti akan sangat merindukan Dhea," ujar Nayla dengan mencium pipi gembul bayi Halim dan Risma.


"Nay, kamu tidak perlu mengkhawatirkan Ibu dan Abah, kami pasti akan menjaga mereka dengan baik," jawab Halim.


Setelah Andri dan Nayla berpelukan serta bersalaman dengan semuanya, Andri dan Nayla mengucap Salam, kemudian pergi meninggalkan kampung halaman Nayla menuju Jakarta.


Andri dan Nayla melambaikan tangannya sebagai salam perpisahan, dan airmata Nayla terus saja menetes.


"Sayang, jangan nangis terus, nanti kapan-kapan kalau Mas gak banyak kerjaan, kita bisa pulang kampung untuk mengunjungi keluarga Nayla," ucap Andri dengan merangkul Nayla.


"Makasih banyak Mas, Nayla bahagia memiliki Mas Andri dalam hidup Nayla."


"Kamu salah sayang, karena yang lebih bahagia adalah Mas, dan Mas beruntung bisa menikahi Bidadari Surga."


Sepanjang perjalanan menuju Jakarta, Andri dan Nayla terus saja bercanda dan tertawa.


"Sayang, tidak apa-apa kan kalau kita ke rumah Papa dulu? soalnya Mas harus mengambil pakaian Mas di sana."


"Gak apa-apa Mas, meski pun Mama masih belum merestui pernikahan kita, tapi sebagai seorang Anak, sudah menjadi kewajiban kita untuk selalu menghormatinya, kita jangan sampai memutuskan tali silaturahmi dengan siapa pun juga, apalagi orangtua kita."


"Istri Mas yang cantik ini pengertian sekali sih," ucap Andri dengan mencium Nayla.


"Mas kalau lagi nyetir fokus ke jalan."


"Iya sayang, Mas akan selalu hati-hati, apalagi saat ini Mas sedang membawa harta yang paling berharga."

__ADS_1


Andri dan Nayla akhirnya sampai di kediaman Papa Ervan setelah menempuh lima jam perjalanan, tapi saat ini Nayla terlihat ragu untuk ke luar dari dalam mobil.


Dulu saat pertama kali aku menginjakkan kaki ke rumah ini, aku berstatus Istri Mas Jefri, tapi sekarang aku datang dengan status istri Mas Andri. Aku tidak pernah menyangka jika aku akan menikah dua kali dalam hidupku, karena aku selalu bermimpi akan menikah satu kali dalam seumur hidup, ucap Nayla dalam hati.


__ADS_2