CAKA ( Cintai Aku Karena Allah )

CAKA ( Cintai Aku Karena Allah )
Bab 40 ( Tinggalkan Andri )


__ADS_3

Sudah satu bulan Nayla dan Andri tinggal di rumah baru mereka, Nayla dan Andri hidup bahagia, apalagi Andri selalu memanjakan Nayla, bahkan Andri selalu membantu Nayla mengerjakan pekerjaan rumah sebelum berangkat kerja.


"Mas, sebaiknya Mas berangkat ke kantor sekarang supaya tidak kesiangan, biar Nayla saja yang mengerjakan pekerjaan rumah," ujar Nayla, karena saat ini Andri sedang mencuci piring bekas mereka sarapan.


"Tidak apa-apa sayang, ini masih pagi, lagian jarak dari rumah ke kantor cuma lima menit saja, jadi Mas tidak akan sampai kesiangan."


Nayla merasa kasihan terhadap Andri yang selalu sibuk membantu pekerjaan rumah, belum lagi Andri harus bekerja di kantor, sampai akhirnya Nayla memberi usul untuk mencari Asisten Rumah Tangga saja.


"Kalau memang Mas tidak memperbolehkan Nayla bekerja, sebaiknya kita mencari Asisten Rumah Tangga saja ya Mas."


"Tapi Ibu bilang kalau dalam rumah tangga tidak boleh Ada orang ketiga, meski pun orangtua atau saudara sendiri, apalagi kita memasukan oranglain ke dalam rumah, Mas takut kalau ada orang yang berniat jahat terhadap Nayla dan Anak kita, bahkan tidak sedikit di luaran sana Pembantu yang menggoda majikannya," ujar Andri.


"Tapi Nayla percaya jika Mas Andri tidak akan pernah tergoda oleh perempuan lain."


"Mas tidak akan mungkin tergoda dengan perempuan mana pun, karena Mas sudah memiliki perempuan paling cantik dan sempurna di Dunia ini."


"Mas, jangan membuat Nayla malu."


"Itu kenyataan sayang, di rumah Mas sudah memiliki berlian, jadi Mas tidak akan mungkin mencari batu kerikil."


Semua perlakuan Andri selalu membuat Nayla bahagia dan bersyukur karena memiliki Suami yang perhatian dan juga pengertian.


Semoga selamanya Mas Andri tidak akan pernah berubah, ucap Nayla dalam hati dengan memeluk tubuh Andri.


"Kalau begitu Mas berangkat ke kantor dulu ya sayang, kalau ada apa-apa Nayla sebut saja nama Mas tiga kali."


"Memangnya Mas Andri Om Jin," ujar Nayla dengan terkekeh.


"Anak Ayah jangan nakal ya, jangan nyusahin Bunda. Ayah berangkat kerja dulu, dan Ayah pasti akan pulang cepat," ujar Andri dengan mengelus serta mencium perut Nayla.


Nayla mencium punggung tangan Andri, dan Andri mencium kening Nayla sebelum berangkat.


"Sayang, jangan lupa kunci pintunya, kalau ada siapa pun yang datang, Nayla jangan buka pintu ya, termasuk Mama," ujar Andri yang selalu takut jika meninggalkan Nayla sendirian di rumah.

__ADS_1


"Iya Suamiku sayang yang tampan, baik hati, rajin menabung dan tidak sombong."


"Jangan menggoda Mas terus sayang, nanti Mas gak mau berangkat ke kantor," ujar Andri yang terus memeluk tubuh Nayla.


"Ya sudah, sekarang Mas berangkat gih, kami pasti akan baik-baik saja. Hati-hati ya Mas, semoga pekerjaannya lancar."


"Amin, makasih do'anya sayang. Ayah berangkat dulu ya, Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumsalam," ucap Nayla, kemudian hendak masuk ke dalam rumah setelah melihat Andri melajukan mobilnya.


"Tunggu Nayla," teriak Mama Indri yang tiba-tiba datang ke rumah Andri dan Nayla, padahal sebelumnya Andri sudah mewanti-wanti jika Nayla tidak boleh menerima tamu, termasuk Mama Indri.


Aku tidak mungkin kan mengusir Mama, bagaimanapun juga Mama Indri adalah orangtuaku juga, ucap Nayla dalam hati.


"Ma, bagaimana kabarnya?" tanya Nayla dengan mengulurkan tangannya kepada Mama Indri, tapi Mama Indri terlihat enggan menyambut uluran tangan Nayla, dan beliau malah melipat tangannya di depan dada.


"Aku tidak mau basa basi Nayla. Aku datang ke sini untuk meminta kamu supaya meninggalkan Andri."


Nayla mengembuskan nafas panjang, karena bagaimanapun juga Nayla tidak mungkin menuruti kemauan Mama Indri.


"Jadi sekarang kamu sudah berani melawanku?" bentak Mama Indri.


"Maaf Ma, Nayla tidak ada maksud untuk menentang Mama, tapi jika Mama berada dalam posisi Nayla, apa Mama bisa meninggalkan Suami Mama tanpa alasan yang pasti?"


"Kamu pasti tidak mau meninggalkan fasilitas yang Andri berikan. Enak sekali kamu Nayla, semenjak menikah dengan Andri, Andri langsung membelikan rumah mewah untuk kamu. Baiklah, kalau kamu menginginkan harta, aku akan memberikan uang sebagai kompensasi, tapi Tinggalkan Andri sekarang juga, dan jangan pernah kamu muncul di hadapan Andri lagi. Berapa uang yang kamu minta?" tanya Mama Indri.


"Meski pun Mama memberi pilihan untuk menukarkan Mas Andri dengan seluruh isi Dunia ini, maaf Ma, Nayla tidak akan pernah bisa melakukannya, karena saat ini Mas Andri adalah Suami Nayla, dan Nayla tidak akan pernah pergi kemana pun tanpa seijin Suami Nayla," tegas Nayla.


Andri yang selalu memantau Nayla lewat CCTV begitu terkejut dengan kedatangan Mama Indri, sehingga Andri memutuskan untuk kembali ke rumahnya.


Saat Mama Indri melayangkan tangannya untuk menampar Nayla karena merasa kesal dengan penolakan Nayla, tiba-tiba ada yang mencekal pergelangan tangan Mama Indri.


"Jangan sentuh istri Andri," ucap Andri dengan tegas.

__ADS_1


Nayla yang merasa ketakutan langsung berhambur memeluk tubuh Andri, dan Mama Indri merasa geram karena Andri mengetahui semua rencananya.


Andri pasti akan semakin membenciku, sebaiknya Aku berpura-pura baik saja kepada Nayla saat di depan Andri, ucap Mama Indri dalam hati.


"Andri, semua ini hanya salah paham saja, Mama tadi bukan ingin menampar Nayla, tapi tadi ada nyamuk di pipi Nayla."


"Sayangnya Andri tidak percaya dengan perkataan Mama, karena Andri mendengar serta melihat sendiri semua perbuatan Mama dari CCTV. Andri tidak pernah mengira jika Mama akan tega berbuat seperti itu. Kenapa Mama tidak ingin melihat Andri bahagia Ma?"


"Andri, Mama ingin melihat kamu bahagia, tapi tidak dengan Nayla. Nayla itu bekas Kakak kamu, apa kamu tidak jijik terhadapnya," sindir Mama Indri.


"Mama benar-benar keterlaluan, Nayla bukanlah sebuah barang, jadi Mama tidak pantas berbicara seperti itu. Lalu bagaimana dengan Mama? apa Mama lupa kalau Papa sebelumnya sudah pernah menikah bahkan memiliki Anak dari istri pertamanya sebelum Papa menikah dengan Mama?"


Plak


Tamparan keras mendarat pada pipi Andri.


"Kamu keterlaluan Andri, bisa-bisanya kamu membandingkan Nayla dengan Papa kamu."


"Silahkan tampar Andri sampai puas Ma."


"Maaf Nak, Mama tidak bermaksud melakukan semua itu," ucap Mama Indri yang tidak sadar karena telah menyakiti Anak kesayangannya.


"Tidak apa-apa Ma, Mama boleh menampar Andri sepuasnya, tapi Andri tidak akan pernah membiarkan Mama menyentuh seujung kuku pun istri dan Anak Andri."


"A_apa, jadi saat ini Nayla sedang hamil?" tanya Mama Indri yang begitu syok mendengarnya.


Aku pasti akan lebih sulit memisahkan Andri jika Nayla hamil Anak Andri, ucap Mama Indri dalam hati.


"Iya Ma, dan Mama akan segera menjadi Nenek, apa Mama tidak bahagia?"


"Jika saja Menantu Mama bukan Nayla, Mama pasti akan sangat bahagia mendengar Menantu Mama hamil."


"Memangnya apa salah Nayla? Nayla adalah perempuan baik, dan Andri sangat mencintainya. Andri lebih baik mati daripada harus berpisah dengan Nayla."

__ADS_1


"Andri, kenapa kamu sampai berbicara seperti itu? memangnya apa hebatnya Nayla? dia hanya perempuan kampung yang tidak berpendidikan. di luaran sana masih banyak gadis yang sepadan dengan kamu Nak."


"Tapi yang Andri inginkan hanya Nayla, dan Andri tidak ingin perempuan lain, karena Nayla adalah sumber kebahagiaan Andri. Jika Mama masih berusaha untuk memisahkan Nayla dengan Andri, berarti Mama sudah siap kehilangan Andri untuk selamanya."


__ADS_2