CAKA ( Cintai Aku Karena Allah )

CAKA ( Cintai Aku Karena Allah )
Bab 53 ( Senjata makan Tuan )


__ADS_3

Selama beberapa bulan ini Jefri terus berusaha untuk mendekati Nayla sebagai Kevin, begitu juga dengan Angela yang memutuskan untuk bekerjasama dengan Jefri, tapi dimana ada Andri di situ ada Nayla, sehingga Jefri dan Angela tidak bisa berbuat apa-apa, sampai akhirnya terbesit ide untuk menjebak Andri supaya tidur dengan Angela.


"Tuan Kevin, apa yang harus kita lakukan sekarang? kita masih belum juga berhasil mendekati Andri dan Nayla, padahal setiap hari kita terus berusaha untuk mendekati mereka," ujar Angela yang saat ini sedang berada di kediaman Adhitama untuk mengantarkan berkas.


"Sebaiknya nanti malam kita jalankan rencana yang pasti akan berhasil. Apa kamu bersedia untuk tidur dengan Andri supaya Andri mau bertanggungjawab dan menikahimu? nanti Nayla pasti akan meminta cerai karena telah merasa dikhianati oleh Andri," ujar Jefri dengan tersenyum licik.


"Aku akan melakukan apa pun demi mendapatkan Andri, yang penting Andri bisa menjadi milikku," jawab Angela.


Dulu aku pernah dijebak oleh Eliza sehingga Nayla ngotot untuk meminta cerai, jika Andri sampai tidur dengan Angela, Nayla pasti akan meminta cerai juga kepada Andri, ucap Jefri dalam hati dengan tersenyum licik.


Mama Marlina yang tidak sengaja mendengar semua percakapan antara Jefri dan Angela, merasa prihatin dengan Jefri yang sudah terlalu berambisi untuk mendapatkan Nayla.


"Aku tidak boleh membiarkan Jefri berbuat jahat, meski pun Jefri adalah Anak kandungku, tapi aku tidak akan membiarkan Jefri menyakiti Nayla, karena Nayla sudah aku anggap sebagai Anak kandungku sendiri. Sebaiknya nanti malam aku harus berusaha untuk menggagalkan rencana mereka," gumam Mama Marlina yang akan berusaha untuk menggagalkan rencana Jefri dan Angela.


......................


Saat ini usia kandungan Nayla sudah mendekati taksiran persalinan, dan Andri selalu setia mendampinginya. Saat Andri dan Nayla sudah bersiap untuk tidur, tiba-tiba Jefri menelpon Andri dan mengatakan jika dirinya saat ini sedang berada di sebuah klub malam, dan Jefri meminta tolong supaya Andri menjemputnya, karena saat ini dompet Jefri ketinggalan, apalagi kondisi Jefri dalam keadaan mabuk.


"Mas, siapa yang barusan telpon?" tanya Nayla.


"Kevin barusan telpon dan meminta tolong supaya Mas menjemputnya di klub malam, karena Kevin bilang dompetnya ketinggalan apalagi Kevin saat ini sedang mabuk," jawab Andri.


"Ngapain sih Mas Kevin pake datang ke tempat seperti itu? Mama pasti kecewa kalau tau Mas Kevin menghabiskan malam di tempat seperti itu apalagi sampai mabuk segala. Sebaiknya sekarang Mas Andri jemput saja Mas Kevin dan bawa Mas Kevin ke sini, Nayla kasihan sama Mama Marlina jika sampai terjadi sesuatu yang buruk kepada Mas Kevin, apalagi Mama Marlina sebelumnya sudah kehilangan Mas Jefri.

__ADS_1


"Tapi Mas tidak mau meninggalkan kamu sayang, apalagi saat ini Nayla sedang hamil tua, bagaimana kalau nanti Nayla mengalami kontraksi saat Mas tidak ada?"


"Nayla akan baik-baik saja, apalagi sekarang sudah ada Bi Ijah yang selalu menemani Nayla."


Bi Ijah yang merasa malu dengan kebaikan Nayla dan Andri akhirnya mengembalikan uang yang diberikan oleh Mama Indri, apalagi Nayla dan Andri memberikan bantuan kepada Bi Ijah untuk biaya pengobatan Suaminya. Saat Bi Ijah menemui Mama Indri, Papa Ervan memergokinya, sehingga Papa Ervan merasa murka kepada Mama Indri yang sudah benar-benar keterlaluan, sampai akhirnya Mama Indri berjanji tidak akan mengganggu Nayla dan Andri lagi, karena Papa Ervan mengancam akan benar-benar menarik semua fasilitas yang telah diberikan kepada Mama Indri.


"Sayang, kalau begitu Mas berangkat dulu ya, kalau ada apa-apa Nayla telpon Mas saja," ujar Andri.


Sebelum berangkat, Andri terlebih dahulu menitipkan Nayla kepada Bi Ijah.


"Bi, saya titip Nayla ya, kalau Nayla mengalami kontraksi, Bibi segera telpon saya, saya juga pergi gak bakalan lama," ujar Andri.


"Iya Tuan, Tuan tenang saja, Bibi pasti akan menjaga Non Nayla."


"Kalau bukan permintaan Nayla, aku tidak akan sudi masuk ke tempat seperti ini." ujar Andri dengan langkah yang berat akhirnya masuk juga ke dalam klub, kemudian Andri mencari keberadaan Jefri.


Saat ini Jefri dan Angela sudah sedikit mabuk karena mereka melampiaskan kekesalan kepada Andri dan Nayla dengan meminum minuman beralkohol.


"Kevin, Angela, kenapa kalian bisa sampai berada di tempat seperti ini?" tanya Andri.


"Halo Bro, akhirnya kamu datang juga, ayo minum dulu, aku sudah memesan minuman spesial untuk kamu," ujar Jefri dengan memberikan segelas minuman yang sebelumnya sudah dicampur dengan obat perangsang.


"Maaf Kevin, aku tidak akan pernah menyentuh minuman seperti ini, sebaiknya sekarang kita pulang, kasihan orangtua kalian pasti khawatir," ujar Andri.

__ADS_1


"Kami akan pulang jika kamu ikutan minum juga," ujar Jefri yang memaksa Andri.


"Aku tidak akan menyentuh setetes pun minuman haram ini. Jika maksud kamu menyuruhku datang ke sini untuk minum, kamu salah, karena aku tidak akan pernah mau menyentuhnya."


"Andri, kamu sudah mengambil Nayla dariku, sekarang aku minta kamu kembalikan Nayla," ujar Jefri yang sudah semakin mabuk.


"Kamu mabuk Kevin, sebaiknya sekarang juga kita pulang. Kamu juga Angela, jadi perempuan bisa-bisanya datang ke tempat seperti ini."


"Andri, aku sangat mencintai kamu, aku mau kamu menikahi aku," ujar Angela.


Andri yang mendengar Angela dan Jefri terus meracau tidak jelas memutuskan untuk membawanya, tapi tiba-tiba handphone Andri berbunyi dan itu adalah telpon dari Bi Ijah yang mengabarkan jika Nayla mengalami kontraksi, sehingga Andri langsung berlari meninggalkan klub tanpa memperdulikan Jefri dan Angela.


Mama Marlina yang daritadi memantau Jefri dan Angela merasa lega karena Andri tidak masuk ke dalam jebakan yang Jefri dan Angela buat, sehingga Mama Marlina memutuskan untuk pulang karena Papa Richard terus menelponnya.


Jefri merasa geram kepada Andri karena pergi begitu saja, sampai akhirnya Jefri tidak sadar meminum minuman yang sudah ia persiapkan untuk Andri.


"Kenapa minumannya terasa berbeda? ini rasanya lebih enak. Angela apa kamu mau mencobanya?" ujar Jefri dengan memberikan minuman yang sudah dicampur dengan obat perangsang tersebut kepada Angela juga.


Angela dan Jefri merasa kepanasan, dan mereka akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam kamar yang sebelumnya sudah mereka pesan untuk menjebak Andri.


"Nayla sayang, kamu cantik sekali, aku sangat mencintaimu Nayla, aku adalah Jefri Suami kamu," ujar Jefri yang melihat wajah Angela seperti wajah Nayla.


"Andri, kenapa kamu tidak pernah melihatku? aku sangat mencintai kamu Andri," ujar Angela dengan memeluk serta mencium Jefri, karena di mata Angela Jefri terlihat seperti Andri, apalagi saat ini keduanya sedang dalam keadaan mabuk, dan tubuh mereka terasa panas setelah meminum minuman yang telah dicampur dengan obat perangsang sehingga membuat hasrat pada keduanya semakin menggebu.

__ADS_1


Jefri dan Angela saling mencium dan meraba sehingga mereka berdua lupa daratan, sampai akhirnya mereka melakukan sesuatu yang seharusnya tidak mereka lakukan, karena jebakan yang mereka buat untuk Andri akhirnya menjadi senjata makan Tuan.


__ADS_2