CAKA ( Cintai Aku Karena Allah )

CAKA ( Cintai Aku Karena Allah )
Bab 46 ( Akhirnya aku menemukanmu )


__ADS_3

Bi Imah bergegas menelpon Saudaranya di kampung yang bernama Bi Ijah, dan Bi Ijah begitu gembira mendengar ada pekerjaan untuknya, apalagi saat ini Suami Bi Ijah sedang membutuhkan biaya pengobatan.


📞"Ijah, kamu cepetan ke sini ya, kalau bisa sekarang juga sebelum Nyonya mencari di tempat lain. kamu beruntung karena bakalan mempunyai majikan yang baik hati, aku saja pengen banget pindah ke rumahnya Non Nayla dan Tuan muda Andri," ujar Bi Imah.


📞"Iya Imah, makasih banyak infonya, sekarang juga aku bakalan berangkat, soalnya aku sedang membutuhkan banyak uang untuk biaya pengobatan Suamiku," ujar Bi Ijah kemudian menutup telponnya.


Setelah selesai menelpon Bi Ijah, Bi Imah kembali menghampiri Mama Indri untuk memberitahukan kalau Bi Ijah akan segera datang.


"Nyonya, saudara saya dari kampung bersedia untuk menjadi Asisten Rumah Tangga Tuan muda dan Non Nayla, apalagi saat ini Ijah sedang membutuhkan uang yang banyak untuk biaya pengobatan Suaminya," ujar Bi Imah.


"Bagus, nanti kalau dia sudah sampai, kamu kasih tau saya, karena saya ingin bertemu dengan dia dulu," ujar Mama Indri dengan tersenyum licik, karena Mama Indri sudah merasa yakin kalau Bi Ijah bisa diajak kerjasama, apalagi ketika Mama Indri mendengar Bi Ijah sedang membutuhkan banyak uang untuk pengobatan Suaminya.


Sebentar lagi aku pasti bisa memisahkan Nayla dengan Andri. Lihat saja Nayla, perempuan kampung seperti kamu tidak pantas bersanding dengan Andri, ucap Mama Indri dalam hati.


......................


Saat ini Andri sudah bersiap untuk pergi ke Kantor, tapi Andri selalu merasa berat meninggalkan Nayla sendirian, apalagi setelah kejadian kemarin, karena Andri selalu takut terjadi sesuatu yang buruk terhadap Nayla.


"Sayang, Nayla jangan lupa kunci pintu ya, Mas takut kalau Mama datang ke sini lagi," ujar Andri dengan memeluk tubuh Nayla.


"Mas tenang saja, Nayla dan bayi kita pasti akan baik-baik saja," ucap Nayla dengan mencium punggung tangan Andri.


Andri mencium kening Nayla, kemudian mengelus serta mencium perut Nayla.


"Sayang, Ayah berangkat dulu ya, Jagoan Ayah jangan bikin Bunda susah," ujar Andri.


"Semoga presentasinya lancar ya Mas, kami akan selalu mendo'akan keberhasilan Ayah," ucap Nayla yang di Amini oleh Andri.


Dengan berat hati Andri melangkahkan kaki meninggalkan Nayla setelah mengucapkan Salam, kemudian Andri melajukan mobilnya menuju Kantor.


Setelah Andri sampai kantor, Andri bertemu dengan Papa Ervan di tempat parkir, dan Andri langsung mencium punggung tangan Ayahnya tersebut.


"Nak, bagaimana kabar Nayla?" tanya Papa Ervan.


"Alhamdulillah baik Pa, tapi Andri selalu khawatir jika meninggalkan Nayla sendirian, apalagi semenjak kemarin Mama datang ke rumah kami."

__ADS_1


"Kamu tenang saja Nak, Papa sudah memperingatkan Mama supaya tidak ikut campur dengan rumah tangga kalian lagi, karena kalau tidak, Papa akan menarik fasilitas yang telah Papa berikan kepada Mama. Kamu tau sendiri kan bagaimana sifat Mama kamu, dia pasti tidak akan bisa hidup tanpa kemewahan."


"Terimakasih banyak Pa, karena Papa selalu mendukung Andri."


"Sama-sama Nak. Papa sudah kehilangan Jefri, dan Papa akan melakukan apa pun sebisa Papa untuk membahagiakan kamu, karena sampai saat ini Papa selalu merasa menyesal setelah kehilangan Jefri."


"Papa yang sabar ya, Andri yakin Kak Jefri sudah tenang di alam sana."


Andri dan Papa Ervan langsung masuk ke ruang meeting untuk mempersiapkan semuanya sebelum Kevin Adhitama dan Sekretarisnya datang, dan beberapa saat kemudian yang ditunggu-tunggu pun datang.


Asisten Papa Ervan mempersilahkan Kevin dan Sekretarisnya yang bernama Angela untuk masuk ke dalam ruang meeting.


Akhirnya kita bertemu lagi Andri, sekarang yang ada dalam hatiku hanyalah kebencian, karena kamu sudah merebut Nayla dariku, ucap Jefri dalam hati.


"Selamat datang di Permana Grup Tuan Kevin Adhitama dan Nona Angela," ucap Papa Ervan, dengan menjabat tangan Kevin, dan entah kenapa hati Papa Ervan terasa menghangat.


Kenapa aku merasa sosok Kevin tidak asing untukku, rasanya aku sudah kenal lama dengan Kevin, ucap Papa Ervan dalam hati.


Pa, ini Jefri, Apa Papa merindukan Jefri? atau Papa justru bahagia karena sekarang sudah tidak ada lagi Jefri si biang onar dan berandalan, ucap Jefri dalam hati.


Jefri kemudian menjabat tangan Andri, dan Kevin menatap tajam kepada Andri.


Angela begitu terpesona dengan ketampanan Andri, sehingga matanya tidak berkedip memandang wajah Andri, dan Jefri yang menyadari tatapan Angela kepada Andri terlihat berbeda mempunyai rencana licik supaya rumah tangga Andri dan Nayla hancur.


Sepertinya Angela mengagumi Andri. Sebaiknya aku membantu dia untuk mendapatkan Andri supaya aku bisa mendapatkan Nayla, ucap Jefri dalam hati.


Andri melakukan presentasi, tapi Jefri tidak fokus karena yang ada dalam pikirannya hanya Nayla.


"Bagaimana Tuan Kevin, apa Anda menyetujui rencana saya?" tanya Andri.


"Saya setuju dengan rencana Anda, jadi sebaiknya kita segera menandatangani kontrak kerjasamanya. Angela kamu keluarkan kontrak kerjasama Adhitama Grup dengan Permana Grup," ujar Kevin.


Angela dan semua yang berada di sana terlihat heran, karena Kevin dengan mudah menyetujui semua rencana Andri tanpa melakukan protes sedikit pun.


Ada apa dengan Tuan Kevin? kenapa dengan mudahnya Tuan Kevin menyetujui usul Tuan Andri? tidak biasanya Tuan Kevin bersikap seperti itu, tapi presentasi Tuan Andri memang sangat bagus, ucap Angela dalam hati.

__ADS_1


Kevin dan Papa Ervan menandatangani kerjasama antara Adhitama Grup dan Permana Grup, setelah itu mereka kembali berjabat tangan.


"Terimakasih atas kerjasamanya Tuan Kevin," ucap Papa Ervan yang merasa bahagia.


"Sama-sama Tuan Ervan. Apa boleh saya mengajak Tuan Andri untuk memantau lokasi proyek?"


"Tentu saja, silahkan Tuan Kevin," ujar Papa Ervan.


"Selamat Nak, Anak Papa memang hebat," bisik Papa Ervan pada telinga Andri, tapi Jefri mendengarnya sehingga Jefri semakin membenci Andri.


Dari dulu Papa selalu bangga dengan keberhasilan Andri, dan aku tidak pernah membuat Papa bangga. Kamu bisa bahagia dengan semua prestasi yang kamu dapatkan Andri, tapi aku akan merebut sumber kebahagiaanmu, yaitu Nayla, ucap Jefri dalam hati dengan tersenyum licik.


Jefri mengajak Andri satu mobil dengannya, supaya Jefri bisa mengetahui tempat tinggal Andri dan Nayla.


"Tuan Andri tinggal dimana?" tanya Jefri yang duduk bersebelahan dengan Andri, sedangkan Angela duduk di sebelah Supir.


"Saya tinggal di dekat sini Tuan Kevin," jawab Andri.


Jefri berpura-pura sakit perut, supaya bisa menumpang ke kamar mandi di rumah Andri.


"Tuan Kevin kenapa?" tanya Andri yang melihat Kevin meringis kesakitan.


"Perut saya tiba-tiba mulas," jawab Jefri.


"Kalau begitu kita bisa berhenti di depan, kebetulan di sana ada toilet umum," ujar Andri.


"Saya tidak biasa memakai toilet umum. Apa saya bisa numpang ke kamar mandi di rumah Tuan Andri saja?" tanya kevin, dan Andri yang tidak merasa curiga sedikit pun langsung mengarahkan Supir menuju rumahnya.


Nayla mengintip dari jendela sebelum membuka pintu ketika terdengar suara bel rumah yang berbunyi. Setelah Nayla melihat Andri yang datang, Nayla langsung membuka pintu dan berhambur memeluk tubuh Andri.


"Mas, kenapa sudah pulang lagi?" tanya Nayla.


"Sebenarnya Mas akan berangkat menuju proyek, tapi Tuan Kevin ingin ke kamar mandi dulu."


Nayla tersenyum ketika melihat Kevin dan Angela yang berada di belakang tubuh Andri.

__ADS_1


"Silahkan masuk Tuan, Nona," ucap Nayla, dan jantung jefri berdetak kencang ketika melihat perempuan yang sangat dirindukannya kini berada di hadapannya.


Nayla, akhirnya aku menemukanmu, aku sangat merindukanmu sayang. Aku Jefri Nay, Aku Suami kamu. Kenapa kamu mudah sekali melupakanku? ucap Jefri dalam hati dengan mata yang berkaca-kaca, dan rasanya Jefri ingin sekali membawa Nayla ke dalam pelukannya.


__ADS_2